
setelah acara berakhir dan semua nya pulang ke rumah masing-masing,,
" Assalamu'alaikum...?? Umi Alinka pulang " sambil membuka pintu lalu Alinka masuk rumah,, " Wa'alaikumussalam.. " jawab umi sambil menyambut kedatangan anak gadis nya itu,, " Gimana nak acara nya berjalan dengan lancar ?? " tanya umi.. " Alhamdulillah lancar umi " Alinka pun menjawab pertanyaan umi sambil mencium tangan umi... " Yaudah kalo gitu kamu masuk kamar bersih-bersih dulu mandi, sholat abis itu kita makan " umi pun menyuruh Alinka masuk kamar untuk bersih-bersih dan istirahat... " Iyah umi Alinka ke kamar dulu " Alinka pun menjawab dan masuk kamar.. jam menunjukan pukul 19.00 waktu nya keluarga Alinka makan malam... di meja makan seperti biasa anggota keluarga berkumpul mulai dari abi, umi, abang dan Alinka...
" Gimana Lin tadi acara nya..?? Maaf abang gak sempet jemput kamu pulang,," abang pun meminta maaf karna Alinka tidak sempet abang jemput,, " Alhamdulillah... lancar bang seru lagi, iya gak apa-apa bang lagian tadi pulang nya kita jalan kaki bareng-bareng jadi seru " jawab Alinka sumbringah,, " Ngomong-ngomong abi liat anak gadis abi hari ini terlihat sangat bahagia " goda abi,, " Apaan sih abi biasa aja kok,," Alinka pun tersipu malu dengan godaan abi,, " Tadi ya bi anak gadis mu di jemput seorang cowo, tapi umi gak izinin mereka jalan berdua, umi suruh aja abang temenin Alin " kata umi mengadu soal kejadian tadi pagi... " Oyah,, siapa dia nak?? " abi pun tersenyum mendengar cerita umi... " Gak abi, dia hanya temen baru Alinka, lagian dia cowo jadi kita tidak begitu dekat, kan kata abi juga klo kita berteman dengan lawan jenis harus ada batasan nya, jadi selama ini Alinka berusaha selalu menjaga batasan kita bi..." jelas Alinka.. " Iyah,, iyah,, bagus itu nak.. ternyata kamu masih ingat nasihat abi " abi pun mengerti dengan semua penjelasan Alinka... setelah makan malam selesai, biasa kegiatan Alinka adalah mengaji dan bantu-bantu abi ngajar ngaji di masjid dekat rumah nya... dan waktu pun berjalan begitu cepat, malam semakin larut.. sudah biasa Alinka sebelum tidur pasti selalu mengambil wudhu lalu pasang alarm pas pukul 03.00...
Sebelun Alinka tidur dia pun membersihkan tempat tidur nya terlebih dahulu dan meminum satu gelas air hangat karna itu lah sunnah rasulullah ketika akan tidur,, dan Alinka pun mulai berbaring di kasur sederhana nya dan mulai memejam kan mata... jam menunjukan pukul 03.00 dan alarm Alinka pun berbunyi dengan keras nya,, tit..tit.. tit..tit.. tit..tit..!!! Tangan Alinka meraba jam kecil di dekat nya lalu mematikan tombol alarm.. lalu Alinka pun mulai membuka mata dan menggosok-gosokan kedua jari telunjuk nya ke mata sambil membaca doa bangun tidur... dan dia pun pergi ke kamar mandi untuk bersiap sholat malam...
Disepertiga malam yang hening Alinka mengerjakan sholat, lalu dia curhat sama allah karna tempat curhat paling terbaik menurut nya adalah allah...
" Ya allah.. maaf kan semua dosa ku dan semua dosa kedua orang tua ku, karna aku sadar dosa-dosa ku sangat lah amat banyak seperti buih di lautan,, dan maafkan aku yang akhir-akhir ini goyah karna..." Alinka memotong doa nya lalu " Ya allah aku jatuh cinta...!!! Maaf kan aku, aku tau ini salah, tapi menurut abi godaan paling berat adalah masalah hati dan ini benar adanya aku merasa kan nya sendiri ya allah... maaf kan aku jika aku telah jatuh cinta selain kepada mu... sekarang aku tidak tau apa yang harus aku lakukan, karna semakin lama aku memendam perasaan ini, semakin aku ingin jujur tentang perasaan ku pada nya, aku mohon ya allah beri lah aku petunjuk, jika ini yang terbaik untuk ku, maka permudahkan lah segala sesuatu nya, tapi jika menurut mu ini salah, segera akhiri perasaan ini sebelum aku jatuh terlalu dalam... " begitulah curhatan Alinka pada rabb nya, pada sesama manusia dia tidak pernah mengatakan itu semua termasuk pada keluarga nya dan hanya pada rabb nya lah Alinka bisa seterbuka itu... pagi pun menyongsong begitu cepat matahari mulai menampakan sinar nya.. tiba-tiba hp Alinka pun berbunyi pertanda ada sms masuk... isi pesan tersebut... " Alin... ini Naura hari ini aku mau ngajak kamu jalan kamu mau gak?? Kalo kamu bersedia nanti aku jemput kamu " Naura kirim pesan sepagi ini?? tumben-tumbenan,, di benak Alinka bertanya-tanya dan Alinka pun membalas pesan nya itu " Wa'alaikumussalam... iya Naura insyaallah datang saja ke rumah ku dulu nanti kita izin bareng-bareng sama umi sama abi..." lalu Naura pun membalas pesan nya lagi " Oke kalo begitu..."
