
Tiba pada satu pagi yang telah di tunggu tunggu Faiz dan keluarga,, tepat hari ini adalah moment yang sangat Faiz nanti dari semenjak dulu, setelah sekian lama berjuang di negri orang, tanpa keluarga, tanpa saudara, karna Faiz hanya tinggal di Cairo sendiri pada awal nya sebelum Faiz mempunyai banyak teman.
Di asrama tempat Faiz tinggal, dia sedang sangat sibuk untuk segera bersiap pergi ke tempat acara, sementara keluarga nya sibuk bersiap di tempat penginapan nya, mereka terpaksa datang dengan terpisah, karna Faiz sudah tidak punya waktu untuk menjemput mereka terlehih dahulu.
Handphone abi tiba tiba berdering keras, satu panggilan masuk dan abi pun segera mengangkat nya.
" Assalamu'alaikum bi...?? " sahut Alin pada sebuah panggilan telpon nya.
" Alin...?? " tanya abi.
" Iya bi, ini Alin..." jawab nya
" Alhamdulillah, gimana kabar nya Alin...?? " tanya abi kembali.
" Alhamdulillah bi,, Alin di sini baik baik saja, orang orang di sini ternyata gak kalah ramah dengan orang orang di indonesia. " jawab Alinka pada nya.
" Syukur lah nak,, abi senang mendengar nya. Semoga kamu bisa cepet nyusul kakak mu Faiz ya cepat wisuda dan segera pulang ke indonesia. " ucap abi bahagia.
" Abi... Alin kan baru saja masuk kuliah di sini, masa udah mau wisuda aja, masih panjang perjalanan bi, belum juga mulai, kan nanti sesudah abang wisuda baru tahun ajaran baru nya di mulai. " sahut Alinka sambil sedikit tersenyum.
" Habis... kami semua sudah sangat merindukan mu sayang, apalagi adik adik mu, belum lagi abang mu hampir aja marah sama abi, karna gak bisa bertemu dengan mu. " ucap abi sedikit bercerita pada putri angkat nya.
" Masyaallah bi sampai segitu nya.. insyaallah kalo Allah sudah mengizinkan kita bertemu kembali yak... " jawab Alinka
" Terus sekarang kamu bisa dateng ke acara wisuda kakak?? Gak kebayang kalo kamu gak dateng, Faiz bisa beneran marah abi. " lanjut tanya abi pada nya.
" Emh... abi sebelum nya Alin mohon maaf, karna Alin tidak di beri izin sama ustadzah untuk menghadiri acara tersebut, seperti nya Alin tidak bisa hadir untuk saat ini. " jawab Alinka sambil meminta maaf.
Abi pun seketika diam dan tidak bersuara sepatah kata pun.
" Bi... abi...?? " panggil Alinka karna tidak mendengar suara abi kembali.
" Gimana perasaan Faiz hari ini, seharus nya dia bahagia di moment bersejarah nya ini nak, tapi dia harus menerima kenyataan bahwa adik nya sendiri tidak bisa menghadiri moment spesial nya. " ucap abi sedih.
" Maaf bi... Alin sudah berusaha meminta izin sama dosen tapi tetap Alin tidak mendapat izin bi. " jawab Alinka.
" yasudah sekarang lebih baik kamu sapa adik adik dan umi mu, pasti mereka sangat rindu sama kamu. " sahut abi sambil memberikan handphone nya ke umi.
" Assalamu'alaikum nak... umi kangen." Sahut umi sambil meneteskan air mata.
" Wa'alaikumussalam... Sama umi Alin juga kangen sama umi, umi dan keluarga apakabar?? " jawab dan tanya Alin.
" Alhamdulillah umi baik nak, tapi adik adik mu terus menanyakan tentang diri mu, umi sampe kehabisan kata buat jawab apalagi ke mereka saat mereka selalu menanyakan tentang mu. " jawab umi.
" Sekarang mana mereka mi...?? " tanya Alinka.
" Ada, mereka lagi siap siap mau pergi ke acara. " jawab umi.
" Siapa mi...?? " tanya Zainab yang tiba tiba melintas di hadapan umi.
" Kak Alin nak... " jawab umi pada Zainab.
" Kak Alin... kakak...!!! Zain kangen, kapan bisa ketemu. " sontak sahut Zainab sambil merebut handphone dari genggaman umi.
" Zainab... apakabar kamu dek,,?? Insyaallah kita cepat bertemu ya..." ucap Alinka.
