
Cairo ( Mesir )...
Ya.. sesampainya di kota itu, abi langsung menetapkan Alinka di sebuah asrama yang khusus untuk para mahasiswi saja, karna kuliah nya pun abi mendaftarkan di universitas yang khusus perempuan saja, sebut saja Kuliyatul Banat ( Kuliah khusus perempuan ) bukan karena tidak ada laki laki, tapi di sana prosedur dan ketentuan nya antara mahasiswa dan mahasiswi tempat nya di pisah, agar tetap menjaga mar'ah nya seorang wanita dari pandangan laki laki, jarak antara kampus wanita dan laki laki berjarak agak jauh, jadi akan sulit jika kita ingin bertemu bahkan sekedar melihat para laki laki di luar sana, karna ada peraturan juga, siapa saja yang sengaja bertemu dengan laki laki akan di kena kan sangsi atau hukuman,, begitu lah cara abi menjaga Alinka dari kejauhan, selain abi sudah menitipkan pada teman baik nya yang bekerja sebagai dosen di sana, abi juga menitipkan Alinka pada wan Aziz seorang saudagar dermawan kenalan nya di sana... baru lah abi akan merasa tenang meninggalkan Alinka seorang diri di kota itu
Setelah mengantarkan Alinka ke asrama, lantas abi memperkenalkan Alinka dengan Shema putri tunggal wan Aziz yang sangat cantik dan ramah...
" Assalamu'alaikum...?? " ucap abi sambil mengetuk pintu Rumah ibu asrama yang sudah menunggu nya dari jauh jauh hari
" Wa'alaikumussala..." jawab ibu itu dari dalam rumah sambil membuka kan pintu
Lalu terjadilah perbincangan antara ibu asrama dengan abi Fakhry dengan memakai bahasa setempat..
Lalu ibu asrama tersebut memanggil seseorang dan melambai lambaikan tangan nya ke arah seseorang tersebut...
Dan tidak lama kemudian datang lah seorang gadis cantik, tinggi, putih dengan pakaian syar'i nya yang membuat diri nya tambah anggun dan mempesona...
Lalu gadis itu menyapa Alinka...
" Assalamu'alaikum...?? Hai... apakah ini Alinka?? " tanya gadis itu
Alinka tercengang melihat nya berbicara bahasa indonesia dengan sangat fasih
" Wa'alaikumussalam... Hai juga... ii...ii..iya... saya Alinka, anda bisa berbahasa indonesia juga...?? " jawab dan tanya balik Alinka dengan wajah heran nya
" Haha... tentu saja, selain saya sering main ke indonesia, kita juga sesekali di ajarkan bahasa asing, seperti bahasa indonesia ini di kampus, agar dimana kita pergi mengunjungi negara tersebut, kita tidak di buat bingung oleh bahasa nya " jawab Shema dengan sopan dan ramah
Lalu Alinka pun hanya menganggukan kepala nya
" Tapi saya belum begitu faham dengan bahasa daerah sini, karena sedikit berbeda dengan bahasa arab yang formal " Bisik Alinka kepada Shema
Lantas Shema pun tersenyum manis kepada Alinka dan...
" Tenang,, nanti kita belajar bersama sama ya " jawab Shema dengan ciri khas suara lembut nya sambil tersenyum dengan sangat manis kepada Alink
Setelah abi menitipkan Alinka kepada ibu asrama lalu abi mengantar nya ke kamar asrama yang sudah Shema tempati terlebih dulu, dengan di bantu beberapa orang yang membawakan barang bawaan Alinka
Sampailah mereka di suatu kamar yang cukup luas, dan baru di tempati oleh Shema dan Alinka saja, Shema pun mempersilahkan Alinka masuk dan memperlihatkan semua sudut ruangan yang tersedia di kamar tersebut...
