
Sesampai nya Alinka di kampung halaman, umi, abi dan abang Alinka telah menyambut nya dengan hangat kedatangan Alinka dan ustad Fakhri yang telah lama Alinka kasih tau dari jauh jauh hari...
" Assalamu'alaikum... " ucap Alinka sambil merangkul umi dengan penuh kerinduan... " Wa'alaikumussalam.. sehat nak?? " jawab umi sambil mencium anak bungsu nya.. " Alhamdulillah, sehat umi.. umi sendiri bagaimana keadaan nya sama abi dan abang di sini..?? " sahut Alinka.. " Baik nak,, kita semua baik baik saja di sini..." jawab umi... lalu mereka pun masuk dan mempersilahkan ustad Fakhri duduk dan menjamu nya sesaat melepas lelah nya perjalanan... " Makasih loh tad,, antum udh nganter putri ana pulang dengan selamat,," ucap abi kepada ustad Fakhri, " Iyah tak apa kan antum shobat ana dari dulu jd anak antum anak ana juga kan " jawab ustad Fakhri " Iyah makasih loh ini ana jadi udah berasa merepotkan mu " ucap abi tidak enak " Gak usah merasa tidak enak gitu kita semua sodara, sesama sodara harus saling mengasihi dan melindungi bukan begitu?? " sahut ustad Fakhri... " Iyah iyah,, gimana anak ana di tempat mu kerja nya bagus gak?? " tanya abi " Wah.. anak antum sangat sangat rajin banyak santri santri ana yang suka dengan cara mengajar nya, lagi pula Alinka anak yang lembut dia suka anak anak kecil jadi anak anak merasa nyaman ada di dekat nya" jelas ustad Fakhri,, " Syukur alhamdulillah kalo begitu ana jadi tenang mendengar nya " jawab abi lega.. " Tapi pesen ya ana,, antum jangan lama lama nyuruh Alinka tinggal di sini ntar istri ana di rumah bisa uring uringan gara gara kangen Alinka, kebetulan istri dan anak anak ana juga sangat menyukai Alinka..." sahut ustad Fakhri kembali " Haha... insyaallah kalo di sini umi nya juga udah merasa terobati rasa rindu nya kalo belum puas kan gawat kita sebagai kaum lelaki bisa kena jurus seribu oceh " canda abi kepada ustad Fakhri " Haha... para zaujah emang kya begitu ya tapi ocehan nya yang bikin kita rindu kalo lagi jauh dari rumah " ustad Fakhri pun merespon candaan abi, karna memang mereka sahabatan dari kecil dan sudah terbiasa dengan candaan candaan ringan apalagi abi Alinka orang nya sangat lucu dan suka bercanda... percakapan hangat pun berlangsung cukup agak lama, kearaban ustad Fakhri dan abi sangat terlihat mereka terlihat saling melepas rindu juga, setelah sekian lama menjalani kehidupan masing masing dan membuat mereka menjadi jarang bertemu..
Lalu tiba tiba ustad Fakhri mengutarakan permintaan maaf nya tentang masalah yang baru saja menimpa Alinka di tempat ustad Fakhri, ustad Fakhri menceritakan semua kejadian itu pada abi lalu beliau minta maaf karna sudah tidak bisa melindungi Alinka dengan seutuh nya...
