
" Teh, maaf ya kemaren teteh pasti pergi kajian sendiri " tanya Alfi khawatir,, " Iya gak apa-apa kok " jawab Alinka,, " Tapi gak ada yang gangguin teteh kan ?? " Alfi sangat mengkhawatirkan Alinka,, " Enggak kok,, kemaren aman aman saja.." jawab Alinka menenangkan Alfi,, " Si Naura?? " tanya Alfi kembali.. " Kemaren dia gak ada, tapi ikhwan yang bersama Naura kemaren ada, malah dia udah nolongin aku ngembaliin buku yang waktu itu jatoh di tempat kajian, jadi kami saling berbincang " cerita Alinka pada Alfi,, " Tapi dia gak ngapa-ngapain teteh kan?? " Alfi kembali khawatir,, " Enggak dek,, dia orang nya baik kok sopan " jawab Alinka.. " Ya,, syukur deh kalo dia gak macem-macem sama teteh tapi kalo dia udah mulai berani jangan takut langsung bilang aja sama aku teh entar biar aku kasih pelajaran sama tuh cowo " ancam Alfi... " Iyah sayang ku,, terimakasih kamu sudah sangat mengkhawatirkan aku " peluk erat Alinka pada Alfi sahabat karib nya " Aku sayang teteh " bisik Alfi " Sayang kamu juga " balas Alinka sambil mencium sahabat nya itu...
" Eh memang kemaren dia berbincang apa aja sama teteh " tanya Alfi masih penasaran,, " Dia cuma nanya siapa nama ku kok dek gak lebih, udah gitu aku pulang..." jelas Alinka.. " Oh,, cuma gitu doang,, " Alfi merasa lega dengan penjelasan Alinka,, " Tapi aku jadi ngobrol sama cowo kamu jangan bilang sama abi yah kalo aku kemaren ngobrol sama seorang cowo " bisik Alinka minta tolong merahasiakan kejadian kemarin,, " Oke deh teh tenang semua nya bakal aman " Alfi meyakinkan Alinka bahwa perjanjian nya tidak akan bocor..
karena selama ini Alinka tidak pernah berbicara dengan seorang cowo bahkan tidak mempunyai teman cowo jadi Alinka merasa bersalah dengan apa yang telah terjadi kemarin...
" Lagian masih penasaran deh aku apa maksud cowo itu mendekati teteh " gumam Khadijah penasaran,, " Kata nya sih cuma sekedera pengen kenal saja tapi entah lah..." jawab Alinka.. " Tapi kaya nya cowo itu baik deh teh, ya kalo mau berteman berteman aja asal kita tidak melanggar batasan " usul Aisyah,, Alinka seraya merenung...
" Abi menurut abi boleh tidak seorang perempuan berteman dengan lawan jenis?? " Alinka bertanya pada abi karna Alinka takut salah langkah,, " Ya tentu boleh nak, memang nya kenapa?? " tanya ayah Alinka,, " Enggak,, bi..." Alinka menutupi hal itu karna malu... " jadi Anak abi udah mulai ada yang mau kenal nih cerita nya " ayah Alinka pun menduga-duga... " Enggak bi,, kata siapa " Alinka tersipu malu.. " Begini ya anak ku,, berteman lah dengan siapa saja tapi... ada tapi nya nih.. " Ayah memotong penjelasan nya,, " Tapi apa bi?? Jangan bikin Alinka penasaran deh " Alinka pun penasaran dan membujuk Ayah untuk melanjutkan penjelasan nya... " Iya tapi kalo perihal seorang ikhwan berteman dengan seorang akhwat tentu ada batasan nya nak..." lanjut penjelasan Ayah Alinka... " Batasan?? Misal nya seperti apa bi?? " Alinka pun masih merasa bingung.. " Tentu nya kamu tahu bagaimana rasa nya berteman dengan sesama akhwat, kamu bisa bebas bercengkrama dengan mereka, bercanda ria, tertawa bebas, bersentuhan bahkan saling berpeluk kasih sayang, karna kalian sesama akhwat, beda lagi kalo berteman dengan seorang ikhwan nak,, kalian tidak boleh terlalu dekat dan harus ada jarak itu yang di sebut batasan,, berbicara pun jika topik pembicaraan tidak terlalu pentik tidak lah usah di biasakan berbicara yang unfaedah dengan seorang teman ikhwan, apalagi kalo sampe pergi bareng berdua misal nya gak boleh itu, jika memang ingin pergi, pergi lah rame rame ajak sesama akhwat juga karna diantara kalian berdua harus ada orang ketiga, keempat, ke lima bahkan seterus nya agar tidak ada fitnah diantara si akhwat dan si ikhwan itu..." ayah pun menjelaskan dengan detail.. " Mengertikan maksud abi?? " ayah pun bertanya pada Alinka " Faham abi, jadi boleh berteman asal harus tau batasan kan?? " jawab Alinka mengerti " Benar sekali " Ayah pun mengelus kepala anak gadis nya itu,, " Beristiqomah lah nak, karna godaan paling berat itu adalah perkara hati " ayah pun menasehati Alinka dengan lembut... " godaan paling berat adalah perkara hati?? " gumam Alinka dalam hati,, maksud dari perkataan abi itu apa ya??, Alinka memanglah gadis yang sangat polos, karna Alinka tidak pernah mengenal cowo dari semenjak kecil kecuali ayah sama abang nya saja cowo yang Alinka kenal.. apalagi untuk jatuh cinta, Alinka pun belum mengetahui apa itu cinta...
