
Singkat cerita,, satu bulan telah berlalu, dan sampailah dimana hari launching buku baru Ikhsan pada tanggal dan hari yang sudah di tentukan...
Alinka pun telah beraktivitas seperti biasa dan bersiap untuk mengundurkan diri dari dunia tarik suara yang dia rintis sejak dari nol...
" Dek, gimana besok jadi gak ikut ke acara nya Ikhsan....?? " tanya Alinka sepulang dia dari kantor
" Gimana kakak aja aku ikut,, " jawab Zainab
" Yaudah, berhubung pak Imam juga udah bisa balik modal, bekas kerugian kemaren, seminggu lagi kakak, bakal resign setelah Pak Imam mendapatkan pengganti kakak, di kantor rekaman nya " jelas Alinka
" Kakak gak sedih, kakak mau ngorbanin popularitas kakak loh ini, yang udah lama kakak kejar selama ini,, " tanya Zainab
" Untuk apa, kalo cita cita kakak gak kakak gapai dek, buat apa sukses tapi kita tetap menjadi orang bodoh di dunia ini, ingat dek, pendidikan itu penting... " jawab Alinka
Zainab pun terdiam mengingat perkataan kakak nya
" Kak Alin aja, yang modal nya cuma beasiswa sangat bersemangat untuk kuliah, kenapa aku males malesan untuk kuliah, padahal kuliah ku sangat di fasilitasi oleh abi, kalo gitu, aku harus ikuti jejak kak Alin, semangat nya untuk menggapai cita cita... " ucap nya dari dalam hati Zainab
Keesokan hari nya pun Alinka dan Zainab bersiap pergi ke acara Ikhsan, setelah meminta izin terlebih dahulu kepada abi dan umi nya,,
" Ayo dek,, cepetan Ikhsan udah nelponin dari tadi... " sahut Alinka kepada Zainab
" Iya kak, sebentar aku pesan dulu taxi online nya... " jawab Zainab sambil mengutak ngatik handphone nya
" Yah... baru di pesan?? Kirain udah di pesan dari tadi... " ucap Alinka
" Ya maaf kak, soal nya ribet sama hal hal yang unfaedah... " jawab Zainab
" Yaudah cepet pesenin, nanti kalo telat, Ikhsan bisa marah sama kakak,, " ucap Alinka
" Udah kok, udah di pesan, tinggal nunggu dateng aja,, " jawab Zainab
" Tuh kan kak, kalo dulu kakak jadi beli mobil, kita gak bakal serepot ini kalo mau keluar rumah... " ucap Zainab
" Ya... sekarang tanggung kalo mau beli mobil, kakak nya juga udah mau pergi kan... " jawab Alinka
Zainab pun terdiam...
" Kakak jadi resign dari kantor pak Imam...?? " tanya Zainab sedih
" Insyaallah lusa kakak resign dek, anter kakak ke kantor ya nanti, sekarang lagi buat surat pengunduran diri dulu... " jawab Alinka
" Kehidupan memang sebuah pilihan ya kak,, " ucap Alinka
" Ya begitulah kehidupan dek,, kita harus ambil resiko jika kita mau maju dan sukses.... " sahut Alinka sambil tersenyum
Dan tiba lah taxi online pesanan mereka, lalu mereka pun berangkat...
Setelah beberapa jam perjalanan, barulah Alinka dan Zainab pun sampai di tempat tujuan...
Alinka berjalan menuju ruangan gedung yang telah di tunjukan Ikhsan,,
Saat Alinka melihat lihat orang yang dia cari, tiba tiba...
" Hey....!!!! " sahut seseorang pada Alinka
Alinka pun menoleh pada sumber suara tersebut
" Alinka, di sini....!!! " sahut dia kembali
Ternyata itu adalah Ikhsan, segeralah Alinka melangkah ke arah nya...
Sambil menggandeng tangan Zainab, mereka pun berjalan sedikit cepat
" Ikhsan...!!! " sahut Alinka sambil melambaikan tangan...
" Iya di sini, sini... " ucap Ikhsan sambil menunjukan sebuah kursi kosong yang telah ia sediakan
Lalu mereka pun saling bertegur sapa dan mengucapkan salam...