" Hasan,, sebener nya ana mau minta maaf nih sama antum,, ana udah ngerasa bersalah banget sama antum, karna ana udah gak bisa jagain dan melindungi anak antum Alinka,, kemarin ada sedikit masalah yang mengakibatkan trauma Alinka terulang kembali... " jelas ustad Fakhri pada abi Hasan abi nya Alinka... " Loh kenapa Fakhri ada apa?? " tanya abi penasaran... " Kemaren di pesantren ada orang yang gak suka sama Alinka dan membuat nya melakukan hal hal yang tidak baik untuk Alinka sampai sampai memaksa Alinka untuk buka cadar di muka umum... " jawab ustad Fakhri... abi terlihat sangat shok dan abi pun termenung dengan pandangan kosong seperti memendam kekecewaan yang sangat dalam... " Kenapa Fakhri?? Kenapa hal itu bisa terjadi?? Ana kan udah titipin anak ana ke antum kenapa hal itu bisa terjadi?? Menjadi mar'atusholihah adalah cita cita terbesar Alinka jika dia sudah membuka cadar di muka umum maka gugur lah satu langkah dia menuju cita cita nya..." jelas Abi sangat sangat mengecewakan hal tersebut... " Kasian Alinka aurat yang selama ini dia jaga dia umbar juga di muka umum " abi pun terlihat sangat sedih " Tapi itu di luar dugaan Hasan, itu mudhorot allah pun akan memaklumi apa yang Alinka lakukan pada saat itu " ustad Fakhri menjelaskan semua nya pada abi... abi pun terdiam lalu abi memanggil anak bungsu nya " Lin... Alin... sini nak... abi mau bicara " sahut abi... lalu Alinka pun datang menghampiri abi " Iyah.. bi.. ada apa...?? " tanya Alinka " Benar yang semua yang di ceritakan ustad Fakhri tentang masalah yang menimpa mu?? " Alinka pun hanya bisa tertunduk sambil merasa sedih " Maaf kan Alinka abi, Alinka tidak bisa mempertahan kan keistiqomahan Alinka, benar Alinka telah membuka cadar di muka umum " air mata nya pun menetes mengingat satu dosa yang telah dia lakukan menurut Alinka... abi pun memeluk Alinka " Tapi bi... Alin juga merasa tenang karna Alin bisa jujur sama semua orang tentang fisik Alin yang sebenar nya.. orang orang jadi tidak mengira lagi Alin bercadar hanya untuk menutupi kesalahan Alin saja " ucap Alinka,, abi pun mengelus kepala Alinka serta mencium nya " Sabar anak ku ini takdir yang harus kamu jalani, meski pedih kau rasa tapi percayalah ada kebahagiaan di balik semua ini " abi pun membisikan itu pada Alin sambil terus memeluk Alinka... " Maaf kan abi juga nak, abi belum bisa melindungi mu dengan seutuh nya, ini semua salah abi... " sahut ustad Fakhri.. " Sudah lah jangan saling menyalahkan, semua ini telah terjadi, baik nya menjadi pelajaran untuk kita semua " ucap abi Hasan abi nya Alinka... " Iyah tapi antum bisa memaaf kan ana kan Hasan?? " tanya ustad Fakhri pada abi... " Antum tidak salah Fakhri ini keteledoran kita semua, jadi tidak ada yang patut untuk di salahkan " jawab abi... " Syukron kalo antum tidak sampe kecewa pada ana Hasan " ucap ustad Fakhri " Ana tidak kecewa, tapi ana hanya memikirkan gimana perasaan Alinka pada saat itu " jawab abi kembali " Iyah memang Alinka sangat sangat terpukul waktu itu, maka nya sekarang ana izinkan dia waktu minta izin pulang, karna ana mengerti bagaimana perasaan nya, saat jauh dari sosok kedua orang tua sedangkan dia sekarang berada di lingkungan yang sama sekali tidak ada orang yang mendukung dan membela nya bahkan melindungi nya, pasti dia merasa sendiri sakit, kecewa, dan takut ia hadapi sendiri... " jelas ustad Fakhri pada abi... semua termenung sambil menatap Alinka yang selalu tertunduk... " Ya sudah lah, sekarang masalah nya sudah selesai buat apa kita ingat ingat kembali, lebih baik sekarang ana mengobati rasa trauma Alinka kembali, supaya nanti Alinka bisa siap kembali ke tempat mu Fakhri " ucap abi... " Na'am Hasan,, titip Alinka dan aku kembalikan Alinka kembali pada antum tolong sembuhkan rasa trauma nya supaya dia mau kembali ke tempat ana" sahut ustad Fakhri... " Pasti itu.. pasti Fakhri, tidak antum suruh pun ini kewajiban ana karna Alinka putri sematawayang ku... " jawab abi... lalu ustad Fakhri pun niat pamit untuk kembali pulang setelah beberapa saat istirahat di rumah Alinka... " Kalo begitu ana pamit pulang Hasan, masih banyak kerjaan yang harus aku selesaikan di rumah " kata ustad Fakhri berpamit pada abi.. " Oh iyah kalo begitu Fakhri silahkan, maaf ni sekali lagi ana udah merepotkan antum..." jawab abi " Iyah gak apa apa ko Hasan ana ikhlas dan senang antum titipkan seorang putri sholihah seperti Alinka, meski anak ku banyakan akhwat tapi ana bisa merasakan anak ana bertambah satu lagi akhwat sholihah di banding anak anak ku " sahut ustad Fakhri " Kalo gitu ana pamit dulu Assalamu'alaikum.. " sahut ustad Fakhri kembali,, " Wa'alaikumussalam.. " lalu abi mengantarkan ustad Fakhri ke depan rumah,, " Salam kan juga rasa terimaksih ana pada istri antum sama salam nya dri istri ana kata nya buat Fatimah istri antum.. " ucap abi dari depan rumah " Iyah insyaallah.. " lalu ustad Fakhri masuk mobil dan berangkat..
