
Megan mengusap lembut rambut Bella, "Jadi kamu akan balik bareng kakak kan?" Tanyanya memastikan. Tapi dihatinya sangat menginginkan Bella ikut dengannya kembali ke tanah air.
Bella mengangkat wajahnya, kemudian menatap wajah sang kakak yang terlihat penuh harap. Kemudian ia tersenyum dan mengangguk kan kepala, Megan pun langsung memeluk nya.
"Nah gitu dong, ngapain sih disini? ngak takut kamu sama kejadian pelecehan yang pernah kamu alami?"
"Ish kakak nih, jangan diingetin lagi dong, Bella udah lupain, kakak malah ngingatin lagi."
"Hehe, ma'af, habis kamu tadi ngeyel bangat mau disini, apa kamu udah punya gebetan disini?"
"Gebetan apaan? dekat cowok aja kagak, gimana mau punya gebetan," jawab Bella cemberut.
"Nah bagus itu, itu baru namanya adiknya kakak, nurut sama kakak." Megan cengengesan dan mengacak rambut Bella.
"Ish, apaan sih, kebiasaan, berantakan nih rambut Bella" Dia mencoba kembali merapikan rambutnya yang acak-acakan gara-gara Megan.
"Hehe ma'af, habis kamu gemesin bangat"
"Gemesin apaan, jelek tauk" Bella memanyunkan bibirnya, pertanda ia merasa kesal.
"Tetap cantik kog, kayak gimana pun rambutmu, meskipun botak sekalian, kamu tetap cantik"
Bella reflek menatap Megan, dan sesa'at pandangan mereka bertemu, bukan pandangan antara kakak dan adik, tapi lebih dari itu, dan Bella mulai merasakan hal aneh itu.
"Eelleeehh, udah pandai ngegombal ya kakak, siapa yang ngajarin?" Bella mencoba mengontrol situasi.
"Bukan gombal, tapi emang kenyataan kamu cantik, pake banget lagi." Sekali lagi dia merasakan hal yang sama, kalau itu bukanlah kalimat untuk seorang adik, tapi Bella tetap mencoba menepisnya.
"Kakak kenapa gitu mandang Bella? apa kakak mencintai Bella?"
Terkejut, tentu saja Megan terkejut, kenapa Bella mengetahui kalau dia mencintai sang adik.
"Iya, kakak mencintaimu, bahkan sangat mencintaimu," Batin Megan.
"Ya pastilah kakak mencintai Bella, ya kan, karena Bella kan adiknya kak Megan, iya kan?" Bella mencoba mengalihkan pertanyaannya setelah melihat perubahan di wajah sang kakak.
__ADS_1
"Iya kamu benar, kakak sangat mencintai dan menyayangi mu, karena kamu, adiknya kakak," ucap Megan mengatur perasaannya yang sedikit entah kenapa, dia tak terima mengucapkan sesuatu yang bertentangan dengan yang ada didalam hatinya.
"Ya udah, sudah semakin larut, kamu tidurlah, bukan kah besok kita akan berangkat?"
"Jangan besok lah kak, Bella kan harus beres-beres dulu, lusa lah ya!" Bella berusaha bernegosiasi. Bukannya tidak mau segera kembali, hanya saja Bella harus membereskan semua barangnya.
"Ya udah, lusa benar kita berangkat ya?" Bella hanya mengangguk. "Sekarang kamu tidur!"
"Kakak juga ya, jangan melamun mulu, entah mikirin apa? kesambet baru nyaho," cerocos Bella meninggalkan kamar Megan.
"Mikirin kamu,adikku," gumam Megan. Kemudian bangkit dari duduk dan melangkah menuju kasurnya, setelah itu berbaring setelah sebelumnya mengganti lampu tidur.
***
Pagi pun menyapa, semua membersihkan diri, dan bersiap sarapan bersama, setelah sarapan, semua kembali pada rutinitas masing-masing, termasuk Bella yang akan mengemasi semua barangnya.
Bella memasukkan semua barang kedalam koper termasuk buku belajarnya, sa'at membuka laci paling bawah, dia menemukan sebuah map disana.
"Map apaan ya, perasaan aku ngak pernah memiliki map ini?" Dia mencoba mengingat-ingat map yang dipegangnya itu.