" Kita udah di Cairo, kenapa masih belum bisa bertemu ada apa kak...?? " tanya Zainab sedih.
" Belum saat nya sayang. " jawab Alinka.
" Mana Salma sama Fitria...?? " tanya Alinka kembali.
" Mereka ada kak... " jawab Zainab.
Lalu Zainab pun memanggil kedua adik nya itu.
" Hallo kak Alin... " sahut Salma dan Fitria.
" Hai sayang...!!! " ucap Alinka begitu bahagia bisa mendengar suara anggota keluarga nya.
" Kakak hari ini kita ketemu yah...!!! " sahut Salma dan Fitria.
" Insyaallah ya sayang... kalo Allah mengizinkan. " jawab Alinka.
" Kita kan rindu kakak,, apa kakak gak rindu kami?? " tanya Salma dan Fitria.
" Jujur kakak sangat rindu, tapi mau bagaimana lagi, kakak masih banyak urusan di sini sayang. " jawab Alinka terdengar sedih.
" Tidak bisa kah untuk di tunda sebentar saja kak?? " tanya mereka.
" Maaf sayang... " hanya itu yang bisa Alinka ucapkan pada kedua adik nya.
" Jadi sekarang kakak pun gak bisa hadir ke acara wisuda kak Faiz kak?? " tanya Zainab dan handphone pun di ambil alih oleh Zainab kembali.
" Maafkan kakak Zain... " ucap Alinka sedih.
" Gak bisa di usahain kah kak...?? " tanya Zainab.
" Sudah Zain, tapi kakak tetap gak dapet izin dari dosen. " jawab Alinka.
Zainab pun seketika terdiam lalu memberikan handphone itu kembali pada umi, dan dia pun masuk kamar.
" Zain... Zain... " panggil Alinka.
" Seperti nya adik mu marah nak, secara ini saat yang di tunggu tunggu oleh nya mulai saat masih dari rumah." Jawab umi memberi tahukan keadaan Zainab yang kecewa terhadap Alinka.
" Zainab marah ya mi, Zainab kecewa sama Alin?? " tanya Alinka sedih.
" Mau bagaimana lagi na, harapan mereka tidak sesuai dengan yang mereka inginkan. " jawab umi.
Alinka pun sempat meneteskan air mata nya, tapi dia akan berusaha bujuk Zainab supaya tidak marah lagi pada nya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat berbincang dengan Alinka, kemudian keluarga ustad Fakhry pun segera menuju tempat acara wisuda Faiz, karna dia sudah menunggu lama di sana.
" Abi... Umi... !!! " sahut Faiz dari kejauhan, setelah melihat keluarga nya sampai di tempat itu.
Lalu Faiz pun segera menghampiri kedua orang tua nya itu beserta adik adik nya.
" Faiz... !!! " sahut abi sambil memandang Faiz yang sudah memakai baju wisuda lengkap beserta toga nya.
" Gagah nya kamu nak... " sahut Umi sambil mengelus wajah nya.
" Kakak... sungguh tampan dengan pakain mu ini kak. " sahut Salma dan Fitria.
" Alin mana bi... mi... ?? " tanya Faiz.
Abi dan umi pun tidak tega untuk menyampaikan kabar buruk ini pada nya.
Tapi...
" Dia tidak akan datang ke sini... " sahut Zainab sambil bermuka masam.
" Maksud nya...?? " tanya Faiz heran.
" Iya dia tidak akan hadir ke acara penting kakak demi kesibukan nya, dia udah berubah kak, baru sebentar dia saja dia tinggal di sini. " ucap Zainab kesal.
" Zain...!!! " sahut umi menyuruh Zainab diam.
" Tidak seperti itu nak, yang sebetul nya, Alin sudah berusaha meminta izin sama dosen nya, tapi sayang Alin tetap tidak bisa mendapatkan izin dari dosen nya tersebut nak. " jelas umi seraya menenangkan Faiz.
Dan Faiz pun sontak diam dan seperti kecewa pada sikap Alinka.
" Sudah lah mi, mungkin sebetul nya Faiz tidak begitu berharga buat Alin. " ucap Faiz sambil beranjak masuk kedalam gedung acara.
" Faiz... nak.. bukan begitu maksud Alin sayang.. Fahamilah keadaan nya nak... " ucap umi sambil mengejar Faiz.
