(Bukan) Cinta Terlarang

(Bukan) Cinta Terlarang
15. Kedatangan Jessica


__ADS_3

"Ada yang ingin bertemu dengan tuan" Barry seketika berucap agar Megan berhenti mendekat, dan benar saja, ia berhasil.


"Siapa?"


"Istri tuan"


Megan mengernyit kan alisnya, dia juga bingung, jangankan istri, kekasih saja dia tidak punya.


"Kamu ingin mengalihkan pembicaraan, supaya saya tidak memukul kamu gitu?"


"Bukan tuan, maksud saya, benar ada yang mencari tuan, dia bersama anaknya, katanya, itu anak yang tuan telantarkan" Barry kembali melangkah mundur beberapa langkah, karna Megan pun semakin melangkah maju.


"Jangan bercanda kamu, sejak kapan saya punya anak? menikah saja belum"


"Ampun tuan, benar di depan ada yang mencari tuan, katanya namanya Jessica!" Ucapan Barry seketika menghentikan pergerakan Megan.


Setelah beberapa menit terdiam, Megan bergegas menuju depan dengan wajah yang dipenuhi amarah.


"Sandiwara apa yang dimainkan perempuan itu?" gumamnya.


Benar saja, setelah sampai didepan, Megan melihat seorang perempuan sedang duduk di sebuah kursi, dan dipangkuannya, duduk seorang batita berumur lebih dari satu tahun.


Megan melangkah mendekat, karna posisi si perempuan membelakangi nya, maka dia tidak melihat Megan telah melangkah mendekatinya.


"Mau apa kesini?"


kalimat ketus dan suara dingin Megan membuat si perempuan terkejut, terlebih Megan berada di belakangnya.


Dengan sigap si perempuan berdiri, memasang wajah manisnya kemudian berbalik dan menatap Megan.


"Megan aku rindu kamu" dia melangkah mendekati Megan.


"Sayang ayo salim sama papa nak!"


Megan sekilas menatap si perempuan dan anaknya, kemudian kembali berpaling seperti semula, dia tidak mau melihat wajah masa lalunya. Juga mengabaikan uluran tangan sang anak yang dibantu ibunya.


"Apa kamu tidak merindukanku dan anak kita?" dia memasang wajah sedihnya.


"Cih, anak katamu? sejak kapan aku punya anak? kamu lupa kalau aku tak pernah berbuat hal menjijikkan itu dengan mu?" Megan meninggi karena mendapat fitnah menjijikkan itu " semua yang melihat juga akan berfikir, kalau dia bukan anakku"

__ADS_1


"Kamu pikir aku sama dengan mantan mu yang lain?, seenaknya berbuat mesum, lagian kamu jadi perempuan kok tolol bangat ? mau aja menyerahkan tubuh pada sembarang orang"


"Megan, jaga ucapan mu!"


"Apa yang harus aku jaga, Jessica? bukankah kamu benar perempuan bodoh? setelah menyerahkan tubuhmu, kemudian kamu dicampakkan, dan setelah itu mencari aku untuk menutup aib yang kalian lakukan?" Megan sudah mengetahui kalu Jessica dibuang kekasihnya setelah di ketahui hamil.


"Ms-Megan,"


"Jangan kamu pikir aku bodoh seperti mu, jika ingin meminta pertanggungjawaban, maka mintalah pada ayah biologisnya, jangan bilang, kalau kamu juga tidak mengetahui siapa bapaknya, karna mungkin lebih dari satu pria yang telah menyentuhmu" Megan menatap sinis dan benci serta jijik menjadi satu.


Jessica menangis mendengar ucapan Megan.


"aku sudah meminta tanggung jawab darinya, tapi dia tidak mau bertanggung jawab, dia tidak mau mengakui anaknya,dia mencampakkan ku setelah dia puas"


"Apakah kamu tau? jika seseorang mau melakukan perbuatan zina dengan kekasihnya, bukan tidak mungkin dia juga akan melakukannya dengan orang lain, itu sebabnya, kenapa kekasihmu itu meragukan anak yang kamu kandung" Megan berucap, tapi tetap tak mau menatap Jessica.


"Itu juga salah satu yang membuat aku enggan menjadikanmu pendamping hidupku, karna kamu juga pernah meminta hal itu padaku"


"Megan, bukankah kamu juga belum menikah, apa salahnya jika kita kembali" Jessica tetap ngotot


"Apa salahnya katamu? itu adalah kesalahan terbesar jika aku memungut sampah yang telah dibuang"


"Mungkin kamu akan berkata, sampah juga bisa di daur ulang, tapi aku tidak berminat memungut sampah, lebih baik kasih kepada yang membutuhkan, aku lebih baik membeli produk baru yang lebih terjamin kualitasnya"


"Dengar Jessica, aku tidak pernah mempermasalahkan uang yang telah ku berikan, karna uang ku tidak akan habis sampai sepuluh turunan"


"Dan harta ku pun nantinya akan menjadi harta istriku, jadi aku harus mencari siapa yang akan bisa mengelolanya dengan baik, dan itu bukan kamu" perdebatan mereka disaksikan bocah kecil, yang memang tidak mengetahui apa yang di permasalahkan orang dewasa didepannya itu.