__ADS_1
Setelah ustad Fakhri pergi meninggalkan rumah Alinka,, umi menghampiri Alinka lalu menanya kan apa sebenar nya yang abi dan ustad perbincangkan tadi,, lalu Alinka pun menceritakan semua nya kejadian yang telah dia alami ketika di lingkungan rumah ustad Fakhri, sambil bercucuran airmata dan umi pun turut serta meneteskan air mata nya saat mendengar cerita Alinka,, betapa sakit umi rasa, seperti apa yang Alinka rasa saat itu, lalu umi pun lantas memeluk Alinka dengan erat seraya berkata " Mengapa nak... mengapa nasib mu selalu begini,, terlalu serba salah hidup kau jalani,, kamu hanya ingin hidup tenang, tapi mengapa cobaan selalu ikut serta menemani mu tumbuh dewasa,, tapi umi yakin.. allah begini karna allah terlalu sayang sama kamu nak,, lantas kamu jangan balik benci pada nya... sungguh ini suatu ujian untuk menaikan derajat mu dari orang orang mukmin biasa " sahut umi sambil menciumi kening dan kepala Alinka,, " Umi.. Alinka tidak marah dengan apa yang allah berikan pada Alinka, karna Alinka tau allah tidak akan menimpakan sesuatu di luar kemampuan hamba nya " jawaban Alinka sangat lah bijak,, " Justru Alinka senang, semakin allah menguji Alinka, semakin allah sayang pada Alinka, hanya Alinka menyesalkan satu hal,, kenapa manusia bisa mencela dan tidak menyukai satu hal ciptaan nya?? Mereka bukan tidak tau bahwa semua ini ciptaan nya, tapi mereka hanya tidak mengerti, dan Alinka tidak tau cara nya membuat mereka untuk mengerti tentang semua ini... " lanjut ucapan Alinka..