" Nah... inilah kamar asrama ku, memang sedikit lebih berbeda dari yang lain, karna bisa di sebut kamar ini lebih istimewa di banding dengan kamar kamar asrama yang biasa nya,, " sahut Shema sambil membuka kan pintu dan mengajak Alinka berkeliling menyusuri sudut ruang kamar tersebut
" Ini sih bukan seperti kamar asrama, tapi ini seperti rumah, luas dan nyaman banget, tapi kita hanya tinggal berdua di kamar ini?? " tanya Alinka bingung
" Sebetul nya ini di peruntukan buat 5 orang, jadi masih ada kuota buat 3 orang beruntung lagi yang bisa tinggal di sini " jawab Shema
Alinka hanya bisa melihat lihat di sekeliling nya yang membuat diri nya takjub dan kagum..
" Hai... sudah jangan bengong, berhubung ini masih ajaran baru dan penerimaan mahasiswi baru, mungkin akan ada beberapa orang lagi yang akan tinggal di sini, tenang saja, kita gak bakal kesepian cuma gara gara tinggal berdua di kamar yang seluas ini, mereka hanya belum datang, kita tunggu saja kedatanga mereka oke " sahut Shema mengejutkan Alinka yang terbengong bengong dari tadi
" Ii.. ii.. iya Shema " jawab Alinka sambil gugup
" Yasudah nak, berhubung masalah asrama sudah kelar, selanjut nya kita urus pendaftaran mu di universitas ini, sekalian abi akan kenal kan kamu pada seseorang yang abi percayai di sini, dan sekarang bersiap lah, baru kita berangkat mengunjungi kampus nya... " ucap abi Fakhry
" Shema juga bisa tolong temani kami untuk mengurus pendaftaran Alin di kampus?? " sambung ucapan abi kepada Shema
" Oh tentu saja dengan senang hati abi, sangat boleh " jawab Shema sambil terus tersenyum
Alinka sangat suka memandang wajah Shema yang berwajahkan cantik khas gadis gadis arab dengan hidung nya yang sangat indah, bola mata yang berwarna agak ke abu abuan dan ukuran nya yang sedikit lebih besar dari bola mata orang indonesia, bulu mata yang sangat lentik juga alis nya yang tebal alami, juga postur tubuh yang tinggi semampai tidak gemuk dan tidak terlalu kurus, pokok nya Alinka sangat takjub melihat kecantikan Shema di tambah dengan sikap dan sipat nya yang ramah dan sopan santun
" Masyaallah, walhamdulillah, walailaha illallah wallahu akbar " decak kagum Alinka dari dalam hati terus memuji sang maha pencipta yang telah berkuasa menciptakan makhluk nya dengan seindah ini
" Hai... hello...?? Kenapa...?? Dari tadi memandang ku seperti itu?? " tanya Shema bingung
" Emh... enggak, maaf Shema, aku sangat kagum pada mu... " jawab Alinka gugup
" Apalah kamu... kita semua sama saja, manusia biasa oke " sahut Shema sambil tersenyum
" Iya Shema... aku mengerti... " ucap Alinka
" Nah... inilah gedung universitas kita abi, kita sudah sampai " ucap Shema sesaat setelah sampai nya mereka di gedung universitas yang mereka tuju
" Oh iya, Terimakasih Shema telah mau mengantar abi dan Alinka ke sini " jawab abi kepada Shema
" Iya sama sama abi " ucap Shema sambil tersenyum
" Kalo gitu abi izin ke dalam dulu, kamu mau ikut ke dalam atau mau tunggu saja di sini?? " tanya abi Fakhry kepada Shema
" Ana mau mengajak Alinka berkeliling di sekitar kampus abi bolehkan...?? " jawab Shema
" Oh tentu saja boleh, sementara abi menyelesaikan urusan abi terlebih dulu " ucap abi
" Ayo Alinka, ana tunjukan semua tempat yang menarik di sini " sahut Shema sambil menggandeng tangan Alinka dengan begitu semangat nya
Setelah beberapa jam berlalu, abi sudah menyelesaikan semua urusan nya dan memanggil Alinka untuk menemui teman abi tersebut, lalu abi pun mengajak Alinka pulang kembali ke asrama, berhubung besok pagi abi juga harus kembali pulang ke indonesia...
