
Setelah peristiwa pahit itu, Alinka berusaha melupakan semua nya, dan lebih memperbaiki hubungan nya dengan rabb nya,, lantas Alinka pun tidak menjadikan peristiwa ini untuk membenci Salman dan istri nya, mereka malah menjadi saudara baru untuk Alinka,, semua nya Alinka jadi kan pelajaran untuk lebih memahami tentang cinta lagi dan sebuah perasaan...
Sebuah langkah baru siap Alinka tempuh, dan melanjutkan perjalanan hidup nya yang masih panjang, Alinka pun tidak merasa trauma atas kejadian ini, karna Alinka dasari dengan rasa ikhlas dan tidak menjadi pendendam... insyaallah, allah akan menggantikan semua ini dengan satu kebahagian, asal Alinka mampu untuk bersabar, karna ini bukan akhir dari semua ujian dari allah, melainkan baru awal ujian dari allah, dan di saat itu pula Alinka pun mulai kehilangan dua sahabat dekat nya, karena kehidupan itu terus berjalan, selayak nya seperti sebuah waktu,, di saat Alfi dan Khadijah lulus sekolah, mereka pun melanjutkan jenjang pendidikan selanjut nya di luar kota, yang mengakibat kan mereka harus berpisah, dan yang tersisa tinggal lah Aisyah, sahabat Alinka yang masih berada di sisi Alinka,, jujur Alinka lebih merasa sedih karna di tinggal kedua sahabat nya, bukan kehilangan seorang lelaki yang ternyata dia hanya menganggap Alinka sebagai sodara....
Saat Alfi dan Khadijah pamit mereka menyempat kan diri datang ke rumah Alinka.. " Assalamu'alaikum... " sahut dua orang di depan pintu,, ketika Alinka membuka nya ternyata itu Alfi dan Khadijah,, " Wa'alaikumussalam,, Eh ternyata itu kalian " sahut Alinka tersenyum bahagia melihat kedua sahabat nya datang ke rumah,, " Begini teh langsung saja karna kami berdua juga buru-buru " ucap Alfi yang mengawali sebuah percakapan.. " Iyah ada apa?? " tanya Alinka penasaran.. " Makasud kami datang kesini, kami mau pamit sama teteh, sama abi juga, karna mulai hari ini dan seterus nya, kami tidak bisa mengikuti lagi kegiatan pengajian di sini " kata Alfi " Setelah kami lulus, kami akan melanjutkan sekolah di luar kota teh " sambung Khadijah,, betapa syok nya Alinka ketika mendengar kata-kata itu, karna sudah terbayangkan oleh Alinka, jika suatu saat mereka pergi dan jauh dari diri nya " Dek,, kalian harus janji ya.. meski kita sekarang terhalang antara jarak dan waktu, tapi kalian akan tetap menghubungi ku meski cuma sekedar lewat pesan singkat, kalian tidak akan melupakan aku kan?? " ucap Alinka sedih,, Alfi dan Khadijah pun berjanji kalo mereka tidak akan pernah melupakan Alinka, bahkan mereka akan terus menjaga silaturrahmi nya meski hanya lewat pesan singkat... " Teh kita janji,, kita tidak akan pernah lupa sama teteh, kita akan terus hubungi teteh meski sesibuk apa pun kita ya Fi " sahut Khadijah berjanji,, " Iyah teh,, tenang aja insyaallah kita akan menjadi sahabat sampai jannah nya " ucap Alfi sambil tersenyum dan mengusap air mata Alinka...
Dan akhir nya Alfi dan Khadijah pun pamit pulang, sekaligus pamit kalo mereka sudah tidak bisa mengaji lagi di tempat Alinka, karena mau melanjutkan pendidikan mereka masing-masing di luar kota yang berbeda...
