(BABY SITTER) Jodoh Untuk Om Arkha

(BABY SITTER) Jodoh Untuk Om Arkha
BS 17 : Dunia Tipu-tipu


__ADS_3

Vina melangkahkan kakinya ragu-ragu di dalam kamar Arkha. Pandangannya mengelilingi ruangan itu. Sunyi, sepi, seperti tak berpenghuni, mirip dengan hatinya, eh salah.


''Apa tuan Leon dan nyonya nggak pernah berkunjung kesini? sesekali atau dua kali gitu?'' gumam Vina terheran-heran.


Vina mulai mengambil barang-barang yang sudah berada di lantai dan menyusunnya agar lebih rapi.


Langkah Vina terhenti melihat foto keluarga Arkha saat masih kecil, ketika masih ada almarhum papanya Mikha.


''Emang dasarnya cakep sih.'' gumam Vina.


"Emang siiih dia itu tampan, sayangnya tidak sesuai sama sikapnya." gerutu Vina yang menatap foto Arkha.


Vina kembali meletakkan benda tersebut dan kembali fokus dengan tujuannya agar cepat selesai karena waktu terus berjalan. Ia tidak mau ketika belum selesai, tiba-tiba Arkha sudah kembali ke apartemennya.


''Ternyata penampilan aja yang rapi, nggak sesuai sama rumahnya.'' gerutu Vina sembari menyapu sudut ruangan itu.


Setelah kotoran-kotoran dari sudut-sudut ruangan itu sudah di sapu ke tengah, Vina beralih membersihkan tempat tidur Arkha.


''Maaf ya Tuan, permisi.'' ucap Vina sebelum menyentuh ranjang itu, meskipun tidak ada yang menjawab. Tangannya tampak gemetar, tapi, ia harus memaksakan diri.


Ketika Vina membuka selimut tebal itu, ia sangat terkejut menemukan benda yang seharusnya tidak ada disana.


''Apa ini?! astaghfirullah!'' seru Vina yang kedua bola matanya langsung membulat.


''Jangan-jangan?!!'' pekiknya.


Seketika Vina langsung menutup mulutnya saat membayangkan hal-hal yang lebih jauh dari dugaannya.


Mau tak mau, Vina tetap mengambil benda segitiga yang tadinya tertutup oleh selimut tebal, walaupun dengan ujung jari telunjuk dan jempol.


''Iiuuhhh''


Vina membuang benda itu ke tempat sampah, bercampur dengan sampah lainnya. Pemandangan yang sangat menjijikkan pada malam hari ini.


''Jangan ikut campur dan berani untuk coba-coba menjadi mata-mata!''


Vina menarik nafasnya dalam-dalam mengingat peringatan yang sudah dikatakan oleh Arkha tadi. Ia dilarang untuk ikut campur, apalagi menjadi mata-mata. Ternyata ini maksud dari kalimat itu.

__ADS_1


''Lalu, apakah selama ini tuan Arkha kerap memasukkan wanita kesini?'' gumam Vina yang langsung overthinking mengenai keseharian Arkha.


''Bagaimana kalau tuan Leon tau hal ini?'' gumamnya.


''Ya Allah, Mikha ... Nak, jadi anak yang baik-baik ya, sayang. Baik di depan dan belakang keluarga kamu. Dunia semakin maju, tapi, semakin menjadi dunia tipu-tipu.'' gumamnya penuh harap untuk sosok Mikhael.


Vina sangat menyayangi Mikha, banyak hal yang sudah ia dapatkan dan pelajari selama menjadi pengasuh Mikha. Hal paling utama tentu saja tentang rasa bersyukur dan belajar untuk bersabar, karena menghadapi anak kecil, khususnya Mikha yang memiliki kisah tak mengenakkan di masalalu dan terbawa hingga sekarang, hatinya sangat sensitif, tidak semua orang benar-benar bisa mengatasinya saat sedang tantrum.


Disini kedewasaan Vina teruji, terlatih, dan akhirnya meningkat secara alami.


Sudah lebih satu jam, bahkan hampir dua jam Vina berada di kamar Arkha. Ia menjadi lama bersih-bersihnya karena bolak balik mengontrol tidur Mikhael yang berada di kamar lain. Saat Mikhael terlihat bergerak, Vina menunggu lebih dulu sampai Mikhael terlihat nyenyak lagi.


