
Beberapa bulan berlalu, dari kejadian pahit, Alinka lebih meningkatkan kwalitas hidup nya, menjadi lebih taat pada tuhan nya dan bermanfaat bagi sesama, hari hari dia jalani hanya bersama Aisyah, satu satu nya sahabat yang dia punya, kajian, mengaji, bermain, mencoba menghilangkan penat bersama dan sampai saat Aisyah menemukan lagi orang yang menurut dia pantas di jadikan calon imam... satu hari Aisyah cerita " Teh aku dapat kenalan dari telpon, awal nya nyasar tapi percakapan kami lumayan nyambung, menurut teteh gimana?? " Aisyah meminta pendapat pada Alinka,, " Kalo menurut ku jangan dulu terlalu dekat dan akrab, kamu harus selidiki dulu tuh orang baik gak buat kamu, kali aja dia punya niat buruk kan, bukan su'udzon sih ini, tapi buat jaga-jaga aja kan, kita harus tetap waspada, karna hari gini orang baik udah mulai langka " jawab Alinka memberikan pendapat... " Jadi menurut teteh sekarang aku harus bagaimana?? " tanya Aisyah kembali,, " Seperlu nya saja, jika memang dia orang baik, dia berniat baik, dia akan datang sendiri ke rumah kamu " ucap Alinka... memang dari semenjak Aisyah hijrah, dia selalu minta pendapat Alinka perihal jodoh nya, karna dia tidak mau lagi terjerumus ke dalam lubang yang sama,, dan Alinka pun sebisa mungkin berpikir dewasa meski dia sendiri belum berpengalaman dalam hal jodoh...
Beberapa hari kemudian pun Aisyah mengabari Alinka lagi tentang perkembangan dia dan orang itu, bahwa dia bersedia datang kerumah untuk mengenal Aisyah lebih dalam lagi... " Teh orang itu akan berkunjung ke rumah " ucap Aisyah, " Lantas niat dia apa untuk berkunjung ke rumah mu?? " tanya Alinka, " Kata nya sih pengen silaturrahmi dan ingin mengenal ku lebih dalam lagi " jawab Aisyah,, " Loh,, loh,, nanti ujung-ujung nya pacaran lagi dong " sahut Alinka,, " Kalo dia bermaksud ingin mengenal ku hanya untuk memacariku, aku akan menolak kok teh tenang aja " Alinka pun merenung,, " Izinkan lah tapi kamu tetep harus jaga jarak dan jaga hati ya " pesan Alinka.. " Siap teh " jawab Aisyah bersemangat...
__ADS_1
Di samping Aisyah mempersiapkan diri untuk jodoh nya, Alinka sendiri menyibukan diri dengan hal hal positif,, lebih memperbaanyak mengikuti kajian, pengajian dan latihan hadroh juga qiroatil qur'an seperti keahlian abi sebagai seorang qori,, Alinka juga tidak jarang mengikuti lomba lomba qiroat qur'an meski hasil nya belum bisa memuaskan nya,, karena salahsatu dari cita cita Alinka adalah ingin menjadi seorang qoriah dan mengikuti jejak abi, lalu Alinka juga sering membantu abi mengajar ngaji di tempat nya, meski Alinka tidak pernah merasakan bagaimana rasa nya mondok, tapi ilmu yang di berikan kedua orang tua nya di rumah tidak jauh beda dengan ilmu yang di berikan di sebuah pondok pesantren, karena dahulu keluarga Alinka juga mempunyai sebuah pondok pesantren, tapi entah mengapa pesantren itu tiba tiba jatuh dalam fase terendah, dan menjadikan nya bagaikan tertidur panjang, meski wujud nya sudah tidak bisa terlihat, tapi nama besar nya masih terdengar indah di telinga para santri nya terdahulu yang pernah mondok di sana,, dan Alinka bermimpi ingin membangunkan kembali pondok pesantren itu suatu saat nanti, maka dari itu dia sangat bekerja keras untuk menimba ilmu supaya dia bisa menjadi seorang ustadzah,,
