(BABY SITTER) Jodoh Untuk Om Arkha

(BABY SITTER) Jodoh Untuk Om Arkha
BS 54 : Bukan Kita!


__ADS_3

Sampai pukul 15.45 WIB, Vina baru selesai shalat ashar. Perlengkapan shalat itu ia terima sepaket dengan baju gantinya.


Di waktu yang bersamaan, Arkha masuk ke kamar hotel tempat Vina di kurung. Ia hampir saja menutup kembali pintu tersebut, tapi, melihat Vina yang juga menatap ke arahnya membuat Arkha terhenti sendiri.


''Saya sudah selesai.'' ujar Vina yang langsung beranjak. Ia melipat sajadah panjang yang berwarna maroon itu.


Arkha pun langsung menutup pintu dan melanjutkan langkahnya untuk masuk.


''Kenapa tidak di lepas?'' tanya Arkha saat melihat Vina masih mengenakan mukena.


''Nggak apa-apa, Tuan. Saya nyaman.'' jawab Vina.


''Ehm, itu kardus-kardus mau untuk siapa?'' tanya Arkha.


''OHHHH, IYA-IYA, saya juga akan menanyakan itu, Tuan, hehe''


''Satu buat saya, ada tulisannya Vina besar dan kardus paling kecil. Sedangkan yang dua buat mas Gian sama yang lain.'' jawab Vina.


''Cih! peduli sekali sama pria itu! kalian pasti pacaran, 'kan?'' tebak Arkha lagi.


Vina melirik Arkha, ''Apakah Tuan cemburu kalau saya dan mas Gian berpacaran?'' tanya Vina sembari menahan tawa.


Arkha langsung menatap Vina dengan sorot mata yang tajam.


''Percaya diri sekali kamu! apa yang spesial dari kamu. Ngapain juga cemburu!'' protes Arkha.

__ADS_1


Vina mengalihkan pandangannya ke arah lain.


''Hmmm, saya juga tidak paham sih, Tuan. Apa spesialnya dari saya ini, tapiii, coba Tuan tanyakan pada Mikha, barangkali jawaban anak kecil itu pasti jujur kacang ijo.'' balas Vina.


''BUBUR!'' protes Arkha.


Vina pun tertawa, tapi, ia tahan karena mendapatkan tatapan tajam dari Arkha. Ia sengaja melontarkan sedikit candaan. Barangkali suasana akan menjadi cair.


''Maaf, Tuan.'' ucap Vina.


Keduanya sama-sama terdiam.


''Surat numpang nikah sudah diurus sama orangtuamu, mereka akan kemari setelah urusannya selesai.'' ujar Arkha.


''Lalu, bagaimana dengan nyonya Lidya dan tuan Leon?'' balas Vina yang detak jantungnya berdebar kencang.


''Itu urusan saya, yang penting kamu bisa di ajak bekerja sama untuk melancarkan pernikahan ini.'' jawab Arkha.


Mereka kembali terdiam. Vina menatap ke arah luar jendela yang rintikan hujan mulai mereda.


''Jadi, selama belum menikah, apa saya masih tetap tinggal di sini, Tuan?'' tanya Vina.


''Lalu, maumu tinggal dimana? apa kamu sudah sangat tidak sabar untuk satu atap dengan saya?'' balas Arkha dengan sudut bibir yang terangkat.


Vina langsung mendelik, bukan itu yang ia maksud. Dasar casanova, memang tidak bisa salah bicara. Harus hati-hati dengan perkataannya, karena otak pria itu larinya ke arah-arah sensitif.

__ADS_1


''Bukan begitu maksud saya, Tuan.'' jawab Vina sembari menggaruk kepalanya.


''Ya, kamu akan tetap disini untuk sementara waktu. Kamu pasti tidak kelaparan, 'kan?'' tanya Arkha.


Petugas hotel pun memberikan pelayanan terbaik. Mulai dari makanan yang diantar tepat waktu, stock cemilan, buah-buahan, dan juga minuman pun ada.


''Tidak, Tuan. Bahkan saya bingung mau makan yang mana dulu.'' jawab Vina.


Arkha beranjak dari sofa. Vina pun mengikuti untuk beranjak.


''Saya hanya memastikan bahwa kamu tidak kabur dan masih hidup di sini.'' ujar Arkha dengan santai.


''Kurang ajaaaarrrr!!'' gerutu Vina dalam hati.


''Astaghfirullah, sabar Vin, sabaaarrrr.'' imbuhnya yang masih di dalam hati.


''Baik Tuan, terima kasih atas perhatiannya. Saya akan baik-baik saja di sini. Tuan tidak perlu khawatir, saya selalu menjaga kesehatan saya demi kelancaran hari bahagia kita nanti.'' ujar Vina dengan senyum yang sengaja ia buat-buat itu.


''Cih! kamu yang bahagia sendiri, bukan kita!'' balas Arkha.


Arkha pun bergegas ke arah pintu.


''Tuan, jangan lupa shalat ashar ya.'' ujar Vina.


Arkha pun menghentikan langkahnya, tetapi ia tidak menoleh. Dan beberapa detik kemudian ia langsung keluar dari kamar hotel tersebut.

__ADS_1


Vina kembali duduk di sofa. Ia memukul-mukul kepalanya sendiri.


''Ngapain juga sih aku bicara seperti itu, diihh Viinnn!!'' protes Vina untuk dirinya sendiri.


__ADS_2