(BABY SITTER) Jodoh Untuk Om Arkha

(BABY SITTER) Jodoh Untuk Om Arkha
BS 39 : Perkataan Baik


__ADS_3

Memang benar cinta itu tidak bisa dipaksakan. Yang sudah menjalin asmara bertahun-tahun pun bisa putus di tengah jalan. Yang sudah menikah pun bisa bercerai kapan saja, sekalipun segala upaya sudah dilakukan untuk mempertahankan suatu hubungan.


Yang unik dari jodoh adalah disaat tidak ada waktu pendekatan, tetapi Tuhan menyatukan dua insan tersebut menjadi pasangan yang langgeng hingga usia senja.


Segala sesuatunya tidak ada yang tidak mungkin terjadi jika Tuhan sudah berkehendak. Tugas manusia harus bisa melakukan hal yang baik-baik.


Gian hanya bisa tersenyum getir mendengar nasihat dari pak Yanto yang membuat hatinya masih berat untuk menerima kata legowo. Apalagi baru tiga puluh menit yang lalu, ia melihat story WhatsApp Vina mengunggah momen kebersamaan dengan pemuda-pemudi di lingkungan keluarga gadis itu. Vina terlihat cantik dengan senyum sumringahnya.


''Emm, iya Paklik.'' jawab Gian.


''Do'akan aja bisa dapat jodoh yang baik ya, Paklik." sambung Gian.


''Ponakan Paklik ini ya nggak jelek, pasti banyak sekali gadis-gadis di luaran sana yang siap menerima cintamu, haha''


Agar suasana hati tidak terlalu tegang, pak Yanto melontarkan sedikit candaan pada Gian.


Setelah cukup untuk mengobrol, perut juga sudah terisi penuh, pak Yanto pun pamit dari kediaman Gian.


''Kalau Vina sudah balik ke sini, titip salam ya.'' ujar pak Yanto sembari mengeluarkan kunci dari saku celananya.


''Iya Paklik, nanti tak sampaikan. Mungkin dua atau tiga hari lagi Vina baliknya.'' jawab Gian.


''Duh-duuuhh, spesial ya ... nggak ada batasan mau balik kapan.'' goda pak Yanto.


''Hahaha, terserah Paklik ajalah.'' balas Gian yang menyerah karena kembali terjebak dalam perkataannya sendiri. Sedangkan pakliknya itu sangat suka meledeknya.


Pak Yanto pun meninggalkan tempat keponakannya itu. Ia akan kembali ke rumah sebentar, namun, belum juga sampai di rumahnya, salah satu pekerja di kediaman Leonardo menghubunginya.


''Iya, iya, masih di jalan.'' jawab pak Yanto cepat setelah mendengar suara itu.


Pak Yanto pun langsung memutarkan arah kemudinya untuk kembali ke kediaman Leonardo sekarang juga. Teman kerjanya di rumah Leonardo memintanya untuk segera kembali, tanpa nanti-nanti. Sepertinya ada sesuatu yang sangat penting sedang terjadi di rumah itu.


''Ada apa lagi ini?!!'' gerutu pak Yanto sembari mempercepat laju mobil.


Untung saja perjalanan menuju ke rumah Leonardo tidak terjebak macet. Pak Yanto langsung cepat-cepat masuk ke dalam rumah tersebut setelah memarkirkan mobil.


Setibanya di rumah itu, pak Yanto langsung mengernyitkan keningnya. Tidak ada kegaduhan yang terjadi.

__ADS_1


''Ada apa ini? jangan bilang kamu cuma mau ngeprank-ngeprank nggak jelas!'' protes pak Yanto pada teman yang menghubunginya tadi.


''Sstt, jangan marah-marah dulu, Pak, tenaaang ... mereka juga baru tenang, tadi rame di sini.'' jawabnya sambil berbisik.


Pak Yanto melongok ke arah kamar Mikha yang sudah di tutup rapat.


''Ada apa sih?'' tanyanya masih penasaran.


Tidak lama kemudian, terdengar ada suara mobil datang. Mereka sudah hafal, sudah pasti yang datang itu Arkha.


''Kenapa tuan Arkha sudah balik? kok cepet sekali?'' tanya pak Yanto pada temannya itu.