Alinka terus bercerita tentang kekhawatiran nya selama ini yg telah lama dia pendam... sambil tiduran di pangkuan umi, lalu umi mengelus ngelus kepala Alinka, Alinka perlahan bercerita " Umi... bagaimana nasib Alin kelak, jika orang lain saja sulit hanya untuk berteman dengan Alin kalo mereka tau fisik Alin yang sebenar nya meski sesama perempuan apalagi kalo laki laki,, umi... Alin khawatir Alin tidak akan mendapatkan... " cerita Alinka terhenti sejenak,, karna Alinka tau itu sangat sulit untuk dia cerita kan pada siapa pun termasuk sama umi nya sendiri, kecuali sama allah lah Alinka berani menceritakan itu semua, karna allah yang memegang semua takdir Alinka... " Mendapatkan apa Alin.. kamu takut tidak akan mendapatkan apa?? Kok cerita nya terhenti?? " tanya umi pun merasa penasaran... " Umi Alin percaya allah menciptakan dunia dan isi nya ini dengan berpasang pasangan tapi... ada juga kan mi orang yang tidak lebih dulu mendapatkan jodoh karna dia terlebih dahulu di jemput oleh maut... karna hal yang paling dekat dengan kita itu adalah maut mi... " lanjut cerita Alinka " Loh,, kok malah cerita seperti itu sih nak,, iyah memang kata kata mu benar, tapi kita harus tetap berprasangka baik terhadap allah nak... " jawab umi... " Mi... umi sangat mendambakan Alin cepet dapat jodoh gak?? " tanya Alinka,, " Ya.. tentu umi sangat mendambakan anak anak umi segera mendapatkan jodoh nak, karna usia umi semakin lama semakin tua, umi ingin di masa tua umi, umi bisa menghabiskan sisa usia umi hanya dengan anak cucu umi... " jawab umi " Umi... tapi Alin takut ngecewain umi... " sahut Alinka " Ngecewain gimana maksud nya?? " tanya umi pun semakin bingung,, " Umi... Alin sangat sulit mendapat kan perlakuan baik dari orang lain jika Alin tidak bercadar apa mungkin Alin akan mendapatkan jodoh yang tulus mi...?? Karna Alin tidak mau jika nanti Alin mendapatkan jodoh karna dia hanya tau dan liat Alin bercadar, lalu pas dia tau fisik Alin yang sebenar nya dia merasa terbohongi sama Alin mi... jadi Alin harus bagaimana?? Di saat teman teman seusia Alin sudah tidak ada lagi yang masih melajang mi, semua rata rata sudah mempunyai keturunan masing masing... sedangkan wanita bercadar saja ketika dia mendapatkan jodoh, dan ketika dia di khitbah, dia harus memperlihatkan fisik asli nya dulu, jadi perkara jodoh selalu berkaitan dengan fisik yang utama mi, jadi apa mungkin ada orang yang bisa nerima Alin tanpa melihat fisik Alin?? " jelas Alin,, " Masyaallah nak, jadi selama ini kamu mengkhawatirkan itu?? Percaya lah nak allah maha baik, kta Alin juga kan allah tidak akan menimpakan sesuatu di luar batas kemampuan hamba nya kan?? Jadi allah tau apa yang terbaik buat Alin... " jawab umi " Jadi umi, umi jangan terlalu mengharap kan Alin mendapat jodoh di dunia, karna Alin takut jika yang pertama menjemput Alin adalah maut, Alin tidak bisa mengabulkan harapan umi, Alin gak mau buat umi kecewa dan sedih, mungkin Alin tidak mendapatkan jodoh di dunia, Alin sudah di siap kan jodoh di keabadian kelak mi... " senyum Alin terlukis sangat indah di wajah nya, namun kata kata nya mampu menyayat hati seorang ibu, bagaimana pun harapan seorang ibu ingin melihat anak anak nya berusia panjang, sampai orang tua liat anak anak nya bisa berumahtangga, mempunyai kehidupan masing masing, lalu Alinka seakan malah menyuruh umi nya sendiri ikhlas jika nanti umi melihat proses pemakaman anak nya bukan proses pernikahan anak nya sendiri, siapa yang sanggup membayangkan hal itu, hati umi mulai gemetar dan khawatir akan kata kata Alinka yang sangat pasrah... " Nak,, dengar umi... jalan kamu masih