" Dek,, kata abi kemaren godaan yang paling berat itu perkara hati, aku tidak mengerti maksud nya itu apa ya?? " Alinka pun bertanya pada teman teman nya,, lalu Alfi, Khadijah dan Aisyah pun tertawa... " Teteh,, teteh.. memang ya teteh ini memang sangat lah polos, beruntung lah nanti jika ada seorang ikhwan yang mendapat kan teteh, dia beruntung karna dia mendapat kan gadis yang asli/original belum terjamah oleh siapa pun,, " ucap Alfi sambil menepuk-nepuk punggung Alinka... " Apa sih de, asli, original emang teteh barang?? " jawab Alinka sambil cemberut.. " Iya karna saking suci nya teteh belum pernah mengenal cinta jadi begini lah teteh itu polos teteh juga tidak tau kan apa itu cinta?? " lanjut tanya Alfi sambil tertawa,, " Enggak, aku memang tidak tau apa itu cinta " jelas Alinka sedih... " Teh maksud abi perkara hati itu adalah cinta, teteh bisa enggak tetap istiqomah di saat teteh jatuh cinta?? " Aisyah menjelaskan maksud pembicaraan ayah Alinka... Alinka pun hanya terdiam dan bengong...
Di suatu hari Alinka melihat Salman melintas di sekitar rumah nya,, " Akhy?? " ucap Alinka pelan, " Dia mau kemana?? " tanya Alinka dalam hati penasaran,, sore hari Alinka bercerita pada ketiga teman ny,, " Kalian tau gak tadi pagi aku liat Salman di sekitar sini " Alinka pun menceritakan apa yang dia lihat tadi.. " Masa teh?? " Alfi, Khadijah dan Aisyah pun seraya terkejut... " ngapain dia di sini?? " tanya Alfi, Khadijah dan Aisyah pun penasaran... " Aku juga gak tau " jawab Alinka sambil merenung... " Yasudah lah mungkin dia hanya lewat saja " Alfi pun bersangka baik saja dengan semua pertanyaan ini...
__ADS_1
Keesokan hari nya saat mereka berangkat kajian mereka pun bertemu dengan Salman kembali,, " Assalamu'alaikum ukhty?? " sapa Salman ramah,, " Wa'alaikumussalam... " jawab Alfi, Alinka, Khadijah dan Aisyah kompak.. " Mau kajian ukhty ukhty?? " tanya Salman, " Iyah nih,," jawab Alfi, Khadijah dan Aisyah.. " Loh kok ukhty yang satu lagi diem aja kenapa?? " tanya Salman kembali sambil menunjuk ke arah Alinka,, " Enggak akhy gak kenapa napa kok " jawab Alinka sambil tertunduk... " Salman mau ke kajian juga?? " tanya Aisyah,, " Iyah kebetulan... " salman pun menjawab sambil tersenyum,, " Kalo begitu bareng aja yuk " ajak Aisyah,, " Syah,, " tegur Khadijah sambil mengedipkan mata tanda memberi kode,, " Apaan sih teh?? " jawab Aisyah tidak mengerti,, " Yasudah Salman kami duluan ya,, " Alfi pun seraya mengerti dengan kode Khadijah yang di berikan pada Aisyah,, " Oh iya silahkan " Salman pun mempersilahkan mereka untuk berangkat duluan...