" Alin... nak!!! " panggil abi dengan sangat lembut
Alinka pun menyahut dari kejauhan,,
" Iyah bi... " jawab Alinka
" Sini sayang, abi perkenalkan dulu kamu ke temen abi " ucap nya
" Baik abi " jawab Alinka sambil berjalan menghampiri abi Fakhry
" Nah ini loh anak ku Mam,, " ucap abi kepada salah seorang laki laki sebaya dengan abi
" Oh ini ternyata anak mu Fakhry, kok ana belum pernah lihat dia ya, ngomong ngomong anak keberapa dia Fakhry?? "
" Dia memang bukan anak kandung ku Mam tapi aku mengangkat nya menjadi putri kedua ku adik dari Faiz, sebenar nya dia anak sahabat ku Hasan pas mondok dulu " jawab abi Fakhry
" Oh maaf kalo begitu, ana tidak bermaksud " ucap teman abi
" Iya gak papa Imam, dia anak yang pintar dan berpotensi besar untuk menjadi seorang ustadzah, karna dari awal dia sudah mampu bantu bantu aku mengelola yayasan, selain itu dia anak yang baik dan sholihah, maka nya aku sangat sayang pada nya, seperti sayang ku pada anak anak ku sendiri " jelas abi
" Oh iya bagus kalo begitu Fakhry, sungguh mulia hati mu, bisa menyayangi anak yang tidak lahir dari rahim istri mu sendiri " jawab pak Imam
" Iya, kalo begitu perkenalkan nak, ini Pak Imam, di sini biasa memanggil nya dengan ustadz saja, tapi beliau jarang malah tidak pernah mengajar di kampus ini, melainkan khusus di kampus untuk laki laki, karna ustadz Imam sendiri adalah seorang laki laki, berhubung ustadz Imam nikah dengan perempuan asli sini, jadi beliau menetap di sini nak... " Jelas abi pada Alinka
Alinka pun mengangguk dan memberikan salam hormat nya untuk ustad Imam..
" Tenang saja, istri saya yang mengajar di kampus kamu nanti, jika ada masalah, atau kamu perlu bantuan, tinggal bilang saja pada ustadzah Laila, kami akan siap membantu " ucap ustadz Imam
" Baik.. terimakasih sebelum nya ustad " jawab Alinka
Setelah beberapa saat berbincang, barulah Alinka, Shema dan abi kembali ke asrama untuk beristirahat, sedangkan abi menyewa hotel untuk menginap lalu keesokan hari nya abi pulang ke indonesia...
" Nah... Alin, abi antar sampe sini, abi pulang besok, jadi jika Alin mau main sejenak nanti malam masih ada waktu buat kita jalan ke luar sebelum keesokan hari nya abi harus pulang ke indonesia " ucap abi kepada putri kesayangan nya
" Baik abi, terimakasih atas pengorbanan abi selama ini dan sampe titik ini, ini sebagian besar adalah jasa abi dan Alin tidak akan pernah melupakan nya, abi nginap di hotel mana?? Biar nanti Alin dan Shema yang jemput abi ke hotel " jawab Alinka pada abi angkat nya
" Gak perlu nak, kebetulan tadi wan Aziz abi nya Shema telpon, kata nya beliau malam ini mau ajak kita semua untuk makan malam di luar jadi nanti abi sama wan Aziz yang akan jemput Alin dan Shema ke asrama ya... " ucap abi
" Baik lah abi kalo begitu, abi jangan lupa istirahat yang cukup ya bi, jangan urusin kerjaan dulu abi harus tidur, dari tadi abi belum sempet tidur sekejap pun... " jawab Alinka kembali
" Baik nak, sekarang abi ke hotel pun niat untuk beristirahat, dan bersih bersih, badan abi rasa nya sudah sangat kotor sehabis perjalanan belum sempet mandi... " ucap abi sambil tertawa
" Yaudah bi,, sampai ketemu nanti ya... " sahut Alinka sambil memeluk nya sedih serasa mau di tinggal untuk selama lama nya dan Alinka pun sempat menetes kan air mata nya sedikit
Abi pun mengangkat wajah anak angkat kesayangan nya tersebut dan melihat mata nya yang berlinang air mata
" Jangan menangis nak, kamu bisa pulang setahun sekali kalo kamu mau, bang Faiz juga seperti itu jika dia rindu dia pulang, jadi kamu juga boleh pulang jika kamu rindu, asal tugas tugas kuliah mu di sini jangan sampe keteteran ya, kita masih berdekatan selagi masih ada di bumi allah nak... " ucap abi sambil mengusap air mata nya
Alinka pun memeluk erat abi nya dan abi pun demikian sambil terus mengelus kepala dan memberikan nasihat untuk diri nya...