panjang, kamu masih bisa ikhtiar jangan dulu pasrah, kan belum di coba..." umi pun seakan pura pura tegar di hadapan anak nya... Alinka pun hanya merenung mendengar ucapan umi... " Umi doa kan suatu saat nanti ada pangeran mendekati Alin bukan hanya karna cadar Alin saja dan bukan juga orang yang malah pergi meninggalkan gara gara tau fisik asli Alinka saja, mudah mudahan Alin dapat pangeran yang benar benar tulus dengan Alin, ingin mengajak Alin berjalan bersama ke syurga nya allah, dan semoga pangeran nya yang bisa benar benar mengerti Alin apa ada nya, selalu perbaiki akhlak mu agar orang orang semakin menyukai mu karna akhlak adalah bunga diri, umi selalu mendoa kan yang terbaik buat Alin dan kakak.. anak anak umi yang sholih dan sholihah,, jangan buat air mata umi menetes sebelum kamu ikhtiarkan semua asa dan cita cita mu nak..." umi pun seakan mendoakan dan memberi pepatah pada Alinka, yang umi tidak ingin dia menyerah sebelum dia berjuang perihal jodoh,, memang lah mungkin akan sangat sulit untuk Alinka menemukan jodoh nya karna.. ya dunia ini tidak sedikit orang pandangan utama nya hanya dalam perihal harta, tahta dan fisik saja,,
Dari semenjak Alin curhat pada umi semangat hidup Alin pun bertambah lagi mengingat pepatah umi dia menjadi lebih semangat bekerja, memperbaiki diri dan selalu berusaha untuk menjadi lebih baik lagi dari Alinka yang kemarin... dia pun mulai melupakan kejadian waktu itu, dia mulai kembali karir dan prestasi nya di yayasan ustad Fakhri dengan sangat sangat baik.. Dan Alinka menyimpan seberkas harapan di hati nya kalo nanti allah bisa berbaik hati memberi kan dia pasangan di dunia untuk mengabulkan harpan umi dan untuk menyempurnakan separuh agama nya dalam beribadah kepada allah... yaitu membina satu mahligai rumahtangga bersama seseorang yang tulus dan mampu menuntun nya ke jalan syurga nya allah...
Sisa waktu Alinka di kampung halaman nya tidak dia sia sia kan dengan melepas rindu dengan keluarga nya, setiap hari mereka selalu saling cerita, kumpul kumpul bareng menghabiskan sisa waktu cuti Alinka di rumah,, " 2 hari lagi Alin di sini setelah itu Alin harus berjihad lagi mi.." ucap Alinka sedih, " Tak apalah nak,, jika itu untuk kebaikan mu.. kamu jangan khawatirkan umi sama abi di sini, di sini kan masih ada abang yang jagain umi sama abi, justru umi mengkhawatirkan mu.. di sana kamu kalo ada apa apa gak ada penjagaan sama sekali dari siapa pun... " jawab umi.. " Ada allah kan mi... " sahut Alinka sambil tersenyum tidak ingin melihat umi nya merasa khawatir,, " Iya Lin... jika ada abang di sana pas kejadian itu abang akan hajar semua yang menyakiti mu, gak akan abang kasih ampun Lin... " ucap abang sangat geram... " Apaan sih bang,, gak baik bicara seperti itu... cukup serahkan semua nya pada allah, toh bukti nya masalah nya cepat selesai kan dan semua keburukan nya terungkap, itu bukti ikut campur nya tangan allah dalam menolong Alin... " jawab Alin tenang sambil terus tersenyum... " Nanti abi yang antar kamu ke tempat ustad Fakhri, sekalian mau bener bener mastiin keadaan di sana dan kenyamanan kamu di sana, dulu salah abi juga gak terlalu mastiin tempat dan orang orang nya untuk kamu, jadi nya kejadian seperti ini.. abi gak mau terjadi yang kedua kali nya... " abi menegas kan... " Iyah bi... lagian bukan salah abi juga, ini sudah takdir dan kehendak allah saja buat Alin supaya Alin jalani hidup menjadi lebih kuat lagi... " jawab Alinka sambil memeluk abi... semua menyayangi Alinka semua sangat menjaga Alinka karna dia adalah titipan Allah yang istimewa yang di titipkan dalam keluarga kecil nya...
