(Bukan) Cinta Terlarang

(Bukan) Cinta Terlarang
19. Satu Nama Tetap Dihati


__ADS_3

Hari berlalu, dan benar saja, tidak ada kejadian buruk yang dialami Bella selama ini, sepertinya, tuan Takana benar-benar takut dengan ancaman yang diberikan Megan padanya.


Sampai sa'atnya, Bella menyelesaikan kuliah, dan hari ini adalah hari wisudanya, semua anggota keluarga ikut menghadiri acara tersebut, tak terkecuali Megan, dia benar-benar meluangkan waktunya untuk mengadiri wisuda sang adik tercintanya.


"Selamat Bella, semoga ilmunya berkah" Ucap Megan.


"Makasih kak" Sahut Bella dengan senyum manisnya yang selama ini dirindukan Megan.


"Tapi selama ini, tugasnya kamu sendiri yang ngerjainkan? ngak nyogok orang kan?" ucap Megan bercanda.


"Yee, siapa juga yang nyogok, buat apa wisuda kalau tugas kita orang lain yang ngerjakan, itu sama aja otak masih kosong" Bella merungut dan memonyongkan bibirnya.


"Ya siapa tau aja" Ejek Megan lagi


"Enak aja" Bella memukul lengan kakaknya, "kakak harus tau, gini-gini adik kakak punya otak pintar tau" Megan pun tertawa, mereka yang mendengar candaan Bella dan Meganpun ikut tertawa.


"Sudah ayok berangkat, bercanda aja dari tadi, nanti telat lagi" Lucia mengingat kan mereka.


"Iya ma" Sahut Megan dan Bella serentak, merekapun akhirnya berangkat menuju kampus tempat Bella menimba ilmu selama beberapa tahun ini.


Dan hari ini, karena takut mengantri di salon, akhirnya Lucia memanggil ahlinya kerumah untuk mendandani Bella.


Mereka berangkat ke kampus dengan dua mobil, Megan dan Bella serta pengawalnya di satu mobil yang sama, dan yang lainnya di mobil satu lagi, sesampainya disana, seseorang langsung nyelonong ke arah Megan.


"Wah Megan, akhirnya bisa ketemu sama kamu lagi, aku sangat merindukanmu" Ucap Jessica setelah mencium paksa pipi Megan.


"Kamu makin tampan aja Megan, o iya, istri mu mana?"


Mendengar pertanyaan Jessica, Megan dan Bella pun terdiam dan saling pandang.


"Untung yang lain belum pada nyampe, bisa berabe urusan kalau mereka dengar pertanyaan ini, dan lebih parah, grandma pasti akan mengungkit lagi tentang perjodohan itu"


"Kog bengong sih?" Ucap Jessica mengagetkan Megan, dan itu berhasil menyadarkan Megan dari lamunannya.


"Iya, nanti aku kenalkan sama kamu" Bella reflek menoleh pada kakaknya, ada sesuatu yang tidak dia pahami, hatinya merasakan ketidak relaan jika kakaknya akan dimiliki wanita lain.


"Jadi kamu udah menikah, kenapa ngak kamu bawa ke acara wisuda adikmu?" Tanya Jessica sedikit kecewa, karena dia fikir Megan belum juga menikah, dan itu akan memungkinkan perjodohan satu tahun lalu akan berlanjut lagi.


"Belum, dia lagi wisuda, belum sa'atnya aku melamarnya".

__ADS_1


Megan berucap sambil memandang wajah Bella yang sedikit cemberut, yang di ada fikiran Megan adalah jika Bella benar-benar akan dimilikinya, bukan sebagai adik, tapi sebagai istrinya kelak.


"Eh Jessica" Sapa mama Megan.


"Tanteee, makin cantik aja tante ini?" puji Jessica sambil mencium pipi kanan dan pipi kiri Lucia.


"Grandma, sehat grandma?" Sapanya pada nenek Megan, kemudian melakukan hal yang sama, mencium pipi kanan dan pipi kiri Alice, setelah itu menyalami Aaron dan Barnest bergantian.


"Sehat, kamu sendiri gimana kabarnya, apa udah menikah?" tanya Alice.


"Baik grandma" kemudian dia melirik Megan "aku belum menikah, aku sebenarnya masih me..."


"Udah ah, cepetan masuk, udah pegal kaki ku dari tadi berdiri" Megan memotong ucapan Jessica, dia benar-benar tidak ingin keluarganya mengingat kesepakan tahun lalu, bahwa jika satu tahun itu Megan belum juga menikah, maka ia akan dijodohkan dengan Jessica.