__ADS_1
" Sudah Alin jangan khawatir, kan ada ana di sini " sahut Shema sambil menepuk pundak nya
Lalu Alinka pun menoleh ke arah Shema sambil tersenyum...
Ternyata Shema pun ikut larut dalam haru nya saat itu...
" Abi pergi dulu ya, nanti malam abi jemput, Assalamu'alaikum... " sahut abi sambil melangkah pergi
" Hati hati ya bi... istirahat yang cukup... Wa'alaikumussalam bi... " jawab Alinka sambil sedikit berteriak dan melambaikan tangan nya
Tanpa Alinka sadar hari telah menjelang malam tepat pukul 19.00 waktu setempat, abi pun datang menjemput Alinka dan Shema dengan wan Aziz yang tidak lain ayah dari Shema...
" Assalamu'alaikum... " ucap abi dari depan pintu, yang sebelum nya telah meminta izin terlebih dahulu kepada ibu asrama, bahwa malam ini abi mau mengajak Alinka makan di luar dan ibu asrma pun mengizinkan nya
" Wa'alaikumussalam... abi...!!! " sahut Alinka sambil lari menghampiri pintu dan membuka kan nya
Alinka pun langsung mencium tangan abi lalu
" Ayo nak, sudah siap kan.. kita makan di luar dan berjalan jalan untuk sejenak, itung itung memperkenalkan mu pada tempat tempat di sekitar sini " ucap abi
" Iya abi sudah siap dari tadi... " jawab Alinka dengan bersemangat
" Wah ada baba dan ummah juga paman ternyata " sahut Shema sambil mencium tangan baba nya wan Aziz
" Tentu saja Shema, Oh iya Wan.. inilah putri ku yang akan saya titipkan pada anda selama dia menimba ilmu di sini " ucap abi pada Shema dan wan Aziz
" Na'am.. na'am... tidak masalah ustadz, putri antum insyaallah aman di sini,, " jawab Wan Aziz
" Terimakasih sebelum nya saya ucapkan Wan, anda sudah mau menerima titipan saya yang sangat berharga,, " ucap abi Fakhry
" Jangan khawatir ustadz,, antum berdakwah dan berjihad dengan tenang lah di tanah air, biar urusan putri antum di sini ana yang urus beserta istri ana Rubya " jawab Wan Aziz kembali
" Nak jika anti perlu sesuatu atau ada masalah, jangan sungkan bicara sama wan Aziz insyaallah nanti kita bisa bantu ya ummah " ucap wan Aziz pada Alinka
" Iya anak cantik,, jamilah jidan anti dengan pakaian syar'i mu, jujur ana sangat kagum saat pertama kali melihat mu dengan pakaian seperti ini, padahal anti masih muda tapi kok sudah mau berpakaian seperti ini " sahut ummah Rubya
" Alhamdulillah ummah, doakan Alin bisa selalu istiqomah " jawab Alinka sambil tersenyum
" Ummah... ummah juga berpakaian syar'i dong mulai dari sekarang, masa kalah sama yang masih muda sih ummah " ucap Shema menggoda ummah nya sendiri
" Apalah kamu Shema, seharus nya kamu juga bisa belajar dari Alinka " jawab ummah Rubya
" Pasti Shema akan belajar dari Alin ummah tapi nanti " ucap Shema sambil tertawa
" Kamu ini... " sahut ummah Rubya sambil sedikit memukul badan Shema perlahan
Keluarga wan Aziz memang terbiasa berbicara bahasa indonesia, karna bagi mereka sangatlah berbangga jika bisa berkomunikasi memakai bahasa asing itu setiap hari
Setelah berbincang beberapa saat, mereka langsung menuju tempat yang di tuju dan makan malam bersama, juga berlanjut melihat pertunjukan pertunjukan khas kota mesir...
