(BABY SITTER) Jodoh Untuk Om Arkha

(BABY SITTER) Jodoh Untuk Om Arkha
BS 20 : Persis Seperti Anak Hilang


__ADS_3

Hari-hari terus berjalan, Vina semakin kebal dengan sikap angkuh yang dimiliki oleh Arkha. Arkha juga sudah kembali seperti semula, sepertinya ia juga sudah lupa akan Vina yang sudah mengetahui keburukannya diluar sana.


''Nanti malam om Arkha jadi kesini 'kan, Oma?'' tanya Mikha yang sebelumnya sudah mendapatkan informasi itu.


''Jadi doong, kita nanti malam mau dinner di restoran.'' jawab wanita itu.


''Horeeeeee!'' sorak Mikha senang hingga loncat-loncat dengan tepuk tangan yang tidak terlepas.


Ini adalah hari Sabtu sehingga Mikha libur sekolah. Begitu juga dengan om Arkha nya yang libur. Lidya pun sengaja tidak datang ke butiknya karena ingin memiliki momen bersama cucu yang masih satu-satunya itu.


''Nanti malam jam 7 sudah siap ya, Vin.'' ujar oma Lidya.


"Baik Nyonya.'' jawab Vina dengan anggukan kecil.


''Pakai baju biasa saja.'' imbuh wanita paruh baya itu.


''Oh, iya Nyonya, baik.'' jawab Vina lagi.


Mikhael tengah makan siang, ia di dampingi oleh Oma dan juga pengasuhnya, Vina. Sementara tuan Leon terlihat sedang membaca koran di sofa setelah selesai makan siang, tinggal Mikha yang belum bisa makan dengan cepat karena memang masih belajar untuk makan sendiri.


''Kayak ada suara mobil, Oma?'' tanya Mikhael.


Lidya dan Vina pun langsung kompak melongok meskipun tidak terlihat juga.

__ADS_1


''Ohh, mungkin om Arkha yang datang.'' jawab Lidya. Karena jika orang lain yang datang, sudah pasti ada yang menginfokan terlebih dahulu.


Dan benar saja, tidak lama jawaban dari Lidya selesai, pria itu masuk dengan membawa satu buah kantong yang khas dari minimarket.


''Om Arkhaa!'' seru Mikha.


''Mikha, no ya, nggak boleh teriak-teriak. Selesaikan dulu makannya.'' ujar Vina pelan.


''Iya Mbak Ina, maaf.'' ucap Mikha.


Vina tersenyum sembari mengusap punggung tangan pria kecil itu.


''Kamu sudah makan apa belum, sayang?'' tanya Lidya pada putranya itu.


Seperti biasa, dengan bersikap sebagai anak yang berbakti, Arkha pun datang dengan mencium punggung tangan tuan Leon yang ia temui terlebih dahulu, lalu ke mamanya.


''Hmm, memang benar-benar seperti anak yang sangat berbakti sekali.'' bathin Vina


''Mikha makan dulu ya, abis itu baru kita mainaan.'' ujar Arkha girang.


''Oke, Om.'' jawab Mikha.


Makan siang sudah selesai, perlengkapan juga sudah dibereskan oleh Vina. Mikha pun sudah beralih bersama dengan Arkha. Sehingga ada waktu luang yang Vina gunakan untuk selonjoran setelah gilirannya makan siang. Karena momong anak kecil itu harus benar-benar fokus, tidak bisa di tinggal kecuali saat terdesak karena kebelet.

__ADS_1


Menit demi menit, Vina yang tengah selonjoran di anak tangga itu akhirnya ketiduran.


''Bangun!''


''Woy bangun! kerja!''


Arkha menarik nafas dalam-dalam. Ia yang kebetulan lewat karena mau ke dapur untuk mengambil minum dikagetkan melihat Vina yang tengah terlelap sembari memeluk pegangan tangga. Persis seperti anak hilang.


Arkha ingin berteriak, tetapi nanti akan membuat orang lain terkejut. Ia semakin kesal karena Vina tidak kunjung bangun juga.


''Banguunn!! fyuuhh''


Dengan terpaksa Arkha membisikkan tepat di telinga Vina lalu meniup keras.


"Iya Nyonya, iya maaf! tuan Arkha memang somb-!"


"Emmmbhh"


Vina langsung terbelalak melihat sosok Arkha yang tengah membungkam mulutnya. Arkha juga dibuat terkejut karena sepertinya Vina tengah mengigau. Untung saja tidak ada yang melihat keduanya.


Setelah Arkha sudah melepaskan bungkamannya, Vina langsung berdiri.


"Maaf Tuan, saya ketiduran disini ya?" tanya Vina yang cengengesan karena nyawanya masih belum kumpul 100 persen.

__ADS_1


__ADS_2