
Setelah 14 hari berlalu, tiba lah waktu yang di tunggu tunggu, hari yang di nanti nanti..
Kini saat nya Alinka kembali ke rumah abi Fakhry, dengan di antar seluruh anggota kluarga yang mengasihi dan mencintai nya, mereka turut mengantarkan kepergian Alinka untuk menggapai mimpi...
Tepat pukul 06.00,, semua telah bersiap, memasukan semua barang yang sudah di kemas kedalam mobil
" Abang... semua koper udah di masukan...?? " tanya ibu kepada kakak laki laki Alinka
" Sudah siap bu... " jawab abang
" Awas jangan sampe ada yang ketinggalan, karna itu semua barang barang kebutuhan adik mu selama di luar negri sana... " ucap ibu sangat jeli pada barang barang perlengkapan Alinka
Abi pun tengah sibuk memanas kan mobil untuk siap mengantarkan nya da kluarga ke rumah abi Fakhry
Dan Alinka yang masih siap siap di kamar dengan hati dan perasaan yang campur aduk, sedih, bahagia, dan haru tengah ia rasa kan, membuat nya sedikit merenung
" Alin... cepet nak... kita semua sudah siap... !!! " sahut ibu dari luar
" Iyah bu... " jawab Alinka sambil memandangi kamar nya dan semua sudut rumah beserta isi nya, teringat 3 tahun kedepan dia akan sangat merindukan itu semua...
Sambil melangkah pelan dan membawa satu tas jinjing raut wajah Alinka terlihat berat untuk meninggalkan rumah dan kluarga nya...
" Lah... kok loyo nak... " sahut ibu
Alinka pun memandang ibu dan terlihat sedikit tersenyum
" Kenapa lagi anak ibu hhmmm...?? " tanya ibu sambil memeluk nya
" Ibu gak papa Alin tinggal,, ?? " pertanyaan Alinka sangat terdengar khawatir
" Loh... memang kenapa, selama satu tahun ini kan kamu juga gak tinggal sama ibu, sama abi, sama abang juga, tapi kenapa sekarang kamu begitu khawatir nak, apa yang kamu khatir kan terhadap kami?? " ucap ibu
" Kalo di rumah abi Fakhry Alin masih bisa jenguk ibu dan abi 3 bulan sekali, tapi kalo di kairo nanti, Alin paling bisa mandang ibu dan abi di layar handphone " jawab Alinka terdengar sangat lirih
" Masih baik masih bisa melihat ibu, abi sama abang di layar handphone nak, di luar sana bahkan masih banyak yang tidak bisa melihat keluarga nya sama sekali, karna sudah beda alam, jd syukuri apa yang ada manfaat kan waktu sebaik baik nya ya, jangan di bawa untuk mellow mellow terus ah gak baik, urusan keselamatan ibu, abi sama abang serahkan semua nya pada allah, dan kamu harus ikhlas lapang dada meninggalkan kami di sini, agar tidak ada suatu hal yang buruk yang akan menimpa siapa pun anggota keluarga kita, berpikir positif aja jangan terlalu bersugesti nanti jadi kebawa aura negatif nya sayang... " jelas dan pesan ibu panjang lebar
Baru lah Alinka bisa menghela nafas sedikit panjang
Dan setelah semua nya beres baru lah mereka pergi memulai perjalanan nya ke rumah abi Fakhry...
Setelah beberapa jam perjalanan, sampailah keluarga Alinka di rumah abi Fakhry
Abi Fakhry dan umi Fatimah telah menyambut Alinka dan kluarga di depan rumah,,
" Assalamu'alaikum...?? Umiii.... !!! " sahut Alinka sambil berlari menuju umi Fatimah yang berdiri di depan gerbang rumah
Umi Fatimah yang sudah merentangkan tangan nya segera memeluk Alinka yang berlari ke arah nya
" Wa'alaikumussalam... sehat nak, umi sangat rindu, sampe setiap malam umi mimpiin kamu " jawab umi Fatimah sambil mencium putri angkat nya
Di susul oleh ibu Alinka dan abi Hasan yang bersalaman pada umi Fatimah dan abi Fakhry
" Zainab mana mi...?? " tanya Alinka
" Ada di kamar kali dia, dari tadi pagi dia udah nanyain kamu, mungkin sekarang lagi ngerjain job nya... " jawab umi
Tak lupa Alinka pun bersalaman terlebih dahulu pada abi Fakhry dan mencium tangan nya
" Abi... Alin kangen... " sahut Alin
" Abi juga sama nak, yaudah sana temui adik adik mu di dalam... " jawab abi Fakhry sambil mengelus kepala Alinka
" Yaudah kalo gitu abi, umi, Alin kedalam dulu ya, bu Alin ke dalam dulu " sahut Alinka bersemangat
" Yaudah nak,, " jawab ibu, umi dan abi Fakhry juga abi Hasan
Umi Fatimah pun segera mempersilahkan kluarga Alinka masuk untuk segera beristirahat melepas lelah di perjalanan...