" Sudah mi,, Biarkan perasaan Faiz tenang terlebih dahulu, wajar kalo dia sedikit kecewa, tapi jika dia sudah dewasa dia akan memahami nya sendiri kok, ayo lebih baik kita segera masuk ke dalam gedung karna sebentar lagi acara akan segera di mulai. " ucap abi sambil memeluk umi dan mengajak nya masuk ke dalam gedung beserta ke 3 putri nya.
Tidak beberapa lama acara pun di mulai.
Di samping itu, di tempat yang berbeda Alinka sedang sibuk mempersiapkan kejutan nya untuk Faiz, dia sudah menyiapkan satu buket bunga besar beserta hadiah dan pernak pernik lain nya untuk memeriahkan moment penting nya tersebut, lalu Alinka pun berdandan begitu spesial khusus hanya untuk hari ini.
Dengan di temani Shema sahabat baru nya itu, mereka pun segera menuju gedung acara dan menunggu di luar gedung, sengaja, karna jika saat acara selesai, para wisudawan akan keluar menuju pintu depan, dan akan melintasi para tamu undangan yang tidak bisa masuk gedung, lalu melintasi halaman depan gedung, dan di sanalah tempat strategis yang mereka pilih untuk mensukseskan kejutan nya untuk Faiz.
Selama beberapa jam menunggu, akhir nya acara pun selesai, dan saat nya pintu utama gedung di buka lalu para wisudawan pun keluar, beserta keluarga inti yang bisa menemani nya di dalam gedung untuk menuju halaman depan.
Alinka dan Shema bersiap membentangkan banner yang mereka sudah siapkan sedari tadi, sambil membawa sebuah buket bunga dan hadiah lain nya.
Lama mereka menunggu, dan pada akhir nya Alinka pun melihat sosok Faiz dari kejauhan, dia tidak langsung memanggil nya setelah langkah Faiz semakin mendekat baru lah dia memanggil Faiz sambil melambaikan tangan nya.
" Kak Faiz... Kak Faiz... Congratulation...!!! " sahut Alinka sambil melambaikan tangan nya.
Lalu Salma lah yang pertama kali melihat lambaian tangan Alinka, dan mendengar sahutan nya.
Lalu Alinka pun merentangkan tangan nya, seraya langsung memeluk Salma saat Salma menghampiri nya.
" Salma kangen kakak... kata nya kakak gak bakal hadir di sini. " sahut Salma sambil memeluk erat Alinka.
Tanpa bisa berkata kata, Alinka pun hanya bisa tersenyum sambil memeluk Salma.
Lalu pandangan Faiz, Zainab abi dan umi pun langsung tertuju ke arah Alinka.
Fitria langsung berlari menyusul Salma yang sedang memeluk Alinka, di susul dengan abi dan umi.
" Akhir nya kamu bisa hadir juga nak...!!! " sahut abi dan umi.
" Lihat lah Faiz dan Zainab, sedikit kecewa akan keputusan mu yang kemarin, sana pergilah bujuk mereka agar tidak marah lagi pada mu. " ucap umi dan abi.
Alinka pun menganggukan kepala nya dan segera menghampiri Zainab dan Faiz yang terhenti jauh dari arah Alinka berdiri.
" Zain...!!! " sahut Alinka seraya ingin memeluk Zainab.
Tapi Zainab malah membuang muka nya.
" Maafkan kakak, ini hanya sebuah kejutan. " sahut Alinka berusaha menjelaskan semua.
Zainab pun belum mau menatap Alinka.
" Zain kecewa sama kakak... maafkan kakak ya...!!! " ucap Alinka memohon pada Zainab.
" Sini tatap mata kakak dulu Zain, kalo kakak bohong, kakak tidak akan berani untuk menghampiri kak Faiz dan menatap mata mu. " jelas Alinka sambil memegang kedua tangan Zainab.
Lantas Alinka pun seketika memeluk Zainab dan berkata.
" Jika tindakan kakak tidak membuat kamu untuk memaafkan kakak, biarkan kakak tidak kalian anggap sebagai anggota keluarga mu lagi. " ucap Alinka sambil meneteskan air mata.
Dan akhir nya Zainab pun luluh setelah melihat tetesan air mata Alinka.
" Aku hanya takut kehilangan sosok kak Alin yang udah Zain anggap sebagai kakak Zain sendiri. " ucap Zainab sambil memeluk balik Alinka.
Dan pada Akhir nya mereka pun saling peluk dan menangis haru.
Lalu Faiz pun menoleh ke arah Alinka, sontak merasa terenyuh, dan ikut menghampiri Alinka sembari berkata..