Pagi pun beranjak siang dan Naura pun telah datang untuk menjemput Alinka..
Tok.. tok.. tok..!!! Pintu terdengar di ketuk seseorang dan... " Assalamu'alaikum..." Naura pun mengucapkan salam... " Wa'alaikumussalam... " jawab Alinka sambil menuju ke depan pintu, lalu membuka kan nya... " Naura.. ayo masuk dulu.. " Alinka mempersilahkan Naura masuk dan duduk barang sekejap... " Iyah, terimakasih..." ucap Naura... " Sebentar yah aku panggil umi sama abi dulu lalu abis itu kita izin " pinta Alinka sambil memanggil umi dan abi nya,, " Umi... abi...!!! " panggil Alinka,, lalu umi dan abi pun menghampiri nya... " Ada siapa Lin...?? " tanya umi... " Ini mi.. bi.. Naura mau ngajak Alinka keluar sebentar Alinka di izinin gak?? " tanya Alinka kepada kedua orang tua nya,, " Pergi nya berdua saja atau ada siapa lagi yang mau ikut?? Ada cowo nya gak?? " tanya abi... " Enggak pak ustad, cuma kita berdua saja paling kalo ada pun, hanya Salman kalo ikut itu juga " jawab Naura pada ayah Alinka... " Memang Salman itu bener sodara kamu?? " tanya abi kembali.. " Benar pak ustad tapi sudah kerabat jauh sih.." Naura pun terus terang... " Oh.. baiklah abi izinin, tapi sebelum dzuhur udah pulang yah, kalo dzuhur di perjalanan takut nya kalian gak sholat " kata abi memberi peringatan... " Iyah bi.. Alinka akan pulang sebelum dzuhur.. jawab Alinka,, lalu mereka pun pergi " Assalamu'alaikum " ucap Naura dan Alinka pamit... " Wa'alaikumussalam..." jawab umi dan abi...
Di perjalanan Alinka bertanya,, " Memang kita mau kemana sih Ra... " sambil terus berjalan " Sudah deh kamu ikut saja, nanti juga kamu tau kita akan kemana " Alinka pun hanya mengikuti langkah Naura saja,, sesampai nya di tempat tujuan... " Cafe?? " tanya Alinka bingung... " Iyah hari ini aku pengen banget makan bareng kamu Lin.. tau gak sampe kebawa mimpi " ucap Naura bersemangat... lalu mereka pun masuk dan memesan makanan, setelah itu mereka duduk... lalu Naura seperti menelpon seseorang... " Hallo... kamu jadi gak ke sini?? " tanya Naura pada seseorang dalam telpon,, " Oh iya cepet ya aku tunggu... " ucap dia kembali.. lalu Naura pun menutup telpon nya itu..
" Salman mau ke sini,, gak apa-apa kan...?? " tanya Naura,, " Loh kok Salman sih?? " tanya Alinka panik,, " Iyah,, karna dia suka banget nongkrong di sini dan ini termasuk tempat makan favorit dia..." Naura pun menceritakan semua hal yang di sukai Salman pada Alinka... " Tau gitu aku ajak Alfi, Khadijah sama Aisyah " gumam Alinka menyesal... " Gak apa-apa Lin.. kalian kan gak berdua, kan ada aku iya kan?? Lagian kalo kamu ajak mereka ribet, mereka kan rempong... " sahut Naura,, setelah itu Salman pun datang dan langsung memesan makanan lalu duduk bergabung dengan Naura dan Alinka...
" Hai... ternyata ada Alin juga..." sapa Salman,, " Iyah sengaja aku bawa buat kamu " sahut Naura seperti telah terjadi perjanjian dengan Salman... " Apaan sih gak gitu juga iya kan Lin...?? " tanya Salman sambil memandang Alinka dan tersenyum manis... Alinka hanya bisa diam dan teertunduk... lalu pesanan pun datang dan mereka makan bersama...