Sudah rutinitas di setiap hari Alinka pergi kajian setelah itu latihan hadroh dan sesekali Alinka pun dapet job untuk manggung, tapi abi tidak mengizinkan itu menjadi prioritas utama untuk Alinka, karena Alinka seorang wanita muslimah bercadar pula, jadi abi kurang setuju kalo untuk manggung manggung,, suatu hari abi membahas tentang hobi nya itu.. " Lin.. sini sebentar nak.. abi mau bicara...!!! " panggil abi,, " Iyah bi... " sahut Alinka " Begini,, abi kurang begitu setuju liat Alin akhir akhir ini lebih sering pergi manggung " keluh abi... " Kenapa emang bi... ?? " tanya Alinka " Gak enak aja di lihat orang nak,, anak perempuan abi udah gitu bercadar pula tapi hidup nya udah kaya artis " jawab abi... " Inti nya begini, abi tidak ingin hidup mu sok ngartis sayang,, mempunyai banyak penggemar dan sibuk denga jadwal jadwal manggung setiap hari nya,, kita berkarya boleh tapi jangan terlalu mengejar dunia abi tidak mengajarkan mu untuk terkenal kan nak..." jelas abi kembali... Alinka pun seraya merenung dan memahami perkataan abi.. " Iyah abi... Alinka mengerti, Alinka jadikan hobi Alinka ini sampingan bukan jadi prioritas utama " jawab Alinka pada abi,, " Bagus kalo kamu mengerti nak,, " lalu abi pun berangkat untuk pergi bertausiah di desa sebelah...
__ADS_1
Tidak lama Aisyah pun datang berkunjung untuk sekedar main dan berbagi cerita dengan Alinka... " Assalamu'alaikum..." ucap Aisyah di depan pintu rumah... " Wa'alaikumussalam... " jawab Alinka dari dalam sambil menghampiri pintu lalu membuka nya " Hey... kamu... tumben kesini... " sapa Alinka " Lagi pengen aja teh, emang gak boleh?? " tanya Aisyah.. " Boleh.. boleh.. boleh sangat " ucap Alinka sambil memeluk Aisyah... " Ayo masuk... kita langsung ke kamar aja yuk... " ajak Alinka.. mereka pun lalu menuju kamar Alinka... " Kenapa Syah?? Tumben ke sini?? Biasa nya kamu suka kasih tau dulu kalo mau kesini " sahut Alinka " Begini teh, aku mau cerita tentang dia loh..." jawab Aisyah,, " Iyah.. gimana.. gimana..?? " tanya Alinka penasaran... " Kemaren dia kesini,, " ucap Aisyah " Terus,, terus,, gimana dia orang nya " Alinka seakan sangat tidak sabar ingin mendengar cerita Aisyah... " Nama dia Rizal, dia orang nya kalem,, gak banyak ngomong,, lembut dan sopan " jelas Aisyah.. " Terus.. terus... gimana kelanjutan nya " sahut Alinka menyimak cerita " Maksud dia datang kerumah kata nya ingin mengenal ku lebih dalam lagi, dia ingin mengenal keluarga ku dan semua di sekitar ku, dia berasal dari desa tetangga agak jauh memang dari sini, dia kerja di kota sebagai karyawan konfeksi pakaian gitu sebulan sekali dia pulang untuk nengok ibu nya dan adik satu satu nya di kampung,, keluarga dia sederhana kata nya, dan pas dia liat keadaan rumah ku, dia menyangka aku orang berada dan