《 WAJAH DI BALIK CADAR 》

《 WAJAH DI BALIK CADAR 》
TITIK TERANG Part2


__ADS_3

Keesokan harinya saat Faiz izin berangkat kerja,


 


“Mi, Faiz kerja dulu.” Ucap Faiz sambil mencium tangan ummi nya


 


“Ingat kau Faiz jika kali ini kau menemui perempuan itu jangan kau pulang lagi ke apartemen ini, besok juga akan abi cabut Alinka berobat di sini dan akan abi lanjutkan pengobatan di Indonesia saja.” Sahut abi sedikit menegaskan Faiz


 


Namun Faiz pun tidak sedikit pun menggubris kata-kata abi.


 


“Jangan lupa jenguk istri mu hari ini nak, jika kamu masih sayang dia.” Ucap ummi sambil sedikit mengusap pundak Faiz.


 


Lalu Faiz pun tersenyum kecil dan berlalu dari hadapan ummi.


 


“Assalamualaikum.” Ucap Faiz ketika sampai di rumah sakit.


 


“Wa’alaikumussalam.. kenapa iz kok pagi-pagi mukanya udah kusut aja?” tanya Shema


 


“Siapa sih yang suruh abi datang ke sini?” gerutu Faiz kesal


 


“Memangnya kenapa?” tanya Shema penasaran


 


“Gara-gara tau masalah ini aku dan abi jadi adu argumen terus, dan aku gak terima jika abi menjelek-jelekkan nama Marwah di depan ku.” Jawab Faiz sedikit kesal


 


“Lagian sebegitu bela nya kamu sama dia, sebenarnya yang status jadi istri mu Marwah atau Alinka? Segitu mati-matiannya kamu membela dia di depan orang tua mu sendiri.” Ucap Shema


 


“Udah deh Shema jangan ikut-ikutan seperti abi, kepala ku sudah pusing dengan ocehannya pagi ini.” Sahut Faiz sambil mengacak rambutnya sendiri.


 


Lalu Faiz pun menghampiri Alinka yang terbaring lemah di ranjang kamar perawatan.


 


“Sayang, maafkan suami mu ini ya, dengan berat hati aku harus ambil keputusan ini, bukannya aku tidak sayang lagi pada mu, tapi aku sadar aku hanya manusia biasa, aku harap kamu bisa memakluminya, aku berangkat kerja dulu ya baik-baik di sini bersama Shema, nanti sore aku kembali.” Ucap Faiz sambil mengecup kening Alinka


 


Lalu Faiz pun bergegas pergi ke kampus tempat selama ini dia bekerja.


 


Setelah Faiz pergi Shema pun seakan mengajak Alinka berkomunikasi,


 


“Lin, ayo bangun lah Lin, aku yakin kamu pasti bisa sadar, selamatkan nasib pernikahan mu sekarang, apa kamu rela suami yang selama ini kamu perjuangkan lepas begitu saja ke dalam pelukan wanita lain, ayo Lin kamu pasti bisa aku yakin itu.” Ucap Shema panjang lebar.


 


Dan Alinka pun tetap tak bergeming dalam dunia di bawah alam sadarnya.


 


Lalu Shema pun menangis sambil memeluk Alinka.


 


Pada sore hari nya abi dan umi pun datang menjenguk Alinka di rumah sakit.


 

__ADS_1


“Assalamualaikum... bagaimana keadaan Alinka saat ini?” tanya abi ketika mereka sampai di sana.


 


“Ya.. beginilah abi masih belum ada perubahan sama sekali.” Jawab Shema sedikit menghela napasnya.


 


“Sabar kita yakin akan keajaiban Allah itu ada ya nak.” Ucap ummi sambil memeluk Shema.


 


“Faiz sudah ke sini nak?” tanya ummi pada Shema


 


“Tadi pagi Faiz datang ke sini dan mungkin sekarang dia belum pulang dari kampusnya.” Jawab Shema.


 


“Belum pulang dari kampusnya atau dia pergi menemui perempuan itu lagi?” sahut abi sedikit kesal.


 


“Entah lah bi.” Jawab Shema


 


“Kamu tau dimana tempat tinggal wanita itu?” tanya abi pada Shema.


 


“Jujur Shema tidak tau bi, karna Shema hanya menyelidiki dimana mereka sering bertemu saja.” Jawab Shema


 


“Ya sudah, sekarang kata kan pada abi dimana mereka sering bertemu?” ucap abi


 


“Di taman kota dekat dengan kampus tempat kerja Faiz.” Jawab Shema


 


 


“Mau Kemana bi?” tanya ummi


 


“Abi mau memastikan kalo mereka masih bertemu atau tidak.” Jawab abi sambil terburu-buru pergi.