Di sela-sela makan Salman asyik ngobrol dengan Naura dan Alinka pun hanya terdiam... " Eh.. sampe lupa kita sama Alin saking asyik nya ngobrol.." ucap Naura,, " Gak papa.. ko Ra, di lanjut aja..." jawab Alinka,, " Eh.. gak enak dong Lin..." jawab Naura kembali.. " Lagian kalo kita cuekin kamu gak enak kan,, maka nya ayok ikutan ngobrol saja " ucap salman sambil melihat ke arah Alinka, dan Alinka hanya bisa tersenyum.. " Oya.. Lin,, gimana kabar abi, umi, sama abang?? " Salman berbasa basi mencari kesempatan untuk bisa bicara dengan Alinka,, " Alhamdulillah.. baik kok Salman..." jawab Alinka.. " Syukur alhamdulillah kalo begitu " ucap Salman.. " Oya.. Man,, tadi abi nya si Alin berpesan kalo dia harus pulang sebelum dzuhur, nah kalo kita naik angkot gak bakal keburu ngomong-ngomong boleh gak kita nebeng " tanya Naura,, " Boleh kebetulan aku bawa mobil kok..." sahut Salman.. " Gak papa.. ko Ra, kita naik angkot aja " pinta Alinka,, " Masalah nya Lin, kalo kamu telat, aku yang kena marah sama abi mu " jelas Naura.. " Ya gak bakal lah Ra, paling yang kena omel hanya aku, kamu gak bakal kena kok tenang aja " jawab Alinka santai... " Sesekali pulang bareng aku kan gak apa-apa Lin.. lagian kita kan bertiga " sahut Salman... Alinka pun selalu hanya bisa terdiam,, saat mereka selesai makan dan membayar makanan nya lalu mereka pun beranjak pulang, di sepanjang perjalanan Salman berusaha mengajak Alinka berbicara tapi Alinka hanya bisa menjawab yang penting-penting saja... " Oh ya.. lain kali kita boleh nih jalan lagi kaya gini tapi Alinka boleh bawa semua temen-temen nya kasian Alinka sendiri kalo sama kita kan dia canggung Ra " ajak Salman.. " boleh,, tapi aku juga ajak nayla ya kasian dia pengen juga kali jalan-jalan,," pinta Naura,, " Terserah kamu lah Ra, mau bawa sekalian ayah sama ibu mu juga boleh " ucap Salman sambil ketawa,, " Gimana kalo menurut Alin..?? " tanya Salman,, " Insyaallah Salman... " jawab Alinka lembut...
Setelah mereka sampai di rumah Alinka, jam menunjukan pukul 11.00, mereka pun turun dan keluar dari mobil...
" Assalamu'alaikum... umi,, abi,, Alinka pulang " sahut Alinka depan pintu,, lalu pintu pun terbuka dan ternyata umi yang membukakan nya,, Alinka pun salim dan mencium tangan umi di ikuti dengan Naura dan Salman... " Umi anak nya saya kembaliin pas sebelum dzuhur kan " ucap Salman sambil tersenyum, " Iyah makasih nak " umi pun berterimakasih karena mereka telah amanah jagain Alinka... lalu abi pun muncul dan menghampiri umi, Alinka, Salman dan Naura... " Loh kok Alinka pulang nya bisa sama kamu nak?? " tanya abi,, Alinka, Salman sama Naura pun salim dan mencium tangan abi.. " Iyah abi, habis nya saya gak tega biarin dua bidadari pulang naek angkot " jawab Salman sambil bercanda,, " Haha... kamu bisa aja " abi pun tertawa sambil menepuk-nepuk pundak Salman... " Mau sholat dzuhur di sini, sebentar lagi datang waktu dzuhur...?? " tanya abi kepada Salman... " Maaf abi.. tidak bisa karna tugas saya belum selesai setelah dari sini harus mengantarkan Naura pulang juga..." jawab Salman sopan " Oh.. begitu " abi memaklumi " Iyah lain kali saja abi,, insyaallah..." jawab Salman kembali... lalu Salman dan Naura pun pamit dan mereka beranjak pulang...
__ADS_1
Alinka, abi dan umi pun masuk ke dalam...
Setelah sholat dzuhur waktu nya Alinka dan keluarga pun makan siang... tapi hanya abang yang tidak bisa makan bareng, karna biasa abang pulang ngajar sore ... di meja makan biasa sebelum makan abi selalu berbincang dulu dengan Alinka menanyakan gimana pengalaman nya tadi...
