
Beberapa hari telah berlalu, Bella pun telah kembali kerumah, lebih tepatnya ke rumah nenek dan kakeknya.
Sementara Megan telah kembali ketanah air karena tuntutan pekerjaan, beberapa hari di Inggris membuat beberapa pertemuan dengan rekan kerja terpaksa diundur, beruntung merekapun mau mengerti, dan juga tubuh Megan juga sudah sangat fit, dokterpun. sudah memperbolehkan dia melakukan perjalanan jauh.
Untuk sementara, Bella masih berada di Inggris,belum diizinkan bepergian jauh, apa lagi kembali ke tanah air, karna fisiknya masih belum benar-benar stabil.
Setelah sarapan pagi bersama, Bella kembali ke kamarnya, berencana ingin menonton film faforit nya, yang tak lain adalah drama Korea.
Entah apa yang membuat kebanyakan para gadis dari remaja sampai dewasa bahkan sudah tua begitu sangat menyukai drama korea, padahal kalau dilihat sama saja dengan drama tanah air, drama kumenangis pun tak kalah seru kayaknya, tapi yang membedakannya katanya sih oppa-oppa nya itu loh, entah lah aku juga tidak mengerti.
"O iya, aku sampe lupa" gumamnya mengingat sesuatu sa'at melihat beberapa koper dikamar nya.
Dengan perlahan Bella bangkit dari tempat duduknya, kemudian melangkah juga dengan perlahan, hingga akhirnya sampai lah ia pada sebuah koper yang ia tuju.
Setelah meraih salah satu koper, Bella membuka penutupnya, mengambil map coklat yang sempat ia masukkan kedalam.
"Apa ini? dan siapa ini?" tanya Bella bergumam sa'at melihat foto anak kecil diapit oleh dua orang, sepertinya orang tua sikecil tersebut.
Kemudian dia melihat lagi lembar berikutnya, semuanya adalah foto sikecil dengan kedua orang tuanya, ada juga fotonya tengah sendirian.
Sa'at memandangi salah satu foto, Bella menyadari sesuatu.
"Kenapa wajahnya mirip aku waktu umur 6 tahun ya?" gumamnya sendiri. "Namanya juga sama denganku, Bella."
Disitu dia juga melihat sebuah data, sepertinya data si anak yang difoto itu, di data tanggal lahir gadis kecil itu sama dengan tanggal lahir Bella, nama mereka juga sama hanya beda dibelakangnya.
Kemudian dia membalik lagi lembaran, disana dia menemukan sebuah kartu nama, karena penasaran, Bellapun langsung menghubunginya.
"Hallo, dengan siapa ini?"
__ADS_1
"I-ini, saya Bella." Entah kenapa Bella jadi tergagap bicara, padalah dia tidak sedang menatap lawan bicaranya.
"Nona Bella, syukurlah akhirnya anda menghubungi saya, itu artinya anda telah membuka map yang saya berikan dulu. Bukankan begitu?" ucap Jefry,.
"Iya betul, saya memang sudah membuka map nya, hanya saja saya tidak faham dengan semua ini, apa maksud anda memberikan semua ini pada saya?" ungkap Bella langsung pada intinya.
"Oh jadi nona Bella belum faham? apa tidak sebaiknya nona tanya saja pada nyonya Lucia, beliau pasti akan menjelaskannya pada anda"
"Saya mau anda yang menjelaskannya!" tegas Bella mulai berani tak seperti awal tadi.
"Jika saya menghubungi anda, itu artinya saya ingin mendengar penjelasan dari anda, bukan dari orang lain," tegasnya lagi tidak mau bertele-tele.
"Waw, nona, kamu sangat tegas, persis seperti mendiang ayahmu"
"Apa maksud anda? mendiang ayah siapa yang anda maksud?" Bella merasakan ada sesuatu yang tidak ia ketahui.
"Apa nona benar-benar sudah siap mendengar sebuah kenyataan? mungkin saja kenyataan itu akan membuat anda kecewa," terang Jefry.
"Tapi berjanjilah tidak akan memotong ucapan saya atau menyelanya."
"Baik"
"Baiklah, nona Bella sebenarnya bukanlah anak kandung dari tuan Barnest dan nyonya Lucia."