__ADS_1
Di sisa hari terakhir Alinka mengunjungi Aisyah sahabat lama nya, betapa rindu nya sudah beberapa bulan tidak bertemu, pas Alinka mendatangi rumah nya.. " Assalamu'alaikum... " Alinka mengetuk pintu sambil mengucap salam... pintu terbuka sambil terdengar " Wa'alaikumussalam... teteh...!!! " teriak Aisyah sambil membuka kan pintu terkejut melihat kedatangan seseorang yang sangat dia sayangi... " Aku kangen banget sama kamu... " ucap Alinka sambil memeluk Aisyah... " Sama teh aku juga, kapan teteh pulang?? " tanya Aisyah " Udah lama syah.. seminggu yang lalu dan besok insyaallah aku berangkat lagi ke pondok " jawab Alinka... " Yah... kok baru kerumah ku sekarang sih teh, gimana kabar nya?? Aku liat di mata mu ada sesuatu hal yang kamu pendam... " seperti biasa Aisyah selalu tau semua hal yang telah terjadi pada Alinka... " Iyah maaf abis umi sangat gak mau aku kemana mana, kata nya umi rindu dan ingin melepas rindu selama aku di sini, kabar ku baik kok syah,, gimana kabar mu juga...?? Gak ada apa apa kok ini cuma sembab tadi umi cerita sedih... " jawab Alinka dengan semua alasan bermaksud ingin menutupi masalah nya... " Jawab jujur teh ada apa?? Oh yah alhamdulillah sebentar lagi aku menikah, aku ingin teteh menjadi dayang dayang pengantin nya yah?? Harus wajib datang pokok nya,, " sahut Aisyah bahagia,, mendengar itu semakin tidak mau Alinka menceritakan kejadian buruk nya pada Aisyah karna moment nya tidak tepat, sedangkan Aisyah lagi berbahagia dengan detik detik pernikahan nya... " Masyaallah syah... aku bahagia sekali mendengar nya,, insyaallah aku usahain datang, karna disana juga aku enak, yang punya yayasan baik sampai bisa nerima aku jadi anak angkat nya, jadi di sana aku bebas seperti anak nya sendiri, tapi aku juga gak boleh semena mena dengan fasilitas yang mereka kasih sama aku, tetap aku harus sadar diri... " jawab Alinka sambil tertawa bahagia... kebiasaan mereka kalo udah saling ketemu, saling cerita suka heboh... mereka pun melanjutkan cerita nya di kamar Aisyah sambil santai santai dan ngemil ringan... " Oh yah syah kira² kapan kamu nikah?? " tanya Alinka penasaran pada hari bahagia nya Aisyah " Insyaallah habis lebaran nanti teh " jawab Aisyah sambil menatap Alinka berseri " Masyaallah.. pantesan aku liat wajah kamu berseri banget, beda ya kalo yang bentar lagi nikah mh " sahut Alinka sambil tersenyum... " Pokok nya teteh harus nginep di sini, ntar aku suruh kakak ku jemput teteh ke rumah, temani malam terakhir aku sebagai seorang single " sahut Aisyah bahagia... " Insyaallah syah... semoga ada umur panjang buat kita semua,, kalo lebaran aku juga pulang jangan khawatir, libur panjang pokok nya... " jawab Alinka pun bahagia " Kamu mau di kado apa sama aku syah?? " tanya Alinka,, " Doa yang terbaik teh, aku sangat mengharapkan itu,, " jawab Aisyah simple.. " Emh... oke lah, aku doain yang terbaik buat kamu syah,, emang calon suami mu kaya gimana sih syah, aku jd penasaran,, " Tanya Alinka " Pokok nya dia baik teh, lembut, pengertian, nanti aku kenalin deh pas acara " jawab Aisyah " Masyaallah... syukur lah syah,, aku senang mendengar nya, setelah sekian lama kamu terus di sakiti laki laki, kamu dapat kan yang terbaik pada akhir nya... " sahut Alinka sambil tersenyum... " Aku doain juga, biar teteh cepet nyusul, dapet pendamping yang terbaik juga untuk teteh, karna teteh orang baik, teteh harus dapetin yang lebih baik pula.. " Aisyah pun turut mendoakan Alinka... " Aamiin.. ya allah... semoga secepat nya ya syah,, " jawab Alinka.. " Sejujur nya aku sedang merasa khawatir tentang jodoh syah, di usia ku yang semakin matang, aku malah merasa sangat sulit untuk menemukan seseorang " ucap Alinka seolah curhat sama Aisyah " Yang sabar ya teh... teteh harus tetep yakin dan berusaha untuk menemukan nya, mungkin orang itu terlalu spesial buat teteh, jadi sangat sulit untuk di temukan " jawab Aisyah memberi kekuatan untuk Alinka... " Makasih ya syah.. kamu slalu bisa ngerti perasaan ku, dan kamu juga yang selalu dengar keluh kesah ku, setelah aku cerita sama allah juga umi ku... " Alinka pun memeluk Aisyah terlihat sangat sayang sekali Alinka pada Aisyah.... " Iyah teh,, sama sama.. lagian aku begini karna teteh juga selalu care sama aku, selalu kasih nasihat sama aku, pelajaran baru dan itu sangat berarti bagi hidup ku teh... aku beruntung bisa mengenal teteh " sahut Aisyah memeluk balik Alinka dan pada Akhir nya saat itu menjadi moment haru bagi mereka.. setelah beberapa saat mereka melepas rindu saat nya Alinka pamit pulang, untuk bersiap kembali lagi ke pondok nya ustad Fakhri...