" Yaudah ibu, abi Hasan mari masuk, kami sudah mempersiapkan semua nya untuk ibu dan abi sekeluarga " ucap umi Fatimah ramah
Ibu dan abi Hasan sekeluarga pun masuk dan segera beristirahat sejenak sambil mengobrol di ruang tamu...
" Gimana perjalanan nya Hasan...?? " tanya Abi Fakhry
" Ya begitulah Fakhry, cukup melelahkan " jawab abi Hasan sambil tersenyum
" Kami sudah menyiapkan kamar tamu untuk abi dan juga ibu, lalu abang kamar tamu yang di sebelah kanan deket kamar nya Faiz,, " ucap umi Fatimah sambil menunjukan kamar kamar yang akan di gunakan ibu dan abi juga abang nya Alinka
" Iya baik, Terimakasih loh sebelum nya udah repot repot sediain kamar untuk kami semua " jawab ibu nya Alinka
" Gak repot juga kok bu, kita kan udah seperti keluarga " ucap umi Fatimah
" Oyah gimana keadaan di kampung antum?? " tanya abi Fakhry pada abi Hasan
" Alhamdulillah baik baik saja kok Fakhry " jawab abi Hasan
" Pengajian masih berjalan normal kan?? " tanya abi Fakhry kembali
" Masih meski santri santri di zaman sekarang sudah muali jarang, karna mereka sibuk sekolah saja " jawab abi Hasan
" Iya memang Hasan, maka dari itu nanti kalo Alin sudah lulus dari kairo kamu bangun lembaga pendidikan yang komplit mulai dari TPQ, TPA, TK, SD, SMP, SMA klo perlu sampe perguruan tinggi biar anak anak enak sekolah sambil mondok " usul abi Fakhry
" Iya Fakhry, ana ngerti, berhubung sekarang kondisi ana tidak punya donatur jadi ana harus berusaha sendiri memikir kan dan mengatur itu semua, ditambah belum ada rezeki nya Fakhry, doain aja semoga kedepan nya Alinka bisa meneruskan jejak ana, karna ana sadar ana sudah tua, udah gak sanggup mengatur dan mengurus itu semua, kecuali mengajar anak anak insyallah ana masih sanggup " jawab Abi Hasan
" Insyaallah Hasan insyaallah, ana usahain supaya Alinka jadi orang sukses dan bisa angakat derajat keluarga antum ya " ucap abi Fakhry
" Iya Fakhry, maka dari itu, ana mau ucapin terimakasih yang sebesar besar nya sama antum, antum sudah bersedia memperjuangkan masa depan putri ana " ucap abi Hasan
" Iya sama sama Hasan, antum tenang aja, dari dulu kita bersahabat, susah senang kita lalui bersama semasa di pondok, dulu juga antum sering bantu ana sampe ana ada di titik sekarang kan, antum juga kalo gak keburu nikah dan keluar dari pesantren, ana yakin antum bisa jadi kiyai besar, sebenar nya antum juga sudah menjadi kiyai besar tapi sayang cobaan dan rintangan antum allah kasih spesial karna allah terlalu sayang sama antum dan keluarga, bukti nya dulu pondok antum juga terbesar kan di kampung antum, cuma gegara ada orang yang sirik aja makanya antum dan keluarga menjadi seperti ini " jelas abi Fakhry panjang lebar
" Iya Fakhry, ana juga ngerti, dari dulu sampe sekarang cobaan tak henti henti nya silih berganti, dari mulai kehancuran pondok pesantren ku, lalu ana di karuniai seorang putri yang sangat istimewa di mata allah, meski di mata manusia dia hina karna perbedaan nya, dan orang tak henti henti nya iri dengki terhadap keluarga ku sampai sampai ada yang bersikap dzolim juga, tapi ana yakin, di balik semua ini ada keindahan yang tiada tara yang kita tidak sangka " jawab abi Hasan
" Nah bener tuh antum, itu antum ngerti, jadi buat sekarang antum harus besar kesabaran insyaallah allah kasih hadiah yang sangat istimewa " ucap abi Fakhry
Seperti itulah obrolan antar dua keluarga itu jika mereka sudah saling bertemu, lalu umi Fatimah pun izin kedapur untuk mempersiapkan segala sesuatu nya yang lain
" Kalo gitu umi kedapur dulu ya bi, mau nyiapin makan malam, pasti Alinka dan keluarga sudah sangat lelah dan lapar " izin umi Fatimah pada abi Fakhry
" Iya iya boleh umi, masak yang enak untuk kita ya " jawab abi Fakhry
Umi Fatimah pun hanya tersenyum dan...