" Knapa sih fi kamu menghancurkan harapan ku " keluh Aisyah yang ingin barengan dengan Salman,, " Kamu sadar gak sih, temen kita lagi susah payah menjaga keistiqomahan nya dia dalam berhijrah kamu malah seakan kaya Naura menggoda Alinka dengan seorang laki-laki " jelas Alfi,, " Loh kok kya Naura?? " Aisyah pun merasa bingung,, " Iya kamu selalu melibat kan cowo dalam setiap hal kita tau Alinka harus jaga keistiqomahan nya kata ayah Alinka juga apa kemaren godaan paling berat itu masalah hati, gimana kalo Alinka sampe tertarik jika kita sering bareng sama Salman itu juga yang di inginkan Naura Syah, menggoyah kan iman Alinka dan bikin hijrah nya gagal..." Alfi menjelaskan maksud dan rencana buruk Naura.. " Oh jadi itu ya maksud Naura selama ini, aku baru tau, memang nya kamu tau semua ini dari mana?? " tanya Aisyah penasaran,, " Aku hanya menduga saja tapi seperti nya insting ku benar deh " ucap Alfi merasa yakin...
Setelah sekian lama mereka mengenal Salman lebih dekat dan lebih akrab, dari sini lah asal mula bencana itu terjadi,, semua yang di takutkan Alfi, Khadijah dan Aisyah terbukti,, Alinka mulai tertarik pada Salman,, memang Alinka seorang wanita bercadar tetapi Alinka tetap lah gadis biasa yang mempunyai hati dan perasaan,, karna cinta itu datang secara tiba-tiba seperti layak nya maut, siapa yang tau akan datang nya cinta dan siapa yang bisa melarang akan datang nya cinta, cinta itu anugrah bagaimana kita pintar mengendalikan nya saja,, sayang nya Alinka hanyalah gadis polos yang tidak mengerti apa itu cinta apalagi kalo harus mengendalikan nya Alinka belum mengerti...
" Dek,, knapa ya di saat aku melihat Salman seneng banget bawaan nya " Alinka pun menanyakan tentang perasaan nya pada Alfi, Khadijah dan Aisyah.. " Istighfar teh,, suka berarti teteh sudah mulai tertarik pada Salman " jelas Alfi, " Tertarik...?? " Alinka pun bingung.. " Iyah,, teteh udah mulai suka dengan Salman kan,,?? " tanya Alfi kembali.. " Enggak, aku cuma merasa senang nya kan tadi nya blom pernah sama sekali punya temen seorang ikhwan kan Lagian aku masih tetap menjaga batasan ku kan.." Alinka pun mengelak... " Yasudah kalo itu mungkin cuma sekedar kagum ya teh tapi jika ada rasa yang berlebih cepat beritahu kita, aku tidak ingin teteh jatuh " Alfi pun seakan memberi peringatan pada Alinka,, " Iyah de, tenang saja insyaallah aku bisa menjaga perasaan ku " yakin Alinka pada teman-teman nya..
Di suatu pagi handphone Alinka pun berdering, kring,, kring,, kring,, " Assalamu'alaikum..." Alinka pun menjawab panggilan nya,, " Wa'alaikumussalam teh ini Khadijah " jawab Khadijah " Iyah ada apa de?? " tanya Alinka " Siang ini kita jadi kan acara baksos nya?? " Khadijah pun menanyakan jadwal hari ini " Jadi dong, nanti aku kerumah mu pukul 9.00 " janji Alinka " Oh iyah,, aku tunggu yah teh " Khadijah pun menyetujui perkataan Alinka " Iyah siap " Khadijah pun pamit dan menutup telpon nya " Kalo gitu udah dulu ya teh assalamu'alaikum..." ucap Khadijah " Wa'alaikumussalam.. " jawab Alinka...
Alinka pun segera bersiap-siap untuk pergi....
