《 WAJAH DI BALIK CADAR 》

《 WAJAH DI BALIK CADAR 》
PATAMORGANA DUNIA


__ADS_3

Setelah kehidupan Alinka maju, kenapa dia rasa banyak orang yang tiba tiba baik dan mendekat pada nya, Alinka tau, kebaikan dan kemauan mereka dekat dengan Alinka dia rasa tidak ada ketulusan sama sekali, karna di saat Alinka sukses barulah mereka hadir di kehidupan nya, demikian dengan para ikhwan, sungguh banyak yang mencoba mendekati dan merayu Alinka untuk menjadi teman ta'aruf nya, tapi Alinka sadar ta'aruf bukan untuk main main, ta'aruf adalah satu hal yang sakral untuk Alinka tidak bisa di permainkan oleh siapa pun, layak nya sebuah hubungan dalam pernikahan...


Sampai suatu hari Alinka mengenal beberapa ikhwan di luar dan dalam pekerjaan nya, mulai dari sesama pengajar, stap sekolah, dan orang orang yang selalu ada di tempat saat Alinka rekaman, teman penulis, dan ustad ustad muda pun mulai mengenal nama Alinka... cepat nya nama Alinka naik daun di sebab kan karna Alinka di akui sebagai anak oleh ustad Fakhry sendiri, dan siapa yang tidak kenal ustad besar seperti ustad Fakhry, pasti semua mengenal beliau, maka dari itu berkat nama besar ustad Fakhry, nama Alinka pun ikut terangkat menjadi gadis sholihah yang sedang di kagumi banyak orang terlebih dengan prestasi nya...


Pada satu sore di rumah ustad Fakhry, Alinka menghampiri umi Fatimah yang sedang berada di dapur, sedang mempersiapkan hidangan untuk makan malam nanti...


" Assalamu'alaikum umi..." sahut Alinka sambil merangkul umi dari belakang, kebiasaan manja nya Alinka pada umi Fatimah layak nya putri kandung umi sendiri...


" Wa'alaikumussalam gadis ku..." jawab umi sambil mencium pipi Alinka membalas sikap manja Alinka...


" Mi... Alin pengen cerita..." sahut Alinka termenung...


" Iya... ada apa sayang,, cerita lah..." jawab umi lembut...


" Apa ini cobaan untuk Alin ya mi...?? " tanya Alinka sambil tetap termenung..


" Cobaan apa maksud nya nak...?? " timbal umi bertanya balik pada Alinka...


" Akhir akhir ini, banyak banget orang yang berubah sikap menjadi baik, ramah sopan, bukan nya Alin gak mau mereka seperti itu sama Alin, tapi di saat Alin belum terkenal mereka kemana mi, gak ada tuh satu pun yang kenal Alin, tapi kenapa sekarang..." keluh Alinka pada umi Fatimah merasa tidak nyaman...


" Eh... keep khusnudzon sayang,, kamu kan udah di ajarin selalu husnudzon sejak kecil sama umi kandung nya Alin kenapa sekarang Alin seperti ini,, biar lah mereka yang dulu seperti apa, yang penting nikmati saja yang sekarang, tapi tetap jangan terlalu mudah percaya sama orang, buat jaga jaga saja ya sayang..." pesan umi bijak...


" Emh... iya umi..." senyum Alinka kembali terlihat di bibir nya..


Lalu Alinka memberi tahu jadwal Alinka hari ini, kalo dia harus rekaman lebih awal, jadi hari ini dia tidak bisa masuk untuk ngajar, karna udah di tunggu sama orang orang studio...


" Mi... hari ini Alin harus pergi rekaman lebih awal,, jadi Alin gak bisa masuk ngajar dulu... " sahut Alinka


" Iya nak... tak apa,, kan yang ngatur jadwal kamu sehari hari nya juga abi kamu sendiri, jadi gak ada masalah... " jawab umi santai


" Maksud Alin, Alin mau minta bekel, umi mau kasih Alin bekal apa hari ini, karna seharian loh bakal ada di studio " ujar Alin sambil sedikit meledek umi...


