
" Ini file apa...?? " gumam Rafli sambil membuka file video itu
Ternyata, itu video hasil rekaman yang tidak sengaja ke rekam sama kamera saat Rafli pergi ke kamar mandi, dan kamera itu merekam semua kejadian sabotase Rama terhadap Dimas
Lalu Rafli pun melihat nya dengan seksama detik perdetik semua kejadian itu, sampai saat Rama memasukan selembar kertas kwitansi ke dalam tas nya Dimas...
Terbongkar sudah lah kebusukan dan niat busuk Rama terhadap mereka, dan ini menjadi satu satu nya barang bukti untuk mereka terbebas dari masalah yang selama ini di rangkai oleh Rama...
" Dimas... Dim... sini dah bro penting....!!! " sahut Rafli memanggil Dimas
" Ada apa sih... " jawab Dimas sambil menghampiri Rafli yang sedang menonton sebuah video
" Lihat....!!! " sahut Rafli
" Video apa sih sampe seantusis itu lu.... " ucap Dimas santai
Lalu Dimas pun tercengang saat melihat nya...
" Oh... jadi selama ini dia biang kerok nya... " sahut Dimas terpancing emosi
" Biar sekarang gua samperin bujang lapuk itu... " sahut Dimas kembali
Dimas pun segera bergegas menuju kamar Rama, tapi Rafli menahan langkah Dimas
" Tenang bro,, lu harus bertindak dengan kepala dingin, jangan lu masih dalam keadaan kek gini lu labrak dia, bunuh diri itu nama nya " jelas Rafli sambil menahan Dimas yang sedang emosi
" Ada apaan si...??? " tanya Abim yang baru bangun dari tidur nya
" Sini dulu, lu lu pada liat dulu dah video ini... " sahut Rafli kepada Abim dan Raka
Raka yang sedang asik main handphone pun segera menghampiri Rafli
Lalu Abim dan Raka pun melihat rekaman kejadian itu...
" Bener kan dugaan gua... ini semua sabotase... " sahut Abim
" Iya, lalu mau gimana nih langkah kita selanjut nya... " tanya Raka
" Begini, sebelum Rama melaporkan berita bohong nya dia ke bapak atasan, kita harus lebih dulu memberikan barang bukti ini kepada nya, soal Zainab dan kak Alin nanti itu bisa belakangan, soal nya ini waktu nya cepet cepetan nih sama si bujang lapuk itu... " usul Rafli
" Tumben cerdas...!!! " sahut Dimas sambil sedikit mengelus kepala Rafli
" Kalo gitu ayo,, tunggu apalagi....!!! " sahut Abim
Lalu mereka pun bergegas menemui bapak atasan, untuk melaporkan kejahatan Rama selama ini...
Selama ini, Rama sudah lama menjadi orang kepercayaan bapak atasan, sampai dia merasa berwenang dalam segala hal, dan bisa semena mena terhadap bawahan nya sendiri...
Lalu,, setelah sampai di kamar bapak atasan, Dimas pun segera mengetuk pintu nya dengan penuh tatakrama dan kesopanan...
Setelah bapak atasan membukakan pintu kamar hotel nya, terjadi lah pembicaraan antara mereka, sampai Dimas berhasil menunjukan barang bukti yang sangat berharga itu...
" Oh,, jadi selama ini, ini prilaku orang kepercayaan saya di belakang saya... !!! " sahut bapak atasan emosi melihat rekaman video itu
" Selama ini, saya mempercayakan semua pada nya, tapi sekarang dia tega menghancurkan kerja keras kita semua, demi masalah pribadi nya... " lanjut bapak atasan
" Ini sudah keterlaluan, dia tidak berhak mendapatkan ampun dari saya, karna gara gara masalah ini, saya menanggung kerugian yang sangat besar, belum lagi klien saya sampai drop gara gara shock sampai jatuh sakit... " ucap bapak atasan semakin geram
Dimas, Abim, Rafli dan Raka pun hanya bisa berdiam dan mendengarkan ucapan demi ucapan bapak atasan, sampai bapak atasan memutuskan suatu hal untuk Rama...