" Gimana Lin,, tadi main nya seru?? " abi pun bertanya.. " Biasa aja bi... " Alinka menjawab singkat,, " Tapi Salman baik kan?? " abi pun seakan menggoda anak nya... " apaan sih abi " Alinka pun tersipu malu... " Emang si Salman Salman itu anak mana sih sebener nya?? " umi pun kepo... " Gini mi... jadi Salman itu kerabat jauh nya Naura, tapi hubungan nya tetep deket meski mereka udah kerabat jauh, keluarga Salman ada di luar pulau jawa, tapi Salman suka main ke rumah Naura sambil nengokin keluarga nya di sini..." jelas Alinka... " Oh... jadi begitu cerita nya " sahut umi dan abi... " Ternyata kamu udah banyak tau juga ya tentang Salman " rayu abi... " Enggak juga bi..." jawab Alinka... " Kata Salman lain kali dia mau ajak lagi jalan tapi kali ini mau ajak semua temen Alinka ya Alfi, Khadijah sama Aisyah biar tambah seru, boleh kan bi... " pinta Alinka manja... " Ya boleh kalo rame-rame tapi tetep jaga batasan " abi pun memberi izin... " Oke siap abi.. !!! " Alinka pun bersemangat.. " Memang kapan kalian akan jalan keluar lagi?? " tanya umi... " Mungkin nunggu hari libur aja umi kan Alfi sama Khadijah sekolah..." Alinka pun memberi penjelasan pada umi...
Pada malam hari nya seperti biasa Alfi, Khadijah dan Aisyah pun mengaji di tempat Alinka dan Alinka menceritakan rencana nya itu kepada mereka...
" Dek.. kalian ikut ya nanti hari minggu kita jalan bareng Salman bareng Naura juga " ajak Alinka... " Memang mau pergi kemana?? " tanya Alfi, Khadijah dan Aisyah... " Gak tau gimana Salman aja soal nya dia yang ngajak " jawab Alinka.. " Kalo aku gimana nanti aja soal nya takut ada acara dari sekolah " ucap Alfi dan Khadijah... " Iyah deh siip " sahut Alinka...
Hari pun berlalu begitu cepat,, sehari sebelum hari yang di tentu kan Alfi pun memberi kabar kalo dia bersedia ikut, di susul dengan Khadijah pun memberikan kabar yang sama... dan hari yang di nanti pun tiba,, di minggu pagi telpon Alinka pun berdering kencang,, kriiing.. kriiing.. kriing..!!!! Dan Alinka pun menjawab telpon nya...
" Assalamu'alaikum...?? " Alinka mengucap salam.. " Wa'alaikumussalam " jawab Naura.. " Lin.. kami sudah di perjalanan menuju rumah kamu " Naura pun memberitahu Alinka supaya cepat bersiap,, " Iyah Ra aku udah siap kok,, " jawab Alinka bersemangat.. " Bagus kalo begitu nanti biar kita gak nunggu lama " sahut Naura,, dan telpon pun Naura akhiri... " Yaudah kalo gitu Lin.. sampai ketemu di rumah,, assalamu'alaikum... " Wa'alaikumussalam " Alinka pun menutup telpon nya...
Tidak lama kemudian,,
" Loh,, kata nya acara hari ini cuma mau makan-makan doang ini kok malah mau kemana jauh amat perasaan dari tadi gak sampe-sampe..." ucap Alfi bingung.. " Kita maen dulu bentar gak papa kan Fi " tanya Salman... " Gak papa lah sesekali kita piknik kan, lagian jarang banget aku piknik " sahut Aisyah gembira.. " Yeee... itu sih mau nya kamu syah.. " jawab Khadijah,, " Lalu tujuan kita kemana dulu " tanya Naura,, " Kita ke suatu tempat rekreasi yang indah bagus buat foto-foto lumayan lah buak kenang"an iya kan " jawab Salman kepada Naura " Tapi kamu yang tanggung semua biaya nya kan Salman?? " Nayla pun bertanya.. " Tenang Nay karna aku lagi bahagia jadi semua nya aku tanggung " jawab Salman sumbringah... " Yeeey... " semua menyahuti kata-kata Salman,, " Makasih ya Salman... " ucap semua nya kompak..