" Oh... jadi anak umi ini ngode toh sebenar nya... haha


Yaudah maaf maaf,, kamu mau nya di bekelin apa nak...?? " umi pun baru tersadar dengan kata kata Alinka..


" Apa aja asal bikinan umi itu bakal jadi makanan favorit untuk Alin... " jawab Alin so sweet


" Yaudah... umi bikin roti sandwich sama teh manis aja minuman favorit kamu, tapi nanti buat makan siang kamu makan di luar?? " tanya umi


" Seperti nya umi, karna abi juga kan yang mengatur asupan makanan Alin kalo lagi di luar rumah... " jawab Alin


" Yaudah pesan umi asal jangan makan yang pedes dan tinggi lemak saja ya nak..." pesan umi...


" Siap bidadari ku... " sahut Alinka sambil memeluk dan mencium umi Fatimah


Lalu abi pun menghampiri kita di dapur untuk sekedar sarapan pagi bersama,, Zainab, Salma dan Fitria juga tidak pernah ketinggalan...


Di meja makan abi berkata membutuhkan asisten ganda untuk mengatur jadwal Alinka yang semakin padat, dan abi meminta Zainab untuk membantu kesibukan nya...


" Kakak,, abi butuh bantuan kakak untuk mengatur jadwal Alinka, kakak kan yang udah lumayan dewasa dan mengerti semua ini, jadi mulai minggu depan kakak ikut kita kerja ya,, " Pinta abi kepada Zainab...


" Siap bi... Zainab seneng banget denger nya bisa bantu ka Alin,," sahut Zainab


" Maaf ya bi,, gara gara Alin abi menjadi semakin repot dan sibuk... " sahut Alinka merasa bersalah


" Sudah lah nak, ini demi kesuksesan mu, abi ikhlas bantu kamu sampe titik darah penghabisan... " jawab abi


" Bi... tapi umi titip ya, nanti Alin makan siang nya harus tetep makan makanan yang sehat, jangan di ajak jajan sembarangan... " pesan umi


" Siap boss... !!! " sahut abi sambil menghormat kepada umi,, dan akhir nya umi pun menjewer kuping abi karna becanda nya...


Sungguh memang so sweet abi dan umi Fatimah, menjadi kan Alinka berangan jika nanti berumah tangga kelak ingin seharmonis mereka...


Setelah selesai sarapan pagi, Alinka dan abi pun bergegas menuju tempat rekaman...


Di perjalanan handphone Alinka terus berdering, yang ternyata pesan dari seseorang yang sedang mendekati nya akhir akhir ini...


" Assalamu'alaikum... ukhty udah jalan belum...?? " isi dari pesan singkat nya,,


Alinka pun menjawab denga seperlu nya, karna memang Alinka seperti itu kepada setiap orang...


" Wa'alaikumussalam... ini lagi di perjalanan... " balas Alinka


" Oh yaudah kalo seperti itu, hati hati di jalan ya... " isi pesan ikhwan itu kembali


Alinka pun menutup handphone nya dan mengabaikan nya sejenak,,


" Bi,, Alin pengen mobil sendiri,, jadi nanti Alin gak usah pake mobil abi terus, uang nya cukup kan bi...?? " tanya Alin pada abi Fakhry


" Uang sih cukup Lin, malah masih banyak lebih nya, tapi buat apa sih, toh mobil abi juga nganggurkan,, " jawab abi Fakhry


" Alin pengen mandiri saja bi... " ucap nya ketika dia masih di mobil perjalanan ke tempat rekaman,,


" Emh... oh yaudah kalo gitu, besok kita liat liat ya,, " sahut abi, dan Alinka pun baru bisa bernafas lega,,


Setiba nya di tempat rekaman, Alinka di sambut Rama,, ikhwan yang sedang dekat dengan nya,,

__ADS_1


" Assalamu'alaikum abi... " sahut Rama mendekati abi sambil salam mencium tangan nya,,


" Wa'alaikumussalam... " jawab abi sambil tersenyum


Lalu Rama pun menyapa Alinka...


" Gimana perjalanan nya,,?? " tanya Rama


" Alhamdulillah.." jawab Alinka sambil tersenyum, dan masuk ke dalam gedung rekaman...