" Terimakasih atas kejutan nya ya dek... " sahut Faiz sambil menatap nya.
Lalu Alinka pun menatap kembali Faiz sambil memberikan buket bunga yang sedari tadi dia bawa khusus untuk kakak nya tersebut.
" Congratulation ya bang, barakallah buat ilmu nya semoga bermanfaat dan bisa menjadi penerus abi. " ucap Alinka sambil meneteskan air mata nya dan sedikit tersenyum.
Faiz pun menerima buket nya tersebut dan mengelus kepala nya sambil tersenyum.
Sadar Faiz hanya sebagai kakak angkat buat Alinka, dan dia tidak bisa untuk memeluk hangat Alinka selayak nya dia bisa memeluk hangat adik kandung nya sendiri, meski tidak ada perasaan lebih pun di hati mereka masing masing, tapi mereka tau ada batasan diantara mereka.
__ADS_1
" Alin siapin ini semua bersama Shema bang dari kemaren, karna Alin kemarin meminta izin terlebih dahulu pada dukturoh dan alhamdulillah beliau memberikan izin nya tersebut, lalu Alin segera menyiapkan segala sesuatu nya untuk abang. " ucap Alinka sambil sedikit tersenyum lega.
" Termasuk banner ini kah?? " tanya Faiz.
Alinka pun mengangguk sambil tersenyum.
" Seperti mau promosi pembukaan store baru aja kamu dek, kakak sampe di bikinin banner loh. " ucap Faiz sambil tertawa melihat kekonyolan Alinka.
" Mungkin maksud Alin, takut kamu gak lihat dia, kalo dia hanya bikin tukisan kecil di tangan nya. " sahut abi sambil tertawa.
" Haha... Iya kali ya bi... " jawab Faiz sambil tertawa dan mata nya selalu tertuju pada sosok Alinka.
Secara ini yang pertama kali nya dia bisa melihat sosok Alinka langsung tepat di depan mata nya sendiri.
" Bagaimana Iz,, setelah melihat langsung adik angkat mu ini...?? " tanya umi.
" Sholihah mi, dan lebih dari ekspetasi Faiz yang selama ini Faiz kira. " jawab Faiz menilai sosok Alinka.
" Memang nya selama ini abang kira Alin bagaimana?? " tanya Alinka.
" Yaaa... Begitulah...!!! " jawab Faiz sambil tersenyum.
" Begitulah gimana abang, yang jelas dong. " sahut Alinka mendesak.
Dan Faiz pun hanya tersenyum melihat tingkah dan ekspresi wajah Alinka yang penasaran dan merasa kepo itu.
" Begitulah sikap kak Faiz kak, jail nya mulai kumat, suka bikin orang penasaran tanpa jawaban. " sahut Zainab sambil terus memeluk Alinka.
Lagi lagi Faiz pun tertawa melihat sikap setiap adik nya yang berbeda beda.
Setelah itu, mereka pun langsung menuju tempat makan untuk sekedar merayakan moment bahagia tersebut dan menikmati quality time bersama keluarga nya.
Di resto tempat mereka makan, mereka sambil santai dan berbincang saling melepas rasa rindu, dan sebelum pada akhir nya mereka akan di pisah lagi antara jarak dan waktu.
Selepas Faiz mendapat gelar S1 nya, tidak membuat dia cepat cepat bisa mukim dan meneruskan pesantren abi nya di tanah air, tapi masih ada gelar S2 yang harus Faiz raih, sembari memantap kan diri, untuk nya mencari sang pendamping hidup bidadari syurga dunia akhirat nya kelak.
Berhubung waktu kuliah prasarjana sangat singkat, lantas abi meminta Faiz tidak berlama lama untuk selalu sendiri,, karna abi sadar usia abi semakin bertambah sepuh dan beliau ingin segera mendapatkan menantu dan cucu dari anak sulung nya itu. Dan Faiz pun menyanggupi permintaan abi tersebut bahwa setelah meraih gelar S2 Faiz akan menyegerakan niat baik nya itu. Meski dia belum tau siapa yang akan dia halalkan, tapi Faiz hanya menyerahkan nya pada sang pencipta, karna ia yakin, pilihan sang maha pencipta tidak akan pernah salah, dan akan menjadi yang terbaik untuk hidup nya.
" Iz... setelah ini pèsan abi, kamu boleh meneruskan kuliah prasarjana mu di sini, tapi abi juga minta, jangan betah lama lama sendiri yak nak...!!! Karna kamu tau, semakin hari abi akan bertambah sepuh, abi sangat melimpahkan semua harapan abi pada mu, karna kamu adalah tulang punggung keluarga kita kelak." Ucap abi pada nya.
