(Bukan) Cinta Terlarang

(Bukan) Cinta Terlarang
08. Dijodohkan


__ADS_3

"Kematian Ethan murni kecelakaan, atau..... disengaja?" Pertanyaan Bella membuat Megan terdiam sesa'at, Megan tahu bahwa adikya tidak suka dengan yang namanya pembunuhan.


"Habiskan makanannya! kita bahas dirumah!"


"Baiklah!"


Tidak ada lagi percakapan diantara keduanya hingga mereka selesai makan.


"Langsung pulang atau gimana?"


"Pulang aja kak! Bella mau dengar penjelasan kakak, Bella takut kakak jadi tersangka kalau memang benar kakak dibalik kematiannya!"


Tanpa banyak bicara, Megan langsung tancap gas menuju kediaman mereka. Bella diam karna merasa khawatir dengak kakaknya,jika benar Megan terlibat, maka penjara menantinya jika ketahuan.


Setelah sampai di rumah, Megan menyuruh Bella untuk menunggunya di balkon lantai atas, Bellapun mengangguk.


Setelah menunggu beberapa menit, Megan datang dengan capuccino cincau di kedua tangan nya, memberikan satu untuk Bella dan menyeruput yang satunya lagi setelah duduk.


"Makaasiih... Cocok, cuaca lagi panas" dia pun langsung menyeruputnya hingga habis seperempat.


"Sebenarnya, tadi malam itu kakak keluar setelah kamu tidur, kakak nemuin teman buat minta tolong"


Sebelum Bella tidur, Megan memasuki kamar adiknya itu setelah di izinkan yang punya masuk, diapun meminta identitas Ethan, meskipun awalnya Bella tidak mau memberi kan, tapi setelah didesak, akhirnya Bella pun mengalah juga dengan memberikan biodata Ethan dengan syarat jangan berbuat aneh-aneh padanya, Megan hanya mengangguk.


Megan pun menceritakan pertemuannya dengan Joe, sahabat nya dari SMP sampai sa'at ini,meskipun mereka terpisah oleh Benua, tapi mereka tetap berkomunikasi melalu jejaring sosial. Joe merupakan anak dari Emill sahabat Aaron, atau kakeknya Megan.


Emill merupakan ketua mafia sa'at ini, yang sebelumya diketuai oleh Aaron, entah dapat petunjuk atau apa, tiba-tiba Aaron ingin keluar dari dunia kegelapan itu, dia beralasan ingin hidup tenang bersama keluarga tercintanya.


Sekian dulu penjelasan tentang ketua mafia, kita beralih kepembahasan semula yaitu Megan.


Tanpa basa-basi, karena biasanya mereka juga seperti itu, Megan Langsung mengutarakan maksud dan tujuan nya. Joe sedikit heran, bukan heran dengan tujuan Megan, tapi heran dengan adiknya.


"Mmm, bukankah adik lo sudah meninggal?" tanya Joe sedikit ragu.


Plak


Megan pun menempeleng kepala Joe. "Sembarangan kalau ngomong"


"Ya emangkan, trus...."


"Udah jangan banyak ngomong, bisa ngak bantuin gue?"


"Bisa-bisa, malam ini juga, semua nya beres"


"Baguslah, tapi jangan sampai ketahuan, buat seakan murni kecelakaan!"


"Ngak usah ajari pilot bawa pesawat!, jika ketahuan, gue juga yang kena masalah, dan sebelum lo tidur, semua masalah sudah beres"

__ADS_1


"Ya sudah, semua informasi ada di amplop itu" tunjuk Megan pada amplop yang sudah diletakkan diatas meja.


"Gue balik dulu" Megan menepuk pundak sahabatnya sebelum melangkah pergi dan mendapatkan anggukan dari Joe.


Benar saja, belum sampai satu jam dari pertemuan nya dengan Joe, Megan mendapat telvon bahwa misi telah berhasil dan berjalan dengan baik.


"Waw, mantap bro, kerja yang bagus, belum juga satu jam".


"Hahaha.. ya iyalah, calon pewaris kerajaan, hahah"


"hahaha,iya ya, aku lupa, lo kan bakalan mengganti kan Bokap lo jadi ketua mafia, pantasan cepat, anak buah dimana-mana"


Seperti itulah kira-kira percakapan Megan dan Joe yang diceritakanya pada sang adik, membuat Bella seketika lesu dan menghembuskan nafas panjang.


"Kalau ketahuan gimana?"


"Kamu kan sudah lihat beritanya, peristiwa itu diberitakan murni kecelakaan, tidak akan ada yang tahu yang sesungguhnya jika kamu tutup mulut, dan tidak menceritakan nya pada siapapun"


"Lagian kenapa musti dibunuh segala sih?" Hati Bella benar-benar diliputi kecemasan, dia tidak tahu kalau mafia itu, kerjaannya tidak akan ketahuan.