" Umi tunggu, boleh saya ikut bantu?? " tanya ibu nya Alinka
" Oh gak usah bu, ibu istirahat saja, biar saya dan ada mbak yang akan bantu di dapur " jawab umi Fatimah
" Gak papa umi, tangan saya bisa gatal kalo hanya berdiam diri saja " ucap ibu nya Alinka
Umi Fatimah pun hanya bisa terdiam dan tersenyum, lalu mereka berdua pun pergi menuju dapur untuk menyiapkan hidangan makan malam
" Alin juga suka bantu saya masak loh bu, ternyata rajin nya turun dari ibu toh " ucap umi Fatimah
" Alin memang anak nya gak bisa diem dari kecil, tapi bukan gak bisa diem karna nakal tapi dia selalu pengen ikutan kegiatan kita, semua dia tiruin, saat melihat abi nya ngajar dia lihatin dan dia langsung praktekin di rumah main sekolah sekolahan sama kucing kucing kesayangan nya, saat melihat ibu nya masak dia heboh pengen ikutan potong potong bawang lah sampe tangan nya ke iris, saat melihat abang nya pergi sekolah dia merengek pengen sekolah juga, itu lah cerita saat Alin kecil " cerita ibu nya Alinka panjang lebar
" Oh.... ternyata seperti itu, pantas saja sekarang dia tumbuh jadi anak yang cerdas ya bu, aktiv sedari kecil " jawab umi Fatimah sambil tersenyum
" Begitulah Alinka kecil bu, tidak saya sangka saat dia sekolah cerita hidup nya berubah drastis dan saya tidak mengetahui itu selama bertahun tahun, sampai saat saya tau, setelah Alinka kesehatan nya jatuh dari situlah saya mulai mengetahui apa penyebab kesehatan nya drop, ternyata dia terlalu banyak menanggung beban yang dia pendam tanpa dia mau berbagi kesedihan nya pada saya, di saat itu pula saya merasa gagal menjadi seorang ibu, karna tidak bisa melindungi anak saya sendiri dari kejam nya kehidupan di luar sana " jelas ibu sambil berkaca kaca
" Iya bu, Alinka memang anak yang baik, tapi kebaikan nya yang selalu membuat kita khawatir, dia selalu memendam apa yang dia rasa dan dia dapatkan dari perlakuan orang orang yang tidak bertanggung jawab, alasan nya dia hanya tidak mau buat kita sedih, dari kejadian itu pula saya belajar menjadi seorang ibu yang lebih baik dan bijak terhadap anak sendiri bu, bahwa tidak ada anak yang nakal, tidak ada anak yang bodoh, kecuali kurang maksimal nya kita dalam mendidik dan memberi kasih sayang terhadap nya " ucap umi Fatimah
" Ya begitulah Alinka umi, jadi bila Alinka sering membuat umi khawatir saya sebagai ibu nya meminta maaf yang sebesar besar nya pada umi atas sikap anak saya " jawab ibu nya Alinka
" Enggak bu, justru saya berterimakasih, ibu sudah sudi menjadikan anak ibu sendiri menjadi anak kami juga, tapi saya yakin dalam hati Alinka kedua orang tua nya adalah ibu dan abi Hasan " ucap umi Fatimah
Dan seterus nya umi dan ibu Alinka saling cerita tentang Alinka kecil hingga dewasa...
Lalu di kamar Alinka bersama Zainab pun saling melepas rindu...
Tok.. tok.. tok..!!! Suara pintu kamar Zainab di ketuk
" Udah deh Salma, masuk aja jangan pake ketuk pintu segala berisik tau kakak lagi kerja " Sahut Zainab dari dalam kamar yang belum mengetahui kedatangan Alinka
" Assalamu'alaikum... " sahut Alinka sambil membuka pintu kamar Zainab
Zainab pun menoleh lalu...