" Umi.. Abi... Alinka pergi baksos dulu ya " Alinka pun pamit pada kedua orangtua nya.. " Memang hari ini kamu baksos dimana?? " tanya umi,, " Di desa sebelah mi.." jawab Alinka sambil membawa sebuah kardus besar,, " Trus itu isi nya apa gede banget?? " umi nunjuk ke arah kardus yang di bawa Alinka, " Ini baju- baju bekas Alinka umi, yang udah ke pake tapi masih layak pakai kok, karna udah gak muat aja maka nya Alinka gak pake lagi,," jawab Alinka sambil tersenyum " Trus apa lagi masa baju doang?? Tanya umi kembali " selain baju ada uang juga hasil tabungan Alinka selama ini, dan buku-buku bacaan yang udah selesai Alinka baca dan pelajari " jawab Alinka semangat " Trus kamu mau bawa nya sendiri itu?? Emang gak berat?? Umi sambil mencoba membawa kardus yang di bawa Alinka " Ya allah Lin.. ini sih bukan berat lagi, bisa gempor nanti kamu nyampe di sana " jawab umi sambil keberatan.. " Maka nya suruh abang buat anterin Alinka ya umi, kalo sama umi abang pasti nurut " bujuk Alinka manja.. " Iyah deh ntar umi panggil,, bang.. abang..!!! Sini sebentar nak, " panggil umi pada kaka Alinka,, " Iyah mi.. ada apa?? " tanya abang sambil keluar dari kamar nya,, " Tolongin adek nya gih nak kasian itu anak perawan umi masa suruh gembol kardus segede mesin cuci sih..." pinta umi sambil bercanda,, " Yah males ah mi.. biarin aja dia bawa begituan, jangan manja gapapa itung-itung olah raga angkat beban " abang pun mulai menggodak adik nya dengan ledekan jail nya,, " emh... Umi.. tuh liat abang tega banget sama adek sendiri bilang ke gitu " rengek Alinka sambil cemberut,, " Yah abis abang mager lin,, seminggu ngajar, hari ini mumpung hari libur, biarkan lah abang mu ini istirahat barang sekejap..." pinta abang,, Alinka pun pasang wajah melas, senjata nya biar hati abang luluh... " Tuh,, tuh,, tuh,, kebiasaan deh jurus nya udah keluar " ucap abang sambil nunjuk Alinka,, " Yaudah sanah dari pada ribut anterin sanah " umi pun menyuruh abang mengalah,, " Males ah mi.. " jawab abang ngeyel,, tiba tiba ada suara motor di luar lalu.. tiit.. tiit.. !!! Suara kelakson amat kencang terdengar,, " Tuh ada tamu tuh biar umi buka pintu " gumam umi sambil berjalan menuju pintu rumah,, di samping Alinka berdebat dengan abang tiba tiba umi manggil... " Lin.. Alin.. sini deh ni orang cari kamu,, kata nya sih temen kamu " teriak umi dari ruang depan... " Tuh samperin tuh, kali aja kamu dapet tebengan " abang pun nyuruh Alinka pergi... Alinka cemberut sambil menghampiri umi,, " Siapa emang umi?? " tanya Alinka sambil berjalan,, " Kaga tau Lin.. tapi dia cowo.. " sahut umi,, Alinka pun menjadi semakin penasaran, siapa cowo yang berani kerumah?? Tanya di benak Alinka,, pas Alinka melihat sosok laki-laki itu,, " Salman.. " sapa Alinka,, " Iyah Lin.. maaf ya lancang ke rumah, karna aku dapet info dari Naura kalo kamu ngadain baksos barang bawaan yang akan kamu bawa selalu banyak, jadi aku berniat menawarkan bantuan, kali aja ada yang bisa aku bantu " jelas Salman... " Pas sekali kalo begitu.. " kata umi.. " Kamu liat kardus yang segede mesin cuci itu?? Tuh kardus gedean dia dibanding si Alin yang bawa nya, jadi kalo kamu bisa, angkut dah " bicara umi memang agak nyablak karna umi anak betawi asli.. " Siap umi salman bawa yah,, tapi Alinka berangkat bareng siapa?? " tanya Salman,, " Gampang Alinka ada abang yang nganterin " jawab umi,, " Tapi mi.. abang tidur lagi " Alinka mengeluh.. " Kalo gitu biar sayah pulang dulu dan balik lagi bawa mobil " tawar Salman,, " Eh,, gausah.. persoalan nye ni anak, anak perawan atu-atu nya abi, ntar kalo anak gadis nya umi biarin jalan bareng cowo, bisa-bisa umi yang di pecat jadi emak nya Alinka sama abi " larang umi pada Salman.. " Haha.. umi bisa aja masa di pecat jadi umi sih " Salman pun tersenyum mendengar kata-kata umi yang kadang lucu,, " Terus Alinka?? " tanya Salman " Udeh,, si Alin punya abang sekaligus kang ojeg dan bodyguard nya tenang.." jawab umi kocak... " Hasan,, hasan,,!!! " teriak umi dari depan pintu,, lalu abang pun menghampiri denga raut muka ketakutan,, karna jika umi sudah memanggil abang dengan nama nya sendiri itu tanda nya umi sedang marah, maka nya abang datang dengan tergesa-gesa dan dengan muka ketakutan... " Iyah mi.. abang anter.." jawab abang panik,, " Nah gitu dong dari tadi umi gak perlu teriak-teriak kan... " ucapa umi sambil mengelus abang,, " Yuk,, kita langsung berangkat aja.. " ajak Alinka...