"Megaan,," Jessica meletakkan anaknya, kemudian memegang kaki Megan.


"Aku mohon bantu aku, aku ingin anak ku punya ayah, supaya nanti dia tidak jadi bahan olok-olok kan temannya, supaya dia tidak direndahkan"


Megan menarik paksa kakinya yang dipegang, dan membuat Jessica tersungkur "ketika kamu melakukannya, kenapa tidak kamu fikirkan dampak yang akan terjadi? kenapa hanya memikirkan kenikmatan sesa'atnya saja?"


"Aku fikir dia akan bertanggung jawab" Jessica kembali menumpukan kakinya di lantai.


"Tidak ada yang namanya laki-laki yang bertanggung jawab, jika terlebih dulu melakukan dosa itu, jika dia memang laki-laki bertanggung jawab, maka dia akan menikahimu dulu, baru menyentuhmu!"


"Sudahlah, aku sibuk, kali ini aku sudah berbaik hati memberimu sedikit nasihat, beruntung aku tidak langsung mengusirmu"

__ADS_1


Kemudian dia melangkah meninggalkan Jessica tanpa menoleh sedikitpun, tiba di dalam rumah, dia memanggil Barry.


"Berikan anaknya jajan, aku tau, dia ingin numpang hidup dengan ku karna tidak ada lagi yang mau membiayainya"


"Baik tuan"


"Jangan banyak-banyak, nanti dia ketagihan!"


"Siap tuan"


Barry pun melangkah kesebuah ruangan, kemudian kembali lagi dengan sebuah kertas ditangannya.?


"Segini udah tuan?" Barry memperlihatkan nominal yang dia tulis di kertas cek itu.


"Sudah banyak itu, buat beli susu anak ya, jika dia mau uang untuk dirinya, suruh dia bekerja!" kemudian Megan melangkah menuju kamarnya.


"Tunggu nyonya" Barry memanggil Jessica yang sudah hampir tiba di gerbang, kemudian dia bergegas mendekat.


"Iya ada apa? apa Megan menyuruh kami masuk?" Jessica sedikit sumringah, berharap Megan kasihan dan mau menerimanya menjadi istri.


"Bukan nyonya, tuan Megan mau memberikan ini" Barry menyerahkan cek tersebut,dan langsung diambil oleh Jessica.


"Kog cuman lima belas juta? kenapa Megan sekarang menjadi pelit, apa dia udah bangkrut, dulu aja lima puluh juta hanya untuk sekali jalan" Gerutunya kesal.


"Itu uang bukan buat nyonya, tapi buat beli susu anak nyonya ini, tuan bilang, jika nyonya ingin uang, maka bekerjalah!"


"Tapi jangan menjual diri! takut anaknya ngak punya bapak lagi" Barry berbalik dan ingin melangkah kedalam.


"Apa itu juga ucapan dari Megan?"


Barry kembali berbalik menghadap Jessica"Bukan nyonya, itu murni dari saya, bertobatlah, agar hidup nyonya tentram, dunia ini hanya sesa'at, jangan sampai nyonya mati dalam kemaksiatan dan dosa


Kemudian Barry kembali berbalik, melangkahkan kaki menuju rumah tuannya.


"Huh, dasar sok alim" bukan nya sadar dan menyesali perbuatannya, Jessica malah mengerutu dan mengumpat tidak jelas, memang hati batu, tidak bisa di nasehati.


"Bagaimana ini? semua ini salahmu" setelah keluar dari gerbang kediaman Megan, Jessica kembali menggerutu dan menyalahkan anaknya.


"Kalau dulu aku tidak mempertahankan mu, mungkin aku bisa kembali lagi dengan Megan, bapak mu pembohong, dia akan mengakui kamu sebagai anaknya, jika sudah melakukan tes DNA, tapi setelah semuanya terbukti, eh bapakmu malah kabur, memang laki-laki brengsek"

__ADS_1


"Kalau begini caranya, aku akan lebih sering datang kesini, untuk meminta uang Megan, agar aku tidak capek bekerja, lagian dia juga belum menikah, siapa tau nanti luluh lagi sama aku" Jessica bergumam, dan tersenyum sendiri membayangkan akan menjadi nyonya Megan.


*****


__ADS_2