
"Dia lagi.."
Clara memang tidak disukai banyak mahasiswi, karna dia selalu pilih kasih, akan berlaku lemah lembut pada mahasiswa terutama yang memiliki wajah tampan, sedang kan pada yang lain, dia akan seperti nenek lampir, apalagi dengan Bella.
Clara selalu merasa kalah saing dari muridnya itu, karena para lelaki saling berebut mendekati dan ingin memilikinya, padahal Bella sama sekali tidak tertarik dengan mereka. Tapi bagi Clara, Bella adalah saingannya, padahal Bella sendiri tidak merasa bersaing dengan siapapun termasuk dosennya satu itu.
Dua jam sudah berlalu, waktu berjalan begitu lambat, begitulah yang dirasa Bella dan beberapa temannya yang lain.
"Huftt.." Mereka menghembuskan nafas lega setelah dosen Clara keluar ruangan, mereka tidak mau membuat sedikit kesalahan pun, apalagi menyinggung sang dosen, karna bisa-bisa nilai mereka jelek lagi.
"Eh Bell, kamu tadi diantar sama siapa? tampan banget tau ngak," Ucap Cloe menghampiri meja Bella. "Apa kamu sudah memiliki kekasih, kog ngak bilang sama aku?" Cloe cemberut.
"Siapa yang punya kekasih? itu kakakku" sela Bella.
"Owalaaah.. aku kira kekasihmu, kog kakakmu tampan banget sih?"
"La iya, aku aja secantik ini" Ucap Bella tertawa.
"Iya juga ya, kamu secantik ini, ya pastilah kakaknya tampan" Cloe pun tertawa. "Kenalin sama aku dong!"
"Buat apaan?" Bella mengernyitkan dahinya.
"Buat gebetanlah, hahaha" Benar dugaan Bella.
"Kamu mah, ngak pernah tahan kalau nampak yang kinclong dikit, mau diembat aja semua" Ucap Bella menoyor kepala sahabatnya.
"Kalau yang ini buat seriusan, kalau kakakmu mau, aku bersedia menikah muda" Cloe merayu sahabatnya dengan mengedip-ngedipkan mata nya.
Sa'at asyik bercanda, seseorang memanggil. "Bella, temui miss diruangan, miss tunggu!"
Mereka terkejut karna orang yang baru beberapa menit keluar ruangan mereka, kembali lagi hanya untuk menyampaikan hal sepele, dia tidak akan mau bolak balik hanya untuk memanggil mahasiswanya itu,biasanya sang dosen akan memerintah mahasiswa lain untuk hal demikian.
"Baik miss."
Setelah mendengar jawaban Bella, Clara pun mengangguk dan kembali meninggalkan kelas dengan senyuman termanis nya yang belum pernah ia nampakkan pada Bella dan temannya.
"Ada apa?" tanya Cloe. Bella hanya mengedikkan bahu. "Tumben sekali nenek lampir tersenyum" Ucapan Cloe sontak membuat teman-teman nya tertawa.
Dengan cepat Bella menuju ruangan Dosennya, Bella mengetuk pintu dan setelah depersilahkan masuk dia pun masuk.
"Ada apa miss?"
"Duduk dulu Bell!"
"Baiklah"
"Tugas mu yang kemarin sudah miss periksa, dan hasilnya cukup memuaskan, dan seperti nya kali ini kamu tidak akan memperbaikinya lagi"
"Yang benar miss, syukurlah..." Ucap Bella mengusap dada. Meskipun ragu, kapan pula dosennya memeriksa, meskipun tugasnya diserahkan malam tadi, tapi biasanya hasil penilaian akan diberi tahu satu minggu setelah tugas diberikan.
__ADS_1
"Iya, kamu ngak perlu mengulang atau mencari materi lain lagi!" Ucapnya dengan senyuman.
"Baik miss, terimakasih" Bella berdiri dari duduknya. "Saya balik kekelas dulu"
"Tunggu sebentar Bella!" Bella kembali berbalik menghadap clara setelah tadi dia berjalan satu langkah meninggalkan Clara.
"Ada apa lagi miss" Dia bingung.
"Hmm, miss boleh main ke rumahmu?" Tanya Clara ragu-ragu.
"Mau ngapain miss?" Bella mulai curiga.
"Hmm.. mau.. ketemu sama kakakmu, Megan, kami kan berteman sudah lama, udah dekat bangat, dan kami sudah berpisah sangat lama jadi, miss mau mengobrol dengan dia"
"Sudah kuduga, ni nenek lampir kog ngak tau malu banget sih, udah dicuekin masih juga sok-sokan mau deketin kakakku"
"Sepertinya kak Megan siang ini mau balik ke Indonesia miss, karna dia ngak bisa lama-lama ninggalin kerjaannya" Dusta Bella.
