《 WAJAH DI BALIK CADAR 》

《 WAJAH DI BALIK CADAR 》
UJIAN DI AWAL KEBAHAGIAAN Part10


__ADS_3

Sesampainya di apartemen, seketika Faiz pun terkejut saat melihat di sana sudah ada abi Fakhry dan abi Hasan ayah kandung dari Alinka istri sah nya.


 


“Assalamualaikum.. Abi kapan datang?” Tanya Faiz lalu menyalami abi Fakhry dan abi Hasan serta mencium tangannya.


 


“Tadi siang abi sampai di Kairo nak, bagaimana keadaan mu, kerjaan mu baik-baik saja? Lalu bagaimana keadaan istrimu?” Jawab Abi Fakhry lalu kembali bertanya padanya.


 


“Alhamdulillah abi, keadaan Faiz baik-baik saja, kerjaan juga aman tapi keadaan Alinka ya seperti yang selalu kita lihat setiap hari hanya begitu saja tidak ada perubahan.” Ucap Faiz seraya mengeluh


 


“Lantas kamu ingin menyerah?” tanya Abi Fakhry


 


“Tidak abi, sama sekali tidak terlintas pikiran seperti itu di benak Faiz.” Jawab Faiz gugup.


 


“Tapi nak, jika keadaan seperti ini membuat mu tertekan abi pasrah jika kamu ingin menempuh jalan lain, abi membebaskan keputusan mu terhadap putri abi.” Ucap abi Hasan sambil menepuk pundak Faiz.


 


“Kenapa bicara seperti itu abi?” tanya Faiz.


 


“Jika memang Alinka tidak ada harapan lagi untukmu dan abi pun tidak ingin mengekang kebebasan mu, tentunya kamu sangat ingin kan kehidupan normal setelah menikah?” sahut abi Hasan.


 


Faiz pun seakan tertunduk dan menghela napas nya.


 


“Jika nak Faiz ingin melepaskan Alinka abi ikhlas, karna memang seperti bahasa kasarnya Alinka saat ini hidup tapi mati, jasadnya memang masih bernapas tapi dia tidak bisa memberikan manfaat bagi mu nak, abi sadar itu, jadi jika nak Faiz ingin mencari pengganti Alinka abi ikhlas.” Ucap abi Hasan sendu.


 


“Abi...!!! Abi tidak pantas bicara seperti itu sebelum Alinka pergi dan tinggalkan kenangan kita masih bisa memperjuangkannya.” Sahut ummi Fatimah seraya bernada tinggi.


 


Abi Hasan, ibu Halimatussadiah dan abi Fakhry seraya tertegun melihat sikap ummi Fatimah yang bersikeras membela Alinka.


 


“Sabar mi, mungkin abi Hasan sedang di hantui rasa bimbang, karna satu sisi dia sayang sama Alinka putri kandungnya sendiri tapi satu sisi lain abi Hasan sangat sayang pada Faiz putra kita Mi makanya beliau sangat mementingkan masa depan Faiz yang terlihat masih sangat panjang untuk di tempuh.” Ucap abi Fakhry berusaha menenangkan ummi Fatimah yang terlihat sedikit emosi.


 


“Tapi tidak begini caranya abi, tidak dengan cara melepas Alinka, ummi terlanjur sayang sama Alinka dari semenjak dia masih jadi anak angkat kita bi, dan sekarang dia sudah menjadi anak menantu kita seutuhnya, ummi tidak mau kehilangan Alinka.” Jawab ummi Fatimah dan akhirnya tangisannya pun pecah.


 


Semua terasa hening menghadapi masalah ini, sangat sulit memang untuk di pecahkan. Lalu Faiz pun memutuskan untuk izin masuk ke dalam kamar untuk menenangkan pikiran sejenak.


 


DI sisi lain Shema tetap setia mengurus Alinka yang sudah lama tidak sadarkan diri dan entah dia akan sanggup bertahan atau berhasil mengalahkan kelemahannya itu, semua tim medis pun sudah sekuat tenaga untuk mengupayakan kesembuhan Alinka namun Allah mempunyai rencana lain sepertinya sehingga Alinka tetap saja dalam fase komanya.

__ADS_1


 


Tepat pukul 08.00 di hari libur, Faiz pun sudah bersiap seperti akan pergi ke suatu tempat dengan penampilan rapinya dan tercium wangi parfum yang tidak seperti biasa Faiz lakukan selain saat bersama Alinka.


 


“Mau Kemana iz sepagi ini?” tanya Abi Fakhry.


 


“Mau keluar sebentar bi, nemuin teman.” Jawab Faiz dengan santainya.


