《 WAJAH DI BALIK CADAR 》

《 WAJAH DI BALIK CADAR 》
LUKA YANG SAMA Part4


__ADS_3

Sesampainya mereka di lantai tertinggi gedung tersebut Alinka pun merasa takjub saat dia melihat keindahan gedung yang seperti di atas awan.


"Maha besar Allah yang telah mengkhendaki ciptaan manusia ini berdiri kokoh sampai menembus awan." Ucapnya sambil tidak berhenti mengucap kalimah toyyibah.


"Kan apa aku bilang, pasti kamu akan terkejut ketika kamu melihat keadaan dari dalam gedung ini." Sahut Shema sambil terus mengambil posisi gambar yang bagus.


"Makasih ya Shema kamu telah membawaku ke sini, sungguh indah pemandangan dari atas gedung ini, baru pertama kali aku naik awan melewati sebuah gedung." Ucap Alinka sambil tersenyum.


"Yasudah yuk photo yuk, setelah ini kita lanjut ketempat lain." Jawab Shema.


Dan mereka pun mengambil beberapa moment gambar yang mereka ambil dari kamera yang Shema bawa.


Beberapa jam kemudian.


"Habis ini kita kemana lagi?" Tanya Alinka.


"Sudah ikut saja." Jawab Shema sambil menggandeng kembali tangan Alinka.


Begitu seru perjalanan tersebut sampai mereka habiskan satu hari full dengan berburu spot-spot photo yang aesthetic.


Di sisi lain dimana Faiz juga sedang menikmati masa liburannya, dia berniat ingin menjemput adiknya tersebut untuk bisa berlibur bersama, namun lagi-lagi ketika Faiz hendak menjemput Alinka jauh-jauh dari Madinah ternyata Alinka sudah tidak berada di asrama.


Lalu Faiz pun segera menghubungi Alinka untuk menanyakan keberadaannya sekarang.


"Assalamu'alaiku...? Dek kamu ada dimana sih setiap kakak jemput pasti kamu sudah tidak berada di asrama." Oceh Faiz dalam sebuah panggilan telpon bersama Alinka.


"Wa'alaikumussalam... astaghfirullah maaf kak Alin lupa buat ngabarin kak Faiz dulu sebelum berangkat." Jawab Alinka sambil sedikit terkejut.


"Terus kamu sekarang ada dimana?" Tanya Faiz kembali.


"Alin sedang ikut bersama Shema dan keluarga berlibur ke Dubai kak." Jawab Alinka.


"Dubai...?" Jauhnya kamu berlibur dek,


"Iya, tapi ini di ajakin sama Shema ke tempat kerja wan Aziz yang kebetulan berada di sini." Jelas Alinka.


"Yaudah besok kakak nuyusul." Sahut Faiz.


"Hah... nyusul kak? Ke sini? Ke dubai?" Ucap Alinka terkejut.


"Iya... gak papa kan seorang kakak merindukan adiknya sendiri." Jawab Faiz tegas.


"Emmm... masalahnya besok juga kita pulang kak." Jawab Alinka sambil cengengesan.


"Oh yaudah lebih baik seperti itu, besok kakak tunggu di asrama." Ucap Faiz kembali tegas.


"Siap komandan." Sahut Alinka semangat.


"Yaudah kakak tutup dulu telponnya, hati-hati di sana ya dek, wassalamu'alaikum." Pesan Faiz penuh sayang.


"Baiklah, wa'alaikumussalam." Jawab Alinka sambil tersenyum-senyum sendiri.


"Siapa sih? Pasti kak Faiz? Yang selalu buat kamu tersenyum maniskan hanya kak Faiz." Tanya dan sahut Shema penasaran.


Alinka pun hanya menunjukan rona bahagianya kepada Shema.


"Apa katanya?" Tanya Shema kembali.

__ADS_1


"Kakak bilang kangen aku." Jawab Alinka sambil tersenyum dan masih menggenggam handphone kesayanganya seakan dia peluk dan dia dekap hangat orang yang telah menghubungi dirinya tersebut.


