
Setelah beberapa jam perjalanan, baru lah Alinka dan abi sampai di pondok pesantren ustad Fakhri, semua anggota keluarga telah menanti dan menyambut kedatangan Alinka kembali... terutama umi yang sudah tidak sabar untuk berjumpa dengan Alinka kembali... mobil pun berhenti, lantas Alinka membuka pintu mobil lalu menginjakan kaki keluar dan... " Assalamu'alaikum... " sahut Alinka terdengar sangat senang,, lalu umi menghampiri dan memeluk serta mencium Alinka... " Wa'alaikumussalam nak,, gimana kabar mu..?? Umi sangat rindu dan lihat ketiga saudari mu mereka sangat sedih ketika kamu tidak ada di sini,, " ucap umi Fatimah sangat lembut... " Kak,, gimana kabar nya.. kok lama sih balik kesini nya, kirain gk mau ke sini lg..." tanya si bungsu Fitria,, " Iyah dek,, kan janji nya juga seminggu, ini pas kan kakak gak lebih liburan nya?? " jawab Alinka sambil mengusap kepala Fitria... " Gimana kak, liburan mu menyenangkan kah di kampung sana?? " tanya Zainab sambil merangkul Alinka,, " Iyah seru dong Zainab, kan kakak di sana bisa melepas rindu dengan sanak kluarga kakak.." jawab Alinka,, " Kakak.. Salma kangen loh nyampe kebawa mimpi terus.. " sahut Salma.. " Masa..?? " tanya Alinka sambil tertawa.. semua nya bertegur sapa dengan hangat nya lalu umi Fatimah dan ustad Fakhri pun mempersilahkan abi dan Alinka masuk... di ruang tamu abi sama ustad Fakhri saling berbincang dan umi pun menjamu abi dengan baik dan ramah seperti biasa,, lalu Alinka pun minta izin untuk pergi ke kamar, karna ke tiga sodari nya sudah tidak sabar ingin mendengar cerita Alinka selama di kampung dan saling melepas rindu...
" Abi Alin izin ke kamar dulu ya mau simpen tas, sama ini nih Zainab, Salma dan Fitria udah gak sabar pengen berbagi cerita... " ucap Alinka pada abi... " Iyah nak istirahat lah jangan terlalu cape ya besok kamu langsung masuk kerja kan,,?? " tanya abi.. " Insyaallah abi, gak cape kok besok insyaallah Alin langsung masuk kerja bi... " jawab Alinka sambil tersenyum... " Tuh lihat anak antum hasan, gitu lah dia.. seorang perempuan yang gigih dan pekerja keras,, " sahut ustad Fakhri pada abi sambil menunjuk Alinka... " Iyah Fakhri dia kan turun dari ana, seorang yang gigih dan pekerja keras... " jawab Abi sambil tersenyum " Antum ini yah pede amat dah dari dulu " sahut ustad Fakhri sambil bercanda sama abi... " Ya itu bukan nya seharus nya ya Fakhri... " tanya abi sambil tersenyum " Iya juga sih ya " kata ustad Fakhri dan gelak tawa mereka pun pecah... Alinka pun pergi meninggalkan abi dan ustad Fakhri berdua menuju kamar, sedangkan Zainab, Salma dan Fitria sudah menunggu Alinka di kamar nya yang sudah di bereskan dan di hias dengan cantik oleh mereka bertiga sebelum Alinka datang... " Wah... kamar siapa ini?? Seperti nya aku salah masuk kamar deh?? Ini seperti kamar princess bukan kamar Alinka.. " sahut Alinka sambil terpesona melihat keindahan kamar nya... " Jelas ini kamar kakak lah, sengaja kita bertiga menyiapkan ini semua demi kedatangan kakak " sahut mereka bertiga... " Emh... makasih yaa ukhty... ana uhibbuka fillah..." sahut Alinka terharu... lalu mereka pun berpelukan...