" Kakak.... !!!! " sahut Zainab langsung lari kearah Alinka dan seketika memeluk nya
" Kakak kapan datang?? " tanya Zainab
" Emh... udah dua hari lalu, kamu kemana aja baru sadar kakak datang?? " ucap Alinka sambil bercanda
" Ah kakak... bisa aja bercanda nya, serius aku kangen " jawab Zainab manja
" Kalo kangen kakak kena denda sebesar 1M " ucap Alinka masih bercanda
__ADS_1
" Apaan... kakak serius " sahut Zainab
" Kalo pengen serius halalin dong " ucap Alinka sambil tetawa
" Ih kenapa harus aku yang halalin, aku kan cw, noh di halalin nya sama kak Faiz aja ya mau gak... ?? " jawab Zainab sambil tertawa
" Masa abang nikahin adek kan lucu " ucap Alinka
" Oh iya ngomong ngomong bang Faiz mana?? " tanya Alinka kembali
" Kakak sih kelamaan di kampung, bang Faiz nya keburu liburan ke rumah Dimas " jawab Zainab
" Lah... pulang nya kapan...?? " tanya Alinka kembali
" Entah... " jawab Zainab
" Hem... "Alinka pun menghela nafas
" Kenapa kak, kecewa ya, gak bisa ketemu kak Faiz?? " goda Zianab
" Eh enggak juga, gimana hubungan kamu sama ustad Farid?? " tanya Alinka mengalihkan pembicaraan
" Alhamdulillah baik baik saja kak,, " jawab Zainab
" Syukur alhamdulillah kalo begitu, eh Salma sama Fitria mana, kakak kangen nih " tanya Alinka sambil mencari cari kedua adik nya tersebut
" Ada di kamar nya kali, entar aku panggilin,, Salma.... Fitria.... ke kamar kakak bentar sini dek...!!! " sahut Zainab dengan suara sangat keras sekali
" Biasa aja kali dek, sampe pengang kuping kakak " ucap Alinka
" Hehe... maaf " jawab Zainab
Tidak lama kemudian Salma dan Fitria pun datang dan langsung memeluk Alinka sambil berteriak...
" Kakaaaakk.... kita kangen... !!! " sahut mereka sambil berlari ke arah Alinka
Semua nya merindukan Alinka semua nya sayang Alinka, hanya orang orang yang iri saja yang tidak suka akan kesuksesan Alinka
" Kakak... kenapa kok pulang nya lama...?? " tanya Fitria
" Tidak lama kok, kakak kembali tepat waktu kan, pas di tanggal 14 syawal, dan tanggal itu jatuh tepat pada hari ini,, " jawab Alinka sambil tersenyum
" Dan besok nya lagi kakak akan pergi lagi... " ucap Fitria sedih
Alinka hanya mengelus punggung Fitria yang terus memeluk nya
" Kakak pergi untuk menggapai cita cita nya juga dek, masa kita mau larang dia... " sahut Salma pada Fitria
" Iya tapi Fitria masih kangen kakak... " ucap Fitria
" Yaudah nanti malam kita bobo sama sama di sini ya, sambil melepas rindu " jawab Alinka
Semua menatap Alinka sambil berkaca kaca
Alinka hanya membalas nya dengan senyuman...
Setelah malam tiba, langit pun beranjak gelap, saat nya keluarga besar makan malam bersama,,
Di tengah Alinka dan adik adik nya tengah asyik saling melepas rindu, suara panggilan umi terdengar dari arah dapur...
