
Di hadiri atau tidak oleh kedua orangtuanya, Arkha sudah lebih lega karena pernikahan terpaksanya ini sudah di ketahui oleh mereka. PR selanjutnya adalah menyampaikan kabar ini pada Mikha. Arkha sedikit tersenyum saat membayangkan wajah keponakannya itu. Ia terbayang senyum lebar penuh kebahagiaan dari wajah Mikha yang harapannya akan segera terwujud.
Arkha kembali ke kamarnya, ia tidak langsung menemui keponakannya yang sudah terlelap, karena mamanya pasti sedang ada di sana saat ini.
Keesokan paginya, Arkha yang belum membersihkan badannya pun memilih untuk menemui ponakannya terlebih dahulu. Apalagi setelah ini ia akan ke kantor, dan Mikha bisa bosan menjalani hari liburnya disini.
''Good morning.'' sapa Arkha.
''Morning, Om Arkha!'' balas Mikha dengan suara yang lantang.
Badannya sudah lebih tinggi dan berat badan sudah menyusut, Mikha tak segempal waktu masih kecil.
Paman dan keponakan itu menghabiskan pagi di taman. Arkha menuruti semua ajakan Mikha bermain ini itu sembari menunggu waktu yang tepat untuk berbicara. Karena Arkha sendiri masih bingung harus memulai dari mana.
Mengungkapkan pernikahan??
Suatu hal yang tidak menyenangkan baginya, apalagi tak ada rasa ketertarikan sama sekali.
''Om Arkha kenapa sering bengong terus sih dari tadi?'' tegur Mikha.
''Oh, iya kah? Om Arkha kelihatan bengong ya?'' balas Arkha pura-pura tidak menyadari.
Mikha pun mengangguk cepat dan tetap menatap omnya itu agar memberikan jawaban yang melegakan hati.
Arkha beralih menatap langit pagi hari.
''Emmm, Om Arkha itu lagi mikirin, kalau Om Arkha sama mbak Vina kesayangan kamu itu menikah betulan, kira-kira Mikha happy nggak yaa?''
Bukannya tersenyum, Mikha justru cemberut.
''Kalau itu betulan, Mikha pasti happy. Tapi, Om Arkha 'kan nggak mau!'' ujar Mikha.
__ADS_1
Arkha mengalihkan pandangannya ke kedua mata Mikha, ia menatap keponakannya itu dalam.
''Harapan kamu akan terwujud, sayang. Nggak lama lagi, kamu akan melihat mbak Vina setiap hari.'' terang Arkha.
''Maksud Om Arkha gimana sih? jangan buat Mikha bingung dong!'' protes Mikha.
Arkha terkekeh gemas.
''Iyaa, Om Arkha sama mbak Vina akan menikah minggu depan dan siap menjadi mama papa untuk kamu.'' jelas Arkha
''WHAT? SERIUS OM?'' tanya Mikha yang sangat antusias setelah jingkrak-jingkrak.
Arkha mengangguk.
Senyum lebar di wajah Mikha kembali hilang sehingga membuat Arkha heran.
''Kok sekarang Om Arkha bilang mau menikah sama mbak Vina, waktu itu 'kan tidak mau.'' ujar Mikha yang takut semua ini hanyalah pembohongan.
Mikha kembali tersenyum lebar. Bahkan sampai memeluk Arkha.
Dari dalam, Lidya melihat pemandangan itu. Darahnya terasa mendidih saat melihat Arkha dan Mikha tengah tersenyum sumringah.
''Senang-senang aja dulu, nanti kalau Mikha sudah besar dan mengerti semua ini, kamu harus siap-siap pergi, anak kampung!'' bathin Lidya sembari membayangkan sosok Vina.
''Lagian, anakku juga tidak sudi sama kamu!'' imbuhnya dengan tersenyum sinis.
Setelah Arkha mengungkapkan rencananya, Mikha pun langsung semangat dan juga sumringah.
''Om Arkha!'' panggil Mikha.
Arkha yang sudah sampai di teras rumah pun langsung menghentikan langkahnya.
__ADS_1
''Mikha mau ketemu mbak Vina.'' pinta Mikha dengan suara pelan.
Arkha sedikit menunduk agar lebih sejajar dengan Mikha.
''Nanti sore setelah Om Arkha selesai bekerja ya, Om janji ajak kamu ke tempat mbak Vina.'' jawab Arkha.
''Beneran, Om?'' tanya Mikha meminta kepastian.
''Apakah ada tampang pembohong dari wajah Om Arkha yang tampan ini?'' balas Arkha sedikit becanda.
Mikha pun langsung cengengesan.
''Mikha tunggu ya, Om.''
Arkha mengusap rambut Mikha, kemudian ia masuk ke dalam mobil yang hari ini dikemudikan oleh pak Yanto.
Pak Yanto hanya bisa tersenyum tipis dan getir saat mendengar nama Vina. Ia sangat kasian pada Vina dan juga keponakannya sendiri.
''Jadi, Oma sama opa, kakek dan nenek, kalian semua mau kasih kejutan ke Mikha ya?'' tanya Mikha percaya diri pada Lidya.
Lidya langsung mengernyit bingung, kejutan apa dan mana yang di maksud oleh cucunya itu.
''Emm, kejutan yang mana sayang? 'kan banyak sekali kejutan buat cucu kesayangan Oma ini.'' balas Lidya berusaha bersikap manis.
''Itu, Omaaaa, yang om Arkha sama mbak Vina mau menikah. Tadi om Arkha bilang ini kejutan.'' ujar Mikha.
Lidya pun hanya nyengir, sementara suara Mikha yang lantang membuat para pekerja di rumah itu ada beberapa yang mendengarnya. Seketika membuat mereka saling berbisik-bisik.
"Ohh, iya, hehe''
"Ya sudah ayo masuk lagi." ajak Lidya.
__ADS_1