Sesampai nya di tempat itu mereka pun bersenang-senang, ada yang foto-foto ria, selfi-selfi,, ngobrol-ngobrol asyik dan ada pula yang hanya duduk sambil menikmati pemandangan... dan Alinka hanya duduk sambil menikmati pemandangan sambil mentafakuri semua ciptaan allah yang begitu indah itu,, dari kejauhan Salman selalu mencuri foto-foto Alinka yang tidak Alinka sadari... lalu... " Hey... kita foto bareng yuk... " ajak Aisyah semangat... " Ayok,, " semua menjawab dengan kompak,, lalu mereka pun berfoto ria... " Maaf nih,, boleh gak aku minta foto bareng Alin berdua " ucap Salman sungkan,, " Maaf Salman kalo berdua tidak bisa kalo rame-rame ayok " jawab Alinka... Salman pun mengerti dengan tolakan Alinka itu... setelah semua nya merasa puas dan cape,, " Udah siang nih,, cape pula cari makan yuk " ajak Alfi... " Iyah nih lapar juga aku dari pagi kan cuma baru sarapan " sahut Nayla... " Kalo begitu ayok, kita cari tempat makan... " ucap salman... " Alin.. jalan cape gak " tanya Salman mengkhawatirkan Alinka yang dari tadi jalan-jalan terus.. " Gak,, seru malah.. " jawab Alinka sambil tersenyum.. " Oyah mau makan apa kira-kira kita" tanya salman pada semua,, " Lebih baik kita cari bakso makanan berat biar nanti aja pas kita pulang " Aisyah pun mengajukan pendapat... " Iyah kebetulan teh Alinka kan suka banget sama bakso " Khafidah pun menjawab pendapat Aisyah... " Oyah.. jadi Alin suka banget sama bakso?? " tanya Salman.. " Banget Salman " jawab Alfi dan Alinka pun hanya dia dan tersipu malu... setelah semua sampai di kedai bakso semua pun memesan pesanan nya masing-masing dan makan bersama...
" Setelah ini kita lanjut kemana Salman?? " tanya Naura,, kita jalan pulang tapi kita mampir ke mall dulu ya, ada yang aku pengen beli " jawab Salman... " Oke baiklah.. " Naura pun menyantap bakso nya dengan lahap... " Awas Alin.. bakso nya jangan pedes-pedes ya " Salman pun berusaha care pada Alinka,, " Terus Alin minum nya mau apa biar aku pesankan,, " tanya Salman kembali... " Es teh manis saja " jawab Alinka.. dan Salman pun memesan kan minuman Alinka...
Setelah semua nya kenyang dan mereka pun beranjak pulang,, semua nya masuk mobil dan duduk di tempat masing-masing... sebelum mereka lanjut pulang Salman mun berhenti di suatu mall seperti yang tadi dia bilang kepada Naura... " Ayok,, semua nya turun dulu kali aja ada yang mau shoping " Ajak Salman sambil tersenyum... " Traktir ya.. " pinta Nayla kembali,, " Kamu sih enak Nay kamu kan sodara nya Salman " ucap Aisyah kepada Nayla,, " Iyah gak papa,, ambil saja apa yang kalian mau insyaallah lagi ada rezeki doain aja biar rezeki nya selalu di lancar kan allah " jawab Salman kepada semua...
Lalu mereka pun masuk ke dalam mall tersebut... lalu tanpa semua sadari Salman mencetak semua hasil foto jepretan nya tadi dan mengabadikan nya menjadi sebuah Album untuk kenang-kenang buat mereka semua... dan memberikan nya pada masing-masing orang...
" Nih,, aku bikin foto tadi menjadi satu album biar menjadi satu kenang-kenangan buat kita semua " Salman sambil membagikan sebuah album kepada teman-teman nya... " Loh,, punya ku ko lebih banyak.. candid semua lagi,, Salman kamu foto aku diam-diam?? " tanya Alinka,, " Haha.. Maaf ya Lin.. Abis aku gak bisa foto kamu jadi aku foto diam-diam.. tapi aku kasih semua hasil nya ke kamu kok " jawab Salman sambil tertawa,, " Makasih ya Salman hasil nya bagus-bagus " ucap semua pada Salman " Iya sama-sama kawan... Salman pun menjawab sambil tersenyum lalu mereka lanjut kan dengan berbelanja,, di saat semua memilih-milih barang yang mereka suka Salman pergi ke toko khusus keperluan pakaian syar'i dan membeli satu set pakaian syar'i lengkap dengan cadar, kaos kaki dan sarung tangan... yang di bungkus dengan mewah pertanda barang itu untuk seseorang yang menurut Salman spesial...
__ADS_1
Setelah semua selesai berbelanja Salman pun menghampiri Alinka untuk memberikan barang yang tadi Salman beli kepada Alinka...
" Alin..." panggil Salman yang berjalan lebih dulu dibanding nya,, Alinka pun menoleh " Iyah Salman " Alinka pun menoleh sambil menjawab... " Ini ada sesuatu dari ku, buka nya nanti aja pas kamu nyampe rumah " pesan Salman... " Apa ini Salman?? " tanya Alinka bingung... " Udah.. nanti juga kamu tau sendiri kok " ucap Salman.. lalu Alinka pun menerima barang tersebut dan berterimakasih,, " Syukron katsiron,, jazakallahu khairon katsiro " ucap Alinka berterimakasih.. " Iyah sama-sama " ucap Salman sambil tersenyum... lalu mereka pun beranjak masuk mobil dan pulang...