" Alin, Zainab, Salma dan Fitria, hidangan makan malam sudah siap nak, ayok sini, kita makan bersama... !!! " sahut umi Fatimah
" Baik umi... " sahut mereka
Alinka, Zainab, Salma dan Fitria pun segera menuju ruang makan, dan menyempatkan untuk memperkenal diri masing masing kepada kedua orang tua kandung Alinka
" Ibu.. Abi... ini adik adik Alinka anak anak nya abi Fakhry " sahut Alinka
Mereka bertiga pun bersalaman dan mencium tangan saling bergantian
" Zainab om salam kenal... " sahut Zainab yang pertama memperkenal kan diri nya pada abi Hasan
" Zainab tante salam kenal... " sahut Zainab kepada ibu Alinka
Di ikuti oleh kedua adik nya
" Salma om, tante, salam kenal " sambil bersalaman dan mencium tangan abi dan ibu nya Alinka
" Saya Fitria om, tante, adik bungsu nya kak Alin " sahut Fitria
" Aamiin... makasih loh abi Hasan, semoga kata kata nya bisa menjadi doa untuk mereka bertiga " ucap umi Fatimah sambil menghidangkan semua makanan yang sudah tersedia
" Anak anak ku belum ada apa apa nya di banding anak antum Hasan " ucap abi Fakhry
" Jangan begitu antum, kita jangan pernah sesekali membandingkan anak kita dengan orang lain, itu bisa merusak kepercayaan diri nya dan mental nya juga, selain itu bisa melukai hati nya, semua anak mempunyai keistimewaan tersendiri " sahut abi Hasan
" Iya Hasan ana faham, astaghfirulloh, maafkan abi ya nak, abi khilaf " ucap abi Fakhry sambil memandang putri putri nya
" Anak antum ada 3 Fakhry bukan nya seingat ana anak antum ada 4 ya...?? " tanya abi Hasan
" Anak ana memang ada 4 Hasan, 3 perempuan satu cowo, dan kebetulan yang cowo anak pertama, sekarang dia lagi liburan ke rumah tante nya, kebetulan dia sangat dekat dengan sepupu nya, jadi dia rela samperin jauh jauh ke luar pulau " jelas abi Fakhry
" Oh begitu,, kirain ana anak antum perempuan semua, jadi antu orang paling ganteng seisi rumah,, " sahut abi Hasan sambil tertawa
" Iya memang Hasan, karna anak cowo ku kuliah di kairo jadi baru kali ini dia pulang, sekian bertahun tahun dia gak pulang karna aku larang, sebelum tamat kuliah gak boleh pulang, nanti nya kebiasaan sedikit sedikit minta pulang " jawab abi Fakhry
" Wah... tegas juga ternyata peraturan antum ya Fakhry " sahut abi Hasan
" Harus tegas Hasan kita kalo sama anak cowo, biar dia tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, taat peraturan, dan tanggung jawab, dia kan calon pemimpin, masa calon pemimpin lembek sih " ucap abi Fakhry sambil tersenyum
" Sudah sudah, ini kapan mulai makan nya sih, kok asyik ngobrol terus dari tadi " sahut umi Fatimah
" Oh iya iya umi, abi sampe lupa, saking seru nya kalo udah ketemu sahabat lama suka lupa waktu,, " jawab abi Fakhry
" Emh... makan nya lebih baik kita makan dulu nanti abis makan di sambung lagi cerita nya ya... " sahut umi Fatimah
" Iya.. iya... kalo begitu silahkan makan.... " ucap abi Fakhry
Malam pun semakin larut, dan saat nya semua anggota keluarga beristirahat untuk mengembalikan tenaga buat esok hari,, ya tentu nya untuk mengantar Alinka ke bandara, sungguh suasana yang akan sangat terasa haru untuk semua orang yang menyayangi nya...
Sebelum tidur, abi Fakhry pun pakcing terlebih dahulu barang barang dan keperluan di kamar, untuk ikut mengantarkan dan menempatkan putri kesayangan nya di sana, dan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan nya saat dia jauh dari semua anggota keluarga, dengan dibantu umi Fatimah, barang perlengkapan abi pun hampir selesai tertata rapi di koper yang sudah umi siapkan...