Setelah itu mereka saling bertukar cerita selama Alinka pulang kampung dan tidak terasa waktu pun sudah mulai senja dan abi pun meminta izin untuk kembali pulang pada Alinka,, " Alin... nak,,!!! " panggil ustad Fakhri,, Alinka seketika keluar kamar dan menghampiri " Iyah ustad,, " sahut Alinka.. " Abi mu mau pamit nak,, " ucap ustad Fkahri,, " Takut kemalaman abi pulang nak, maka dari itu, abi pamit ya, baik baik di sini.. jangan sampai hal itu terulang kembali " pesan abi pada Alinka... " Tenang Hasan ana akan menjaga Alin sepenuh nya sekarang, dan tidak akan bersikap seperti kemaren lagi... " janji ustad pada abi Alinka.. " Makasih Fakhry antum bisa menjadi pengganti ana selama Alin di sini, karena dia tumbuh hasil jerih payah ku sama umi nya Fakhry dia selalu mendapat penjagaan ketat dari kami berdua karna kami tau dia anak yang istimewa bukan seperti anak biasa nya... " Jelas abi " Iyah Hasan ana faham kok,, tenang saja Alinka tanggung jawab ku sekarang... " ucap ustad Fakhry.. " Ya sudah nak abi pamit,, Fakhry ana percayakan Alin kepada mu " ucap abi " Iyah abi,, hati hati di jalan.. " ucap Alinka sambil mencium tangan abi nya " Iya hasan antum tenang saja, sekarang Alinka aman bersama ku... " ucap ustad Fakhry,, " Syukron Fakhry,, Assalamu'alaikum.." ucap abi " Wa'alaikumussalam... " jawab Alinka dan ustad Fakhry..
Ke esokan hari nya Alinka sudah bisa beraktivitas seperti biasa nya kembali... hari hari yg indah bersama anak anak dia nikmati dan di samping itu Alinka pun melanjutkan pendidikan nya yg sempat terputus sedikit demi sedikit bersama ustad Fakhry, dengan tekun nya Alinka mengajar sambil menimba ilmu... hingga tiba di suatu saat ada olimpiade Cipta Nadom antar sesama guru dan Alinka pun bisa menjadi salahsatu peserta itu,, Nadom yaitu suatu lirik syair pelajaran untuk anak anak.. yang sering di pakai dan ajarkan kepada anak anak usia dini, bahkan sampai santri pun masih suka bersyair Nadom tentang materi pelajaran tertentu...
__ADS_1
" Alin... kamu ikut olimpiade Cipta Nadom nak kemampuan kamu dalam mengarang dan merangkai kata sangat mampu kamu untuk mengikuti olimpiade ini.. " sahut ustad Fakhry,, " Olimpiade Cipta Nadom ustad?? " tanya Alinka terkejut.. " Iyah nak,, abi yakin kamu mampu " jawab ustad Fakhry,, " Tapi Alin belum ngerti Nadom apa yang harus Alin karang ustad?? " tanya Alinka kembali... " tema nadom nya kamu pilih mau dari pelajaran Fikih, Tauhid, atau Tarikh ( sejarah kebudayaan islam ) itu lah materi pelajaran nya yang harus kamu pilih.. " jelas ustad Fakhry.. Alinka hanya merenung... " Insyaallah ustad Alin usahakan,, " jawab Alinka ragu..
Alinka pun bertanya tanya dalam hati nya, apa dia mampu, apa dia bisa?? Tapi pikir nya, coba dulu aja lah masalah hasil nya itu gimana nanti saja.. itung itung melatih kreatifitas saja.. Hari demi hari pun Alinka usaha kan untuk berlatih, supaya uraian kata kata nya lebih bagus dan bagus lagi... sampai tiba waktu nya Alinka menciptakan sebuah Nadom Tarikh ( sejarah kebudayaan islam ) yang dia maksud kalo sampai dia tidak lolos dia akan ajarkan Nadom itu ke anak anak didik nya...
