(Bukan) Cinta Terlarang

(Bukan) Cinta Terlarang
31. Isi Hati Bella


__ADS_3

"Apa maksudnya ini?"


Megan terkejut setelah membaca tulisan Bella, ia sungguh tidak percaya akan hal itu.


Kak Megan, aku melihatmu hari ini sungguh berbeda, bukan gaya atau tampilan mu, tapi tatapan mu itu. Aku merasa cara kamu menatapku sungguh berbeda dari yang kemarin-kemarin, aku sungguh melihat ada yang beda dari tatapan itu, seperti ada cinta disorot matamu. Apakah ini hanya perasaan ku saja, apakah aku ini efek karena aku tidak memiliki kekasih seperti teman-teman ku, atau benarkah ada cinta dimata mu itu untuk ku?


Hahaha...,mungkin aku hanya GR saja, mana mungkin kak Megan mencintaiku, ya kan kak?


Seperti itulah tulisan yang Megan baca pada lembaran itu. Megan mengusap wajahnya kasar antara kesal dan malu karena Bella mengetahui perasaan nya.


"Apakah sejelas itu? aku memang payah, hal semacam itu saja tidak dapat ku sembunyikan," gumamnya. Kemudian kembali membuka lembaran yang lain karena makin penasaran apa saja yang telah ditulis Bella.


Kak Megan, kamu makin hari makin tampan aja.


Megan hanya menggeleng membacanya. Hanya itu tulisan di lembaran tersebut, kemudian Megan membuka lembaran berikutnya.


Kak, teman aku ada yang suka sama kakak, dia bilang kakak sungguh tampan, dia nyuruh aku buat bilang sama kakak tentang perasaannya. Dia mau jadi pacar kakak, hehehe ma'af ya aku ngak bilang sama kakak, habisnya aku ngak suka sama dia, dia itu kecentilan. Gimana kalau aku bilang sama kakak tentang perasaannya, trus kak Megan suka sama dia, oh tidak, aku tidak sudi punya kakak ipar seperti dia. Hehehe ma'af ya kak.


Meganpun hanya tersenyum dan geleng kepala membacanya. Kembali membuka lembar berikutnya.


Aku cemburu melihat tatapan para wanita padamu kak, mereka seperti baru pertama kali melihat pria tampan saja, huh dasar. Rasanya ingin aku congkel saja mata mereka, biar mereka sadar dengan tatapan menjijikkan mereka itu. Kamu harus tau kak, yang akan menjadi kakak iparku dia yang mampu merebut hatiku, ingat, merebut hatiku, bukan merebut hatimu ya kak, karena secinta apapun kamu sama perempuan itu, jika aku tidak suka padanya, maka aku tidak akan mengizinkanmu menikah dengannya. Egois, ya emang aku egois, terserah akulah mau memilih calon kakak ipar yang seperti apa.


Megan kembali dibuat geleng-geleng dengan tulisan Bella, kemudian membuka lembar berikutnya.


Kak, aku kog makin aneh ya? aku merasa aneh dengan diriku, aku sangat senang jika sudah melihat kakak, apalagi senyum kakak itu, aku merasa beruntung karena bisa menjadi orang yang selalu bisa melihat senyummu kak.


Makin hari kenapa hatiku makin berdebar bila didekatmu, ah..., adikmu sungguh aneh ya kak? semoga kamu tidak pernah mengetahui hal ini.


Lembar berikutnya semakin membuat Megan penasaran. Dibukanya dan dibacanya.


Aku mulai menyadari, perasaan ini benar-benar berubah, dulu aku menyayangi dan mengagumi mu sebagai kakak ku, tapi kini aku mengagumimu sebagai lelaki. Perasaan aku telah berubah menjadi perasaan seorang wanita kepada seorang pria.


Aku telah menyadari ternyata aku mencintaimu. Maafkan aku karena tidak bisa mengendalikan perasaan ini.

__ADS_1


Aku tau ini salah, dan sangatlah salah, tapi apa yang bisa aku lakukan, jauh darimu malah semakin membuat aku tersiksa, tapi dekat denganmu, perasaan ku makin dalam.


Kak Megan, aku tidak berharap kisah cintaku berakhir indah seperti di film, aku hanya berharap, tolong izinkan aku tetap mencintaimu meski hanya dalam diam.