" Shema... mau tanya, kalo tarian itu apa nama nya?? " tunjuk Alinka pada sekelompok penari berbaju unik dan memakai rok lebar, padahal mereka seorang laki laki dan memakai kopiah yang sangat tinggi menjulang
" Oh... itu nama nya Tarian sufi, mereka menari dengan cara seperti itu ada makna tertentu loh terutama berkaitan pada sang pencipta " jawab Shema
" Makna dari tarian itu apa Shema...?? " tanya Alinka kembali
Shema pun tersenyum dan kembali menjawab pertanyaan Alinka
" Sebetul nya tarian sufi adalah tarian ciri khas dari Turki, tapi di sini juga tarian itu sangat terkenal, tarian itu juga lekat dengan pemikiran sufistik islam, tarian sufi juga dianggap dapat menjadi meditasi diri yang kaitan nya erat dengan tasawuf, hal inilah yang membuat para penari sufi bisa berputar selama berjam jam tanpa merasa pusing " jelas Shema sangat detail
" Oh... begitu,, aku juga pernah melihat tarian ini di indonesia, tapi dulu aku belum tau makna dari tarian itu sendiri " ucap Alinka
" Nah... alhamdulillah sekarang kamu sudah tau kan... kalo ciri khas mesir terkenal dengan piramid / makam fir'aun dan patung patung peninggalan raja fir'aun, nanti deh kapan kapan kita jalan jalan mengelilingi kota mesir, nanti ana tunjukan ada apa saja ciri khas yang istimewa di kota ini " jawab Shema sambil tersenyum
Alinka menghela napas lega mendengar semua penjelasan dari Shema...
" Kamu juga belum mengurus kejurusan di kampus kan, nanti kamu mau pilih fakultas mana?? " tanya Shema
" Shema ambil fakultas apa...?? " Alinka balik bertanya pada Shema
Alinka pun bengong dan sembari berpikir
" Yaudah.. kamu masuk fakultas yang sama saja seperti ku, kelihatan nya kamu calon generasi ustadzah muda di tanah air mu nanti " sahut Shema
Alinka pun menatap Shema
" Iya kan... soal nya kamu anak ustad, orang tua mu pasti punya pondok pesantren dan otomatis beliau membutuhkan generasi penerus jika suatu saat mereka sudah lanjut usia nanti " ucap Shema
" Iya Shema... kebetulan juga cita cita terbesar ku ingin membangun kembali pondok pesantren untuk kedua orang tua ku... " jawab Alinka
" Nah... udah cocok... besok aku antar kamu daftar di fakultas itu oke...!!! " ucap Shema bersemangat
" Syukron katsiron Shema sebelum nya " jawab Alinka sambil mengangkat kan kedua tangan nya tanda salam hormat nya pada Shema
" Afwan Alin, mulai saat ini kita kan sahabat " ucap Shema lalu memeluk Alinka
Dan Alinka pun terharu,, lalu mereka pun lanjut menikmati hidangan khas kota itu...
Jam menunjukan pukul 21.00 malam waktu setempat, setelah Alinka dan Shema puas jalan jalan, lalu keluarga mereka pun mengantar Alinka dan Shema pulang kembali ke asrama...