Lalu bapak atasan pun memanggil Rama untuk menemui nya...
__ADS_1
Selang beberapa saat Rama pun tiba di kamar bapak atasan, dan Rama melihat di situ telah ada Dimas dan kawan kawan...
" Wah... kebetulan sekali pak, saya juga mau memberikan barang bukti kecurangan mereka terhadap kita... " sahut Rama dengan percaya diri
" Barang bukti apa...?? " tanya bapak atasan
Lalu Rama pun memberikan selembar kwitansi bukti pembayaran album bajakan tersebut,,
" Ini sudah menjadi barang bukti yang kuat untuk menjerat mereka pak...!!! " sahut Rama
" Oyah,, menurut anda begitu...?? " ucap bapak atasan
" Iya pak... " jawab Rama
" Mari sini lihat dulu ini, apakah lebih kuat mana dengan barang bukti milik mu...?? " tanya bapak atasan
Rama pun mulai bingung...
Lalu bapak atasan memperlihatkan isi rekaman tersebut...
" Ini semua sabotase pak...!!! " triak Rama panik
" Sabotase gimana, apakah ini sebuah kesengajaan, ataukah ini hanya kamu yang pintar membulak balikan fakta... " sahut bapak atasan kepada Rama
Rama pun terdiam,, sambil terus memikirkan akal busuk nya agar semua ini berbalik kepada Dimas...
" Selama ini saya mempercayai kamu atas semua perusahaan saya, dan sekarang demi masalah pribadi mu kau hancurkan dengan mudah nya sekejap mata,, coba jelaskan.. apakah ini balasan kamu terhadap saya selama ini....??? " sahut bapak atasan emosi
" Sungguh tidak masuk akal memang,, Rama... anda orang berpendidikan maka nya saya menjadikan kamu orang kepercayaan saya, tapi sekarang kamu bertindak layak nya seorang pengecut...!!! Rama... Rama... dimana akal sehat mu hah...!!! " sahut bapak atasan marah
Rama hanya terdiam dan menunduk...
" Jawab Rama... jangan hanya diam seperti orang gagu... !!! " bentak bapak atasan
" Tapi tindakan mu berdampak besar untuk semua, kamu tau itu...??? " bentak bapak atasan kembali
" Saya tau pak, dan saya merencanakan semua ini hanya ingin membuat Dimas dan kawan kawan tidak selalu ikut serta dalam pekerjaan kita... " pengakuan Rama
" Tapi memang mereka tidak pernah ikut campur dalam pekerjaan kita Rama, kau hanya terbakar api cemburu karna Dimas selalu dekat dengan Alinka iya kan...?? " sahut bapak atasan
Rama pun terdiam kembali seakan menyesali perbuatan nya...
" Kamu tau Rama,, gara gara kejadian ini saya merugi hingga berapa persen...?? Dan di perkirakan album terbaru yang baru kita launching tidak akan terjual di pasaran karna kamu telah merusak nama baik perusahaan kita sendiri... !!! " bapak atasan terus menerus menekan Rama
" Maaf kan saya pak, saya sadar saya salah... " jawab Rama menyerah
" Dan maaf mu saya tidak bisa terima Rama,, terpaksa saya harus memecat kamu secara tidak terhormat.... !!! " ucap dan keputusan bapak atasan
Rama pun kaget mendengar pernyataan itu, dia langsung meminta maaf dan mengemis untuk tidak di keluarkan secara tidak terhormat...
Tapi keputusan bapak atasan sudah bulat, dia tidak ingin salah satu dari pekerja nya ada yang tidak jujur, maka dari itu bapak atasan bersikeras memecat Rama secara tidak terhormat, atas balasan apa yang sudah ia perbuat di dalam perusahaan nya sendiri...
Akhir nya satu masalah pun terselesaikan, Dimas dan kawan kawan bisa bernafas lega...
Lalu Dimas dan kawan kawan hendak memberitahukan kabar baik ini kepada Alinka...
