(BABY SITTER) Jodoh Untuk Om Arkha

(BABY SITTER) Jodoh Untuk Om Arkha
BS 34 : Roti Tawar


__ADS_3

Sesuai dengan yang dikatakan, Vina melangkah dengan cepat setelah menutup pintu mobil Gian.


Tujuannya pun langsung ke rak yang berisi kebutuhannya. Tapi, karena ke minimarket ini baru pertama kali, Vina harus mencari-cari terlebih dahulu rak tersebut. Tak lama kemudian, akhirnya ketemu, tetapi ada yang kosong.


''Mbak-mbak.'' panggil Vina pada pegawai minimarket yang tengah menyusun barang-barang di rak yang isinya sudah semakin menipis.


''Iya Kak, ada yang bisa saya bantu?'' tanya pegawai perempuan itu.


''Yang merk ini, yang ada sayapnya lagi kosong kah?'' tanya Vina sembari menunjukkan kemasan roti tawar yang biasa ia gunakan itu.


Pegawai itu terlihat melongok ke belakang sekilas, lalu menyembunyikan senyum tipisnya.


''Oh, ada Kak, masih ada di gudang belum kita susun soalnya barang baru datang.'' jawab pegawai itu.


''Sebentar ya, Kak.'' pamitnya ke belakang.


Vina hanya mengangguk, lalu berniat untuk mengembalikan kemasan roti tawar yang tidak bersayap itu ke tempat semula.


''EH, ASTAGHFIRULLAH!'' pekik Vina yang terkejut karena sudah ada Gian di belakangnya tengah berdiri sembari memainkan ponselnya.


Vina langsung menepuk-nepuk bibirnya sendiri karena kelepasan teriak. Untung saja sedang tidak banyak orang. Tapi, yang mendengar suaranya langsung mendekati.


Melihat beberapa orang mendekat, Vina pun langsung meminta maaf karena tidak sengaja.


''Kenapa?'' tanya Gian dengan santai setelah mereka semua pergi.


Sebelum Vina menjawab, ia langsung menyembunyikan kemasan itu di belakang punggungnya.


''Aku sudah lihat, Vin.'' ujar Gian.


Ehehehe

__ADS_1


Vina langsung nyengir, dan dengan cepat meletakkan kembali ke rak itu. Bertepatan dengan pegawai tadi yang kembali sekalian menyusunnya.


''Ini 'kan, Kak?'' tanyanya.


''Ohh, iya Mbak.'' jawab Vina yang langsung memasukkan satu bungkus ukuran sedang itu ke dalam keranjang.


Setelah mendapatkan apa yang di cari, Vina langsung pindah ke rak lain.


''Mas Gian mau belanja juga ya?" tanya Vina.


''Mau nyari cukuran jenggot aja.'' jawab Gian.


Jawaban Gian membuat Vina spontan melihat jenggot tipis milik pria itu.


''Ohh, iya.'' lirih Vina sembari melanjutkan langkahnya.


Niatnya hanya untuk membeli roti tawar khusus wanita, tetapi setelah masuk ke dalam minimarket, Vina langsung teringat keperluan-keperluannya yang lain ada yang menipis juga. Itu pun sisa-sisa saat ia masih tinggal di kediaman Leonardo.


''Titip, Vin.'' ujar Gian.


''Oh, iya Mas.'' jawab Vina.


Sedari tadi Gian selalu mengikuti langkah Vina. Pegawai minimarket tersebut yang tidak tau akan mengira mereka pasangan, terlihat dari tatapan mereka dan ada yang senyum-senyum meledek. Gian pun memang seperti seorang pria yang bersikap manis kepada pasangannya.


''Aku sudah, Mas Gian masih mau nyari sesuatu lagi?'' tanya Vina.


''Nggak, itu aja.'' jawab Vina.


''Ohh.''


Vina langsung berjalan ke arah kasir. Ia meletakkan keranjang itu ke atas meja kasir.

__ADS_1


Tangan lihai kasir itu menghitung satu persatu dan memasukkan ke dalam kantong plastik.


''Semuanya jadi seratus XXX.'' ujar kasir itu menyebutkan total belanjaan Vina.


''Eh, Mas, pakai uangku aja.'' tolak Vina saat Gian lebih dulu menyerahkan dua lembar merah ke kasir.


Vina pun baru mengambil uang di dompetnya setelah kasir menyebutkan total.


Melihat keduanya, sang kasir pun menjadi bingung, meskipun uang dari Gian sudah ada di tangannya.


''Sstt, sudah.'' bisik Gian sembari menarik tangan Vina yang tengah memaksa kasir untuk menerima uangnya saja.


''Tapi, Mas,-''


''Lanjutkan saja, Mbak.'' ujar Gian pada kasir.


Vina pun akhirnya mengalah daripada debat disana dan disaksikan oleh orang lain.


''Pacarnya romantis sekali, lho, Kak.'' canda kasir itu pada Vina.


Vina hanya nyengir dan langsung menerima kantong plastik belanjaannya.


''Terima kasih, Mbak.'' ucap Gian.


''Oh, iya, terima kasih.'' ucap Vina.


Dua kasir di sana langsung ingin tertawa saat melihat sikap Vina yang bagi mereka lucu.


Vina langsung keluar lebih dulu, baru Gian yang mengikuti di belakangnya.


Di waktu yang bersamaan, jalan raya cukup ramai. Terdapat satu kendaraan yang mengurangi kecepatan lajunya.

__ADS_1


''Vina?'' gumamnya.


__ADS_2