"Emh... faham, iya dah gak papa gak punya pacar ya bu, tapi masih ada kakak rasa pacar iya gak?" Ledek Shema sambil menyenggol pundak Alinka yang sedang senyum-senyum sendiri sedari tadi.


"Apaan sih Shema, orang ini emang abangnya Alin kan." Jawab Alinka sambil senyum unjuk gigi.


"Oh iya kata baba malam ini kita dinner, soalnya malam ini malam terakhir kita di sini." Sahut Shema mengingatkan Alinka.


"Siap bos." Jawab Alinka sumbringah.


Lalu mereka pun pergi menuju kamar bermaksud akan berkemas untuk kepulangannya esok hari.


Akhirnya selama beberapa minggu Alinka dan Shema berlibur di Dubai kini saatnya mereka pulang kembali ke Kairo, dan Alinka tidak sabar untuk segera bertemu dengan kakak angkatnya yang ganteng dan sholeh plus baik hati itu.


Sesampainya di asrama setelah menempuh perjalanan panjang antara Dubai dan Kairo, Alinka pun selalu mengamati sekeliling dia berharap kakaknya Faiz segera menemuinya di sana, tapi tiba-tiba handphone Alinka berdering keras lantas segera dia pun mengangkat satu panggilan telpon yang ternyata itu dari Faiz.


"Assalamu'alaikum...??" Ucap Faiz dalam sebuah panggilan.


"Wa'alaikumussalam... kakak masih dimana, jadikan tengokin Alin ke asrama?" Tanya Alinka khawatir.


"Maafkan kakak dek, kakak gak bisa temui kamu sekarang, mendadak calon kakak ipar mu Kanaya menyuruh kakak pulang ke indo untuk berlibur bersamanya di sana." Jelas Faiz meminta maaf.


Seketika Alinka pun tak bergeming.


"Alin,, Alin,, kamu tidak marahkan dek..??" Panggil Faiz memastikan Alinka yang seketika terdiam.


"Emh... Oh... gak papa kok kak, itu haknya kak Kanaya sebagai calon istri kak Faiz kan." Jawab Alin terbata-bata.


"Makasih karna kamu udah ngertiin posisi kakak." Sahut Faiz.


"Iya kak, hati-hati di jalan ya, salam buat umi dan abi." Ucap Alinka menegarkan hati.


"Hem... baiklah kak." Jawab Alinka sambil tersenyum palsu.


"Baiklah kalo gitu kakak tutup dulu telponnya, nanti kak Faiz kabarin lagi kalo udah sampe rumah, Assalamu'alaikum..." ucap Faiz mengakhiri pembicaraannya.


"Wa'alaikumussalam.." jawab Alinka sambil terlihat murung.


"Kenapa Lin?" Tanya Shema yang melihat wajah Alinka yang terlihat murung.


"Eh..hem... tidak apa-apa Shema." Jawab Alinka seakan menyembunyikan kesedihannya.


"Jujur...!!! Aku bareng sama kamu udah 3 tahun loh, dan aku sangat faham jika kamu sedang ada masalah." Sahut Shema mendesak Alinka berkata jujur.


Alinka pun terbengong dengan pandangan kosongnya.


"Kak Faiz gak jadi dateng ke sini." Jawabnya simple.


"Loh kenapa kan dia udah janji?" Tanya Shema terkejut.


"Tiba-tiba Kanaya minta kak Faiz pulang dan berlibur di sana bersamanya." Sambung penjelasan Alinka.


"Oh... yasudah jangan sedih ya, kan masih ada aku." Jawab Shema sambil tersenyum dan membentangkan tangannya seakan ingin memeluk Alinka hangat.


Lantas Alinka pun memeluknya erat sambil menghela nafas, nyaman rasanya berada di dekapan seorang sahabat yang tulus akan menyayangi kita, seakan semua beban terasa menghilang seketika saat dia di pelukannya.


"Makasih ya sudah selalu ada dalam setiap suka duka ku." Ucap Alinka sambil tersenyum dan terus memeluk Shema.

__ADS_1


"Kan aku udah bilang, aku sayang kamu karna Allah jadikan persahabatan ini til jannah ya." Jawab Shema sambil mengelus punggungku hangat.