"Manusia seperti itu harus dimusnahkan, agar korban pelecehan, perempuan hamil tanpa suami, dan anak tanpa bapak berkurang, kalau perlu tidak ada lagi yang seperti itu!" Jelas Megan pada adiknya, karna dia melihat kecemasan dan rasa bersalah dimata Bella.


"Ya sudah, terimakasih kak, semoga semuanya aman, Bella kekamar dulu!" Diapun berlalu dan menuju kamarnya, tapi sa'at akan memasuki kamar, Bella mendengar percakapan di ruang tamu, karna penasaran, iapun langsung turun dan menuju sumber suara.


"Miss Clara?, kok bisa disini? mm.. maksud saya ada apa, apa ada hal yang penting?" Tanya Bella kaget sekaligus kesal.


"Hallo nyonya" Sapa Bella ramah dengan membungkukkan sedikit kepalanya, yang disapapun tersenyum.


"Ini cucumu Alice? cantik sekali" Puji Akaylee, neneknya Clara.


"Iya, namanya Bella, sebelumnya dia memang jarang kesini, tapi dua tahun belakangan dia tinggal bersama ku, karna dia kuliah disini"


"Owh" Akaylee manggut-manggut dengan senyuman. "Megan mana? kog ngak kelihatan? Clara bilang dia ada dini" tanya nya lagi sambil melirik kiri kanan.


"Iya, baru nyampe kemaren, mungkin dikamarnya?"


"Syukurlah dia masih disini, aku kira udah balik" Ucap Clara melirik Bella.


"Mungkin be..." Ucapan Alice dipotong Bella.


"Kak Megan menunda keberangkatan nya hingga besok, katanya masih kangen adiknya" Bella menyela ucapan neneknya agar tidak ketahuan berbohong.


Alice sebenarnya merasa heran dengan Bella, tapi dia diam saja, tidak mau mengatakan apapun lagi tentang keberangkatan Megan, mungkin ada alasan Bella berbohong, itu fikirnya.


"Nyonya Akaylee ini, dulu sering berkunjung kerumah grandma yang lama, Clara juga sering berkunjung, dia kan teman kuliahnya kakakmu, mereka satu kampus disini,tapi semenjak rumah itu dijual dan pindah kesini, dia baru dua kali berkunjug kesini, mungkin jaraknya yang semakin jauh dari rumahnya"


"Ada apa ini?"

__ADS_1


Karena terlalu fokus mendengarkan Alice bercerita, mereka sedikit terkejut mendengar suara bariton yang terdengar secara tiba-tiba.


"Kamu ini, mau bikin grandma jantungan?" Ucap Alice mengurut dadanya.


"Ya serius amat, masak ngak tau ada orang, coba tadi kalau maling, habis perhiasan grandma digasaknya"


"Eh kamu, sembarangan aja kalau ngomong" Alice memukul lengan cucunya.


"Nih clara sama neneknya, katanya dia kangen sama kamu, udah lama ngak ketemu, katanya kalian bertemu dikampus, tapi kamu cuekin dia"


"Dasar tukang ngadu" Bathin Bella dan Megan


"Bukan mengabaikan, tapi aku sibuk"


"Sibuk apaan, kamu kan cuma...."


"Udah ya grandmaaa, sekarang kan udah ketemu, trus mau apa?" Ucap Megan pada neneknya, tapi matanya menatap Clara.


"Megan, kamu itu yang sopan sedikit sama tamu!" Ucap Alice agak keras , dia merasa malu sama temannya karena sikap cucunya yang kurang sopan itu.


"Sudah, tidak apa-apa Alice, mungkin dia capek, kan baru nyampe kemaren!" Akaylee meyakinkan Alice bahwa mereka tidak tersinggung.


"Jadi begini Megan, kamukan udah tua ya..."


"Eh, enak saja bilang tua, grandma sama Bella sama aja, orang masih muda di bilang udah tua" ucapan Megan membuat Bella yang tadinya cemberut jadi tersenyum geli.


"Kamu itu sudah dua puluh sembilan tahun Megan, tapi belum juga punya kekasih, grandma cemas sama kamu, jangan sampai kamu jadi g..."


"Hush, sembarangan aja, aku udah punya pacar" Mendengar itu, hati Bella menjadi panas.


"Yang benar kamu? trus kapan kalian akan menikah?"


Semua terdiam, termasuk Bella dan Clara juga neneknya.


Ucapan Megan selanjutnya membuat Bella dan yang lainya bernafas lega, tapi berbeda dengan Alice.


"Tapi udah Putus"


"Terus kenapa kamu bilang udah punya kekasih Megaaan?" Alice menjewer telinga Megan karna kesal merasa dipermainkan cucunya.


"Supaya grandma ngak berpikir yang macam-macam lagi tentang aku, aku ini normal, ya jodohnya aja yang belum ketemu"


"Kalau begitu, kamu sebaiknya dijodohkan saja"


"Apa...?" ucap Megan dan Bella serentak.


*****

__ADS_1


__ADS_2