 


“Ya Allah mudah-mudahan tidak ada pertengkaran lagi antara anak dan ayah.” Ucap ummi seakan berdoa.


 


Lalu abi pun memastikan apakah Faiz ada di tempat yang Shema bilang, tetapi abi tidak melihat seorang pun di sana.


 


“Dimana mereka, apa Faiz benar-benar mendatangi rumah wanita itu?” gerutu abi kesal.


 


Lalu abi pun tidak lantas segera pulang, abi sengaja menunggu beberapa saat di sana dan pada Akhirnya abi melihat peristiwa itu..


 


Terlihat seorang wanita datang dan duduk seakan menunggu seseorang di tempat itu, abi pastikan dia itu siapa lalu tidak lama seorang pria pun menghampirinya dengan adegan yang sangat tidak terduga.


 


Laki-laki itu mendekap seorang wanita saat dia tiba di sana lalu mereka duduk di kursi yang berada di bawah pohon rindang.


 


“Faiz, Astagfirullah anakku, tak ku sangka kelakuan mu di belakang istri yang sedang berjuang dengan penyakitnya lantas kamu melakukan ini semua.” Gumam abi ketika melihat perilaku mereka dari kejauhan.


 


Betapa syok nya abi ketika melihat itu semua, sakit rasanya hati abi ketika mengingat Alinka yang sedang terbaring lemah di rumah sakit sedangkan Faiz selaku suaminya tidak berperilaku baik terhadapnya.

__ADS_1


 


“Maaf kan anakku Faiz menantu ku, mungkin abi kurang baik dalam mendidik dia.” Gumam abi dalam hati sambil sedikit menitikkan air mata.


 


Lalu abi pun segera menghampiri mereka dan...


 


“Faiz...!!!” Sahut abi dengan penuh kemarahan.


 


Faiz pun serentak menengok ke arah abi sambil terkejut.


 


“Kamu tidak mendengar ucapan abi rupanya, mau jadi anak durhaka kamu sekarang Iz?” sahut abi membentak Faiz


 


Mereka berdua terlihat sangat panik ketika melihat amarah abi.


 


“Abi Faiz mohon dengarkan dulu alasan Faiz bi, Faiz tidak ingin bertengkar dengan abi tapi Faiz mohon restui hubungan kami.” Ucap Faiz sedikit memohon pada abi


 


“Tapi kamu sadar, kamu sudah menikah dan istri mu saat ini sangat butuh kasih sayang dan perhatian mu bukan malah begini caranya kamu memperlakukan dia.” Bentak abi


 


“Faiz sadar bi, Faiz sadar tapi Faiz mohon...!!!” sekali lagi Faiz memohon kepada abi tapi sedikit pun abi tidak ingin terbujuk oleh permohonan Faiz yang tidak masuk akal.


 


“Kamu sekarang ikut abi pulang...” ucap abi sambil menarik tangan Faiz dan melepas genggaman mereka.


 


“Bi... bi... tunggu dulu dengarkan dulu penjelasan Faiz...!!!” ucap Faiz sambil terus memegang erat tangan Marwah seakan tidak ingin berpisah.


 


“Tidak ada penjelasan-penjelasan sekarang ayo ikut abi pulang.” Ucap abi dan menyeret Faiz pulang.


 


Marwah pun seakan penasaran atas semua cerita abi karna selama ini Marwah tidak mengetahui bahwa Alinka sedang dalam keadaan koma, lalu sifat liciknya pun muncul kembali dia berniat mengikuti abi dan Faiz Kemana mereka pergi.


 


Sesampainya di rumah sakit abi pun terus menyeret Faiz ke kamar rawat Alinka


 


Dan Marwah pun mengikutinya dari belakang.


 


“Ayo minta maaf pada istri mu sekarang juga...” bentak abi sambil mendorong Faiz ke dalam kamar


 


“Ada apa ini bi?” tanya umi panik ketika melihat Faiz di seret dan abi pun marah besar.


 


“Abi sudah melihat bagaimana kelakuan anak kita di belakang istrinya mi, seperti orang yang tidak Berpendidik kan, apakah kamu tidak malu dengan gelar sarjana mu Iz, susah payah abi mendidik mu tegas dari kecil tapi ini hasilnya apa didikan abi kurang tegas pada mu?” emosi abi pun semakin memuncak.


 


Umi hanya bisa menetes kan air mata ketika melihat amarah abi pada putra kesayangannya.


 


Di luar sana Marwah pun menyelidiki keadaan di dalam ruangan itu


 


“Oh ternyata selama ini perempuan itu dalam keadaan sakit keras, lihat saja pembalasanku nanti jika gara-gara kamu pernikahan ku di persulit oleh keluarganya.” Gumam Marwah dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2