(BABY SITTER) Jodoh Untuk Om Arkha

(BABY SITTER) Jodoh Untuk Om Arkha
BS 22 : Apa Yang Sebenarnya Terjadi?


__ADS_3

Family time memang di wajibkan untuk mereka yang setiap harinya selalu disibukkan dengan berbagai macam kegiatan.


Makan-makan sudah selesai, semua perut sudah terasa kenyang. Mereka saling bersenda gurau untuk membuat suasana menjadi lebih ceria.


''Om Arkha ... Om Arkha 'kan sudah gede.'' panggil Mikhael pada om-nya yang memancing gelak tawa dari semuanya.


Tapi, panggilan Mikhael pada Arkha itu membuat semuanya penasaran.


''Iya, Om Arkha sudah gede, terus di suruh ngapain, hem?'' tanya Arkha yang duduk di di sebelah kanan Mikha.


''Kenapa Om Arkha tidak cinta-cintaan saja sama Mbak Ina, terus kalian seperti mama papa Mikha yang selalu bersama-sama.'' ujar Vina sehingga membuat keadaan menjadi tegang. Tawa yang sebelumnya masih ada di bibir langsung hilang dalam sekejap.


Vina pun sangat takut, bukan hanya Arkha yang langsung tanpa senyum, tetapi kedua bos-nya itu menatapnya dengan kebencian. Ke-tiga orang itu langsung menatap Vina penuh tanya. Padahal Vina sendiri juga dibuat terkejut dengan pembicaraan polos Mikhael.


''Mikha, jangan begitu bicaranya.'' bisik Vina.


''Maaf Tuan, Nyonya, dan Tuan Arkha, mungkin maksudnya Mikha,-''


''Sudah pada kenyang 'kan? ayo pulang sekarang!'' ujar Lidya yang langsung berdiri dan memotong ucapan maaf dari Vina.


''Omaa marah ya?'' tanya Mikha.


Lidya pun menunjukkan senyum itu pada cucu kesayangannya.

__ADS_1


''Kita pulang sekarang ya, sudah malam.'' jawabnya.


Vina semakin gemetaran, perkataan Mikha di luar jangkauannya. Ia sangat tidak menyangka akan seperti ini.


Arkha sudah kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Perjalanan pun memakan waktu yang tidak lama, yang pasti lebih cepat daripada saat berangkat.


''Mikha ke kamar dulu ya.'' ujar Lidya.


Vina dengan sigap hendak menggandeng tangan Mikhael, tetapi Lidya lebih cepat menahan tangannya.


"Saya mau bicara sama kamu!'' bisik Lidya dengan suara yang menekan.


''Ba-baik, Nyonya.'' jawab Vina dengan ikut berbisik.


''Ternyata, diam-diam kamu mempengaruhi cucu saya!'' tuduh Lidya yang melirik tajam pada baby sitter cucunya itu.


Vina langsung menoleh tak percaya, kemudian ia menggeleng pelan.


''Saya tidak pernah mengajari Mikhael untuk berbicara seperti itu, Nyonya. DEMI ALLAH!'' jawab Vina.


''Cih! nggak usah bawa-bawa Allah! jangan harap karena Mikha yang berbicara seperti itu, lalu saya akan menikahimu!'' sahut Arkha.


Di belakang, tuan Leon melangkah maju.

__ADS_1


''Kamu tau konsep sadar diri, 'kan?'' timpal tuan Leon.


Tak terasa bulir bening itu lolos dari pelupuk mata Vina. Ia seperti mendapat serangan. Tidak ada yang mempercayai ucapannya. Ia juga bingung dari mana Mikhael belajar menuturkan kata seperti itu.


''Saya bersumpah dengan nama Allah, saya tidak berbohong. Saya tidak pernah mengajari Mikhael untuk berbicara seperti itu.'' tegas Vina.


Vina beralih menatap ke arah Arkha.


''Saya juga tidak akan mau menikah dengan manusia sombong seperti anda!'' tunjuk Vina.


''Apa maksud kamu nunjuk-nunjuk anak saya?!'' protes Lidya tidak terima.


''Maaf, Nyonya.'' ucap Vina.


Vina menarik nafasnya dalam-dalam.


''Saya sudah cukup merasa sadar diri. Jadi, malam ini, izinkan saya meninggalkan rumah ini dan tidak lagi bekerja sebagai pengasuh Mikha.'' ujar Vina.


Ketiganya terlihat terkejut dengan keputusan Vina yang berani. Tapi, beberapa detik kemudian Lidya seperti meledek.


Beberapa pekerja di rumah itu dibuat heran dengan pemandangan ini. Berangkat makan malam dalam keadaan baik-baik saja, lalu kembali suasana menjadi menegang..


''Apa yang sebenarnya terjadi?'' bisik mereka.

__ADS_1


__ADS_2