(BABY SITTER) Jodoh Untuk Om Arkha

(BABY SITTER) Jodoh Untuk Om Arkha
BS 7 : Minta Digendong Juga? (Ada Visual)


__ADS_3

Suara Mikha sangat melengking sempurna. Sehingga orang-orang yang mendengarnya pun tak kuasa untuk tidak menutup telinga masing-masing, termasuk Arkha sendiri. Dan tersangka utamanya malah tertawa riang gembira, seperti tak merasa bersalah atas apa yang dilakukannya.


''Mikha, sudah, om Arkha-nya sudah dengar.'' ujar Vina lirih.


Mikha langsung berhenti teriak, dan langsung berlarian menuju om Arkha-nya. Mikha langsung loncat dan untung saja pas pada tangkapan Arkha. Sedangkan Vina langsung ke dapur untuk menyiapkan sarapan Mikha.


''Uuhh, kebanggaan Om Arkha ini, suaranya sangat bagus.'' ujar Arkha memuji.


''Hehehehe.''


Mikha cengengesan di gendongan om-nya, seperti tidak merasa bersalah.


''Om Arkha baru datang ya?'' tanya Mikha yang memainkan dagu Arkha, karena terdapat jenggot tipis disana.


''Iya Mikhael.'' jawab Arkha.


''Mikha kok harum sih? heumm.'' Arkha menghirup aroma wangi di rambut ponakannya itu.


''Mikha 'kan sudah mandi Oom.'' sahut Mikha.


''Oohhh sudah mandi ... pantesan wangi.'' puji Arkha.


Melihat kedatangan Vina yang membawakan makanan untuk Mikha, Arkha langsung menurunkan Mikha dari gendongannya dan mendudukkan di kursi.


''Mikha, sarapan dulu ya.'' ujar Vina.


''Iya Mbak Ina.'' jawab Mikha nurut.


''Tuan kalau mau sarapan ada di meja makan.'' ujar Vina kepada Arkha.


''Sudah.'' jawab Arkha singkat tanpa menatap Vina.


Vina juga tidak peduli, mau di tatap atau tidak bukan urusannya. Yang terpenting fokus dengan Mikha.


''Ada masalah apa sih dia ini? sombong banget jadi manusia! sama orang-orang yang kerjaannya nggak selevel sama dia pasti di ketusin.'' bathin Vina menggerutu.

__ADS_1



Arkha Leonardo (Ahn Hyo Seop)



Ervina Larasati (Kim Se Jeong)


(CIMAI MOHON MAAF YA KALAU ADA YANG KURANG COCOK HEHE🙏)


''Om Arkha mau kemana?'' tanya Mikha saat Arkha beranjak dari tempat duduknya.


''Om Arkha ke depan sebentar ya, mau telepon.'' jawab Arkha lalu mengusap rambut Mikha, tak lupa senyuman manis ia berikan untuk ponakannya itu.


''Ooo, iya Oom.'' jawab Mikha.


Arkha memang sedang menelepon temannya jika dirinya tidak bisa bergabung untuk malam nanti, dan besok. Dan ntah sampai kapan, ia juga tidak mengerti dengan pasti kapan kedua orangtuanya akan selesai dengan urusannya.


Mikha yang baru selesai membaca do'a sebelum makan itu lalu melanjutkan makannya dengan lahap. Meskipun nasinya berjatuhan dimana-mana, tetapi ia senang. Vina selalu mengajarkan hal itu agar Mikha tidak manja sampai besar nanti.


Tapi, walaupun sudah diajarkan untuk bisa apa-apa sendiri. Vina tetap melakukan tugas utamanya yang selalu menjaga Mikha sepenuh hati.


Mikha tidak keberatan, ia langsung menghabiskan air putihnya. Vina juga mengajarkan do'a selesai makan, dan Mikha sudah hafal.


Vina membereskan tempat tersebut supaya tidak semakin lengket karena nasi yang berjatuhan.


''Mikha jangan kemana-mana dulu ya, Mbak Vina mau kembalikan ini ke belakang.'' ujar Vina.


Mikha mengangguk. Vina yang sudah mendapatkan izin langsung ke belakang dengan cepat, ia mencuci wadah makanan yang habis di pakai untuk Mikha, lalu cepat kembali bersama Mikha.


Momongannya sudah rapi dan juga sudah kenyang. Tapi, karena om-nya datang, ia bergelayut manja sama Arkha. Vina hanya sebagai obat nyamuk di antara kedua pria kesayangan keluarga Leonardo itu.


''Kata oma, Om Arkha mau ajak Mikha ke mall?'' tagih Mikha.


''Lihat tuuuh, maemnya aja belum turun, masa langsung dibawa jalan-jalan sih ... nanti tumpah-tumpah, xixixi.'' ujar Arkha menunjuk perut Mikha dengan candaan.

__ADS_1


Mikha melihat perutnya sendiri dengan cengengesan. Perutnya buncit dan sangat menggemaskan.


''Maemnya masih jalan dari sini ya Om?'' tanya Mikha polos. Ia memperagakan jalannya nasi dari mulut ke tenggorokan sampai ke perut.


Vina menahan tawanya. Sedang Arkha yang menyadari hal itu langsung memberikan tatapan mata tajam.


''Haha iya betul sekali, yeyy prok prok prok''


Arkha dan Mikha tertawa-tawa.


''Astaghfirullah! tahan emosi, tahaann!'' bathin Vina setelah menyadari mendapatkan tatapan tajam nan sinis dari Arkha.


Setelah tiga puluh menit selesai makan, Arkha, Mikha, beserta Vina langsung meninggalkan rumah tersebut untuk menuju ke mall.


Mobil yang dikendarai oleh Arkha berhenti di salah satu mall besar yang ada di kota ini. Vina segera membuka pintu, ia membantu Mikha untuk turun. Setelah Mikha beralih ke tangan Arkha, Vina mengambil tas yang berisi keperluan Mikha.


Arkha dan Mikha sudah berjalan lebih dulu mendahului Vina. Ia ditinggalkan begitu saja oleh dua laki-laki itu.


''Nasib babu! hufftt!'' gerutu Vina dalam hati.


''Tuan! Tuan Arkha! tunggu sebentar!'' teriak Vina.


Terlihat Mikha menepuk-nepuk pundak om-nya agar berhenti.


Dan benar saja, Arkha langsung menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Vina, ''Ada apa? minta di gendong juga? bisa jalan sendiri 'kan?!'' serunya dengan nada yang menuduh.


Vina membuang nafas kasar ke udara lalu sedikit berlari.


''Mobilnya belum di kunci.'' ujar Vina langsung pada poin utama.


''Gblg banget gue!'' umpat Arkha dalam hati.


Tanpa menjawab, Arkha langsung menekan remote mobilnya agar terkunci.


''Hihi, Om Arkha lupa ya? untung ada Mbak Ina yang ingetin.'' ujar Mikha.

__ADS_1


Arkha semakin dibuat malu, ia hanya tersenyum tipis lalu mengalihkan fokus Mikha pada ramainya pengunjung mall terbesar.


''Su'udzon mulu jadi orang!'' gumam Vina.


__ADS_2