Di perjalanan Salman menanyakan kembali apa mereka mau makan,, lalu semua menjawab hanya ingin cepat pulang karena hari sudah mulai gelap,, " Oyah,, apa kalian lapar kembali, mau jadi gak kita makan?? " Salman bertanya,, " Enggak ah hari ini kita sudah sangat cape kita ingin pulang saja, lagian hari sudah mulai gelap, nanti orangtua Alinka khawatir..." jawab Naura mewakili semua... " Oh,, yasudah lah kita lanjut pulang... " kata Salman,, " Ngomong-ngomong makasih ya semua untuk hari ini udah mau nemenin aku jalan seharian sampe kalian semua kecapean " ucap Salman kepada teman-teman nya,, " Iyah gak apa apa Salman harus nya kita yang berterimakasih karna kamu udah bahagiain kita seharian " jawab Khadijah mewakili semua... " Biasa aja kali gak setiap hari kok " jawab Salman sambil tersenyum...
Sesampai nya di rumah Alinka Salman pun turun dan mampir sebentar ke rumah Alinka sekedar untuk pamit dan mengantarkan Alinka pulang dan mengembalikan nya pada orangtua Alinka sebagai sebuah tanggung jawab sebagai seorang laki-laki...
" Assalamu'alaikum..." Alinka dan Salman pun mengucap salam... dan umi pun membuka kan pintu untuk mereka,, sambil Alinka dan Salman salim dan mencium tangan umi, umi pun berkata " Sudah pulang kamu nak?? " tanya umi,, " Iyah,, alhamdulillah umi " jawab Salman... dan " Umi.. abi nya ada?? " tanya Salman... " Ada, nak sebentar umi panggilkan " sahut umi... " Bi.. abi.. ada nak Salman nih " panggil umi kepada abi... abi pun menghampiri mereka di samping itu Alinka masuk sebentar ke kamar untuk menyimpan barang bawaan nya.. " Eh.. kalian udah pulang, gimana jalan-jalan nya?? " abi pun bertanya... " Alhamdulillah abi, sangat menyenangkan dan Salman mau berterimakasih kepada umi dan abi karena telah memboleh kan Alinka ikut serta dengan Salman..." ucap Salman pada abi.. " Iyah nak tak apa kalo kamu sudah sangat bisa menjaga anak abi, maaf anak abi udah banyak merepotkan mu " ucap abi,, " Tidak abi,, justru Alinka sangat susah sekali untuk mengatakan keinginan nya dia selalu tidak mau merepotkan Salman " jelas Salman... " Iyah nak, Alinka memang begitu anak nya " ucap abi... dan Alinka pun kembali dari kamar nya untuk ikut berbincang dengan Salman, abi dan umi... " Maksud Salman mampir Salman mau mengantarkan Alinka kepada abi karena tadi Salman sudah lancang mengajak anak abi untuk pergi bersama Salman seharian pula dengan tidak mengurangi rasa hormat Salman Alinka Salman kembalikan kepada abi dan Salman pun izin pamit kepada umi dan abi maaf bila selama ini Salman telah merepotkan abi dan umi " kata-kata Salman seperti memberi pertanda kalo Salman ingin pergi jauh dengan jarak waktu yang sangat lama... Alinka pun heran kenapa Salman berkata seperti itu... " Iyah, abi juga mau mengucapkan terimakasih pada kamu nak karna kamu sudah menjaga dan mengembalikan anak abi dengan selamat maaf loh klo Alinka udah merepotkan mu..." jawab abi,, dan tidak lama Salman pun izin pulang,, waktu Salman beranjak pergi hati Alinka terasa begitu sedih seakan mau di tinggal pergi dengan Salman dan Salman entah akan kembali lagi atau tidak... sampai Alinka pun terasa meneteskan air mata untuk Salman sambil melihat langkah Salman yang semakin menjauh semakin menghilang " Kenapa aku merasakan sesedih ini ya?? " gumam Alinka dalam hati... setelah Salman pergi Alinka pun masuk kamar dan membuka bingkisan yang di berikan Salman tadi... " Masyaallah,, ternyata isi nya satu set gamis syar'i dan ini gamis yang sangat indah " Alinka sambil membeberkan baju gamis nya itu lalu seakan mencocokan di tubuh nya lalu melihat nya di cermin,, " Subhanallah indah sekali " ucap Alinka sambil menatap diri nya dengan gamis itu... lalu Alinka pun menyimpan kembali baju tersebut ke dalam lemari... Alinka semakin yakin bahwa dia tidak salah untuk memilih Salman tapi...