Sistim perlombaan itu adalah melalui online, jd Alinka harus membuat rekaman diri nya sedang membawa kan nadom itu lalu para panitia yang bersangkutan menilai dari bagus dan rapih nya kata kata dan juga suara dan ekspresi si pembaca, waktu itu guru yang terpilih hanya dua orang yaitu Alinka dan bu Irma rekan sesama pengajar nya Alinka, lalu Alinka pun berdiskusi untuk pembuatan rekaman itu dengan bu Irma,, " Bu bagaimana naskah nadom nya sudah siap?? " tanya Alinka pada bu Irma.. " Insyaallah udah siap bu " jawab bu Irma,, " Rencana nya mau gimana nih kita buat rekaman?? " tanya Alinka kembali... " Begini aja, kita bergantian aja, nanti bu Alin dulu saya yang rekamin dan di lanjut saya ibu yang rekamin,, " saran bu Irma,, " Oh iya, seperti itu aja ya, jadi kita bergantian soal nya modal nya cuma handphone " sahut Alinka sambil tersenyum... " Iyah bu, jujur saya grogi kalo buat tampil tampil seperti ini, " keluh bu Irma,, " Kenapa harus grogi bu, di bawa santai aja " sahut Alinka meyakin kan bu Irma.. " Soal nya ini saya baru pertama kali buat rekaman video, kalo ibu kan udah biasa tampil di tempat umum dulu waktu di kampungkan, ibu pernah jadi seorang vocalis hadroh... " jelas bu Irma,, " Ya sama aja bu, di bawa enjoy aja inti nya kalo kita gk mau grogi, anggap aja lagi nyanyi nyanyi di kamar mandi kan enak tuh " jawab Alinka sambil tersentum... bu Irma pun menuruti kata kata Alinka... dan mulai lah mereka rekaman... Setelah rekaman itu jadi mereka serah kan kepada ustad dan ustad Fakhry pun mengirim kan nya ke panitia lomba dan tinggal menunggu hasil nya lolos atau tidak... seminggu pun berlalu dan baru saja ada keputusan siapa yang lolos dari panitia lomba...
Pada pagi hari nya, saat Alinka akan berangkat untuk melanjutkan kompetisi Alinka menyempatkan diri untuk izin dan memberikan kabar pada ibu Irma,, " Assalamu'alaikum... " ucap Alinka sambil mengetuk pintu rumah dinas ibu Irma, dan ibu Irma pun membuka pintu seraya keluar sambil menggendong anak nya, kebetulan ibu Irma adalah ibu satu anak beda dengan Alinka yang masih melajang... " Wa'alaikumussalam... " jawab ibu Irma.. " Ada apa bu, tumben kok pagi pagi gini udah bertamu ke sini,," lanjut tanya bu Irma... " Iyah maaf ya bu kalo saya ganggu pagi pagi, saya cuma ingin memberikan kabar tentang pengumuman hasil lomba itu dan yang lolos dari sini hanya saya bu, gimana...?? " sahut Alinka cemas, takut nya bu Irma tidak akan terima ke gagalan nya... " Alhamdulillah atuh bu kalo begitu,, mending juga ibu yang terpilih lolos, kalo saya ribet bu kan udah punya anak, mana sekarang anak saya lagi rewel lagi gak bisa jauh jauh dari saya, saya amat bersyukur kalo ibu Alin yang lolos, lanjutkan lah perjuangan kita bu dan bawa lah kabar gembira..." jawab ibu Irma bahagia... " Jadi ibu gak keberatan ibu tidak terpilih?? " tanya Alinka,, " Kenapa harus keberatan toh ini mungkin rezeki nya ibu Alin, lagian ibu Alin masih muda jadi lebih kembangkan lah kreatifitas mu, gapai cita cita mu, semoga karir mu selalu bersinar dan apa yang ibu Alin ingin kan mudah mudahan bisa tercapai... aamiin,, " sahut bu Irma malah mendoakan kebaikan Alinka... " Alhamdulillah kalo begitu bu, saya lega mendengar nya juga, aamiin bu.. makasih atas doa nya, saya berangkat dulu ya bu... " pamit Alinka... " Iyah semoga sukses bu Alin... bawa kabar gembira untuk kami di sini... " sahut bu Irma... " Insyaallah bu.. doa kan saya... Assalamu'alaikum... " Alinka pun melangkah pergi,, " Wa'alaikumussalam... " jawab bu Irma sambil melambaikan tangan..