" Kamu sudah puas kan nak berjalan jalan malam ini... " tanya ummah Rubya kepada Shema
" Kalo aku sih udah biasa main ke sini ummah, seharus nya ummah tanya Alin dong yang baru pertama kali kesini " jawab Shema
" Oh iya.. Astaghfirulloh ummah lupa nak " ucap ummah sambil memegang kepala nya
" Alin sudah puas kok ummah Alin juga sudah cape berjalan jalan, Alin mau pulang dan beristirahat saja " jawab Alinka sopan
" Oh iya kalo begitu, ayo Baba.. kita antar anak kita pulang ke asrama... " ucap ummah Rubya
" Yaudah kalo begitu,, sekarang kita pulang saja " jawab Wan Aziz
" Oh iya... Terimakasih loh, atas jamuan makan malam nya untuk saya dan putri saya Alin Wan Aziz, sungguh Wan orang sangat baik... juga dermawan... " sahut abi Fakhry
" Udah... biasa aja ustad,, ini sudah kewajiban ana " jawab Wan Aziz sambil mengelus punggung abi Fakhry
" Soal putri antum, antum jangan khawatir tadz, kita sekeluarga bisa menjadi keluarga kedua nya di sini... " ucap Wan Aziz kembali
Abi Fakhry pun hanya tersenyum lalu mereka pun, pulang menuju asrama Shema dan Alinka
Setelah di depan gerbang asrama...
" Baba sama ummah mau menemui ibu asrama dulu, kamu duluan saja ke kamar ya " ucap Wan Aziz kepada Shema
" Baiklah Baba... " jawab Shema lalu berjalan menuju kamar nya bersama Alinka
" Shema nanti dulu, aku mau pamit dulu sama abi " ucap Alinka
" Oh iya... silahkan Alin " jawab Shema
Alinka pun menghampiri abi lalu dia mencium tangan abi
" Abi,, Alin ke kamar duluan ya, habis ini abi pulang ke hotel istirahat yang cukup ya.. besok kan abi pulang ke indonesia " ucap Alinka haru
Abi Fakhry hanya mengelus kepala putri angkat nya dengan lembut dan penuh kasih sayang
" Baik lah nak,, kamu juga istirahat ya, tidur yang nyenyak dan mimpi yang indah " jawab abi sambil tersenyum
" Tapi abi... bolehkah Alin besok ikut mengantar abi pulang sampe bandara...?? " tanya Alinka
Abi pun hanya memandang wajah putri nya, karna dia tau dia pasti tidak akan kuat saat perpisahan tiba
" Boleh nak.... nanti baba dan ummah juga Shema ikut mengantar abi pulang " sahut Wan Aziz dari kejauhan sembari menghampiri Abi dan Alinka
__ADS_1
" Biar gak sedih, kita akan selalu menemani Alin " ucap ummah Rubya sambil memeluk nya
" Shema juga dong... " sahut Shema sambil berlari menghampiri Alinka dan memeluk nya
" Terimakasih Wan Aziz dan keluarga bisa menerima putri saya dengan baik... " ucap abi sambil berkaca kaca
" Sudah.. sudah.. sekarang ana antar ustadz sampe hotel ya, biar anak anak beristirahat dengan tenang di asrama, lagi pula ana sudah menitip kan mereka pada ibu asrama pasti mereka di sini baik baik saja... " ucap Wan Aziz
Lalu Shema dan Alinka pun pergi menuju kamar setelah berpamitan pada orang tua masing masing dan abi juga Wan Aziz dan ummah Rubya mengantar abi ke hotel...
Pagi pun menghampiri dan sang mentari pun ikut serta menyinari,, jam di dinding telah menunjukan pukul 07.00 pagi waktu setempat...