Keesokan hari nya saat dia pergi kajian dia bertemu dengan Naura tapi tanpa dengan hadir nya sosok Salman, lalu Alinka pun menanyakan nya kepada Naura.. " Ra kamu sendiri?? " Naura pun menjawab.. " Iyah memang kenapa?? " tanya Naura.. " Kamu cari siapa,, Salman?? " tanya Naura kembali " Alinka pun terdiam " Kamu gak tau Lin.. memang Salman tidak pamit sama kamu?? " tanya Naura,, " Pamit?? " Alinka pun semakin bingung dan semakin taku akan kehilangan Salman... " Iyah,, Salman udah pulang ke rumah orangtua nya yang berada di pulau jawa entah kapan dia akan kembali " Jelas Naura kepada Alinka... hati Alinka pun merasa sedih ternyata apa yang dia khawatirkan terjadi... semenjak saat itu Alinka terlihat sangat murung dan tidak bersemangat... hari berlalu demi hari,, bulan pun berganti tahun dan pada saat itu setelah satu tahun kepergian Salman Alinka pun melihat kembali sosok Salman di sekitar nya, dia tidak percaya dia kira orang itu hanya mirip dengan Salman tapi ternyata...
" Assalamu'alaikum.. ukhty " sapa orang yang mirip dengan Salman dan itu memang benar-benar Salman... " Salman?? " jawab Alinka bahagia.. " Wa'alaikumussalam.. kamu kemana saja " lanjut Alinka... " Maaf jika waktu aku pulang aku tidak sempat bicara kepada mu " jelas Salman... " Iyah gak apa-apa Salman asal kamu kembali lagi ke sini " Alinka pun keceplosan,, " Kembali lagi kesini?? Maksud nya selama ini Alin nunggu aku kembali ?? " tanya Salman sembari menggoda Alinka,, Alinka pun tersipu malu... " Waktu itu aku buru-buru karna dapet telpon dari ayah sama ibu mereka menyuruh ku cepat pulang, ada sedikit urusan yang harus di selesai kan " jelas Salman kepada Alinka,, " Lalu sekarang urusan itu sudah selesai ??" Tanya Alinka,, " Alhamdulillah sudah " jawab Salman sambil tersenyum.. setelah pertemuan itu Alinka semakin sangat merasakan sesuatu terhadap Salman suka, sayang, dan tulus ingin menjadikan Salman sebagai imam hidup nya... tapi di suatu pagi Salman berkunjung ke rumah Alinka sangat pagi sekali tidak seperti biasa nya...
" Assalamu'alaikum...?? " ucap salman di depan pintu rumah Alinka,, Alinka pun membuka kan pintu seraya berkata dalam hati " Siapa yang berkunjung sepagi ini?? " ketika Alinka membuka pintu sosok Salman lah yang Alinka lihat betapa bahagia nya Alinka dengan kedatangan Salman karna pikir nya akan ada sesuatu yang terjadi kepada nya spesial untuk nya pikir Alinka lebih dulu percaya diri.. " Salman " ucap Alinka " sepagi ini?? " tanya dia heran,, " Maaf Alin.. abi nya ada?? " tanya Salman.. " Ada,, bentar aku panggilkan,," Alinka pun memanggil abi.. " Eh nak Salman, ada apa sepagi ini?? " tanya abi,, " Iyah bi.. maaf ada yang harus Salman bicara kan.." ucap Salman serius kepada abi.. " Iyah ada apa?? " jawaban abi pun serius.. " Begini maksud kedatangan saya ke sini saya bermaksud untuk mengundang abi sekeluarga untuk menghadiri acara pernikahan saya di kampung halaman saya bi.." jelas Salman sambil memberikan sebuab kartu undangan bernama kan ♡ Salman&Hilya♡ " Karna Alinka dan abi sekeluarga sudah Salman anggap sebagai sodara Salman sendiri " ucap Salman kembali.. betapa hancur nya perasaan Alinka waktu mendengar semua pembicaraan Salman dengan abi dia pikir Salman ingin mengutara kan niat baik dengan diri nya tapi kepercayaan diri nya itu salah Salman datang dengan maksud lain... dia malah berniat hanya mengundang ke acara pernikahan nya dengan orang lain,, tubuh Alinka terasa sangat lemas dan jantung nya pun berdebar sangat kencang, hati nya terasa sakit dan sesak lalu Alinka pun izin untuk masuk kamar sambil menutupi semua rasa kecewa itu.. lalu Alinka pun pergi.. di dalam kamar Alinka nangis tanpa suara sejadi-jadi nya dia berusaha mengeluarkan apa yang tidak bisa dia ucapkan lalu.. " Lin.. alin.. abi pun mengetuk pintu sambil memanggil manggil nama nya " Alinka berusaha menghapus semua kesedihan dan air mata di pipi nya seakan saat itu tidak lagi terjadi apa-apa... lalu Alinka pun membuka pintu lalu " Iyah bi.. ada apa " sahut Alinka.. abi melihat wajah anak gadis nya sembab