" Assalamu'alaikum... " ucap Alinka sambil mengangkatkan kedua tangan nya, seraya memberi salam ala wanita muslimah
" Wa'alaikumussalam... gimana perjalanan nya...?? " jawab Ikhsan
" Sedikit terlambat karna kita telat memesan taxi online... " ucap Alinka
" Kenapa gak bilang, kalo gitu, biar orang aku yang menjemput kalian berdua... " sahut Ikhsan
" Gak kok, kalo begitu malah ngerepotin, kamu kan lagi ada acara di sini,, " jawab Alinka
" Iya aku kan yang punya acara, tapi orang orang ku banyak, aku bisa menyuruh mereka menjemput mu... " ucap Ikhsan
" Iya gak papa lah Ikhsan, yang penting kita udah sampai di sini... " ucap Alinka
" Alin... ini....??? " tanya Ikhsan terpotong saat menunjuk ke arah Zainab
" Zainab... " jawab Alinka
" Iya, Zainab... yang waktu itu kamu bilang..." sahut Ikhsan
" Iya perkenalkan, dia adik ku... " jawab Alinka
" Iya,, perkenalkan saya Ikhsan... " ucap Ikhsan sambil mengulurkan tangan nya kepada Zainab
Zainab pun menjabat tangan Ikhsan sambil berkenalan
" Zainab... " ucap nya
Sambil malu malu, dia terus menunduk tanpa bisa melihat wajah Ikhsan
__ADS_1
" Dek, bicara dong, kebiasaan deh kalo ketemu cowo jadi malu malu kaya gini... " sahut Alinka
Zainab hanya terdiam...
" Biasa, malu dia, biasa nya gak kaya gini... " ucap Alinka pada Ikhsan
" Oyah,, emang biasa nya kaya gimana Lin...?? " tanya Ikhsan
" Seru dia, bawel... " jawab Alinka
" Oh,, kaya gitu ya... jangan malu malu Zainab, biasa nya aku loh yang suka malu malu kalo ketemu orang... " sahut Ikhsan
" Enggak kok, gak malu, cuma lagi pengen diem aja... " jawab Zainab
" Belum di charger ya dek batrai nya, jadi gak berisik... " goda Alinka
" Apaan sih kakak... " jawab Zainab
" Yaudah duduk duduk,, pegel loh cerita sambil berdiri mulu, bentar lagi acara nya akan di mulai... " ucap Ikhsan
Lalu Alinka dan Zainab pun duduk di kursi undangan VIV..
Setelah acara berlangsung lama,, tiba lah di penghujung acara, MC pun menutup acara nya dengan sempurna, lalu para tamu undangan dan para penggemar Ikhsan pun mulai berhamburan, ada yang langsung pulang, ada juga yang menghampiri dan ngobrol ngobrol sebentar, ada yang minta foto, ada yang minta tanda tangan, pokok nya pada saat itu Ikhsan pun di buat sibuk oleh para penggemar nya...
Alinka dan Zainab bermaksud untuk segera pulang saja, di karenakan waktu yang sudah mulai siang, jangan sampai mereka telat pulang, karna umi bisa khawatir...
" Dek, ayo pesan taxi online aja lagi buat kita pulang,, " ucap Alinka
" Iya... baik kak... " jawab Zainab
Tiba tiba...
" Alin... Zainab... tunggu dulu...!!! " sahut Ikhsan dari belakang kerumunan para fens nya,,
Alinka dan Zainab pun menoleh ke arah nya
" Buru buru amat...!!! " ucap Ikhsan
" Ayo kita makan dan ngobrol sejenak... " ajak dia
" Tapi kami takut telat pulang, nanti umi kami khawatir,, " jawab Alinka
" Gini aja, sekarang telpon aja dulu umi nya, minta izin untuk waktu makan dan ngobrol sebentar, aku kangen loh Lin,, lama kita gak ketemu kan... pengen banyak cerita... " jelas Ikhsan
" Emh... kalo begitu baik lah... aku telpon umi dulu ya... " jawab Alinka
" Dek, tunggu di sini sebentar, kakak kebelakang dulu " ucap Alinka pada Zainab
Zainab pun mengangguk,, dan....