"Apa maksud anda? jangan mengada-ada!" Bella tidak terima dengan ucapan yang didengarnya dari Jefry.
"Tolong jangan menyela saya, dengarkan saya bicara sampai selesai, jika nona benar-benar ingin mengetahui yang tidak nona ketahui selama ini."
Bella menghela nafasnya, mencoba mengatur hatinya yang sudah hampir tidak terkendali. "Baik lah, silahkan lanjutkan!"
__ADS_1
"Saya ulangi, nona Bella bukanlah anak kandung nyonya Lucia dan tuan Barnest, nona hanyalah anak angkat bagi mereka, tapi karena mereka sangat menyayangi nona, maka semua rahasia itu mereka kubur dalam-dalam, entah sampai kapan, saya juga tidak tau."
"Nona Bella pasti bertanya kenapa nona bisa menjadi anak angkat orang tua yang selama ini merawat nona yaitu tuan Barnest dan nyonya Lucia, jawabannya adalah, karena mereka telah mengambil dan membawa nona, tanpa sepengetahuan orang tua nona kala itu, dan memisahkan nona dengan ibu kandung nona yang sa'at itu sedang kritis."
Mendengar ucapan Jefry, Bella merasa kesedihan yang luar biasa, orang yang selama ini begitu baik dan sangat menyayanginya, ternyata mereka tak sebaik yang terlihat.
Mereka telah tega memisahkan seorang anak dengan ibu yang telah melahirkannya, bahkan disa'at seorang ibu dalam keadaan kritis.
Tidak kuasa menahan kesedihan, cairan bening itu telah membasahi pipinya, tapi dengan sekuat tenaga dia coba untuk tidak menangis.
"Coba jelaskan kenapa saya bisa diambil mereka!" suara Bella terdengar parau karena menahan tangis.
"Dari pengakuan ibunda nona, yaitu majikan saya, ketika mereka mengalami kecelakaan, tuan Barnest dan nyonya Lucia lah yang menolong mereka, kecelakaan itu membuat ibu anda koma dan harus kehilangan satu kakinya, tapi ayah nona tidak dapat ditolong, beliau meninggal hari itu juga dirumah sakit."
Dan Bella tidak dapat lagi menahan kesedihannya, tangisnya pecah meski ia telah berusaha keras untuk menahannya, namun itu sia-sia, hatinya telah terlanjur merasakan kesedihan, apalagi mengingat seorang perempuan yang kehilangan kakinya, kehilangan suaminya, dan juga kehilangan anak nya.
"Waktu itu keluarga dan juga kami sebagai bawahan, belum mengetahui tentang kejadian naas itu, maka dari itu, tuan Barnest membawa nona, dari keterangan suster rumah sakit ini, nona memang dibawa oleh tuan Barnest. Beberapa kali beliau masih menjenguk ibu anda, tapi setelah itu, beliau tidak kunjung menampakkan diri lagi," terang Jefry.
"Dan sebenarnya ada satu orang saksi lagi yang mengetahui tentang ini, dia adalah ayah saya, tapi sayang malam itu adalah malam terakhir beliau, ayah saya kecelakaan dan tidak sempat menceritakan semua yang ia ketahui."
Bella tidak bisa menggerakkan mulutnya untuk bicara, dia hanya menangis tergugu, karena membayangkan jika semua yang dikatakan Jefry adalah kenyataan.
"Nona Bella, ibu anda sangat merindukan anda, setiap hari dia hanya merasakan kesedihan, merasakan kerinduan pada putri kecilnya yang sekarang sudah menjadi seorang gadis dewasa."
"Kami telah mencari keberadaan anda, tapi kami tidak bisa menemukan, kami tidak tahu apa yang terjadi, apakah tuan Barnest dan nyonya Lucia dengan sengaja menyembunyikan anda," terang nya lagi. Ya memang selama ini mereka telah berusaha mencari keberadaan Bella.
"Apakah semua ini adalah kebenaran yang sebenarnya? apa anda tidak sedang mencoba membohongi saya?" tanya Bella mencoba meyakini dirinya bahwa semua yang dikatakan Jefry tidaklah benar.
"Benar nyonya Arabella Hernandez."
__ADS_1
*****