__ADS_1
Tangis mereka pun pecah, sambil saling berpelukan, mereka pun saling menguat kan satu sama lain,, " Jaga diri baik-baik ya teh, di saat sudah tidak ada kita teteh harus bisa jaga diri teteh sendiri, karna mungkin kita tidak bisa jagain teteh lagi,, tapi yakin lah kita akan selalu mendukung teteh dalam segala hal kebaikan meski kita tidak di samping teteh lagi, doa kita selalu akan menyertai teteh " ucap Khadijah pada Alinka sambil memeluk nya.. satu perpisahan yang selalu Alinka takut kan adalah perpisahan dia dengan sahabat-sahabat nya, karna Alinka sadar semakin kita dewasa, semakin kita mempunyai kehidupan dan kesibukan masing-masing pada akhir nya, kita akan saling berpisah dan menjalani kehidupan dan kesibukan kita masing-masing, dan dia tidak ingin membayang kan di saat dia telah sendiri dan tidak ada satu sahabat pun di samping nya akan bagai mana kehidupan nya kelak,, bayang Alinka sambil menangis...
Saat Alfi dan Khadijah beranjak dari rumah Alinka, air mata nya pun keluar dengan deras nya tidak bisa tertahan, dan Alinka pun lari ke kamar sambil mengunci pintu kamar nya, dan menangis sendiri di kamar sambil memeluk bantal guling kesayangan nya,, " Sekarang aku sendiri,, tidak ada yang akan jagain aku lagi, hibur aku lagi, bikin ketawa aku lagi, bikin cerewet aku lagi,, semua nya telah pergi meninggalkan ku ya rabb kenapa?? Kenapa engkau menjauhkan ku dengan semua orang yang aku sayang?? " ucap Alinka terbawa perasaan,
sampai tidak sadar Alinka telah mengeluh dengan keadaan nya... " Pertama kau tanam kan rasa cinta di hati ini, tapi kemudian kau ambil kembali di saat aku mulai merasakan dan mengenal apa itu cinta, kedua engkau ambil orang orang yang sudah aku anggap sodara sekaligus adik kandung ku sendiri, yang selalu mendukung ku di setiap suasana,, apa mau mu ya rabb,, apa,,?? " Alinka histeris dan menangis tiada henti... dari luar umi mendengar perkataan Alinka yang mungkin lagi butuh sebuah rangkulan dan pelukan dari seseorang dan... Tok,, Tok,, Tok,, Tok,,!!!! Lin... Alin...!!! Umi mengetuk pintu sambil memanggil Alinka... lalu Alinka berusaha menghapus air mata di pipi nya dan berusaha bersikap tenang... lalu Alinka pun membukakan pintu sambil berkata " Iya.. mi... " umi melihat mata anak nya bengkak, mungkin karna terlalu lama menangis dan wajah nya terlihat sangat berat seperti dia sedang memendam beban yang sangat banyak.. " Ada apa nak..?? Umi dengar Alin menangis.. lalu siapa tadi yang datang ??" Umi bertanya kepada Alinka... " Oh tadi Alfi dan Khadijah yang datang " kepala Alinka tertunduk sambil kembali menetes kan air mata.. Umi mengangkat dagu anak nya lalu berkata " Cerita sama umi " lalu Alinka pun mengajak umi masuk dan duduk di kasur nya, di saat umi dan Alinka duduk berdua, tiba tiba air mata Alinka pun menetes kembali dan menangis tersendu-sendu sambil memeluk umi... " Umi apa maksud allah mengambil semua orang yang Alin sayang?? apa allah marah pada Alin karna Alin telah jatuh cinta selain kepada nya?? " tanya Alinka dan tangisan nya pun pecah... " Alinka sedih mi pertama Salman yang pergi, sekarang di susul dengan kedua sahabat Alinka, Alinka tidak menyesal jika hanya Salman yang pergi tapi ini,, ini sahabat Alinka dari kecil mi, yang udah Alinka anggap sebagai sodara Alinka sendiri, adik Alinka sendiri,, meski Alinka anak bungsu, berkat hadir nya mereka Alinka jadi tau bagaimana rasa nya menjadi seorang kakak " cerita Alinka panjang lebar ,, umi mengelus kepala anak gadis nya itu sambil memeluk erat tubuh nya " Begini nak.. dengarkan umi.. allah mengambil semua orang yang Alin sayang bukan berarti allah marah sama Alin.. tapi kalo allah marah sebab Alin telah jatuh cinta selain kepada nya mungkin benar, allah cemburu karna