__ADS_1
" Gimana Alin bu Irma,,?? " tanya ustad.. " Gak apa apa ustad malah ibu Irma senang dengar kabar ini dan malah mendoakan Alin... " jawab Alinka sambil tersenyum... " Ya bagus kalo begitu jadi gak akan ada lagi orang yang iri pada mu nak... " sahut ustad Fakhry.. lantas umi pun keluar rumah untuk memberikan semangat dan doa buat keberhasilan Alinka, di susul oleh ketiga sodari nya... " Berangkat lah nak, semangat.. ingat, jangan grogi.. bawa santai aja ya... umi sangat mendoa kan keberhasilan mu,, " sahut umi sambil mengelus kepala dan wajah Alinka lalu memeluk dan mencium nya... " Semangat kakak.. di sini adik adik mu sangat mendukung dan mendoa kan mu, bawa piala dan kabar gembira untuk kami... " sahut Zainab, Salma dan Fitria... " Iyah terimakasih umi, atas dukungan dan doa nya, umi sangat menyayangi Alin seperti umi menyayangi Zainab, Salma dan Fitria, padahal Alinka bukan anak kandung umi... " ucap Alinka terharu... " Tak apa nak,, ibu sayang karna umi merasa bersalah telah benci sama kamu dulu, umi nyesel dan umi mau menebus dosa dosa umi... " jawab umi sambil menatap wajah Alinka... " Makasih juga buat Zainab, Salma dan Fitria kalian adik kakak terbaik kakak sayang kalian... " sahut Alinka sambil memeluk mereka.. " Sama sama kak, karna kakak adalah wanita terhebat yang pernah kami kenal setelah umi... " sahut Zainab, Salma dan fitria.. setelah itu Alinka pun berangkat dengan di temani ustad Fakhry... " Umi berangkat dulu,, Assalamu'alaikum.. " ucap Alinka sambil mencium tangan umi Fatimah... " Iyah nak,, Wa'alaikumussalam.. hati hati di jalan, ingat jangan gugup... " jawab umi... " Semangat kak... " sahut Zainab, Salma dan Fitria.. Alinka pun berlalu sambil melambaikan tangan...
Sesampainya di tempat kompetisi, Alinka melihat orang orang di sekitar lebih banyak orang orang yang lebih dewasa di banding nya, lebih terlihat seperti para ustad dan ustadzah yang sudah senior, lalu saat itu Alinka sempat drop gimana nasib ku yang hanya sebagai seorang pemula, harus melawan orang orang yang sudah senior di banding nya, tidak terlihat anak muda seumur Alinka sama sekali, semua nya orang orang dewasa yang terlihat ilmu nya sudah sangat matang di banding nya,, di samping itu ustad Fakhry sedang mengurus pendaftaran ke tempat panitia lalu Alinka menghampiri ustad... " Ustad,, " sambil memegang lengan ustad... " Iyah nak, ada apa?? " tanya ustad yang sedang mengurus pendaftaran sambil menoleh ke arah Alinka... " Kok peserta nya terlihat senior semua ya, mereka lebih terlihat sebanding dengan ustad.. kalo gitu gimana nasib Alin sebagai seorang pemula..." sahut Alinka putus asa... " Eh.. gak boleh putus asa begitu ah.. mana Alinka yang Abi kenal?? Yang percaya diri, gigih dan berani.." cakap ustad Fakhry.. " Tapi mereka terlihat seperti ustad dan ustadzah yang sudah berpengalaman ustad, Alin hanya seorang pengajar biasa status Alin belum nyampe ke situ.." jawab Alinka panik... " Dengar Alin... ustad percaya Alinka bisa, Alinka mampu bersaing dengan mereka, kamu tau gak.. ide generasi muda lebih fresh dibanding ide nya orang lanjut usia... " sahut ustad sambil tersenyum seraya membujuk Alinka... Alinka pun hanya bisa merenung dan memandangi mereka... lalu ustad berinisiatif meminta dukungan dari keluarga nya Alinka yaitu Abi Hasan dan umi nya Alinka biar memberi kan semamgat untuk Alinka sebagai masukan tenaga dan kepercayaan diri nya... " Alin... coba