"Bell, udah siap belum? sebelum ke Indonesia kita jalan-jalan dulu yuk!" Kedatangan Megan mengurungkan niatnya untuk mebuka map yang ada di tangan nya itu.
"Eh, udah kak, tinggal ini." Kemudian dia memasukkan map itu kedalam koper yang telah terlebih dahulu terisi dengan bukunya yang lain.
"Ya udah, kakak tunggu dibawah!" Kemudian kembali melangkah hendak meninggalkan kamar Bella.
"Ya kak." Bella kembali menyimpan map coklat tersebut, dan tidak jadi membukanya. Setelah merasa semuanya sudah beres, Bella kemudian bergegas mempersiapkan diri untuk pergi jalan-jalan bersama sang kakak.
***
"Mau kemana, kog pada rapi?" Lucia yang sedang santai di ruang keluarga bertanya karena melihat Bella dan Megan sudah rapi seperti akan keluar.
"Mau jalan-jalan sebentar ma, kan besok kita mo balik," jawab Bella, kemudian mencium punggung tangan Lucia dan setelah itu cium pipi kanan cium pipi kiri atau lebih gampangnya cipika cipiki.
"Oh ya udah, hati-hati ya, Megan jaga adikmu !" Lucia mengingatkan mereka, terlebih Megan agar menjaga adiknya, dia merasa khawatir, kembali mengingat kejadian yang menimpa mereka waktu lalu disa'at mereka pergi jalan-jalan, dimana Bella hampir saja menjadi korban penusukan.
__ADS_1
"Pasti ma, Megan akan menjaga anak kesayangan mama ini, jangan khawatir," Megan tertawa, begitu juga Bella dan mamanya
"Kita berangkat dulu ya ma," Megan mencium pipi Lucia, sebelahnya saja, tidak seperti Bella yang mencium kedua pipi mamanya, namanya juga perempuan lah ya.
***
"Kak, kita jajan itu yuk," Bella menunjuk salah satu jajanan khas negara itu.
"Iya ayok, kita tidak akan menemukannya di Indonesia, jadi kamu puasin lah jajannya!" Sahut Megan mengikuti langkah kaki sang adik yang lebih dulu melangkah meninggalkannya, terlihat Bella begitu antusias.
"Tapi cuma dikit-dikit sih, Bella ngak mau gemuk, nanti ngak imut lagi, hahaha," Canda Bella setelah mereka sampai pada tujuan, yaitu jajanan pinggir jalan.
"Kamu tetap cantik kog, apapun bentuk tubuhmu," goda Megan
"Iya iya, Bella tau."
"Perempuan gemuk itu juga ngak kalah seksi kog non, malah makin menggoda," penjual itu mengemukakan pendapatnya.
"Hah?" mereka berdua terkejut.
"Iya saya bisa bahasa Indonesia, karena saya asli Indonesia, kesini merantau mengadu nasib," sahut kang penjual seakanmengerti dengan apa yang dipikirkan pembelinya.
"Owoooh," sahut Bella dan Megan secara bersamaan, setelah itu mereka mencari tempat duduk untuk menikmati cemilan yang mereka beli.
Setelah puas berkeliling, menikmati jajanan khas Inggris, mengunjungi beberapa tempat wisata, serta terakhir ke mall untuk membeli oleh-oleh disana, mereka pun sepakat untuk kembali kerumah, karena memang badan mereka juga sudah lelah.
Bagaimana tidak lelah, seharian mereka habiskan benar-benar untuk jalan-jalan, dan pastinya jalan kaki, sehingga kaki mereka terasa pegal, tapi tidak mereka hiraukan.
Mereka kembali keparkiran untuk mengambil mobil, akan tetapi, sa'at mobil yang dikendarai Megan baru keluar dari parkiran, akan berbelok menuju jalan besar, sebuah mobil besar entah dari mana, tiba-tiba menghantam mobil yang ditumpangi mereka.
Megan tak bisa menghindar karena kejadian itu begitu cepat.
Dan pada akhirnya, tabrakan itupun terjadi begitu saja, mobil yang dikendarai Megan terpelanting beberapa meter, dan terlihat bagian sampingnya penyok akibat tabrakan itu.
*****
__ADS_1