
"I love you tuan dingin Megan" Hany masih saja bicara sendiri sampai ia tiba di depan ruang kerjanya.
"Cinta sama siapa kamu?" ketika hendak membuka pintu ruangannya, seseorang mengagetkan Hany, sesa'at membuat Hany terpaku, antara malu dan juga takut, dengan perlahan dia membalikkan badan dengan kepala menunduk.
"Siapa yang kamu cintai?" tanyanya lagi.
"Ma'af pak Barry, saya..." Hany sesa'at kehilangan akal untuk menjawab pertanyaan Barry.
"Ayo jawab, jangan bilang kalau kamu mencintai bos Megan" Tanya Barry sengit.
"Siapa yang berani mencintaiku?" tanya Megan dingin, kehadiran Megan membuat Hany semakin menunduk karena ketakutan.
Dengan memberanikan diri, Hany mengangkat perlahan kepalanya, dan mencoba memasang wajah tersenyum, dan menepis kegugupannya.
"Ma'af tuan, tadi saya nelpon kekasih saya, untuk memberitahukan keberhasilan saya, jadi, setelah selesai bicara, untuk menutup telepon, saya bilang, i love you tuan Dilan, seperti itu" ternyata Hany mendapatkan ide, dan semoga saja Megan percaya.
"Jangan berbohong kamu, bukannya..." Barry ingin berkata kalau Hany tidak habis menelepon, karena ia melihatnya sendiri tidak memegang handphone, tapi Megan memotong ucapannya.
"Sudahlah Barry, ngapain kamu perdebat dia, suka dia lah cinta sama siapa" Barry terkejut, tumben tuannya membela orang lain, biasanya dia tidak suka ada yang menaruh hati padanya, apalagi bawahannya
"Ada apa dengan tuan Megan?" Barry hanya mampu bertanya dalam hatinya, tapi Hany, dia menunduk dan melengkungkan senyumnya mendengar jawaban Megan, diapun juga tahu, bagaimana sifat nya Megan pada bawahannya.
"Ma'af tuan" hanya itu yang keluar dari mulut Barry.
"Apa sudah kamu sampaikan pesanku tadi?"
"Ini akan saya sampaikan tuan" Jawab Barry, sedangkan Megan berlalu, kembali lagi keruangannya, entah mau apa tadi dia keruangan bawahannya.
"Tuan Megan bilang, kamu akan mendapatkan bonus yang lebih besar, jika kesepakatan terjadi minggu depan, jadi persiapkan lagi dirimu, karena kamu akan terlibat"
Mendengar itu, Hany tersenyum bahagia, usahanya tidak sia-sia.
"Baik pak, saya akan berjuang lebih keras lagi"
ucap Hany, kemudian Barry berbalik hendak kembali keruangannya, tapi kembali berbalik menatap wajah Hany.
"Hany, aku peringatkan kamu, jangan berani-berani menaruh hati pada bos, kalau kamu tidak ingin sakit hati dan kecewa, tidak ada gunanya, yang ada hanya kerugian untuk mu nanti, tetap jaga sikap, karena jika Tuan Megan sudah terganggu dengan sikapmu, dia tanpa segan akan memecat mu dari pekerjaan."
"Baik pak, saya mengerti, saya tau diri kok" Sahut Hany
"Bagus, jangan melakukan kesia -siaan!" Setelah itu, Barry berlalu dari hadapan Hany, dan Hany pun memasuki ruangannya.
"Apalah aku ini" gumam Hany mendudukkan bokongnya.
__ADS_1
***
Sementara disisi lain bumi ini, Barnest dan Lucia beserta orang tuanya, terus berusaha untuk mencari pelaku yang telah menyerang Bella, mereka mengerahkan banyak anak buah untuk menyelidiki nya.
Untuk sementara, Bella tidak di izinkan keluar rumah, termasuk pergi kuliah, mereka benar-benar khawatir pada keselamatan Bella.
"pa, udah ada informasi belum?" tanya Lucia pada suaminya sa'at mereka berkumpul diruang keluarga, setelah selesai makan malam.
"Belum ma, orang-orang kita masih berusaha" Barnest mencoba menenangkan istrinya, karena memang, Lucia sangat mengkhawatirkan putrinya itu.
"Sayang, kamu harus lebih hati-hati ya" Lucia terus memperingati putrinya.
"Iya ma, do'akan Bella selalu dilindungi dan juga keluarga kita ya" diapun memeluk mamanya.
"Ya udah, sekarang kamu tidurlah, sudah malam!" Lucia mengelus rambut Bella dan mencium keningnya.
"Iya ma" diapun melangkah meninggalkan ruang keluarga.