sini,, liat siapa yang abi video call..?? " sahut ustad Fakhry... Alinka pun menghampiri ustad Fakhry sambil tetap terlihat cemas.. " Assalamu'alaikum... anak hebat,, Alin... " ucap Abi di dalam video call sambil melambaikan tangan... " Abi...umi... Wa'alaikumussalam... " sahut Alinka berseri... " Abi sama umi tau, harin ini Alin mengikuti olimpiade karangan kan...?? Alin hebat, Alin masih muda tapi sudah terpilih untuk bersaing dengan para ustad dan ustadzah... abi sama umi yakin Alin pasti bisa... " cakap abi dan umi Alinka... " Alin.. nak,, dengar umi sayang... kamu jangan panik, kamu jangan grogi, di bawa santai aja seperti kamu lagi ada job hadroh, jangan pikir kan mereka senior kamu, anggap lah semua nya seumuran kamu pasti tidak akan minder sayang... Alin malah anak hebat masih muda tapi sudah di percaya untuk berkompetisi dengan orang orang yang sebanding mereka..." nasehat umi panjang lebar.. " Iyah umi,, abi... Alin akan ingat kata umi dan abi,, makasih sekarang Alin sudah merasa tenang... " jawab Alinka sambil tersenyum penuh dengan semangat... lalu video call pun berakhir karna Alinka sudah mendapat kan nomor peserta... ustad memasangkan nomor peserta di dada Alinka, dan dengan bangga nya ustad pun berkata " Keren... anak abi terlihat sangat jenius sudah terpasangkan nomor salah satu peserta lomba yang luar biasa ini... " Alinka pun hanya tersenyum, lalu mereka pun menyempatkan diri untuk berfoto untuk di kirim ke kampung nya Alinka dan ke orang rumah,, lalu Alinka pun tinggal menunggu lomba di buka, di sela sela waktu senggang itu Alinka menyempatkan diri untuk mencari kenalan baru buat teman ngobrol, adalah satu ibu yang belum terlihat lanjut usia, lumayan terlihat masih agak muda, tapi beliau mengatakan sudah mempunyai banyak anak dan kelihatan nya beliau mempunyai lebih banyak pengalaman di banding Alinka, jadi Alinka sangat menghormati nya... di situ lah Alinka berkenalan dengan ibu itu dan berbincang lumayan banyak... kebetulan Alinka saat itu mendapatkan nomor urut peserta ke 20 dan ibu itu nomor urut 21 jadi mereka berurutan jadi perbincangan pun terjalin semakin hangat dan akrab... Nama ibu itu adalah Khumairo selama masa tunggu berlangsung ibu khumairo terlihat sangat tegang dan beberapa kali beliau pun terlihat pulang pergi kamar kecil... " Nak Alin,, ibu izin ke belakang dulu ya sebentar... " ucap ibu itu " Oh iya bu silahkan... " jawab Alinka sambil tersenyum, sedangkan dia menunggu duduk di kursi peserta sambil menunggu nomor urut nya di panggil... selama kompetisi berlangsung Alinka melihat banyak ragam jenis dan nada nadom yang berbeda beda dan unik, terlebih bagus bagus rasa grogi pun datang kembali dan Alinka sekuat tenanga membunuh rasa itu agar dia tetap merasa tenang... " Maaf ya nak, lama... ibu kebelet terus soal nya dari tadi " sahut ibu khumairo setelah pulang dari kamar kecil,, " Iyah bu tidak apa apa kok, mungkin efek grogi ya bu jadi kebelet terus... " ucap Alinka sambil sedikit bercanda... " Mungkin nak, meski pun ibu udah tua gini tetep aja grogi kalo tampil depan orang segini banyak..." sahut ibu khumairo cemas... " Tidak apa bu, bawa santai saja, lagian acara nya baru di buka peserta pun baru di nomor urut 2 dan 3.. " jawab Alinka menjelaskan... " Masih lama dong ya, keburu laper dan haus ni... " ucap ibu khumairo sambil memegang perut nya... " Kalo ibu lapar ayo kita keluar dulu, boleh kok cuma sekedar cari