《 WAJAH DI BALIK CADAR 》

《 WAJAH DI BALIK CADAR 》
KELUARGA KE DUA


__ADS_3

Setelah melihat Alinka sangat angkrab dengan anak anak ustad Fakhri, sang ustad pun berinisiatif untuk mengangkat Alinka sebagai anak nya dan kabar itu pun sampai pada orang tua Alinka di kampung, dan betapa bahagia nya abi dan umi Alinka anak nya diangkat seorang ustad besar dan keluarga Alinka pun sangat berterimakasih dengan keluarga ustad Fakhri,, begitu pun dengan semua anggota keluarga ustad Fakhri menyetujui keputusan sang ustad kecuali anak pertama ustad Fakhri yang sedang berada di kairo yang sedang berkuliah di sana...

__ADS_1


Hari berganti hari,, bulan berganti bulan,, tak terasa Alinka pun sudah melalui nya, dengan hiasan keluarga baru yang tidak membuat Alinka merasa sulit hidup di luar kota dan jauh dari keluarga,, tapi tetep hubungan antara Alinka dan orangtua kandung nya masih erat terjaga,, di suatu hari Alinka pun penasaran dengan sosok anak pertama ustad yang berada di kairo dan dia pun sedikit bertanya tanya pada Zainab, Salma dan Fitria...

__ADS_1


" Nanti makan malam di sini aja Lin, kamu gak masak kan di rumah,, " sahut umi, " Gak sih mi.. kan tadi seharian Alin di sini nemenin Salma dan Fitria kerjain tugas,, " jawab Alinka " Ya sudah, Alin makan di sini aja bareng abi bareng umi dan adik adik kamu " suruh umi,, " Tapi Alin belum beres beres di rumah mi,, masih berantakan tadi abis pulang ngajar kan langsung ke sini,, " jelas Alinka,, " Maka nya tinggal di sini aja, biar kamu gak bolak balik rumah dinas sayang, kasian kamu capek lama lama..." sahut umi memberi saran pada Alinka... " Kalo gitu Alinka gak mandiri mandiri dong umi kalo masih sama aja tinggal di rumah orang tua " Alin pun menjelaskan " Ya gimana baik nya kamu aja deh nak, umi gak mau maksa,, tapi kalo kamu mulai ribet, cape harus bolak balik rumah ini dan rumah dinas, kamu tinggal di sini aja ya, bareng kita..." pesan umi Fatimah " Iyah umi, insyaallah lama lama akan terbiasa kok... " jawab Alinka, " Yaudah.. kalo gitu kamu sekarang lebih baik pulang dulu, beres beres dulu rumah, lalu malam nya kamu balik sini buat makan malam bareng dan langsung ngajar ngaji di pesantren... " umi pun menyuruh Alinka pulang terlebih dahulu karna umi takut keburu malam nanti Alinka pulang... lalu Alinka pun bergegas untuk pulang dulu ke rumah dinas, lalu beres beres dan bersiap untuk ngajar kembali di pesantren pada malam hari nya... malam pun tiba dan Alinka bergegas ke rumah abi dan umi kedua nya, untuk makan malam dan lanjut membantu abi ngajar mengaji di pesantren nya,, " Assalamu'alaikum... " ucap Alinka dari depan rumah,, lalu umi Fatimah pun membuka kan pintu seraya menjawab salam " Wa'alaikumussalam... ayo nak masuk, semua udah menunggu kedatangan mu,, " Alinka pun masuk dan " Maaf umi Alinka buat abi dan umi nunggu, habis di rumah berantakan banget dan Alin harus membereskan semua,, " Lalu umi pun menjawab sambil menggandeng nya berjalan menuju ruang makan " Iyah gak apa apa nak,, yang penting kamu bisa makan bareng kita, " sesampai nya di ruang makan anggota keluarga telah lengkap berkumpul " Assalamu'alaikum abi,, maaf Alinka telat " ucap Alinka mengucapkan salam pada abi angkat nya, lalu abi pun berkata " Iyah tak apa nak, ayo duduk, kita mulai makan nanti keburu terlalu malam dan kita telat buat ngajar, para santri udah menunggu lama " Alinka pun duduk dekat dengan Zainab dan Salma karna semua nya selalu ingin berada di dekat Alinka dan selalu menjadi rebutan Salma dan Fitria,, lalu mereka pun makan bersama... setelah selesai makan abi dan Alinka bergegas menuju pesantren untuk mengajar kembali,, dan benar saja para santri telah lama menunggu kedatangan sang ustad,, lalu Alinka di perintahkan untuk mengajar anak anak remaja setingkat MTS dan MA dengan materi ilmu Al qur'an karena memang keahlian Alinka menonjol di bidang itu dan jam pelajaran pun berlangsung.. ternyata mengajar anak remaja dan anak usia dini itu sangat sangat berbeda, jika kita mengajar anak usia dini, kita merasa lagi mendidik anak sendiri, tapi jika kita mengajar di tengah anak remaja, kita serasa menjadi kakak mereka, dan kita harus bisa menempatkan diri dengan mereka, supaya mereka nyaman dan tidak merasa tergurui, jadi metode pengajaran nya ringan tapi fokus, itu yang membuat nyaman pada murid dan nyaman pula untuk sang pengajar itu sendiri... Inti nya kita harus menjadi seperti sosok teman untuk mereka, supaya mereka merasa tidak canggung pada kita,, hal ini sangat menjadikan pengalaman tersendiri untuk Alinka, suatu saat nanti aku akan mempunyai pesantren seperti ini pula, insyaallah ( tekad Alinka dalam hati ).

__ADS_1


__ADS_2