" Sampai ketemu di hari bahagia mu ya syah,, aku pasti datang,, aku ikut bahagia mendengar kabar ini,, selamat ya... " ucap Alinka pada Aisyah,, " Janji ya teh.. buat datang dan jadi dayang ku di hari bahagia ku, pokok nya aku gak mau sama yang lain harus teteh,, soal nya teteh adalah seseorang yang berperan sangat penting dalam hubungan ku selama ini, jasa teteh besar banget untuk ku... " jawab Aisyah kagum.. " Masyaallah.. biasa aja adik ku, semua ini terjadi karena kehendak allah sayang... " sahut Alinka lembut dan mereka pun berpisah untuk sementara bertemu kembali... " Aku pamit.. doakan aku jd mujahidah yang sukses mencetak generasi bangsa yang islami " ucap Alinka " Pasti itu teh, aku selalu doakan yang terbaik untuk mu.. " jawab Aisyah... " Assalamu'alaikum... " Alinka pun mengucapkan salam lalu melangkah pergi,, " Wa'alaikumussalam... " jawab Aisyah sambil melambaikan tangan nya...
Sesampai nya di rumah, Alinka langsung packing barang bawaan nya buat besok dia kembali ke pondok ustad Fakhri.. " Umi... tadi Alin ke rumah Aisyah, ternyata dia udah mau nikah loh mi... " sahut Alinka semangat bercerita sama umi... " Oyah... Aisyah temen kamu yang dulu sering main bareng kamu itu?? " tanya umi... " Iyah mi, alumni pengajian kita juga, umi kok udah lupa aja... " cakap Alinka... " Maklum lah nak, faktor U... " jawab umi sambil tersenyum... " Umi nih ada ada aja, umi kan belum tua tua banget mi,, masih cantik, masih muda... " rayu Alinka... " Ah kamu ini, biasa aja baperin umi nya sendiri... " sahut umi... " Ya harus dong mi, buat hati orang bahagia itu ibadah dan Alin cuma bisa bahagiain umi dengan cara kaya gini.. " jawab Alin sambil tertawa bercanda... " Ah kamu,, dengan kamu jihad di jalan allah aja dengan cara menimba ilmu dan memanfaat kn nya saja itu udah buat umi lebih bahagia nak,, tak apalah punya ilmu sedikit asal bermanfaat dari pada kamu punya banyak ilmu tapi kamu tidak mau memanfaat kan nya, itu semua akan mubadzir na gak boleh, ada kata kata seperti ini { Lianakatimal ilmi mal'unun... } siapa saja yang menyembunyikan sebuah ilmu maka dia akan di laknat sama allah nak... begitu umi pernah denger pas kajian dulu.. " begitu penjelasan umi pada Alinka... " Oh jadi begitu ya mi..." Alinka baru mengetahui satu pelajaran baru... " Kalo gitu percuma dong yah mi kita lama lama cari ilmu kesana kemari ngabisin banyak biaya tapi ilmu nya itu gak di manfaatin, sama aja dengan mubadzir, dan ilmu jika tidak di amal kan sekejap ilmu itu akan menghilang ya mi, beda dengan ilmu yang sering kita amalkan atau manfaatkan meski pun sedikit ilmu itu akan semakin bertambah banyak kan mi..." semangat Alinka membahas soal ilmu dengan umi " Yaps... benar sekali anak ku... jadi kamu jangan pernah minder, karna kamu tidak mondok, tidak juga berkuliah, tapi bukti nya kamu bisa juga menjadi pengajar di yayasan yang cukup terkenal kan,, itu lah salah satu berkah nya ilmu sayang... " jelas umi pada Alinka... " Alhamdulillah umi Alin sangat