__ADS_1
Mereka bertiga pun berangkat Alinka bareng kaka dan Salman sambil bawa kardus bawaan nya Alinka tadi.. Selama di perjalanan Salman berjalan di blakang motor nya kakak Alinka dan otomatis Salman selalu memandang Alinka yang tepat berada di depan motor nya,, sesekali Alinka pun melirik dan tersenyum lalu tertunduk lagi... " Astagfirullah,, maafkan hamba mu ini ya allah... " gumam Alinka dalam hati..
Sesampai nya di tempat baksos, Alinka pun turun dari motor lalu Alinka pamit pada Kakak yang telah mengantar nya,, " Makasih ya bang udah nganterin Alinka,, " ucap Alinka sambil mencium tangan kakak nya,, " Iyah, abang pulang dulu gak kuat panas nih.. assalamu'alaikum..." kakak pun pamit " Wa'alaikumussalam... " jawab Alinka.. " Lin.. keluarga mu lumayan seru juga ya,, ibu yang kocak, abang yang perhatian dan ayah yang penyayang, sungguh keluarga yang harmonis " Salman merasa kagum dengan keluarga Alinka... " Iyah alhamdulillah salman.. " jawab Alinka singkat lalu tersenyum... lalu mereka pun beranjak ke tempat acara, disana sudah ada Alfi dan Aisyah,, " Hai... teh..!!! " sapa Alfi dan Aisyah,, " Khadijah mana?? " tanya Alfi,, " Astaghfirullah,, aku lupa tadi kan Khadijah telpon aku suruh jemput dia,, " Alinka baru sadar bahwa Khadijah lupa dia jemput,, " Mudah-mudahan dia gak marah nanti sama aku " Alinka seraya berdoa karna takut Khadijah akan marah pada diri nya,, " Khadijah biar aku yang jemput saja " tawar Salman... " Nah benar tuh pasti dia gak bakal marah jika ada yang jemput " jawab Alfi bersemangat... Salman pun pergi untuk menjemput Khadijah,,
Sesampai nya di rumah Khadijah.. " Assalamu'alaikum " Salman pun mengucap salam... " Wa'alaikumussalam " jawab seseorang sambil membuka pintu dan ternyata itu ibu Khadijah, " Iyah, mau ketemu siapa ya nak..?? Tanya ibu Khadijah tidak mengenali Salman, " Perkenalkan bu nama saya Salman teman nya Khadijah " jawab Salman sopan sambil mencium tangan ibu Khadijah,, " Oh teman Khadijah ternyata,, " ibu Khadijah pun memanggil Khadijah.. " Khadijah... ini ada teman nya " panggil ibu kepada Khadijah,, " Alinka..." Sahut Khadijah sambil keluar dari kamar,, " Loh kok, kamu sih?? Alinka nya mana?? " tanya Khadijah bingung.. " Maaf Khadijah Alinka sudah ada di tempat baksos, tadi kami lupa untuk menjemput mu, karna aku membawa barang Alinka yang sangat banyak dan Alinka sendiri bareng sama abang nya jadi kami lupa mampir ke sini..." jelas Salman meminta maaf pada Khadijah,, " Oh jadi tadi kamu jemput Alinka?? " tanya Khadijah,, " Iyah tapi Alinka di bonceng sama abang nya, dan aku hanya membawa barang-barang saja" Salman pun berusaha menjelaskan biar Khadijah tidak salah paham... " Oh iyah, baik lah alasan mu aku terima " jawab Khadijah, " Lantas tunggu apa lagi ayo kita berangkat " ajak Khadijah... Lalu mereka pun berpamitan pada ibu Khadijah...
