(BABY SITTER) Jodoh Untuk Om Arkha

(BABY SITTER) Jodoh Untuk Om Arkha
BS 23 : Saya Pamit


__ADS_3

Tidak adanya pembelaan dari satu pun keluarga itu yang membuat Vina merasa sangat kecewa dan sakit hati. Ia tidak menyangka, tanpa menelusuri terlebih dahulu, tanpa berpikir positif mengenai celetukan Mikha. Mereka langsung menuduh Vina yang telah memberikan pengaruh pada Mikha. Mereka sangat takut jika Arkha menikah dengan wanita yang tidak selevel.


"Ohh, ya sudah kalau kamu mau pergi, silahkan!'' gertak Lidya.


''Saya tidak ingin cucu saya menerima pengaruh negatif lainnya dari kamu!'' sambung Lidya.


Vina memberanikan diri menatap tuan Leon, nyonya Lidya, dan Arkha.


"Terima kasih sudah memberikan kesempatan yang sangat luar biasa ini pada saya. Saya tidak akan pernah lupa.'' ucap Vina.


''Silahkan kemasi barang-barang kamu!'' balas Lidya masih dengan tatapan emosi.


Semakin yakin untuk pergi dari rumah ini. Vina melangkah dengan tegas menuju kamarnya, hanya ada kesedihan ketika membayangkan saat Mikha memanggilnya, namun, ia sudah tidak berada disini lagi.


"Kalian jangan ikut campur ya, Mbak semuanya, ini urusanku. Semoga kalian tidak mengalami hal yang sama dengan aku.'' ujar Vina pada salah satu pekerja disana.


Mereka tentu saja ingin memberikan banyak sekali pertanyaan mengenai apa yang terjadi. Kesalahan apa yang sudah dibuat oleh Vina sehingga gadis itu di usir.


''Nggak nyangka dengan semua ini. Sekarang aku tau kenapa watak si sombong seperti itu? ternyata memang sudah turunan, penyakit hati!'' gerutu Vina sembari mengemasi barang-barangnya.


Bayang-bayang Mikhael tiba-tiba hadir, Vina langsung ingin menangis, pelupuk matanya terasa penuh. Ia tidak tega meninggalkan Mikha, ia sudah sangat menyayanginya. Sedangkan setelah ini, sudah pasti keluarga Leonardo akan mencari penggantinya, tapi, seharusnya tidak secara langsung seperti ini. Semua itu butuh proses dan pengenalan karakter masing-masing.

__ADS_1


''Semoga nanti Mikha cepat akrab sama mbak baru ya, jangan nakal.'' gumam Vina sedih.


Dua tasnya sudah penuh, ia menarik nafas panjang saat di tengah-tengah pintu, setelah itu ia langsung melanjutkan langkahnya dengan mantap.


''Bismillah, membuat keputusan disaat sedang emosi, semoga tidak berakhir penyesalan.'' pinta Vina pada Sang Pencipta.


Sama-sama membuat keputusan di saat emosi. Baik dari Vina maupun keluarga Leonardo. Ntahlah, Vina hanya merasa harga dirinya benar-benar direndahkan. Jika ada satu orang saja yang membelanya, diantara tuan Leon atau nyonya Lidya, ia tak akan sesakit ini. Penghinaan ini sangat menyakitkan.


''Saya pamit, Tuan ... Nyonya.'' ucap Vina yang tetap bersikap sopan pada majikannya itu.


''Kamu tidak kasian dengan Mikha?" tanya tuan Leon.


Vina hanya bisa menyembunyikan sedihnya dengan tersenyum tipis. Pertanyaan yang seharusnya tidak diperlukan sebuah jawaban dari Vina.


Tidak sekuat itu hati Vina, ia berusaha untuk menahan tangisnya.


''Kenapa jadi nggak tega lihat anak kampung tiba-tiba pulang begini.'' bathin Arkha.


''Aiisshhh ngapain peduli sama dia!''


''Kamu akan di antar sama pak Yanto ke terminal.'' ujar Arkha.

__ADS_1


''Terima kasih.'' ucap Vina.


''Gaji kamu bulan ini akan tetap saya transfer, dan ini pesangon buat kamu.'' ujar tuan Leon yang menyerahkan amplop.


''Terima kasih, Tuan.'' jawab Vina sembari menerima pemberian itu.


Sementara Lidya sudah menyusul menemani Mikha. Ia tidak ingin tiba-tiba Mikha datang ke tengah-tengah permasalahan ini.


''Sekali lagi saya mohon maaf, jika selama berada disini, ada kesalahan yang lakukan dan tidak saya sadari.'' ucap Vina.


''Hmm, ya sama-sama.'' jawab tuan Leon.


Dengan tetap bersikap sopan, Vina berpamitan dengan tuan Leon dan Arkha. Ia langsung keluar setelah menangkap teman-teman art yang menyaksikannya. Ia melambaikan tangan tanda perpisahan. Mereka langsung berhamburan keluar untuk memeluk Vina.


''Apapun permasalahannya, semoga kamu nggak lupa sama kita-kita yang masih disini ya, Vin.''


Mereka saling berpelukan erat satu persatu. Di saat itu tangis Vina langsung pecah.


''Mbak, maafkan aku ya kalau aku suka berbuat kesalahan dan aku nggak sadar. Tolong jahat Mikha.'' ucap Vina.


Mereka mengangguk.

__ADS_1


''Kami semua juga minta maaf ya Vin.''


Vina membalas dengan anggukan. Setelah itu ia masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh pak Yanto. Dari kaca, ia tidak mengalihkan pandangannya dari rumah Leonardo.


__ADS_2