''Sstt, jangan banyak tanya dulu, Pak. Nanti kita tunggu saja bagaimana keputusan akhirnya.'' bisiknya.


Setelah Mikhael sudah pindah ke luar negeri, pak Yanto menjadi supir pribadi Arkha. Tetapi, karena Mikha sedang liburan kemari, Arkha berangkat ke kantor tanpa di antar oleh pak Yanto.


Terlihat Arkha masuk ke rumah dengan langkah yang terburu-buru. Ia langsung menuju ke kamar Mikha tanpa menoleh-noleh ke arah manapun.


Sebuah tanda tanya besar muncul di benak pak Yanto. Jika Mikha sedang sakit, kenapa temannya itu malah memintanya untuk menunggu keputusan mereka. Pak Yanto semakin menerka-nerka apa yang tengah terjadi di dalam sana. Tapi, tetap saja belum bisa menyimpulkan.


Di acara sepupu Vina, ia terlihat sangat bahagia karena bisa berkumpul dan bertemu dengan teman-temannya yang sudah lama tidak bertemu. Mereka sudah saling sibuk dengan dunianya masing-masing. Ada yang sama merantau seperti dirinya, ada yang sudah berumahtangga. Dan, memang faktanya, untuk teman-teman satu kelas Vina, teman yang belum menikah masih tersisa sedikit, rata-rata sudah memiliki pasangan dan anak.


Uhuk uhuk uhuk


''Pelan-pelan, Viin, nggak ada yang minta.'' canda teman Vina.


''Iya, aneh Vina tuh, diem-diem kok tiba-tiba batuk.'' timpal lainnya.


''Kasih minum kek!!'' protes Vina pada temannya itu setelah batuknya berhenti.


Hahaha


Mereka langsung tertawa bersamaan karena baru tersadar tidak ada yang memberikan minum ke Vina, yang ada malah melontarkan candaan.


''Maaf, Viiin, jangan marah-marah, nih minumnya.'' ucap teman Vina yang duduk di sebelahnya itu.


''Telat!'' protes Vina yang sudah mengambil air mineral sendiri.

__ADS_1


Vina tidak benar-benar marah, karena memang sudah terbiasa seperti itu. Ia sendiri pun juga sering spontan menertawakan temannya yang jatuh, setelah itu baru melakukan pertolongan.


Mereka lanjut saling bertukar cerita, menceritakan aib-aib saat masih sekolah dulu memang hal yang paling mengesankan.


''Kapan balik ke tempat kerja lagi, Vin?'' tanya teman Vina lainnya.


''Nggak tau nih, kayaknya lusa, besok 'kan masih ngunduh mantu di tempat yang laki.'' jawab Vina.


''Lha emangnya bos kamu nggak ngasih waktu sampai kapan?'' tanyanya lagi.


Vina menggeleng.


''Enak bangetlah kalau kayak gitu, pantesan kamu betah di sana.'' ujarnya.


''Hehe, Alhamdulillah harus di syukuri guys, biar berkah barokah.'' jawab Vina.


''Maa syaa Allah ustadzah Ervinaaaaa, hahahahahaha''


Hahahaha


Vina sendiri pun langsung tertawa saat mendengar temannya itu melontarkan candaan dengan memanggilnya ustadzah.


''Aamiin aja deh, do'a yang baik harus di-aamiin-kan.'' jawab Vina setelah selesai tertawa.


''Semoga jodoh kamu nanti namanya Angga Pratama ya, Viiin.'' timpal teman Vina.


Hahahaha


Vina kembali spontan tertawa mendengar perkataan temannya itu.


''Kalau itu terdengar maksa ya.'' ujar Vina yang langsung membuat teman-temannya yang lain ikut tertawa.


''Itu perkataan baik lho, Vin, haha''


''Serius nggak ada kata aamiin, nih?'' tanya temannya yang bernama Angga itu.


''Cinta nggak bisa di paksa, Ngga.'' timpal temannya yang lain.

__ADS_1


Teman-temannya itu beberapa hanya tengah memenuhi undangan. Setelah mengobrol cukup lama, mereka melanjutkan foto bersama di pelaminan. Setelah itu, mereka pulang masing-masing. Tentu saja Vina yang masih bertahan di sana sampai acara selesai nanti.


__ADS_2