abi pun seakan mengetahui kesedihan anak bungsu nya itu.. " kamu baik-baik saja kan?? " tanya abi sambil mengelus kepala anak nya.. " Iyah bi gak apa apa kok " Alinka berusaha menutupi semua perasaan nya,, " Abi panggilkan umi ya mungkin umi akan lebih mengerti kamu " ucap abi lalu pergi memanggil umi... tidak lama abi pergi umi pun datang, umi melihat anak gadis nya sedang duduk merenung di kasur seperti ada yang dipikir kan... " Ada apa nak?? Hem.. anak gadis umi ternyata sudah dewasa ya... " umi pun berusaha menghibur Alinka yang terlihat sedang sedih sambil mencium kening nya lalu memeluk nya... Alinka pun menyandarkan kepala nya di pelukan umi.. " Ayo cerita sama umi, kamu kenapa?? " bujuk umi,, Alinka pun belum bisa berkata apa yang sedang dia rasa kan dan dia hanya bisa meneteskan air mata... " Inilah cinta nak, kamu sudah merasakan nya kan betapa indah nya cinta itu, tapi bila cinta gagal kamu juga telah merasakan nya kan?? Betapa sakit nya itu " umi pun bercerita.. " Tak apa nak, jadikan ini sebagai pelajaran yang akan membuat kamu lebih dewasa lagi.. ini baru permulaan kamu hanya kecewa, sakit yang kamu rasakan ini adalah rasa kecewa yang mana kamu sangat berharap kepada selain dari allah, maka nya nak lain kali berharap lah hanya kepada allah, karna berharap kepada manusia itu sakit..." sambil tersenyum umi menjelaskan semua nya, " Kamu tidak salah, Salman juga tidak salah dan tidak ada yang patut di salahkan dalam hal ini, jadi jangan sekali kamu menjadi benci kepada Salman ya nak itu pesan umi... " lalu umi pun berkata kembali,,
" Ini pertanda bahwa allah berkata Salman bukan untuk mu, bukan yang terbaik untuk mu, kelak akan ada yang lebih baik lagi dari nya,, jadi sudah yak jangan berlarut dalam kesedihan, tak apa jika menangis bisa meringan kan beban di hati mu maka menangis lah tapi jika Alin ingin cerita sama umi, cerita lah nak, umi akan selalu ada untuk Alinka... ucap umi sambil terus memeluk Alinka...
Setelah kejadian itu Alinka masih terlihat murung dan tidak bersemangat dan pada satu pagi hp Alinka berbunyi pertanda ada pesan masuk dan pesan itu dari Salman yang berisi " Assalamu'alaikum.. Alin.. apakabar?? Oyah aku hanya ingin memberitahu jika kamu hadir di acara pernikahan ku nanti kamu harus memakai gamis yang waktu itu aku kasih, aku mohon ya Alin.. hadir lah di pernikahan ku karna kehadiran mu sangat berarti untuk ku " dan Alinka hanya bisa membaca pesan itu tanpa bisa membalas nya...
Dan hari H pun datang sehingga Alinka sekeluarga di haruskan pergi ke luar pulau hanya untuk menghadiri acara pernikahan Salman dan Alinka pun ikut serta, betapa besar hati Alinka dia rela melihat dan menghadiri acara orang yang baru saja dia cintai dan baru saja dia merasakan apa itu cinta,, tapi dengan ketegaran hati nya Alinka pun kuat berkat dari nasehat-nasehat dari umi dan abi yang setiap hari di berikan kepada Alinka...
Alinka pun hadir dengan memakai gamis syar'i lengkap dengan cadar, kaos kaki dan sarung tangan yang waktu itu pernah Salman berikan kepada Alinka,, dengan sangat anggun nya Alinka melintas diantara para tamu undangan untuk menyaksikan ijab qabul Salman,, Alinka di persilahkan duduk di kursi viv dengan tempat paling depan dan paling jelas melihat sepasang pengantin bersanding, Alinka pun khusyuk menyaksikan ijab qabul Salman hingga acara selesai..
Saat Alinka dan keluarga ingin memberikan ucapan selamat kepada sepasang kedua mempelai sekaligus pamit untuk pulang Salman sempat menyapa Alinka dan mengucapkan sepatah dua patah kata...
" Terimakasih ya sudah hadir di pernikahan ku, semoga kamu cepet nyusul " ucap Salman sambil mengangkat kan tangan tanda salam nya kepada seorang wanita muslimah,, lalu Alinka hanya tersenyum dan menyalami pengantin wanita sambil memeluk nya dan berkata " Selamat ya ukhty, ukhty beruntung bisa memiliki Salman dia orang sangat baik dan aku titip dia ya jangan sampai ukhty menyakiti nya,, " sambil berkaca-kaca mata Alinka mengucapkan kalimat itu lalu Alinka dan keluarga pun beranjak pergi dan pulang...
__ADS_1