" Ukhty sudah sarapan kah?? Kalo belum biar ana beliin sarapan... " sahut Rama sangat sangat ramah dan pintar mencari muka


" Alhamdulillah akhy,, ana udah sarapan di masakin umi setiap pagi... " jawab Alinka sambil tersenyum ramah


" Oh iya, bagus kalo begitu ukhty, biar ukhty semangat di pagi hari ini karna sudah terisi tenaga... " ucap Rama kembali


Alinka hanya bisa tersenyum melihat sikap Rama kepada nya...


Rama adalah seorang pemuda zaman now, yang sangat mengidamkan seorang istri sholehah, jabatan nya di kantor membuat dia sangat percaya diri untuk mendekati Alinka sekaligus abi Fakhry sekeluarga,, dia seorang yang sangat berpengaruh pada kesuksesan Alinka, dan dia juga lah yang mensukseskan album Alinka terjual banyak di pasaran.... Tapi sayang Alinka tidak tergiur oleh semua itu,, dia malah cukup dingin dalam menghadapi sikap Rama yang sering cari muka...


Sampai saat nya waktu rekaman di mulai dengan serius...


Sekian lama waktu berjalan, tidak terasa waktu pun mulai mendekati jam makan siang, setelah beberapa puluh kali Alinka mengulang dan menyempurnakan rekaman album sholawat nya...


Abi pun mulai mempersiap kan jam makan siang Alinka di tempat yang nyaman dan aman untuk nya,,


" Lin... kita makan siang di resto biasa ya,," sahut abi Fakhry


Alinka pun mengangguk sambil tersenyum,,


Lalu Rama pun menghampiri abi dan sedikit berbincang dengan nya, entah apa yang sedang di perbincangkan mereka yang pasti Alinka fokus sama kesibukan nya sendiri...


Waktu jam makan siang pun tiba, sebelum melanjut rekaman Alinka menyempatkan diri untuk beristirahat sejenak sambil mengisi perut nya yang kosong dan tenanga dan pikiran nya yang sudah mulai terkuras..


Dan abi pun mengajak Alinka ke tempat yang mereka tuju...


Di Resto yang sering mereka kunjungi, ternyata bukan hanya Alinka dan abi saja yang makan di sana, Rama pun ikut serta mereka, karna abi yang telah mengizinkan nya Rama ikut,,


Alinka pun berbisik pada abi nya tentang kehadiran Rama...


" Bi... Rama ikut?? " tanya Alinka sambil berbisik


" Iyah nak,, gak papa kan...?? " sahut abi


" Gak sih bi... tapi Alinka sedikit risih kalo dekat dengan Rama... " jelas Alinka


" Entah lah bi,, yang pasti perasaan Alin risih aja klo dekat dengan nya..." jawab Alinka


Abi pun seakan merenung...


Lalu Rama pun duduk di dekat Alinka tapi Alinka sedikit bergeser ke sebelah abi,,


" Maaf nak Rama, Alinka tidak biasa duduk berdekatan dengan laki laki yang bukan mahrom nya,, " ucap abi meminta maaf seakan tak enak melihat Alinka yang tidak merasa nyaman dekat dengan nya...


" Iyah tidak apa abi... saya mengerti, karna Alinka seorang wanita yang sangat sholehah, pasti lah dia sangat menjaga amanah terhadap rabb nya... " jawab Rama seakan bijak...


Setelah itu baru lah mereka bisa menikmati makan siang mereka dengan santai...


Di sela sela makan handphone Alinka terus berdering seakan dia sibuk dengan rekan rekan nya yang lain...


" Sibuk banget sih ukhty sampai handphone nya berdering terus..." tegur Rama...


" Maaf akhy ini teman sesama penulis ana, dia hanya menanyakan kerjaan... " jawab Alinka dengan lembut dan sopan


Rama pun mempercayai jawaban Alinka karna dia ingin tetap terlihat baik di depan abi Fakhry


" Oh iya,, gimana kabar novel mu Lin kok abi udah lama gak denger kabar..." tanya abi penasaran


" Terbengkalai abi, tapi Alin usahain Alin Up lagi episode episode terbaru nya, biar novel nya segera launching... " jawab Alinka sambil fokus menatap layar handphone nya..