sangat bersyukur Alin punya allah yang selalu menyertai Alin, Alin juga punya abi yang selalu berjuang untuk Alin, Alin juga punya umi yang selalu tidak bosan beri kasih sayang pada Alin dan Alin juga punya abang yang selalu hibur dan jaga Alin... " Alinka mengutara kan rasa syukur nya terhadap keluarga kecil nya yang telah allah berikan pada nya... " Tapi nak, meski ada pepatah mengatakan meski ilmu yang sedikit akan bertambah jika di amal kan atau manfaatkan, kamu tak lantas tidak melanjutkan pendidikan mu, terus lah kejar cita cita mu dan timba ilmu meski sampai ke negri cina... " pepatah umi pada Alin... " Iyah mi di yayasan ustad Fakhri kan ada program buat pengajar untuk melanjutkan pendidikan nya sesuai dengan pendidikan terakhir nya, semacam beasiswa kalo untuk para murid mi,, nah buat pengajar juga ada, siapa saja yang hasil kerja nya bagus dia bisa melanjutkan kuliah sampai kairo mi S2 pula kalo kinerja nya sangat sangat bagus bisa sampai tuntas juga bukan sampe S2 lagi mi... " semangat Alin menceritakan kabar gembira itu,, " Oyah nak.. semoga aja kamu bisa terpilih jadi salah seorang yang beruntung itu... " umi pun menyemogakan harapan Alinka untuk melanjukan pendidikan nya,, " Aamiin ya allah... umi Alin sangat menginginkan itu... " Alinka pun sangat menggantungkan asa nya,, " Kejar nak,, dan terus berusaha menjadi lebih baik lagi... " umi pun memberikan semangat pada Alinka... " Iyah umi.. Alin pasti akan berusaha, agar Alin bisa menggapai itu semua... " keyakinan Alinka sangat menggebu gebu...
Keesokan hari nya Alinka pun berangkat menuju tempat ustad Fakhri hanya bersama abi, umi dan abang tidak ikut, karna abang harus kerja dan umi pun tidak mau ninggalin abang sendiri di rumah... umi hanya bisa ikhlas melepas putri bungsu nya berangkat jihad hanya di antar abi dan umi hanya bisa menggantungkan keyakinan nya pada allah terhadap Alinka seutuh nya beserta doa doa seorang ibu yang selalu terurai di setiap sujud nya...
__ADS_1
" Mi... Alin pergi dulu, jaga diri baik baik nanti pas mau lebaran mungkin Alin baru bisa pulang kembali, kita menabung rindu ya mi, buat nanti di pecahkan sama sama... " ucap Alinka sambil tersenyum manis dan masih memegang tangan umi... " Iyah nak, hati hati juga, jaga diri baik baik, kalo ada orang yang gerak gerik nya mulai mencurigakan buru buru lapor ustad Fakhri kalo perlu sekalian telpon rumah, karna umi gak mau kejadian buruk itu terjadi kembali..." jawab umi,, " Iyah mi... insyaallah saat ini orang orang sudah mempercayai Alin, selain itu orang orang juga kan sudah mengetahui gimana Alin yang sebenar nya, fisik Alin, tingkah laku Alin, jadi umi jangan khawatir lg ya..." sahut Alinka... " Iyah sayang,, berangkat lah.. abi sudah lama menunggu... " sambil mencium kening Alinka umi melepas kan putri bungsu nya pergi... " Assalamu'alaikum umi... " ucap Alinka sambil mencium tangan dan memeluk umi... " Wa'alaikumussalam wr wb.. " jawab umi sambil menatap anak nya melangkah pergi...