membuat nya minder, tapi aku jelas kan tentang kesalah pahaman itu lalu dia pun mengerti,, menurut teteh kelanjutan nya aku harus bagaimana?? " Aisyah pun minta pendapat Alinka " Lah kok malah nanya sama aku sih,, kamu yang ngejalanin, mau nya kamu buat kedepan nya bagaimana?? Apa mau cukup begini begini saja tidak ada kemajuan?? " tanya Alinka balik... " Mau nya sih aku serius, tapi kaya nya dia belum siap,, " jawab Aisyah... " Ada dua pilihan Syah, halal kan atau tinggalkan " sahut Alinka tegas " Tapi dia ingin mencoba mengenal ku dulu teh,," ucap Aisyah " Kalo gitu ta'aruf tapi harus ada kepastian untuk lebih serius kedepan nya..." ucap Alinka tegas " Syah aku gak mau kamu kembali di kecewakan seseorang, maka nya sekarang kamu harus jadi wanita tegas " pesan Alinka... Aisyah pun merenung,, " Nanti aku bicara kan lagi sama dia " jawab Aisyah,, " Oke kalo begitu, aku tunggu kabar baik nya " jawab Alinka... " Tapi jika nanti kamu benar udah serius dengan nya dan kamu nikah, aku harus ikhlas kehilangan kamu Syah?? Aku terlanjur sayang kamu dan aku gak mau hubungan persahabatan ini menjadi berubah sedikit pun " sahut Alinka sedih " Tenang teh meski aku nanti sudah menikah aku akan tetap jadi sahabat sejati teteh gak akan berubah " ucap Aisyah,, " Janji?? " tanya Alinka " Janji " jawab Aisyah lalu mereka pun saling berpelukan... lalu umi dari dapur memanggil,, " Alin... makanan sudah siap bantu umi bereskan ke meja makan yuk.. " sahut umi,, " Iyah mi... sebentar... " jawab Alinka dari dalam kamar,, lalu Alinka dan Aisyah pun keluar kamar dan menuju dapur menghampiri umi " Eh ternyata ada Aisyah,, kapan ke sini?? " tanya umi pada Aisyah " Tadi umi... emang gak kedengaran tadi ada yang ucap salam " jawab Alinka " Tidak... mungkin umi terlalu fokus memasak di sini " jawab umi sambil tersenyum... " Kamu ikut makan ya,, biar seru " ajak Alinka sambil menata makanan di meja makan " Gak ah teh, aku sungkan sama pak ustad " Aisyah menolak " Eh.. gak apa apa.. abi gak bakalan apa apa kok ayo ikut aja makan bareng kebetulan kan abang juga belum pulang " sambung umi... " Tapi sebentar kita tunggu abi pulang dulu lalu kita makan bersama " sahut umi... " Iyah mi... " jawab Alinka...
" Iyah abi... mau abi... Alinka mau ngajar di situ... !!! " jawab Alinka bersemangat... " Jadi kamu gak perlu manggung, manggung lagi demi untuk bantu abi dan umi nak " ucap abi,, " Iyah bi,, Alinka jadiin sampingan aja kalo jadi vocalis hadroh cuma buat hiburan aja " ucap Alinka pada abi " Tapi nak,, kamu harus tinggal di sana, karena udah di sediain tempat tinggal khusus untuk para pengajar di sana seperti rumah dinas.. " ucap abi " Gak apa apa abi, buat pengalaman Alinka, bagus biar Alinka lebih mandiri lagi tinggal sendiri " jawab Alinka " Tapi umi...?? " sahut abi... " Iyah sih umi pasti berat buat melepas Alin bi,, tapi abi coba kasih penjelasan saja ya bi..." pinta Alinka " Iyah nanti abi coba buat bujuk umi " jawab abi... lalu Alinka kembali ke kamar untuk menceritakan kabar gembira nya...