" Shema... ayo bangun...!!! Kita ikut ke bandara buat mengantarkan abi pulang " sahut Alinka sambil terburu buru membereskan barang yang ada di kamar nya
Memang pada hari pertama Alinka di Cairo, kuliah belum masuk, masih ada dalam masa libur panjang, setelah pelulusan kakak kakak senior nya, dan menunggu mereka sampai acara wisuda, barulah aktivitas perkuliahan akan di mulai kembali
Jadi sesudah sholat subuh Shema dan Alinka tidur kembali, sambil menunggu hari terang, itu sebab nya Alinka terburu buru karna saking takut nya dia terlambat ikut mengantarkan abi ke bandara
" Kamu sudah siap Alin?? " tanya Shema sambil sedikit masih ngantuk, dan menguap, dengan penampilan yang masih kusut, gara gara baru bangun tidur
" Alhamdulillah sudah..." jawab Alinka sambil bersiap berganti baju dengan rapi
" Yah... aku keburu gak kalo mandi dulu...?? " tanya Shema panik
" Keburu... asal jangan di lama lamain aja " jawab Alinka sambil terus merapikan pakaian nya
" Yaudah,, aku segera mandi, di samping aku mandi, kamu telpon baba biar jemput kita ke sini, biar gak usah naik angkutan umum bisa lama lagi kalo pake angkutan umum " sahut Shema tergesa gesa
" Oke siap Shema, telpon mu mana...?? " tanya Alinka sambil mencari handphone punya Shema
" Paling di pinggir tempat tidur, kalo enggak nyelip di bawah bantal... " jawab Shema dari dalam kamar mandi
Alinka pun langsung meminta Wan Aziz untuk menjeput mereka ke asrama, buat berangkat bersama ke bandara
Lalu.. selang beberapa menit Shema pun selesai mandi dan langsung bersiap berganti baju dengan rapi
" Udah telpon baba Alin?? " tanya Shema
" Udah.. " jawab Alinka simple
" Apa kata baba...?? " tanya Shema kembali
" Kata nya oke siap, langsung menuju ke sini baba sama ummah " jawab Alinka
" Oke bagus... jadi rame kita pormasi lengkap " ucap Shema sambil berdandan
Setelah beberapa saat mereka bersiap dan menunggu kedatangan wan Aziz, dan akhir nya Wan Aziz pun tiba di asrama untuk menjemput mereka setelah izin kepada ibu asrama terlebih dahulu...
" Assalamu'alaikum... " ucap ummah Rubya
" Wa'alaikumussalam... " jawab Alinka sambil membuka kan pintu
Lalu Alinka pun salam dan mencium tangan ummah Rubya
" Kamu udah sarapan nak...?? " tanya ummah
" Belum sempat ummah, Alin mau segera ke bandara saja mengantar abi " jawab Alinka
" Dari tadi gelisah gak karuan tuh Alin ummah, pengen cepet berangkat ke bandara kata nya " sahut Shema yang masih berdandan
" Loh... harus nya sarapan dulu dong nak, sebelum kita berangkat, ini ummah udah bawain roti sandwich dari rumah, di makan dulu itu perut nya jangan di biarin kosong " ucap ummah sambil memberikan sedikit sarapan pagi untuk Shema dan Alinka
" Susu dan roti sandwich sarapan pagi kesukaan Shema " ucap ummah kembali
" Terimakasih ummah atas sarapan pagi nya,, " ucap Alinka
Lalu Alinka dan Shema pun sarapan terlebih dahulu
" Makanan yang ada di kulkas sudah habis kah nak..?? " tanya ummah Rubya kepada Shema
" Persediaan makanan udah hampir menipis ummah " jawab Shema sambil menikmati sarapan pagi nya
" Yaudah nanti sekalian pulang dari bandara kita belanja bulanan buat kamu di asrama ya " ucap ummah Rubya
" Baik ummah " jawab Shema
Setelah sarapan habis, mereka pun langsung berangkat menuju bandara
Setelah beberapa saat perjalanan, sampailah Alinka dan keluarga Shema di bandara, lalu Alinka pun segera mencari abi nya
Langkah kaki Alinka pun menuju ruang tunggu, dan di sana lah abi sedang duduk seorang diri sambil menunggu keberangkatan nya pulang ke indonesia...