Dan bapak atasan pun akhir nya meminta maaf atas nama Rama pribadi, dan memberikan ganti rugi atas pencemaran nama baik yang telah Rama berikan kepada mereka,,
" Kalo begitu, saya meminta maaf atas nama Rama pribadi terhadap kalian, yang telah sangat merugikan kalian semua,, " sahut bapak atasan
" Iyah pak, sama sama... alhamdulillah akhir nya masalah ini bisa terbongkar juga kami bisa bernafas lega... " jawab Dimas
__ADS_1
Dan akhir nya Rama pun pergi dan tidak akan memasuki kehidupan Alinka kembali
" Kalo begitu, saya dan kawan kawan pamit dulu pak, untuk memberi tahukan kepada Alinka perihal kabar baik ini, agar dia bisa merasa lega dan tidak shock lagi... " sahut Dimas
" Iya silahkan, sampaikan maaf saya juga kepada Alinka, insyaallah saya usahakan album terbaru nya tetap bisa laku terjual di pasaran... " ucap bapak atasan
" Iya pak,, siap laksanakan... " jawab Dimas dan kawan kawan sambil berjabat tangan dengan bapak atasan
Lalu Dimas, Abim, Rafli dan Raka pun bergegas menuju kamar Alinka...
Tok...!!!
Tok...!!!
Tok...!!!
" Assalamu'alaikum... " sahut Dimas, Abim, Rafli dan Raka
Lalu Zainab pun membuka kan pintu..
" Ada kabar apalagi Dim...?? " tanya Zainab
Dengan muka yang berseri dan senyum termanis terpancar dari wajah Dimas...
" Ada apa Dim... coba katakan.. apakah masalah nya semakin rumit...?? " tanya Zainab khawatir
" Zain.... akhir nya... kita bisa bernafas lega... " sahut Dimas sambil memegang tangan Zainab
" Masyaallah... sungguh Dim... kalian gak bohong kan...?? " jawab Zainab terkejut
" Sungguh Zain... ini akhir cerita kita... happy ending... !!! " sahut Dimas
Seketika Zainab pun memeluk Dimas karna mereka masih bersaudara...
" Kak Alin pasti senang mendengar ini semua... " sahut Zainab
Alinka masih terkulai lemas di tempat tidur nya, dia belum bisa membuka kan mata karna dia tidak sanggup menatap semua masalah ini, dia sudah cape menjalani rutinitas kesibukan nya setiap hari dan bayaran nya adalah sebuah kegagalan, itu sebab nya yang membuat dia sangat drop dan ambruk...
Dimas pun berusaha menguatkan Alinka dan mengulurkan tangan nya untuk bangkit kembali...
" Kak,, kak,, kak Alin... !!! " sahut Dimas sangat lembut
" Bangun kak, hari sudah mulai cerah... " ucap Dimas kembali
Alinka pun membuka kan mata nya dan berusaha menatap di sekitar nya...
" Kakak tidak usah khawatir lagi... karna semua ini telah berakhir.... " sahut Dimas
Alinka pun menatap wajah Dimas heran...
" Kakak sekarang bangun dan bangkit kembali, semua nya akan baik baik saja... " sahut Dimas berulang ulang
Mata Alinka pun berkaca kaca sambil menatap wajah Dimas
" Tersenyumlah kak, ayo... kita semangat lagi mengejar cinta dan asa....!!! " Dimas pun menyemangati
Alinka pun mulai sanggup terbangun dari mimpi buruk nya selama ini,,
" Sungguh...?? " ucap Alinka sambil menatap Dimas
" Yaaa... ayo pegang tangan ku, dan kita mulai melangkah kembali... " sahut Dimas terus berusaha membangkitkan semangat Alinka
__ADS_1
" Makasih ya dek,, kalian semua telah berjuang demi kakak... " sahut Alinka berlinang air mata kebahagiaan
Dan Zainab pun memeluk Alinka, juga Dimas dan kawan kawan pun saling berpelukan satu sama lain...