__ADS_1
" Syah,, Aisyah,,!!! " panggil Alinka,, " Iyah teh,, " jawab Aisyah dari kamar,, " Kamu tau aku akan mulai ngajar di pondok pesantren ustad Fakhri yang terkenal itu,, " jelas Alinka " beneran teh demi apa?? " Aisyah kaget campur bahagia... " Iyah Syah doain lancar ya..." pinta Alinka... " Iyah teh aku doain semoga teteh di terima dan cepet ngajar di sana..." doa Aisyah " Aamiin " jawab Alinka,, " Tapi jika nanti aku mulai ngajar di sana kita akan berpisah Syah, tapi tenang sebulan sekali aku akan pulang dan setiap libur panjang pun aku akan pulang untuk melepas rindu dengan kalian " ucap Alinka sambil memeluk Aisyah... " Yah jadi nanti aku kajian sendiri dong, mengaji di sini pun sendiri pula,," sahut Aisyah sedih,, " Tak apalah Syah, nanti abi angkat kamu jadi ketua roisah diantara anak" pengajian, soal nya kamu kan yang paling dewasa di sini sekarang... " Iyah teh demi kebaikan teteh dan kebahagiaan teteh aku ikhlas kok teteh pergi ninggalin aku " Aisyah pun mengerti akan keadaan ini... " Syukur lah semoga semua nya lancar dan aku cepet bisa pergi kesana udah gak sabar dapat pengalaman baru " ucap Alinka bersemangat,, " Emang teteh udah dapet izin umi?? " tanya Aisyah,, " Blom sih Syah, tapi mudah-mudahan umi mengizin kan " harap Alinka " Aamiin.. " Aisyah pun mengamin kan harapan Alinka... lalu abi pun membicarakan niat Alinka yang ingin mencari pengalaman baru " Mi... gimana menurut umi, Alinka anak kita ingin mempunyai pengalaman baru dengan menjadi pengajar di pondok pesantren nya ustad Fakhri temen abi itu " abi pun mencoba menjelas kan pada umi dengan perlahan " pondok pesantren ustad Fakhri?? Yang terkenal itu bi?? " tanya umi heran,, " Iyah mi.. kebetulan di sana lagi menerima tenaga pendidik baru,," ucap abi... " Setau umi di sana tidak boleh pulang deh bi, karna sudah di sediakan semacam rumah dinas kan?? " tanya umi kembali " Iyah mi... maka nya abi mau nanya sama umi, umi mengizinkan atau tidak?? Karna anak kita teramat ingin menjadi pengajar di sana " umi pun seraya merenungkan perkataan abi " Lalu umi akan berpisah dong dengan anak gadis umi bi, nanti di rumah umi sama siapa?? " jawab umi sedih... " Iyah maka dari itu abi minta persetujuan umi, tapi ini demi masadepan anak kita mi,, kelak Alinka akan tetap ninggalin kita untuk menempuh hidup baru dengan suami nya nanti, jadi anggap saja ini latihan untuk kita biar kita terbiasa jauh dan merasa rindu dengan anak-anak kita mi,, bayangkan kalo umi melarang, gimana perasaan Alinka, harapan nya akan hancur cita-cita nya seakan tidak dia sanggup untuk meraih nya.. pikir lah lagi mi, kita sebagai orang tua jangan egois juga.. " umi merenung dan terus merenung,, dan umi pun memutuskan untuk mencari jawaban kegelisahan hati nya dengan istikhoroh...
Setelah umi melakukan istikhoroh dan mendapatkan jawaban nya,, umi pun luluh dan mengizinkan Alinka untuk mandiri dan mencari pengalaman baru di luar rumah, dan hidup tanpa dengan kedua orang tua... lalu umi pun membicarakan semua pada abi lalu " Lin.. Alin... sini nak ada yang mau bicara sama kamu,, " panggil abi dari ruang keluarga pada Alinka yang berada di dalam kamar tidak jauh dengan ruang keluarga... " Iyah bi... ada apa?? " sahut Alinka " Sini umi mau bicara " lanjut umi,, dan hati Alinka pun seraya berdekup kencang takut keinginan nya itu tidak dapat izin dari umi... Alinka dengan umi memang sangat dekat dan erat hubungan nya, mereka bagaikan anak kembar yang tidak bisa di pisahkan, tapi demi cita cita Alinka umi mengalah dan mengubur dalam-dalam tentang ego nya " Begini nak,, kata abi Alin mau jadi pengajar di pesantren nya ustad Fakhri ?? " tanya umi,, " Iyah mi,," jawab Alin sambil tertunduk karena takut.. " Jangan nunduk nak,, umi gak marah dan umi gak akan larang Alin untuk kejar cita-cita Alin,, gapai lah nak banggak kan kedua orangtua mu ini " ucap umi bijak... " Masyaallah umi... beneran umi...?? Syukron katsiron umiii... syukron minal qolby..." sahut Alinka bahagia sambil memeluk umi... dan tiba lah tinggal menunggu waktu Alinka berangkat ke tempat tujuan nya dan sebelum itu Alinka pamit sama Aisyah dan semua orang yang Alinka sayangi..
__ADS_1