Didalam kamar, Bella tak langsung tidur, ia juga sangat kepikirin dengan kejadian yang menimpanya.
"Siapa ya, yang berniat mencelakai ku? apa jangan-jangan, keluarga Ethan?, ah tidak mungkin, mereka kan tidak tau kalau Ethan mati larena dibunuh bukan murni kecelakaan" Bella berbicara sendiri.
"Kenapa belum juga ada titik terang ya?, kak Megan juga, kok belum ada kabar?" Bella terus berbicara dan bertanya sendiri.
Karena semakin larut, Bellapun merasakan matanya sudah berat, dan akhirnya terbang ke alam mimpi.
***
"Iya, apa ada informasi baru?" Tanya Megan
"Iya tuan, kami telah mengetahui siapa dalang dibalik penyerangan nona Bella"
"Bagus, siapa orangnya?"
"Ma'af tuan, saya harus mematikan sambungan teleponnya dulu sebentar, dan setelah nya, akan saya kirim data orangnya"
"Silahkan! lakukan dengan cepat!"
"Baik tuan" Sambungan pun terputus.
Tak berselang lama, ponselnya berkedip,menandakan ada email masuk di ponselnya itu, setelah dibuka pesan tersebut, Megan sungguh terkejut dibuatnya.
"Kurang ajar, ternyata dia biang keroknya" Megan dibuat meradang olehnya. Pasalnya, orang yang ingin mencelakai adiknya itu, adalah orang yang akan bekerja sama dengan nya, dan kesepakatan itu akan terjadi dua hari satu hari lagi.
__ADS_1
"Hah, untung semuanya belum terjadi"
📲 (Tetap awasi dia!") Isi pesan Megan pada suruhannya tadi.
📲 (Baik tuan")
***
Keesokan harinya, Megan datang ke kantor untuk bertemu dengan customer nya, hari ini adalah hari yang sangat menguntungkan untuk perusahaan Megan, tapi sayang, semua itu tak akan pernah terjadi.
"Selamat pagi tuan Megan" Takana mengulurkan tangannya pada Megan, Megan pun menyambut uluran tangan itu, kemudian tangan kekarnya itu meremas tangan Takana yang menyebabkan dia sedikit meringis.
"Ma'af tuan" Ucap Megan setelah melihat wajah tuan Takana memerah, dan diapun melepaskan tangannya.
Takana hanya diam, dia melihat wajah Megan terlihat sangat tidak bersahabat, tidak seperti pertemuan mereka beberapa hari lalu.
"Silahkan duduk semuanya!" Perintah Megan dingin, semunya duduk dengan kaku karena melihat pancaran wajah Megan yang seperti menahan amarahnya. Mereka pun memulai rapatnya.
"Jadi bagaimana tuan Megan, apakah kesepakatannya berlangsung hari ini?" Tanya sekretaris Takana mencoba profesional, karena sesungguhnya, dia juga merasakan kegugupan.
Megan memandang nya, kemudian mengalihkan pandangannya pada tuan Takana, selanjutnya mengedarkan pandangan pada semua yang ada di ruangan itu.
"Tidak ada kesepakatan yang akan terjadi hari ini, ataupun besok, bahkan selamanya, jika kesepakatan itu dengan tuan Takana" Ucap Megan tegas sambil Megan tajam tuan Takana.
Semua orang terkejut mendengar ucapan Megan.
"Tapi kenapa tuan Megan?" tanya tuan Takana.
"Benar tuan, kenapa tuan bicara seperti itu? bukankah perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang banyak?" tanya salah satu karyawan Megan.
Megan pun memandangnya dengan tatapan tidak suka.
"Aku tidak akan bekerja sama dengan penjahat" Ucapan Megansontak membuat semua yang ada disana terkejut, tak terkecuali tuan Takana.
"Apa maksudnya tuan Megan? Tanya tuan Takana.
"Aku tidak akan bekerja sama dengan orang yang suka berbuat licik?"
"Apa maksud tuan? siapa yang anda bilang licik?" tanya Takana lagi.
"Kamu" tanpa berbelit-belit, Megan lansung saja menunjuk tuan Takana. Tuan Takana pun masih tak mengerti tapi juga sedikit was-was.
"Kamu licik, dan seorang penjahat, kamu ingin membunuh seorang perempuan yang tak tahu apa-apa" Tatapan sangat mengintimidasi sa'at bicara, membuat tuan Takana merasakan badannya sedikit gemetar.
__ADS_1
"Apa kamu tau siapa yang ingin kamu bunuh itu?" Tanyanya "Dia adalah adikku"
*****