Beberapa hari pun berlalu, sampai aktivitas kuliah pun berjalan seperti biasa.


"Tak terasa ya beberapa bulan lagi menuju hari wisuda kita." Sahut Shema sambil merangkul Alinka berjalan menuju kelas mereka.


"Iya memang tidak terasa ya Shema." Jawab Alinka tersenyum bahagia.


"Gimana kalo kita rayain hari bahagia ini?" Saran Shema.


"Rayain bagaimana, kita kan udah liburan kemarin, trus mau ada acara apalagi?" Tanya Alinka bingung.


"Pokoknya tunggu aja tanggal mainnya." Jawab Shema sambil tersenyum.


Lalu mereka pun masuk kelas dan segera mengawali aktivitas perkuliahannya hari ini.


***


Beberapa minggu kemudian, baru ada lagi kabar dari Faiz bahwa dirinya sudah kembali ke Madinah dan mulai aktiv kegiatan kampus seperti biasanya.


"Lin jadikan hari ini kita jalan?" Sahut Shema sepulang ngampus.


"Memangnya mau kemana?" Tanya Alinka bingung.


"Sudah ikut saja." Jawab Shema bersemangat dan menggandeng tangannya menunggu bus angkutan di halte.


"Hari ini kak Faiz juga udah kembali ke Madinah loh." Sahut Alinka.


"Masa, yasudahlah sekarang kita kan mau jalan masa mau batal cuma gara-gara Faiz." Jawab Shema sedikit sinis.


"Iya bukan mau membatalkan acara jalan kita hari ini kok Shema tenang saja, lagian mungkin kak Faiz juga lagi sibuk dengan kuliah dan persiapan wisudanya sendiri." Ucap Alinka menengahi ke khawatiran Shema.


"Lah sama dong kita juga lagi sibuk mempersiapkan wisuda kita, makanya hari ini aku ajak kamu jalan." Jawab Shema percaya diri.


Alinka pun hanya tersenyum melihat tingkah Shema yang kadang terlihat cemburu melihat kedekatan Alinka dengan Faiz, dia hanya mau Alinka bisa selalu bersamanya tidak dengan orang lain termasuk Faiz.


Sesampainya di tempat yang Shema rahasiakan, ternyata itu adalah sebuah studio photo, Shema ingin mengabadikan detik-detik terakhirnya bersama Alinka.


"Studio photo?" Sahut Alinka bingung.


"Yaaa... aku mau kita mengabadikan detik-detik kita menuju sarjana." Jawab Shema bersemangat sambil membawa perlengkapan yang akan mereka pakai yang sengaja dia siapkan tanpa Alinka tau.


"Terus itu kamu bawa apa?" Tanya Alinka sambil menunjuk ke sebuan tas yang Shema bawa.


"Ini selempang nama kita yang akan kita pake saat wisuda nanti lengkap dengan jaz almamater kebanggaan kita dan seragam yang pernah kita pakai saat sidang skripsi." Jawab Shema sangat bersemangat.


"Seniat itukah Shema?" Tanya Alinka.


"Yaaa... tentu saja, ayo lebih baik kita segera masuk." Ajak Shema sambil menarik tangan Alinka.


Setelah beberapa jam mereka ambil gambar, tidak disangka sudah berapa panggilan tak terjawab dari Faiz dan beberapa pesan yang belum sempat Alinka baca.


"Astaghfirullah!!!" Sahut Alinka sedikit terkejut saat mereka hendak kembali ke asrama.


"Ada apa Alin?" Tanya Shema khawatir.


"Kak Faiz beberapa kali menghubungiku, karna tadi handphonenya aku silent jadi aku gak tau." Jawab Alinka khawatir.

__ADS_1


"Yasudah lah nanti kamu telpon balik setelah kita sampai di asrama, aku sudah tidak sabar ingin cepat pulang, cape rasanya aktivitas hari ini." Ucap Shema sambil menarik tangan Alinka dan sesekali menyeka keringatnya yang menetes dari sela-sela kerudung bagian dahinya.


Lalu mereka pun pulang dengan menaiki bis angkutan kembali untuk sampai di asramanya.


__ADS_2