Di perjalanan Salman banyak sekali cerita tentang Alinka tentang ke kaguman nya pada Alinka... lalu Khadijah pun hanya menjadi pendengar setia nya,,
" Andai Alinka bisa di ajak boncengan seperti ini pasti aku bangga bisa boncengin dia,," ucap salman pada Khadijah,, " Udah deh Salman kamu jangan berkhayal terlalu tinggi ntar jatoh sakit loh " bantah Khadijah,, " Iyah deh maaf mungkin aku terlalu lancang bicara seperti ini, Alinka adalah wanita yang spesial dan dia tidak akan bisa di dekati oleh sembarang orang ya" Salman pun sadar diri tentang status Alinka yang sebagai Wanita bercadar,, " Nah itu tau,, " sahut Khadijah.. " Ngomong-ngomong aku mau nanya boleh gak?? " pinta Salman,, " Nanya apa?? " Jawab Khadijah ketus,, " Alinka itu udah di jodohin atau udah punya calon belum sih?? " Salman pun penasaran... " Ngapain nanya seperti itu?? Suka sama Alinka?? " Khadijah pun menjawab pertanyaan Salman... " Enggak, cuma nanya dan mau tau aja,, masa sih wanita sesholihah Alinka belum punya calon..." Khadijah pun menjawab kembali semua kata-kata Salman... " Dengerin ya, perkara jodoh gak hanya di ukur dari fisik atau sikap seseorang tapi itu menyangkut kesiapan lahir batin kita kamu paham...??" Jelas Khadijah tegas,, " Paham deh bu ustadzah " Salman menjawab seraya meledek penjelasan Khadijah...
Sesampai nya di tempat baksos,, " Assalamu'alaikum..." Khadijah pun menyapa dengan mengucap salam... " Wa'alaikumussalam..." Alinka, Alfi dan Aisyah pun menjawab salam sambil menoleh kearah Khadijah,, " Hai... maaf kan aku ya aku lupa gak jemput kamu ini gara-gara tadi ada sedikit masalah di rumah ku " ucap Alinka menyambut hangat kedatangan Khadijah sambil merangkul nya... " Beruntung banget sih kamu bisa di jemput sama pangeran " sahut Aisyah merasa iri karna Khadijah telah di jemput oleh Salman... "Aku gak minta kok Syah, dia tiba-tiba ada di depan rumah ku..." jawab Khadijah seraya mengklarifikasi hal itu... " Sudah-sudah jangan pada ribut ntar semua nya bakal kebagian deh di jemput sama aku " ucap Salman sedikit caper... " Idih keenakan lu dong yang mau deket sama Alinka iya kan, ngaku aja deh Salman itu sih trik basi tau gak " Alfi menanggapi kata-kata Salman sewot... " Alinka hanya bisa di jemput sama abi atau abang nya gak bakal cowo lain bisa bawa Alinka semudah itu " sahut Aisyah sambil tertawa lepas .. " Iyah deh iyah nanti aku izin sama ayah nya " ucap Salman genit,, " Nikahin dulu baru bisa bawa Alinka..." Alfi, Khadijah dan Aisyah pun kompak berkata seperti itu..
Waktu berlalu begitu cepat di sela-sela acara Alinka sempat memperhatikan gerak gerik Salman yang sangat cekatan dan lumayan dekat dengan anak-anak kecil yang kebetulan Alinka pun menyukai anak-anak... " Ya allah, begitu indah ciptaan mu sejuk hati ini jika melihat nya " dalam hati kecil nya Alinka memuji-muji Salman dan baru dia tersadar bahwa itu tidak boleh dan allah melarang nya, maka " Astaghfirullah " Alinka beristighfar sambil mengalihkan pandangan nya dan menyibukan diri nya dengan kegiatan lain..
__ADS_1