Faiz pun hanya menganggukan kepala nya sambil tersenyum.
" Jadi calon nya orang mana kak?? " tanya Zainab iseng.
" Belum ada dek, udah deh jangan iseng, mentang mentang kamu udah punya istad Farid. " jawab Faiz.
" Cuma nanya kok sewot, ini nih efek jomblo terlalu lama. " sahut Zainab menggoda Faiz.
" Mungkin kalo Faiz tidak kunjung menemukan calon, kita bisa bantu cari ya bi untuk Faiz memilih. " sahut umi.
" Maksud nya mi...?? Di jodohkan...?? " tanya Faiz.
Umi hanya mengedipkan mata dan tersenyum pada nya.
" Enggak mi, selagi Faiz bisa cari sendiri, Faiz gak mau di jodohkan. " jawab Faiz.
Di samping itu, Alinka hanya bisa menyimak perbincangan keluarga nya itu.
" Jangan gak mau gak mau deh Kak, gimana kalo ustad Farid udah ngajak cepet sama Zain, gak mungkin kan Zain langkahin 2 kakak Zain sekaligus. " sahut Zainab.
Alinka dan Faiz pun saling menatap lalu...
" Ya sudah kalo kamu mau nikah duluan silahkan, jangan pikirin kakak. " sahut Alinka dan Faiz kompak.
Tiba tiba Alinka dan Faiz pun saling menatap kembali, sembari menutup mulut nya, karna sudah gak sengaja berbicara kompakan seperti itu.
" Loh kok bisa barengan sih kalian..." ucap Zainab sambil tertawa.
" Aaahh... kode alam nih bi... mi... " sahut Shema ikut dalam keseruan perbincangan itu.
" Cuma kebetulan kok. " sahut Alinka dan Faiz kompak lagi.
" Tuh kan bareng lagi. " sahut Zainab sambol tertawa.
Dan akhir nya semua pun bisa tertawa lepas melihat salah tingkah nya Alinka dan Faiz saat itu.
Petang pun menjelang, tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, dan saat nya Alinka dan Shema harus kembali ke asrama dengan tepat waktu.
Dengan di antar oleh seluruh anggota keluarga nya termasuk Faiz, Alinka pun sampai di Asrama dengan tepat waktu.
" Umi... Abi... makasih ya untuk hari ini, Alin bahagia, sudah bisa bertemu umi, abi dan adik adik, terutama bertemu kak Faiz untung yang pertama kali nya, semoga lain kali kita bisa berkumpul seperti ini kembali. " ucap Alinka sebelum masuk asrama.
" Iya sama sama nak, baik baik di sini ya,, jaga kesehatan, dan segera pulang dengan membawa kabar baik. " jawab umi sambil mengelus wajah Alinka yang tertutup rapih oleh cadar kebanggaan nya.
" Insyaallah umi, selalu doain Alin yang terbaik ya, doa umi dan abi selalu menjadi harapan utama Alin dalam menjalani hidup. " ucap Alinka kembali.
" Nanti kakak, sering sering deh tengokin kamu gak papa kan dek?? " tanya Faiz.
" Hem... kalo dapet izin dari dosen insyaallah gak papa kak, makasih sebelum nya. " jawab Alinka.
" Makasih juga atas kejutan nya, jangan sedih ya, kamu di sini gak sendiri kan masih ada kakak, mungkin untuk sementara waktu kakak akan pulang terlebih dahulu ke indonesia, tapi sesudah itu kakak akan kembali lagi ke sini untuk menyelesaikan kuliah S2 kakak. " jelas Faiz.
" Iya kak... makasih, semoga kuliah prasarjana nya lancar ya..." sahut Alinka seraya mendoakan Faiz.
" Kalo begitu kami pulang ke penginapan dulu nak.. " sahut abi.
" Iya bi... silahkan... " jawab Alinka.
" Sampai ketemu lagi di lain waktu ya ade ade... " sahut Alinka sambil melambaikan tangan nya, seiring mereka pergi meninggalkan Alinka.
Selesailah sudah kegiatan hari ini, yang cukup menguras tenaga dan emosi mereka, dan kini saat nya Shema dan Alinka pun beristirahat dengan tenang di asrama, sambil menunggu hari esok dan aktivitas perkuliahan di mulai.
__ADS_1