"Ya udah, ayo masuk, kami masuk dulu ya Jess" Ucap mama Megan.


"Iya tanteee"


"Untung aja" Bathin Megan


Sungguh Megan tidak menginginkan perjodohan itu, baik dengan orang lain ataupun dengan Jessica, dihatinya sudah dipenuhi nama Bella, meskipun dia tidak pernah mengungkapkannya pada orang lain, termasuk Bella itu sendiri, tapi baginya, satu nama tetap dihati.


"Kenapa kak senyum-senyum gitu?" Tanya Bella penasaran, tadi wajah kakaknya jutek, sekarang malah senyum-senyum ngak jelas gitu.


"Ngak ada" Megan mengabaikan pertanyaan Bella, kemudian kembali menghadap kedepan, melangkah dengan pasti, seperti tekatnya yang sudah pasti akan memiliki Bella.


"GAJE" Gerutu Bella


"GAJE ? apaan tuh?" ternyata Megan mendengar gerutuan Bella.


"GAJE, ngak jelas" Jawab Bella judes.


"Hahaha"


"Malah ketawa, kakak ngak sakit kan?"


"Ya ngak lah, kakakmu sesegar ini, dibilang sakit" Jawab Megan dengan tersenyum jahil pada adiknya, membuat Bella mencubit pinggang kakaknya.


"Ya maksud aku, sakit.... jiwa gitu" Setelah mengucapkan itu, Bella malah terbahak.

__ADS_1


"Iya, kalau kakak jauh dari kamu" Kemudian Megan menoel hidung Bella, yang membuat gadis itu tersipu. Karena asik bercerita sambil berjalan, dan tidak terasa, mereka sudah sampai di depan pintu aula.


***


"Kapan balik Indo?" Tanya Megan pada Bella sa'at semua anggota keluarga berkumpul di ruangan keluarga.


"Bella mau disini aja kak, mau cari kerja disini"


Megan terkejut mendengar ucapan Bella, difikirannya, dia tidak akan berpisah lagi dengan adik sekaligus kekasih dalam diamnya.


"Kog disini sih? kalau disini kamu musti mencari kerja dulu, harus melamar dulu, belum tentu juga langsung di terima" Sewot Megan.


"Udah pokoknya kamu harus balik ke Indo, disini ngak aman buat mu, kakak ngak ada buat jagain kamu disini"


"Lagian kalau di Indo, kamu ngak perlu mencari kerja, ngak perlu melamar segala, tinggal langsung masuk keperusahaan kita aja" Megan berbicara sudah seperti rel kereta api, sangat panjang, membuat yang lain hanya diam mendengarnya.


"Kenapa pada diam?"


"Hehehe, kami lagi dengerin kakak ceramah" Sahut Bella nyengir.


"Iya kakak lagi ceramahin kamu"


"Lah ngapain Bella balik kesana, bukannya kakak mau nikah, sama aja donk, Bella akan tetap sendirian, karna kakak pasti akan bersama istri kakak" Bella sedikit cemberut.


"Yang benar Megan? kamu mau menikah? sama siapa? kapan?" neneknya Megan benar-benar antuasias mendengar kalau cucunya akhirnya akan menikah juga.


Mendengar pertanyaan sang nenek, Megan pun gelagapan, kekhawatiran tentang perjodohan itu kembali hadir, karena sesungguhnya, pernikahan yang dibahas itu belumlah pasti.


"I-iya grandma, secepatnya, tapi grandma tidak akan mempermasalahkan siapa yang akan jadi istri ku kan?"


"Tidak masalah, karna grandma tau, pilihanmu tidak akan salah untuk mencari istri"


Mendengar itu, Megan sedikit tersenyum,semoga saja benar yang di ucapkan neneknya, kalau dia tak akan mempermasalahkan siapa yang akan menjadi istrinya nanti.


Berbeda dengan Megan yang tersenyum, Bella malah cemberut mendengarnya, dia pikir Megan hanya bercanda sa'at mengatakan pernikahannya pada Jessica siang tadi, tapi ternyata, itu adalah sebuah kebenaran.


Ucapan Megan selanjutnya malah membuat semua yang ada di ruangan itu seketika terdiam dan saling pandang.


"Tapi aku akan menikah, jika adikku sudah menikah"

__ADS_1


****


__ADS_2