Aku akan menyimpannya dengan rapi di hatiku, hingga takkan seorang pun tau tentang perasaan ini.


I Love You kakak ku.


***


"Maaf nyonya, barangnya mau ditaruh dimana?" tanya Jefry. Disampingnya telah berjejer beberapa koper milik Bella.


Bella dan Tamara yang sedang asyik menonton pun menoleh.


"Langsung dibawa kekamar saya saja mang," ucap Bella. Jefry pun segera membawa koper itu kekamar Bella dibantu yang lain.


"Hihihi...."


"Itu ma, Bella merasa lucu aja, masa pria muda seperti dia Bella panggil mamang." Bella kembali tertawa disusul juga Tamara yang juga ikut tertawa.


"Menurut mama, Bella manggilnya apa ya?" tanya Bella mulai memikirkan panggilan yang tepat dan bagus buat pengawal mamanya itu.


"Panggil mas aja non, ngak papa kok."


Bella terkejut mendengar suara orang yang dibicarakannya, yang ternyata Jefry sudah ada dibelakangnya.


Bella melirik kearah Tamara "Terserah kamu aja sayang, mama sih ngak masalah," ucap Tamara tersenyum.


"Ya udah, mas aja deh," ucap Bella menyetujui. "Masa iya orang masih muda dan setampan ini di panggil mamang."


Bella merasa ada yang salah dari ucapannya, setelah menyadarinya, Bella pun merasa malu, reflek dia menutup mata dan wajahnya dengan kedua telapak tangan. Sementara Jefry hanya tersenyum melihat tingkah nonanya itu.


"Saya permisi nyonya dan nona Bella," ucap Jefry tersenyum.

__ADS_1


"Huh, anak ini, semenjak ada Bella disini, dia suka sekali senyum, biasanya kayak orang yang ngak tau gimana caranya tersenyum," gerutu Tamara melihat sikap pengawalnya hari ini.


"Siapa ma?" tanya Bella penasaran, tapi juga sudah menebak siapa yang dimaksud ibunya. karena hanya ada tiga orang yang dilihatnya selalu tersenyum padanya. mamanya , bi Tati dan Jefry, tidak mungkin yang dimaksud mamanya bi Tati atau dirinya sendiri, ya pastilah si Jefry.


"Itu, si Jefry, senyum-senyum aja kalau ada kamu." Tamara memasang wajah sedikit kesal membuat Bella kembali tertawa.


"Mama lucu kayak gitu, kayak Bella lagi kesal sama kak Megan." Bella sesa'at terdiam. Dia teringat dengan sang kakak.


"Lagi apa ya kak Megan sekarang?"


"Kamu kangen sama kakakmu?" tanya Tamara setelah menatap wajah sang anak.


"Ngak kok ma, tadi kan baru ketemu, cuma inget aja," elak Bella. Sebenarnya dia sudah merasa rindu akan sosok dingin itu, tapi sikap dinginnya itu tidak berlaku jika dia bersama Bella.


"Ya udah istirahatlah,sudah malam."


"Iya ma, Bella mau istirahat dulu, capek banget rasanya, seharian tadi belum ada istirahat, tapi Bella antar mama kekamar dulu ya," ucap Bella kemudian mendorong kursi roda sang mama dan mengantarkannya kekamar.


"Lampunya apa mau di ganti sekalian ma?"


"Tidak usah sayang, nanti biar mama yang ganti."


"Baiklah, Bella kekamar ya ma." Dia kemudian mencium pipi dan kening mamanya setelah itu melangkah keluar dari kamar Tamara.


"Lagi apa ya dia sekarang?" gumamnya ketika telah berada didalam kamar.


"Apa semua barangku sudah dibawa ya? apa tidak ada yang tertinggal?" ucapnya sambil mengeluarkan barangnya dari koper untuk dipindahkan tempatnya.


Bella kemudian memasukkan bajunya kedalam lemari dan menyusun barang yang lain sesuai tempatnya. Kemudian dia menyadari sesuatu, sepertinya ada yang tertinggal itu pikirnya.


"Diary ku," pekik Bella.


*****

__ADS_1


__ADS_2