makan.." ajak Alinka... " Emang boleh nak,,?? " tanya ibu khumairo... " Kalo ibu belum percaya, ayo kita izin ke ustad saya aja dulu biar beliau nanti yang memantau keadaan selagi kita keluar..." jelas Alinka.. " Iyah ayo boleh deh..." ibu khumairo pun setuju dan langsung mereka pun menghampiri ustad Fakhry yang duduk di dekat panitia lomba... " Ustad maaf, kita lapar, boleh kalo keluar sebentar untuk cari makan...?? " tanya Alinka kepada ustad Fakhry, lalu ustad pun berbincang dengan panitia dan ustad pun mengizinkan dengan izin dari panitia lomba... lalu Alinka dan ibu khumairo pun pergi keluar dan mencari makan... di luar sangat lah banyak penjual makanan dan minuman yang menjaja kan dagangan mereka lalu Alinka pun menghampiri tukang sosis bakar yang kebetulan makanan favorit Alinka... " Bang pesen sosis bakar nya satu ya... " sahut Alinka ke penjual sosis itu,, " Iya siap di tunggu neng... " jawab abang abang sosis... " Itu makanan apa nak, ibu mah mau bakso gak mau yang kaya gitu gak kenyang... " ucap ibu khumairo bingung... " Ini nama nya sosis bakar bu sama dengan bakso cuma bentuk nya aja yang berbeda, iya boleh setelah ini kita cari tukang bakso ya bu... " jawab Alinka ramah... setelah pesanan jadi mereka pun langsung mencari tukang bakso terdekat, ada satu gerobak bakso posisi nya tepat di bawah pohon rindang lengkap dengan meja dan kursi untuk para pembeli makan,, " Ibu.. seperti nya enak makan di situ yuk, di bawah pohon adem seperti nya,, " sahut Alinka sambil menunjuk ke arah gerobak bakso,, " Oh iyah nak cocok banget enak tempat nya, ayo kita segera kesana..." jawab ibu khumairo terlihat sangat senang,, lalu mereka pun segera menghampiri tempat itu,, antrian pembeli sangat panjang tapi ibu khumairo tetap ingin berusaha ngantri saja karena hanya itu tempat bakso terdekat dari gedung tempat mereka lomba, kalo terlalu jauh nanti orang dalam susah nyariin kita pas nomor peserta kita sudah terpanggil ( pikir ibu khumairo..) " Ibu yakin mau tetap ngantri?? Masih panjang loh bu... " tanya Alinka cemas... " Ya abis mau gimana lagi, cuma ini tempat bakso terdekat, kalo kita terlalu jauh, nanti ustad kamu nyariin nya susah.. " jawab ibu khumairo,, " Iyah juga ya... " gumam Alinka... lalu pembeli di depan melihat dan menyelidik Alinka sama ibu khumairo dengan jeli karna di dada Alinka terpasang nomor peserta lalu " Kamu peserta lomba ya?? " tanya pembeli itu " Iyah bu, dan kita terpaksa keluar untuk cari makan karna kita sangat lapar.. " jawab Alinka... " Kalo gitu nunggu sampe kelar bakalan lama kamu gak akan keburu, yaudah kamu duluan aja pesen biar saya nanti belakangan... " sahut si pembeli dan dia pun membisikan sesuatu pada tukang bakso itu dan teman teman nya yang sama lagi pada antri... " Yaudah neng silahkan duduk duluan saya layani terlebih dahulu karna neng peserta lomba kasian takut gak keburu... " sahut abang bakso yang terlihat ramah,, dan semua antrian pembeli pun tidak keberatan kalo Alinka dan ibu khumairo yang pertama di layani... " Alhamdulillah yak nak berkat kamu kita jadi bisa di duluin pesen bakso nya... " ucap ibu khumairo " Berkat pertolongan allah bu, bukan berkat saya.. " jawab Alinka sambil tersenyum... setelah beberapa saat mereka pun mendapatkan satu mangkuk bakso masing masing beserta air minum nya, lalu tidak perlu nunggu lama lagi mereka pun langsung menikmati makanan itu karna mereka tau mereka sedang terburu buru...