" Abiiii.....!!! " sahut Alinka sambil berlari
Abi hanya mengengok dari tempat itu
Langkah kaki Alinka pun semakin cepat, dan Alinka pun ingin segera memeluk abi nya
Seperti biasa, air mata Alinka gampang sekali menetes dan keluar dengan deras nya
Sambil terus memanggil...
" Abiiii... tunggu Alin... !!! " sahut Alinka sambil terus berlari menuju abi
Di susul oleh Shema dan keluarga nya
Abi pun terlihat berdiri dan menghampiri putri angkat terkasih nya...
" Alin... kamu kesini nak... " ucap abi terkejut
Setelah Alinka dan abi saling menghampiri, mereka pun berpelukan layak nya anak dan seorang bapak, begitu sayang nya abi Fakhry pada Alinka, tiada beda nya seperti abi Fakhry sayang pada anak kandung nya sendiri
" Abi sengaja tidak memberi tahu kamu, agar abi bisa pergi dengan lega tanpa harus merasa sedih dan haru berat meninggalkan kamu di sini sendiri " ucap abi Fakhry kembali pada Alinka sambil memeluk nya erat dan mengelus kepala nya
" Abi tega jika abi tidak mau Alin mengantar kepulangan abi " jawab Alinka
" Abi takut kamu sedih nak " ucap abi
" Alin sedih... tapi Alin akan lebih sedih jika Alin tidak bisa mengantar abi pulang meski hanya sampai bandara " jawab Alinka
" Maaf kan abi nak... " ucap abi sambil memeluk hangat Alinka
Lalu abi pun menyeka air mata yang berlinang di pipi nya sambil berkata...
" Alin... putri kecil abi yang sudah mulai menginjak dewasa, selama di sini jaga diri baik baik ya, jaga kesehatan, jaga sholat 5 waktu nya, belajar yang sungguh sungguh, agar di saat kamu pulang nanti, kamu sudah bisa meraih cita cita mu sendiri " ucap abi berpesan pada Alinka
" Alinka janji bi... Alin gak akan kecewain abi, makasih atas semua pengorbanan dan bantuan abi pada Alin dan keluarga Alin " jawab Alinka sambil terus menetes kan air mata
" Kalo Alin sudah ikhlas abi pulang, abi akan berangkat, tapi jika Alin masih berat melepas abi pergi, abi akan tunggu Alin sampai hati Alin luluh dan merasa tenang " ucap abi
" Insyaallah.. Alin sudah ikhlas melihat abi pulang, tolong sampaikan salam Alin sama keluarga di sana, sebentar lagi setelah Alin raih cita cita Alin, Alin akan segera pulang... " jawab Alinka sambil sedikit tersenyum
" Alhamdulillah.... kalo begitu, abi jalan dulu.. kebetulan sudah waktu nya abi masuk pesawat dan insyaallah akan abi sampaikan salam Alin sama semua keluarga besar di sana, yang betah di sini ya nak, hari raya jika mau pulang Alin tinggal pulang, abi tidak akan memberi persyaratan seperti pada bang Faiz, Alin boleh pulang jika Alin rindu keluarga " ucap abi sebelum berangkat
" Iya abi, insyaallah Alin akan selalu ingat pesan abi " jawab Alinka
Lalu abi pun berpamitan pada wan Aziz dan keluarga, setelah itu abi pun bergegas masuk pesawat karna sebentar lagi pesawat akan take off
" Assalamu'alaikum Alin... abi pulang dulu... " ucap abi sambil melambaikan tangan nya
" Wa'alaikumussalam abi... kabarin Alin kalo abi sudah sampai di indonesia ya... " sahut dan jawab Alinka
" Insyaallah nak... " jawab abi
__ADS_1
Lalu abi pun berlalu dan menghilang, setelah itu keluarga wan Aziz berusaha menghibur Alinka dengan mengajak nya shoping, agar Alin bisa sedikit lupa pada kesedihan nya....