" Sudah semua nya umi?? " tanya abi Fakhry kepada umi
" Sudah abi.. " jawab umi sambil tersenyum
" Bi...!!! " sahut umi kembali sambil terlihat raut wajah yang sedih dan khawatir
" Ada apa umi, kenapa kok muka nya di tekuk begitu nanti cantik nya ilang loh... " jawab abi Fakhry sedikit merayu umi
" Nanti abi pastiin ya di sana, Alin satu asrama sama orang yang benar benar abi percaya dan baik orang nya, terutama bisa nerima keadaan Alinka apa adanya " sahut umi
" Tenang umi, di sana sudah ada anak kenalan abi nama nya Shema, dia anak dari salah satu majelis temen abi ustad Ibrahim, dan kebetulan abi juga kenal sama orang nya, dia seorang saudagar kaya di negri mesir nama nya Wan Aziz, Shema seumuran dengan Zainab dan abi juga sudah tau anak nya baik, juga gak pernah mandang fisik dalam berteman, soal nya abi sudah pernah cerita sama dia langsung tentang Alinka 2 hari lalu " jelas abi Fakhry
" Kok abi bisa kenal sama Shema dan kluarga nya...?? " tanya umi
" Dulu wan Aziz pernah berkunjung ke yayasan ustad Ibrahim, dan kebetulan agak lama, karna sekalian sambil liburan, kata nya Shema ingin liburan di indonesia, begitu mi... " jawab abi Fakhry
" Terus abi ketemu gitu...?? " tanya umi kembali
" Iya, malah ustad Ibrahim sendiri yang mengenalkan wan Aziz kepada abi, kebetulan orang nya ramah dan baik hati, istri wan Aziz bernama Rubia dan wan Aziz juga hanya mempunyai satu putri yaitu Shema,tapi wan Aziz tidak mau terlalu memanjakan Shema dengan limpahan harta dan kekayaan nya, maka dari itu Shema sengaja kuliah di sana sambil tinggal di asrama " jawab dan jelas abi Fakhry
" Emh... kalo gitu umi baru bisa bernafas lega bi " ucap umi Fatimah
" Umi tenang aja, Alin di sana akan baik baik saja, kebetulan juga ada temen abi yang kerja di universitas itu, jadi abi bisa sekalian nitipin Alin sama dia " sahut abi sambil mengelus pundak nya umi
" Yaudah kalo gitu kita tidur, ini sudah larut malam, besok Alin harus berangkat pagi, karena pesawat akan take off sekitar jam 07.00 pagi" ucap abi kembali kepada umi
Fajar pun menyingsingkan keindahan nya di iringi dengan embun dan kabut yang amat sejuk terasa, setelah selesai sholat tahajud pada pukul 03.00 dini hari Alinka pun segera mempersiapkan diri nya, karna perjalanan dari rumah ke bandara agak jauh, jadi abi Fakhry pun memutuskan berangkat pada dini hari, agar Alinka tidak sampai ketinggalan pesawat...
" Kak,, sudah siap...?? " tanya Zainab yang baru bangun dari tidur nya
" Iya.. cepet dek kamu mandi, nanti kamu ketinggalan... " jawab Alinka pada Zainab sambil terus merapikan barang barang keperluan nya
" Yaudah aku mandi dulu " ucap Zainab sambil lari menuju kamar mandi
" Cepet,, abi sama umi juga mungkin sudah pada siap " sahut Alinka terburu buru
" Siap kak... !!! " jawab Zainab dari dalam kamar mandi
" Kalo gitu kakak duluan ke ruang tengah ya, kakak tunggu di sana sama umi sama abi " sahut Alinka kembali
" Oke baik kak... " jawab Zainab
Lalu Alinka pun pergi menuju ruang tengah, dimana semua anggota keluarga telah berkumpul dan menunggu nya di sana
__ADS_1
" Alin sudah siap, tinggal siapa yang belum siap...?? " tanya abi Fakhry
" Zainab masih mandi abi, tunggu saja sebentar " jawab Alinka
" Kebiasaan anak, itu kalo ngapa ngapain selalu lelet... " sahut abi sambil terus melihat jam tangan nya
" Yaudah sambil menunggu Zainab kita masukan semua barang barang ke dalam mobil dulu " ucap abi Fakhry
Dan semua nya saling membantu memasukan koper koper dan barang bawaan Alinka ke dalam mobil
Alinka memang tidak tau apa apa tentang urusan kepergian nya ke luar negri, yang hanya dia tau cuma berangkat dan tinggal duduk manis dan betah di sana, karna semua urusan sudah di handle sama abi
" Zain... cepet ini kita subuh di perjalanan aja jangan sampe kita subuh masih di sini... " sahut abi sambil sedikit teriak memanggil Zainab yang masih bersiap
" Iya bi, bentar lagi selesai kok tinggal pake baju,, bentar bentar... !!! " jawab Zainab
" Cepet Zain.... !!! " ucap abi
" Iya....!!! " jawab Zainab
Tidak lama kemudian Zainab pun muncul dengan penampilan segar nya karna baru selesai mandi
" Ayo... ayo... nanti kita keburu telat " sahut Zainab sambil mengajak semua nya masuk kedalam mobil
" Kamu yang dari tadi bikin lama orang nunggu " ucap abi