" Sama dengan jadwal ceramah abi terbengkalai Lin, akhir akhir ini kita terlalu sibuk ngurusin rekaman album sholawat kamu yang lebih penting..." sahut abi pun merasa ada keluhan


" Kalo jadwal abi tidak ingin terbengkalai, biar semua Rama aja yang pantau abi, percayakan Alinka sepenuh nya pada Rama, insyaallah Rama amanah abi... " sahut Rama dengan percaya diri nya...


" Maaf nak, yang lebih utama Alinka ini anak gadis abi, dan abi gak bisa gitu aja melepas dia di muka umum, tanggung jawab nya besar nak, urusan nya sama allah... " jawab abi seakan menolak secara halus


Mendengar perkataan abi, begitu lega hati Alinka, Alinka pikir abi akan membiarkan nya bebas di luaran dengan laki laki yang bukan mahrom nya...


Jam makan siang pun hampir selesai, Alinka, abi dan Rama pun kembali ke kantor studio untuk melanjutkan pekerjaan...


Di mobil Alinka membahas jawaban abi tadi kepada Rama..


" Abi kenapa abi menolak Rama untuk menggantikan abi mengurus semua kesibukan Alinka?? " tanya nya penasaran


" Karna abi tau, kamu pasti gak mau kan itu terjadi, dan abi akan berusaha melindungi kamu dari laki laki yang kurang jelas maksud dan tujuan nya mendekati mu..." jawab abi


Alinka menatap abi seakan dia sangat berterimakasih atas perhatian nya selama ini pada nya...

__ADS_1


" Sudah lah, abi tau kamu gak mau kan di dekati sama Rama, karna itu bukan tipe cowo yang kamu cari selama ini?? Abi tau tipe tipe cowo yang Alin cari... " sahut abi menggoda Alinka


" Ih abi apaan sih bi,, " jawab Alinka manja pada abi nya..


" Kalo kamu merasa kesulitan mencari jodoh, abi bisa kenalin kamu sama beberapa orang kenalan abi, yang insyaallah semua nya kriteria cowo yang Alin cari.. " ucap abi


" Maaf abi.. Alin tidak setuju kalo untuk di jodohkan, Alin ingin mencari dan memilih jodoh Alin sendiri..." jawab Alinka


" Ya itu lebih baik nak... yakin lah, kamu pasti akan mendapatkan yang terbaik dari allah..." sahut abi yakin sambil tersenyum dan mengelus lembut kepala anak gadis nya itu


Tiba tiba di tengah perjalanan handphone abi berdering, dan ternyata satu panggilan video dari putra sulung nya yang berada di mesir...


" Assalamu'alaikum... abi...!!! " sahut nya dalam video call


" Wa'alaikumussalam... nak... apakabar?? Lama kamu tidak menghubungi abi..." jawab abi


Dan mereka berdua pun saling melepas rindu dalam satu buah video call


" Abi,, akhir bulan puasa tahun ini Faiz pulang yah, kangen mau berlebaran di rumah... " sahut putra sulung abi Fakhry, Faiz


" Iya bagus nak... kebetulan abi juga mau ngenalin adik angkat mu yang sering abi ceritain ke kamu..." jawab abi bahagia


" Iya abi... gak sabar juga mau ketemu sama kalian, gimana kabar umi sama adik adik bi...?? " tanya Faiz


" Alhamdulillah kita semua dalam keadaan baik, abang sendiri gimana,,?? " jawab abi


" Alhamdulillah baik abi, abi lagi dimana seperti lagi di perjalanan,, memang nya abi gak ceramah...?? " tanya Faiz kembali


" Ceramah abi fakum dulu, abi fokus dulu sama perjalanan karir adik angkat mu..." jawab abi


" Memang sekarang kesibukan nya apa aja abi...?? " Faiz mulai sedikit cari tau tentang Alinka


" Dia lagi buat album sholawat buat launching di bulan Ramadhan nanti.. " jawab abi


" Masyaallah... hebat yah abi dia, pasti suara nya merdu... " sahut Faiz


" Jangan salah, dia cuga pintar membuat novel dan merangkai kata kata indah, di samping itu dia juga masih mengabdikan diri nya di pondok pesantren abi.. " jelas abi sama putra sulung nya


" Masyaallah, tabarakallah... semakin kagum Faiz sama semua keahlian dia abi, sampaikan salam kenal dari Faiz abi,, " sahut Faiz kagum


" Dia ada di sini kok Iz kamu mau menyapa nya?? " tanya abi


" Iyah boleh abi..." jawab Faiz


Lalu abi pun mengalihkan kamera pada Alinka...