" Jangan lama lama kak,, " sahut nya
" Zainab masih sekolah apa udah kuliah...?? " tanya Ikhsan agar menghilangkan rasa canggung
" Sudah kuliah kak,, " jawab Zainab
" Ambil jurusan apa?? " tanya Ikhsan kembali
" Komunikasi kak,, " jawab Zainab
" Oh... pantesan aja, suka ngevlog, suka wawancara, kata kakak bawel juga kalo di rumah, anak komunikasi pasti pintar menyampaikan informasi dengan baik ya... " sahut Ikhsan sambil tersenyum
" Ngomong ngomong suka baca gak... ?? " tanya Ikhsan,,
" Lebih suka nonton sih kak,, " jawab Zainab
" Oh pantesan jadi youtobers juga,, hobi nya nonton dan mau memberikan tontonan yang seru juga buat yang lain ya... " sahut Ikhsan
" Kok kakak tau...?? " tanya Zainab
" Tau lah.. " jawab Ikhsan kembali tersenyum
" Bukan youtobers sih kak, cuma sekedar hobi saja... " ucap Zainab
" Iya gak papa... siapa tau lama lama jadi terkenal dan banyak penggemarkan,, " jawab Ikhsan
" Kakak, juga awal nya gak ada niat sedikit pun untuk menjadi penulis, tapi berhubung kakak dulu orang nya cupu abis, dan korban bullying juga, kakak sering sekali menumpahkan isi hati kakak dalam sebuah coretan tinta, sampe buku diary kakak banyak dan menumpuk, di masa SMA kakak nulis diary di komputer dengan mengetik seperti hal nya kakak sedang curhat sama seseorang yang kakak percayai sepenuh nya, sampai sampai komputer kakak, penuh dengan halaman halaman curahan hati kakak,, nah pas saat kuliah lah kakak baru mendapatkan ilham untuk menjadikan itu semua jadi sebuah novel, awal nya banyak banget yang harus di revisi, karna nama nya juga asal nulis, gak ada niat untuk di jadikan novel, ya jadi banyak yang harus di perbaiki dan di percantik juga kata perkata nya,,
Akhir nya dengan semangat yang menggebu gebu, dengan niat ingin berbagi pengalaman dan contoh, kalo sebuah bullying itu sangat tidak bagus untuk di lakukan, apalagi sangat penting dalam dunia remaja, yang baru saja menginjak dewasa, biasa nya SOK merasa kita udah senior jadi bisa seenak nya sama junior nya, kita yang paling pinter bisa nginjak nginjak harga diri seseorang, itu sangat tidak benar dan tidak baik, maka di situlah kakak mau meluruskan masalah bullying hingga tidak ada kata itu lagi di dunia ini.." cerita Ikhsan panjang lebar
" Emh... begitu ya kak, ternyata awal mula nya sampe jadi penulis kaya begini... " sahut Zainab
" Iya,, maksud dan tujuan novel nya sama dengan yang Alin buat, dia mau meluruskan masalah bullying karna dampak nya itu sangat luar biasa untuk diri seseorang " jelas Ikhsan
" Emh... Iya, kakak juga dulu korban bullying sampe sampe dia berniat berlindung di balik cadar, tapi lama kelamaan dia sadar bahwa bercadar harus ikhlas karna allah bukan untuk menutupi kekurangan nya itu, dari situlah kakak niat benar benar berhijrah dan memperbaiki akhlak nya, karna dengan Akhlak yang baik orang orang pun akan banyak yang menyukai nya, karna akhlak bagaikan bunga diri... " cerita Zainab tentang kakak nya
" Maka nya, pas kakak bertemu dengan Alin kakak mu, loh kok kita satu tujuan, nasib kita sama, makanya kakak juga mau bantu dia dengan berbagi cerita dan pengalaman, semoga suatu saat nanti Alin juga bisa menyusul menjadi seorang penulis seperti kakak... " ucap Ikhsan
Dan Alinka pun selesai menelpon umi dan menghampiri Zainab dan Ikhsan yang tengah seru mengobrol...
" Cerita apa ni... kaya nya seru....?? " tanya Alinka
" Cerita kehidupan Lin... " jawab Ikhsan
" Rumit ya... " ucap Alinka
" hem... bukan lagi... " sahut Ikhsan
Lalu Ikhsan pun mengajak mereka ke sebuah meja makan khusus yang sudah di sediakan hanya untuk Alinka dan Zainab..
__ADS_1
" Mari mari sini... kita ngobrol nya di sini, biar gak pegel dari tadi berdiri aja.. sebelum ada yang minta foto dan tanda tangan lagi, isi tenaga dulu kita... " sahut Ikhsan
" Loh kok hanya kita yang makan di sini... ?? " tanya Alinka
" Memang ini khusus di sediakan buat kalian berdua VIV... silahlan nikmati hidangan nya... " jawab Ikhsan
" Padahal biasa aja Ikhsan memperlakukan kita... " ucap Alinka
" Tidak bisa... kamu orang terspesial, teman terspesial ku, baru pertama kali aku ketemu orang yang sepemikiran dengan ku Lin... " jawab Ikhsan
Lalu Alinka pun tersenyum...
" Oyah nanti kamu bawa ini ya, lumayan buat kenang kenangan... " ucap Ikhsan sambil memberikan sebuah bingkisan berisikan buku buku novel karya nya asli dari tulisan tangan nya sendiri...