melihat Alin lebih cinta kepada manusia di banding kepada nya, maka nya allah ketuk hati Alin kembali seraya berkata " Alin.. yang berhak kamu cintai melebihi apapun adalah aku, bukan dia, aku cemburu kamu telah memuji-muji nya, perhatian pada nya, sayang dan cinta kepada nya tapi aku, Alin,, dengan tanpa kau sadari perlahan kau akan melupakan ku dan kau mulai jauh dari ku, Alin... aku sayang kamu, jadi agar kamu sadar, aku ambil semua kesenangan mu termasuk orang-orang yang kamu sayangi, itu lah cara ku menyadarkan mu, karna aku tidak mungkin bersuara seperti manusia, aku tidak mungkin menyentuh mu seperti manusia, tapi aku bersuara dan menyentuh diri mu dengan cara ku sendiri,, dengan rasa sakit dan pedih lah, manusia akan merasa sadar akan kesalahan nya, tapi allah menimpakan kita musibah bukan berarti dia benci sama kita melainkan sebalik nya, allah terlalu sayang kepada mu dan menimpa kan musibah kepada mu agar kamu bisa mendekati diri nya kembali... " nasehat umi panjang lebar kepada Alinka... " Kamu paham kan nak?? Kamu janga menyalahkan allah lagi dan jangan mengeluh,, bersedih boleh tapi jangan terlalu berlarut dalam kesedihan sayang " ucap umi kepada anak nya,, " Sudah-sudah hapus air mata mu, lalu ambil air wudhu dan sholat lah nak, agar hati mu merasa lebih tenang, jangan lupa baca ayat suci al qur'an nya... " perintah umi pada Alinka, dan Alinka pun mulai berhenti menangis... lalu Alinka pun pergi ke kamar mandi seraya mengambil wudhu dan sholat sunnah 2 rokaat lalu membaca ayat suci al qur'an biar hati nya perlahan menjadi tenang dan membaik...
Keesokan hari nya, di saat Alinka pergi kajian Alinka pun bertemu dengan Aisyah saat Alinka melihat Aisyah lantas dia berlari ke arah Aisyah terus memeluk nya dengan erat,, sambil menangis dan berkata " Jangan tinggalkan aku, karna tinggal kamu satu-satu nya sahabat ku sekarang " lalu Aisyah pun heran dan bertanya " Teteh kenapa, kok tiba-tiba begini?? " lalu Alinka pun menjelaskan bahwa Alfi dan Khadijah telah pergi meninggalkan nya untuk melanjutkan sekolah di luar kota... lalu Aisyah pun mengerti atas penjelasan Alinka...
__ADS_1
Sepulang mereka kajian biasa sambil jalan pulang mereka sambil berbincang biar perjalanan nya tidak terasa cape,, " Gimana Syah tadi materi nya kamu ngerti kan,,?? " tanya Alinka pada Aisyah, " Dikit lah teh,, lumayan " Aisyah pun menjawab... " Nah gitu dong jangan lemot lagi sekarang kan kamu udah gede udah dewasa masa pacar aja udah punya tapi mikir nya masih lemot-lemot " canda Alinka pada Aisyah sambil tersenyum... " Oyah teh, selama ini aku bareng-bareng sama teteh, liat teteh yang begitu syar'i aku kok jadi kepengen syar'i juga ya" pengakuan Aisyah pada Alinka, mendengar perkataan itu Alinka sungguh sangat bahagia karena akhir nya sahabat Alinka tergerak hati nya juga untuk berhijrah menyusul Alinka .. " Masyaallah serius Syah?? " tanya Alinka terkejut... " Iyah teh, bantu aku ya please " bujuk Aisyah,, " Iyah Syah pasti aku bantu sebisa mungkin jadi langkah pertama kamu harus bulat kan tekad mu untuk berhijrah, lalu kedua, kamu harus rela tidak akan pacaran, kalo gak mau ada dua pilihan untuk mu, halal kan atau tinggalkan..." nasehat Alinka pada Aisyah,, " Siap teh aku juga udah niat mau bertobat mau mutusin semua pacar-pacar aku itu yang unfaedah " sahut Aisyah,, " Alhamdulillah ya allah,, aku sangat bersyukur sekali baru mendengar nya juga apalagi kalo aku udah liat kenyataan nya " ucap Alinka bersemangat... " Teh nanti aku mau teteh beliin kerudung syar'i yah harus persis seperti punya teteh " pinta Aisyah, " Oke aku pasti pesenin kerudung-kerudung syar'i untuk mu kalo kamu mau akan aku hibah kan sebagian kerudung syar'i ku pada mu " ucap Alinka tersenyum bahagia...