''Santai saja, haha''


Samar-samar Vina mendengar suara tawa itu dari luar kamar dan suara langkah kaki semakin mendekat karena pintu kamar Arkha sudah ia buka.


''Suara siapa itu? seperti suara tuan Arkha? tapi, seperti berbicara dengan suara wanita.'' gumam Vina penasaran, ia khawatir suara itu hanya halusinasi saja.


"Jangan-jangan ada hantu disini?? hiihh serem!!" bathin Vina.


''Tu-Tuan!'' pekik Vina menatap tajam ke arah Arkha dan wanita yang datang bersama pria itu. Ketiganya bertemu tepat di pintu kamar Arkha.


''Apa maksudnya ini?!'' tanya Vina geram.


Melihat ekspresi serius Vina, Arkha hanya berdesis santai.


''Kamu sudah lupa dengan apa yang sudah saya peringatkan ke kamu tadi, hah?!'' bentak Arkha.


Vina menggeleng tidak percaya. Ia sangat kecewa, bukan karena cemburu melihat putra bosnya itu datang bersama wanita seksi dan bahenol bak gitar Spanyol. Tetapi, ia memikirkan bagaimana perasaan Mikha kalau melihat om-nya memiliki kelakuan seperti ini.


''Tidak! saya tidak lupa dengan apa yang sudah anda peringatkan kepada saya, Tuan. Dan saya juga tidak peduli anda seperti apa di luaran sana. Tapi, tolong, disini sedang ada Mikha. Bagaimana kalau sampai dia tau anda seperti ini, membawa wanita asing ini?!'' seru Vina lalu menunjuk wanita itu.


BRAK!


Arkha menggebrak kasar pintu kamarnya sendiri. Wanita di sampingnya itu hanya diam meskipun terlihat terkejut karena langsung mengerjapkan kedua matanya saat Arkha menggebrak pintu. Sementara Vina hanya menarik nafasnya dalam-dalam.


''Saya bilang, kamu jangan ikut campur! tau atau tidaknya Mikha, itu tugas kamu untuk menjaga agar dia tidak tau, paham!'' bentak Arkha.

__ADS_1


Vina menggeleng dengan senyum seringai.


Sepertinya kedap suara di setiap kamar sangat baik, sehingga Mikha tidak terbangun.


''Anda juga sangat bau alkohol.'' ujar Vina kembali menggelengkan kepalanya menatap Arkha.


''Dan anda.'' Vina memberanikan diri menatap wanita itu. Menatap dari ujung kaki sampai ujung kepala wanita itu.


''Baju belum selesai di jahit kok sudah di pake, cih!'' sindir Vina lalu menyerahkan sapu itu ke dada Arkha tanpa menatap pria itu.


Sindiran itu membuat wanita yang tengah berpakaian mini itu langsung mendelik, begitu juga dengan Arkha yang dibuat terkejut karena sapu menempel di dadanya.


''Maaf Tuan, saya jadi tidak mood lagi untuk bersih-bersih. Saya belum selesai bersih-bersih, silahkan dilanjutkan sendiri. Kebersihan itu sebagian dari iman!'' kata Vina dengan tegas.


Vina langsung berlalu menerobos dari tengah-tengah Arkha dan wanita itu.


Umpatan dari Arkha juga tidak dihiraukannya. Vina langsung masuk ke dalam kamar dan menguncinya rapat. Ia menghentikan langkahnya setelah menutup pintu, lalu mengatur pernafasannya.


Tatapan mata Vina tertuju pada Mikha yang baru saja menggeliat. Tiba-tiba airmatanya menetes. Vina langsung mendekati pria kecil yang tengah lelap dalam tidurnya.


''Mikhael Leonardo anak baik dan strong, Mbak Vina sayang sekali sama Mikha. Kamu harus jadi anak yang hebat, jadi anak yang baik, ya ... cukup om kamu saja yang seperti itu."


Vina tersenyum tipis sembari mengusap lembut rambut Mikha.


Sementara itu, Arkha dibuat emosi dengan sikap Vina yang berani. Apalagi dengan lancang menyerahkan gagang sapu itu di dadanya dengan kasar.


''AARRGGHH!''


''Moodku hancur! pergi sana!'' usir Arkha pada wanita itu.


''Lho? tapi, Tuan?''


''Pergi!''


''Ba-baik, Tuan. Permisi.''


Akhirnya wanita seksi itu pun langsung bergegas pergi dari apartemen Arkha.

__ADS_1


__ADS_2