" Hehe... Ya maaf bi, bangun tidur nya telat... " jawab Zainab sambil cengengesan
" Iya itu kebiasaan kamu kalo tidur kebo banget, udah abi bilang jangan keseringan gadang " sahut abi Fakhry sedikit ngomel sama Zainab
" Ya maaf bi, mau gimana lagi udah kerjaan nya numpuk " jawab Zainab sambil sedikit membujuk abi
" Alasan aja kamu " ucap abi Fakhry
" Sudah... sudah... kalo debat terus kapan kita jalan " sahut umi Fatimah menengahi perdebatan mereka
" Yasudah Alin ikut mobil abi Hasan sama ibu, mereka pasti masih kangen sama Alin, sebelum Alin pergi puas puasin dah sama mereka " ucap abi Fakhry pada Alinka
" Baik lah abi, makasih " jawab Alinka sambil memeluk abi Fakhry lalu salam dan mencium tangan nya
" Umi Alin sama keluarga Alin dulu " ucap Alinka pada umi Fatimah
" Iya nak, gak apa apa, lagian mobil kita akan selalu jalan beriringam gak boleh terpisah, jangan lupa baju hangat nya di pake, udara pagi ini sangat dingin " jawab umi Fatimah sambil memakaikan baju hangat kepada Alinka lalu mencium kening nya dan memeluk nya sejenak
Lalu mereka 2 keluarga itu, yakni keluarga abi Fakhry dan abi Hasan pun berangkat ke bandara secara bersama sama, dengan dua mobil yang berbeda
Di dalam mobil yang di tumpangi Alinka dan keluarga, posisi duduk abi Hasan di depan dan ibu, Alinka juga abang di kursi belakang, di sepanjang jalan ibu tidak pernah melepaskan pelukan nya pada Alinka, seakan ibu sangat berat untuk melepas putri bungsu nya itu jauh dari nya
Dan Alinka pun hanya bisa memandangi wajah ibu, abi dan abang seakan hati nya berkata
" Abi, Ibu, Abang, Rela kan Alin untuk pergi sebentar dan perpisahan ini tidak akan lama, sampai Alin berhasil membawa satu kebanggaan untuk kalian semua " ucap hati kecil Alinka
Tepat pukul 06.00 mereka semua sampai di bandara, dengan lama perjalanan hampir sekitar 3 jam an
Semua nya turun dari mobil, dan menuju ruang tunggu keberangkatan
Di lobi bandara pun Alinka melihat Aisyah dan suami telah menunggu nya di sana...
" Aisyah...!!! " panggil Alinka sambil berlari ke arah nya
" Teteh....!!! " Aisyah pun berlari ke arah Alinka dan mereka saling berpelukan, di saksikan semua keluarga Alinka dan suami Aisyah sendiri
" Akhir nya kamu datang juga dek, untuk mengantarkan ku pergi meraih cita cita ku " ucap Alinka sambil berkaca kaca
" Pasti aku datang teh, aku tidak akan melewatkan moment berharga mu ini, karna aku tau, ini kan yang dari dulu kamu perjuangkan dan kamu semogakan, dan sekarang angan mu hampir terwujud teh, insyaallah kesuksesan sedikit lagi akan kau genggam... " jawab Aisyah panjang lebar sambil terus memeluk Alinka
" Aamiin... makasih ya Aisyah " ucap Alinka
" Iya... sama sama teh " jawab Aisyah
Lalu mereka pun menunggu keberangkatan Alinka sambil memanfaatkan sedikit waktu yang tersisa...
Di detik detik terakhir keberangkatan nya, Alfi pun terlihat menyusul untuk ikut mengantar kepergian nya
" Teteh... !!! " ucap Alfi dari kejauhan
Alinka menengok ke arah suara itu,,
Terlihat seorang gadis cantik berlari sambil membawa sebuah boneka besar di pelukan nya
" Alfiii...!!! " sahut Alinka
Lalu Alfi pun segera memeluk Alinka dan memberikan boneka tersebut sebagai kenang kenangan dari nya
" Aku belum terlambatkan...?? " tanya Alfi
" Masih lama kok dek, aku take off pukul 07.00 pagi dan ini baru pukul 06.30 " jawab Alinka sambil tersenyum kepada Alfi
" Ini bawa ya teh, meski merepotkan, tapi jika di sana teteh kangen kita semua teteh tinggal peluk boneka ini " ucap Alfi sambil memberikan boneka nya
" Emh... makasih loh dek, sampe repot repot bawain boneka segala " sahut Alinka sambil memeluk boneka itu
" Maaf aja kalo bawa nya agak repot soal nya ini size nya yang extra jumbo, gedean boneka nya sama teteh juga " ucap Alfi sambil sedikit bercanda
Lalu mereka pun tertawa sedikit lepas karna tingkah laku Alfi, dan mereka pun saling berbincang di waktu waktu yang tersisa
Tepat pukul 07.00 suara pengumuman seluruh penumpang untuk segera masuk ke dalam pesawat pun terdengar sangat jelas di setiap penjuru bandara
Di saat itu pula hati Alinka berubah seketika menjadi sedih dan haru,,
Saat Alinka berpamitan untuk yang terakhir kali nya pada keluarga kandung Alinka semua meneteskan air mata dan mencium Alinka saling bergantian, mereka tidak banyak bicara mereka cuma mengatakan...