 


“Kamu gak jenguk dulu istrimu di rumah sakit?” tanya abi kembali,


 


“Maaf bi, Faiz buru-buru nanti saja pulangnya Faiz ke rumah sakit nengokin Alinka.” Jawab Faiz sambil berlalu dari tempat itu.


 


“Memang gelagatnya sudah abi duga mi, Faiz seperti yang sedang jatuh cinta.” Ucap abi Fakhry pada ummi yang sedang menyiapkan makanan di dapur.


 


“Makanya bi, ummi panggil abi ke sini, ummi bingung mau negur Faiz dengan cara apa.” Jawab ummi Fatimah.


 


“Ummi tenang saja, Faiz jangan sampai salah langkah kembali, apalagi Cuma gara-gara wanita itu.” Sahut abi Fakhry.


 


“Kalo gitu abi sama abi Hasan mau ke rumah sakit terlebih dulu ya nanti ummi sama Bu Halimah nyusul.” Izin abi Fakhry.


 


 


“Iya mi, cepat nyusul ya kita makan bersama di sana sambil nemenin Alinka, kasian anak menantu kita meski di luar kesadaran dia tetap punya perasaan mi terhadap kita, jadi Alinka pasti tetap akan mengetahui gerak gerik kita selama ini karna hatinya masih tetap hidup hanya saja tubuhnya yang tak kunjung berinteraksi.” Jelas abi Fakhry pada ummi Fatimah.


 


“Iya bi, Yaudah duluan aja nanti kita nyusul.” Jawab ummi Fatimah


 


“Yaudah mi Assalamualaikum.” Ucap abi sambil salam dan mengelus kepala umi.


 


Tidak lama kemudian abi Fakhry dan abi Hasan pun berangkat ke rumah sakit untuk menemui Alinka putri kesayangan mereka.


 


Sesampainya di sana, terlihat Shema yang dengan setianya selalu menemani Alinka.


 


“Assalamualaikum.” Ucap abi Fakhry dan abi Hasan.


 


“Wa’alaikumussalam.. eh abi kapan datang?” jawab Shema sedikit terkejut dengan kedatangan abi.

__ADS_1


 


“Kemarin pagi nak, setelah ummi pulang dari sini.” Ucap abi Fakhry.


 


“Cepat banget abi datang ke sini, untuk meluruskan ke khilaf an Faiz kan bi?” tanya Shema penasaran.


 


“Iya nak, InsyaAllah kita akan membawa Faiz ke jalan yang benar kembali.” Jawab Abi Fakhry


 


“Terus sekarang Faiz Kemana bi kok tumben belum nengokin Alinka?” Tanya Shema.


 


“Tadi pagi-pagi sekali dia sudah pergi entah Kemana dengan penampilan yang sangat rapi dan wangi.” Jawab abi.


 


“Pasti Faiz nemuin perempuan itu lagi bi aku yakin.” Sahut Shema dengan sedikit jengkel.


 


“Sudah-sudah masalah Faiz serahkan semua pada abi ya nak, kamu fokus bantu nemenin Alinka saja, Makasih selama ini sudah sangat setia nemenin Alinka.”  Ucap abi Hasan


 


“Iya bi sama-sama, Alin bukan sekedar sahabat Shema kok, tapi Alin sudah ku anggap sebagai saudara kandung Shema sendiri.” Jawab Shema


 


“Iya Makasih banyak nak atas kebaikan kamu, semoga Allah membalasnya dengan beribu-ribu kebaikan pula untuk mu.” Ucap abi Hasan seraya mendoakan Shema.


 


“Aamiin abi Makasih atas doa nya.” Jawab Shema sambil tersenyum manis.


 


Tidak lama kemudian ummi pun datang dengan membawa hidangannya pagi ini,,


 


“Assalamualaikum.” Ucap ummi sesampainya di rumah sakit.


 


“Maaf nunggu lama ya abi, Shema?” tanya ummi Fatimah.


 


“Tidak kok ummi, karna abi sempat ngobrol-ngobrol sama Shema jadi waktu nya tidak terasa lama.” Jawab abi Fakhry.


 


“Oh.. Begitu, kalo gitu mari kita makan, ummi sudah bawakan ini semua khusus buat nak Shema yang selalu setia pada Alinka ibu buatkan makanan kesukaan nak Shema.” Ucap ibu kandung Alinka.


 


“Wah... MasyaAllah Makasih ibu, tau aja kalo Shema lagi rindu masakan Ummah.” Jawab Shema sambil menerima makanan dari ibu kandung Alinka.


 

__ADS_1


Setelah itu barulah mereka menikmati hidangan itu bersama-sama.


__ADS_2