Setelah selesai makan, mereka pun hendak kedalam kembali untuk menunggu giliran nomor peserta nya di panggil... " Udah makan nya nak...??" Tanya ustad Fakhry,, " Alhamdulillah sudah ustad,, " jawab Alinka, lalu mereka pun langsung menuju kursi kosong di depan podium... " Nak.. ibu izin ke belakang sebentar ya,, udah kebelet lagi nih... " ucap ibu khumairo... " Oh iya silahkan ibu... " jawab Alinka... " Ibu nitip tas nya dulu boleh..?? " tanya ibu khumairo.. " Oh iya tentu saja boleh ibu..." jawab Alinka... lalu ibu khumairo pun pergi ke sebelah belakang ujung gedung karna kamar kecil nya berada di sana... setelah beberapa peserta telah tampil,, sedikit lagi mendekati nomor urut yang di pegang Alinka... semakin berdegup kencang lah jantung Alinka, kaki nya terasa gemetar dan kedua tangan nya mulai terasa dingin juga kaki nya mulai terasa lemas,, lalu ibu khumairo pun kembali lalu menanyakan " Sudah nomor peserta berapakah yang sudah tampil...??" Sambil duduk di kursi sebelah Alinka,, " Sudah nomor urut 18 bu... " jawab mereka,, seketika mereka berdua hening merasakan rasa grogi yang sama... tibalah saat na nomor urut 20 di panggil dan Alinka pun seketika menghela nafas dan melangkah kan kaki nya perlahan berjalan menuju podium... dengan sekuat tenaga Alinka mencoba membunuh rasa grogi itu dan berusaha menenangkan hati nya... Alinka pun mulai mengambil mike dan dia pegang lalu Alinka mulai bersyair,, sambil memejamkan mata Alinka menghayati setiap bait sair nadom itu sampai dia tidak sadar bahwa dia sedang berkompetisi... di ujung bait terakhir Alinka baru tersadar bahwa dia sedang berkompetisi melawan senior senior nya yang luar biasa lalu nadom pun berakhir Alinka berhasil tampil dengan lancar dan mulus,, seraya ustad bertepuk tangan lalu menyemangati nya,, di iringi oleh gemuruh tepukan tangan semua peserta yang hadir lalu Alinka pun turun dari podium dan kembali ke tempat duduk... " Kamu hebat nak,, suara mu sangatlah merdu, ibu belum tentu bisa setenang kamu..." ucap ibu khumairo... " Alhamdulillah bu, saya juga tidak menyadari nya, saya hanya berusaha menghayati semua bait kata yang saya tulis... " Jawab Alinka... " Sekarang giliran ibu yang tampil kamu doain ya... " ucap ibu khumairo sambil memegang pundak Alinka dan berjalan kedepan menuju podium... "Semangat bu... ibu khumairo pasti bisa...!!! " sahut Alinka sambil tepuk tangan... setelah acara berakhir saat nya Alinka pulang dan menunggu hasil nya...
Selang beberapa minggu akhir nya ada kabar bahagia kepada ustad Fakhry bahwa Alinka lolos masuk propinsi... " Alinka... alhamdulillah nak... alhamdulillah... " sahut ustad Fakhry gembira... " Kenapa ustad, ada apa...?? " tanya Alinka,, " Kamu lolos masuk propinsi... " jawab ustad Fakhry " Masyaallah.. ini bukan mimpi kan ustad?? Ini nyata kan...?? " sahut Alinka tidak percaya,, " Iyah nak, ini suatu anugrah untuk mu buat lebih mengembabgkan lagi bakat mu... " sahut ustad Fakhry... " Dan kabar gembira itu pun telah sampai ke kampung halaman Alinka dan keluarga Alinka sangat lah bahagia dan bangga mendengar nya.. dari semenjak itu prestasi Alinka semakin cemerlang...
__ADS_1