" Selamat jalan nak, semoga selamat sampai tujuan, baik baik di sana, semoga allah mempermudah semua urusan mu di sana... " ucap ibu, dan abi Hasan sambil memeluk dan mencium nya dengan meneteskan air mata kebahagiaan mereka
Lalu Alinka pun bepamitan pada kakak kandung satu satu nya
" Alin pergi dulu bang, titip ibu sama abi " ucap Alinka sambil menetes kan air mata nya dan langsung memeluk erat abang
" Sudah jangan cengeng, kan udah besar, bentar lagi sudah mau jadi seorang mahasiswi masa masih suka mewek sih, urusan jaga ibu sama abi biar jadi tanggungan abang, kamu fokus belajar aja di sana ya, jangan banyak pikiran... " jawab abang sambil mengusap air mata Alinka dan memeluk juga mencium nya
Lalu Alinka pun berpamitan pada umi Fatimah, Zainab, Salma dan Fitria
" Kakak pergi dulu umi dan adek adek kakak yang kakak sayangi dan kakak cintai " ucap Alinka sambil memeluk mereka
Tak terasa tangis mereka pun seketika pecah sambil memeluk Alinka dan berkata
" Pergilah nak, gapai cita cita mu, angkat derajat keluarga mu, jadikan mereka bangga akan dirimu, umi akan selalu mendoakan yang terbaik bagi mu, meski kamu bukan anak kandung umi dan kamu tidak terlahir dari rahim umi, tapi percayalah nak, kasih dan cinta umi tulus pada mu " ucap umi sambil memeluk nya
Alinka pun hanya bisa menangis di pelukan umi Fatimah tanpa bisa berkata kata
Zainab, Salma dan Fitria pun menghampiri lalu memeluk nya seraya berkata
" Baik baik di sana yak kak, semoga betah, semoga kakak mempunyai teman teman yang baik dan di pertemukan dengan orang orang baik pula di sana... " sahut mereka bertiga
Alinka pun memeluk adik adik nya sambil tersenyum dan tetap meneteskan air mata,,
" Aamiin... Terimakasih sayang atas doa doa nya, kakak sayang kalian... " ucap Alinka
Lalu Alinka pun berpamitan pada Aisyah dan Alfi
" Aku pergi dulu ya,, semoga kalian juga sukses di sini doa kan aku juga agar betah di sana... " ucap Alinka pada Aisyah dan Alfi
" Kami sangat mendoakan teteh, semoga saat teteh pulang teteh bisa membawakan kesuksesan dan keberhasilan untuk kami semua, kami semua di sini akan selalu menunggu mu... " ucap Aisyah dan Alfi
" Sampaikan salam ku pada Khadijah, dia tidak bisa ikut saat ini tapi nama kalian akan tetap ada di hati ku " ucap Alinka
" Iya... pasti akan kami sampaikan teh, selamat jalan teh tetap semangat " sahut mereka berdua
" Ayo Alinka cepat, semua sudah masuk kedalam, tinggal kita saja yang belum menuju ke sana " sahut abi Fakhry sambil melambai ke arah Alinka
" Baik abi " jawab Alinka
Lalu Alinka pun berlari ke arah abi sambil berkata
" Umi... sampaikan salam ku pada bang Faiz, maaf belum bisa menemui nya... " sahut Alinka pada umi Fatimah
" Pasti nak, pasti akan umi sampaikan... " jawab umi Fatimah sambil sedikit berteriak dan melambaikan tangan nya
" Assalamu'alaikum semua nya... sampai ketemu 3 tahun lagi... " sahut Alinka kepada semua...
" Wa'alaikumusalam nak fii amanillah " jawab umi Fatimah, ibu kandung Alinka dan abi Hasan
" Wa'alaikumussalam dek... " jawab abang Alinka
" Wa'alaikumussalam kak... " jawab Zainab, Salma dan Fitri juga
__ADS_1
" Wa'alaikumussalam teh " jawab Aisyah dan Alfi tidak ketinggalan