" Wah... makasih loh, kita di kasih buku novel real nya dek, lihat tulisan nya aja masih tulisan tangan ya, biasa nya ini yang sangat di cari penggemar... " sahut Alinka sambil memperlihatkan isi novel tersebut
" Makanya, hanya orang orang tertentu yang bisa memiliki buku seperti ini... " jawab Ikhsan
" Yaudah, ngobrol dulu dari tadi, ayo di makan selagi masih hangat nanti keburu dingin udah gak enak rasa nya... " ucap Ikhsan kembali smabil mempersilahkan mereka makan
Lalu mereka pun menikmati hidangan makan siang nya itu dengan keakraban yang hangat...
Setelah selesai makan, Ikhsan pun berniat mengantar mereka pulang dengan mobil pribadi nya,,
" Yaudah, abis ini aku anter aja kalian pulang, gak usah pesen taxi online " sahut nya
" Gak usah Ikhsan, kamu kan masih sibuk dengan fens fens mu,, " jawab Alinka
" Gak papa,, mereka mah aku gak ada mereka juga bisa bubar dengan sendiri nya.. " sahut Ikhsan
" Gimana dek... ?? " tanya Alinka kepada Zainab
" Terserah kakak aja... " jawab nya
" Hem... kalo itu tidak membuat mu repot, ya ayo... " ucap Alinka kepada Ikhsan
" Nah gitu dong, kan jadi enak...!!! " sahut Ikhsan
Mereka pun langsung bergegas pulang...
" Tunjukin arah nya ya Lin, aku kan selama ini belum pernah keluar rumah..." ucap Ikhsan
" Iya tenang,, ayo aja sekarang terus jalan... " jawab Alinka
Ikhsan pun melajukan mobil nya dengan petunjuk dan arah dari Alinka..
Setelah beberapa jam perjalanan, mereka pun sampai di rumah Alinka
" Mau masuk dulu gak Ikhsan... " tanya Alinka
" Ayo lah masuk...!!! " desak Zainab
" Emh... yaudah bentar aja tapi ya... " jawab Ikhsan
" Iya, maksud nya sambil kenalin kamu ke umi... " ucap Alinka
" Iya,, baiklah... " jawab Ikhsan
" Assalamu'alaikum... umi Alin pulang...!!! " ucap Alinka di depan rumah
Umi pun menyambut dengan hangat...
" Wa'alaikumussalam,, alhamdulillah putri putri umi sudah pulang,, eh ada tamu juga ternyata " jawab umi
" Iya umi, perkenalkan ini Ikhsan temen sesama penulis nya Alin,, " ucap Alinka sambil memperkenalkan Ikhsan
Ikhsan pun seraya bersalaman mencium tangan umi...
" Ikhsan... umi,, " ucap Ikhsan
" Ganteng nak, makasih udah nganterin anak anak umi pulang " jawab umi sambil mengelus kepala Ikhsan
Umi pun mempersilahkan Ikhsan masuk
Umi segera menyajikan minuman dan sedikit cemilan untuk tamu nya itu...
" Udah umi, gak usah repot repot, Ikhsan di sini gak akan lama kok, masih ada urusan " ucap Ikhsan kepada umi
" Di minum dulu sedikit sayang, ayo... " sahut umi selalu memperlakukan semua orang dengan penuh kasih sayang dan kelembutan
Ikhsan pun meminum teh hangat buatan umi,, lalu Ikhsan pun segera izin pulang
" Umi, Ikhsan gak bisa lama lama di sini, lain kali Ikhsan sengaja deh main lagi ke sini biar lebih panjang waktu nya,, " ucap Ikhsan
" Lah... padahal baru pertamakali kesini ya,, sebentar amat... " jawab umi
" Iya umi, mau gimana lagi, masih banyak urusan... " ucap Ikhsan
Lalu Ikhsan pun memberikan sesuatu sebelum Ikhsan pergi kepada Alinka
" Lin... ini ada buket bunga banyak banget dapet dari fens fens aku, terima ya, aku kebanyakan... " sahut nya sambil memberikan dua buket bunga yang sangat besar
" Umi, kalo gitu Ikhsan pamit pulang dulu... " ucap Ikhsan
" Oh yaudah kalo gitu nak, hati hati di jalan... " jawab umi
" Makasih buket dan bingkisan nya ya Ikhsan,, seneng banget di kasih buket bunga kaya gini... " sahut Alinka sambil memeluk buket bunga itu
" Iya sama sama... " jawab Ikhsan sambil tersenyum
__ADS_1
Lalu Ikhsan pun pergi...