
Alinka memang mudah untuk berhijrah karna Alinka anak rumahan yang tidak bisa bergaul dengan sembarang orang di tambah keadaan keluarga nya yang lebih religi beda dengan keadaan teman-teman nya mereka seorang pelajar yang harus sekolah ke kota dan bisa bergaul dengan siapa saja, tau saja gimana keadaan orang kota semua jenis manusia ada, jadi kalau mereka tidak berhati-hati dalam memilih teman mereka akan gampang terjerumus ke lembah hitam.
" Ibu mulai sekarang Alinka pakaian nya ingin lebih tertutup." Alinka mendekati ibu lalu duduk di samping nya,, " Loh kenapa?? selama ini kamu sudah tertutup kan??" tanya ibu heran. " Alinka pengen berpakaian syar'i, gamis dan kerudung panjang dan lebar." Jawab Alinka sopan pada ibu nya,, " Ribet nak, apa kamu bisa??" balas ibu.. " Kita tidak akan tau kalau kita tidak mencoba bu..." jawab Alinka ramah sembari tersenyum pada ibu nya. " Baiklah ibu dukung niat mu untuk berhijrah." Ibu menyetujui niat anak perempuan satu-satu nya itu,, " Makasih bu,, Alinka sayang ibu..." sambil peluk cium ibu nya.
__ADS_1
Sejak saat itu Alinka pun berpakaian syar'i mulai dari dia merubah gaya hijab nya menjadi memakai kerudung syar'i bukan kerudung segi empat lagi yang pendek dan nerawang. Waktu itu perubahan Alinka tidak sepenuh nya di setujui oleh semua orang, teman-teman Alinka malah komplain dengan perubahan nya itu.
" Teteh ngapain sih pakai kerudung lebar kaya gitu mirip ibu-ibu tau gak." ketus Alfi menegur Alinka,, " Ya kan calon de, semua wanita bukan nya calon ibu-ibu termasuk juga kamu pasti akan menjadi ibu-ibu juga." jawab Alinka santai.. " Wah... jadi teteh serius ni..?? Dengan hijrah yang waktu itu kita bahas??" tanya Khadijah kagum,, " Insyaallah aku mantap untuk berhijrah de..." jawab Alinka yakin. " Aku sih setuju-setuju aja teteh mau pake pakaian apa pun juga asal tetap jadi teman aku." dengan polos nya Aisyah ikut komen. " Tapi aku gak mau ya punya teman yang fanatik." timbal Alfi kesal..
Alfi memang lah gadis cantik berpenampilan modis dia gadis modern masakini jadi penampilan dan kecintaan nya pun zaman now banget, beda dengan Alinka yang sedikit agak kuper dan kudet.
__ADS_1
Belum ada niat untuk ke situ de tapi jika allah mengizinkan untuk apa nolak kalau untuk kebaikan ku sendiri. Jawab Alinka godain Alfi yang lagi kesel.. " Tuh kan teteh mulai deh ke goda sama mereka yang fanatik... kalau begitu teteh sama aja dengan mereka." rengek Alfi merajuk. " Eit... jangan salah loh de mereka bercadar bukan karna mereka fanatik tapi hanya ingin menjalan kan sunnah, itu kan bagus..." jawab Alinka seraya menjelaskan kesalah pahaman Alfi tentang orang bercadar. " Tuh kan teteh belain mereka..." Alfi cemberut sambil buang muka. " Iya.. iya.. deh kalau begitu teteh tidak akan seperti itu tapi gak janji ya, kalau hidayah kan bisa datang kapan saja." jawab Alinka sambil tersenyum.
Di sekitar lingkungan rumah Alinka memang cenderung sinis sama orang bercadar entah karna apa, mungkin mereka khawatir kejahatan berkedok dengan kebaikan, kan udah banyak conto nya seperti para ******* yang mengatas nama kan islam dan para akhwat bercadar jadi mencoreng nama baik mereka. Kekhawatiran Alfi bukan lah benci sama orang bercadar tapi dia hanya takut Alinka terjerumus pada ajaran sesat.
" Jujur aku suka banget penampilan teteh yang sekarang kaya lebih adem gitu liat nya." sambil tersenyum Khadijah mengungkap kan rasa kagum nya,, " Iya teh,, aku sih gk ngerti soal syar'i syar'ian tapi jujur teteh cocok banget pake itu semoga istiqomah ya teh." sambil meluk hangat Aisyah pada Alinka.
__ADS_1
" Makasih ya teman-teman atas suport nya mudah-mudahan aku bisa istiqomah dan dapat ridho dari allah..." Alinka seraya berdoa dan mengangkat kan tangan nya
"Aamiin...!!!"🤲 Alfi, Aisyah, Khadijah mengaminkan doa Alinka.