Lalu beberapa hari kemudian Alinka pun memesan kerudung syar'i untuk Aisyah dan memilih kerudung punya nya juga untuk dia hibah kan pada Aisyah untuk dia manfaat kan lagi, betapa senang nya hati Alinka waktu itu sampai bersemangat mencari dan memilih pakaian dan keperluan syar'i lain nya hanya untuk Aisyah...
" Syah ini pesanan nya udah ada, kamu pake ya, dan ini juga kerudung syar'i kesayangan ku, aku ingin kamu pake setiap waktu kamu mau kajian, mau pergi mengaji, atau pun mau kemana ke, kamu pake ya, anggap saja ini kenang-kenangan dari ku untuk mu..." ucap Alinka pada Aisyah waktu mengantarkan pesanan kerumah Aisyah.. " Wah kerudung nya bagus-bagus, teteh pinter milihin nya buat ku, makasih ya teh sampe di kasih kerudung punya teteh juga.." sahut Aisyah sambil melihat-lihat pesanan nya dan memeluk Alinka... " Semoga istiqomah ya Syah, kita jaga tali persahabatan ini hingga nanti di jannah nya " ucap dan janji Alinka,, mereka pun berkaca-kaca terharu dan saling berpelukan... " Insyaallah kita jaga ya teh, semoga kelak kita di bersamakan lagi di syurga nya allah " jawab Aisyah...
Karena bagi Alinka sebuah persahabatan itu sangat lah berarti dalam kehidupan nya, bagaikan sebuah warna pelangi, sebuah pelangi tidak akan menjadi indah jika dia tidak memiliki warna, begitu pun kehidupan tidak akan menjadi indah jika tanpa hadir nya seorang sahabat...
__ADS_1
Disamping itu Aisyah pun bulat untuk berhijrah, dan memutuskan hubungan nya dengan semua laki-laki yang dia kenal dan dia pun rela tidak pacaran hanya karna dia telah cape menjadi seorang yang salah dengan gonta ganti pasangan dan koleksi mantan sebanyak-banyak nya sebagai hobi nya, dia pun berniat udah ingin serius dalam satu hubungan, itu juga salah satu sebab dia gak mau pacaran, kata nya udah cape pacaran, udah sering sakit hati juga, sekarang saat nya serius dan ingin langsung melangkah ke pelaminan saja, mulai saat itu, dia lebih seleksi lagi pada cowo, jika niat nya hanya ingin main-main dia jelas tolak mentah-mentah, tapi jika bermaksud serius, silahkan langsung datang kerumah dan bicara kan pada kedua orang tua ku,, itu ucap Aisyah panjang lebar..
Dan pada satu hari Aisyah cerita sama Alinka,, " Teh tadi aku udah mutusin ke 5 pacar ku itu dan sekarang aku siap jadi jomblo fii sabilillah " dengan semangat Aisyah menceritakan itu semua, " Masyaallah Syah.. aku seneng banget denger nya, semoga dengan berubah nya kamu, kamu bisa mendapatkan jodoh yang lebih baik lagi yah Syah..." dengan semangat Alinka mengatakan nya sambil memeluk Aisyah.. " Iyah teh doakan aku yah agar bisa menjadi orang yang lebih baik lagi... " pinta Aisyah,, " Iyah pasti Syah, pasti itu aku doa kan, karena mendoakan orang-orang yang aku sayang adalah hal utama buat ku... " ucap Alinka... lalu mulai saat itu Aisyah pun hijrah dan memperbaiki diri dan akhlak nya serta Aisyah juga sudah mulai berpakaian syar'i tapi Aisyah tidak bercadar.