" Assalamu'alaikum...?? " sahut Faiz


Alinka pun menoleh dan baru sadar kalo dia lagi di shoot sama abi


" Abi... Wa.. wa.. wa'alaikumussalam... " sahut Alinka terkejut


Dan abi pun memberi tahu kalo itu abang nya yang selama ini sedang menimba ilmu di mesir


" Itu abang nak,, Faiz nama nya putra sulung abi kakak dari Zainab dan sekarang dia abang kamu juga... " jelas abi


" Salam kenal dik..." sahut Faiz lembut dan sopan


" Salam kenal kembali... " jawab Alinka sambil salam hormat ala ukhty muslimah


" Alinka yah...?? " tanya Faiz


" Iyah.. " jawab Alinka masih malu malu


" Ini abang, jangan sungkan panggil abang aja, abang sudah tau banyak tentang kamu, udah gak sabar deh pengen kenal secara nyata, tunggu abang pulang sebelum lebaran ya..." ucap Faiz panjang lebar...


Alinka hanya membalas nya dengan senyuman manis,,


" Abi,, Faiz seneng deh punya adek bercadar, adem banget liat nya.. menambah lengkap nya kebahagiaan di hidup Faiz..." sahut Faiz kepada abi


" Iya syukur alhamdulillah kalo kamu seneng nak,, yang rukun sama adik adik mu ya... mereka semua sama semua nya anak anak abi..." pesan abi


" Iya bi... Faiz janji, Faiz akan sayang semua adik adik Faiz, terlebih adik Faiz semua bidadari syurga yang harus Faiz jaga... " sahut Faiz sangat bahagia


" Makasih ya abang udah mau nerima Alin sebagai adik " sahut Alinka


" Iya dek... sama sama, karna abang seneng punya banyak adik, udah gitu pafa cantik cantik nan sholihah pula, di samping itu abang jadi gak ada saingan ganteng kecuali sama abi, abang paling ganteng di antara anak abi dan umi..." sahut Faiz sambil menyelipkan sedikit candaan dalam perbincangan nya...


" Abang lucu juga ya,, kaya abi.." sahut Alinka


" Jelas dong, buah jatuh tidak akan jauh dari pohon nya, awas pesan abang kamu harus fokus ke prioritas sukses mu dulu, jangan mau dulu main deket deketan sama cowo, nanti projek nya ambyar... " pesan Faiz pada Alinka...


" Asyiap bos ku... " jawab Alinka semakin akrab dengan kakak angkat nya itu


Melihat suasana itu abi semakin terharu dan sayang pada semua anggota keluarga nya termasuk Alinka...


Tidak terasa perjalanan pun tiba tiba telah sampai di kantor rekaman lagi,, Alinka melanjutkan projek nya dengan semangat, karna sudah mendapatkan dukungan dari kakak nya Faiz...

__ADS_1


Sore menjelang malam pun Alinka baru selesai mengerjakan rekaman nya, dan pesan di handphone nya tidak terasa sudah sangat numpuk, pesan yang masuk dan belum terbaca, itu semua pekerjaan sampingan Alinka selain membuat album sholawat, mulai pekerjaan dari sekolah, dari penulis dan jadwal jadwal kajian yang lumayan tersendat, semua kesibukan itu tetap Alinka jalani dengan penuh semangat demi menggapai sukses, terlebih tahun depan Alinka sudah mau mulai mengejar pendidikan nya yang sempat tertunda dulu, semakin padat lah jadwal rutinitas Alinka pada saat itu, tapi dia terus jalani dengan penuh keikhlasan dan kesenangan tersendiri...


__ADS_2