"Oh begitu, boleh miss minta nomor handphone nya?" Rayunya lagi dengan senyuman.
"Boleh miss, tapi saya ngak bawa hp, dan juga ngak hafal nomornya kak Megan" Dustanya lagi.Tapi tidak sepenuhnya berdusta, karna kenyataannya handphone nya memang tertinggal di kelas, dan soal ngak hafal nomor kakaknya, tentu saja dia hafal.
"Yasudah kalau begitu, kamu boleh keluar"
Bellapun keluar dan segera menuju kelasnya, masih ada satu mata kuliah lagi hari ini. Sesampainya di kelas, ternyata dosen baru saja mendudukkan tubuhnya di kursi.
"Hufft.. gara-gara nenek lampir ini" keluhnya pelan, sesa'at kemudian di teringat kakaknya, karna takut Megan menunggu, maka dia mengirim pesan agar Megan jangan terlalu cepat menjemputnya karna dia pulangnya mungkin jam satu,bukan jam dua belas seperti yang dikatakannya tadi.
"Minggu lalu kita sudah sepakat untuk ujian persentasi, tapi karna salah satu teman kalian meninggal dunia, semua sudah pada tau kan?" Mereka pun serempak menyahut ya "Maka ujiannya di tunda minggu besok" Ucapan dosen barusan membuat para mahasiswa bernafas lega, karna mereka bisa lebih mempersiapkan diri lagi.
"Hari ini tidak ada mata kuliah tambahan, kita akan melayat kerumah duka" Ucapnya lagi, "Silahkan tunjuk siapa yang mau ikut!"
"Bell, kamu ikut kan?"
"Ngak Cloe, kamu aja deh, aku ada sesuatu yang harus diselesaikan!"
Akhirnya mereka pun telah menyepakati siapa saja yang akan ikut, ada enam orang,termasuk Cloe.
"Baiklah kita berangkat sekarang!" Merekapun bersiap untuk keluar ruangan.
"Aduh, gimana ini? pasti bakalan lama nunggu kak Megan ini" Bathin Bella sambil berjalan, lalu mengambil handphone didalam tas dan meghubungi kakaknya.
"Kak bisa jemput Bella sekarang, ujiannya ditunda, teman-teman mau ngelayat"
"Kamu ngak ikut?"
"Ngak ah, malas, yang ada disana aku ngumpat dia"
"Ya sudah, cepat keparkir!"
__ADS_1
"looh.." tuut.. panggilanpun diputuskan sepihak oleh Megan.
Diparkiran Bella mendapati, ternyata mobil yang dikendarai kakaknya sudah ada disana, diapun penasaran, jarak dari rumah kekampusnya cukup jauh, tapi kenapa Megan sudah ada disana.
"Kog cepet banget nyampenya?" Tanya Bella setelah dia masuk mobil.
"Iya, karna kakak ngak pulang, nungguin kamu disini"
"Yang bener kak? apa kamu ngak sumpek disini?"
"Kalau dimobil terus, iyalah sumpek"
"Trus? kalau ngak di mobil dimana?"
"Tuh" Megan menunjuk lapangan basket dengan bibirnya "Kakak tadi lihat teman kuliah dulu, ternyata dia dosen disini, kebetulan dia main basket sama mahasiswa lain, kakak samperin, dia ajak main basket" Penjelasan panjang itu hanya disahut owh oleh Bella.
"Jadi kita kemana nih?"
"Ke cafe aja kak, lapar nih"
"Oke"
Merekapun mencari cafe terenak dikota itu menurut selera Bella, setelah beberapa menit mencari, akhirnya mereka menemukan cafe bernuansa alam, tepat yang tepat untuk menghirup udara bersih dan cuci mata sejenak dari hiruk pikuk dan lalu lalang kendaraan.
"Kak, tadi nenek lampir, eh maksudnya miss Clara bilang mau kerumah, ketemu kakak, tapi Bella bilang kakak akan balik siang ini"
"Bagus itu, terus?"
"Trus dia minta nomor kakak".
"Kamu kasih?"
"Ya enggak lah,mana mau Bella punya kakak ipar kayak dia"
"Bagus itu" Megan mengusap lembut kepala adiknya.
"Ishh kakak ni, slalu kayak gitu, rambut Bella kan jadi kusut" Protes Bella karna rambutnya sedikit berantakan ulah tangan kakaknya.
"Cuma kusut sedikit, sini kakak rapiin, setelah merapikan rambut, diapun menoel hidung Bella. "Kamu gemesin kalau cemberut" Megan merayu adiknya hingga Bella kembali tertawa.
Mereka pun kembali melanjutkan makan.
"Kak, Bella mau nanya!" Megan mengangkat wajah dan menghentikan suapannya yang hampir masuk mulut, kemudian meletakkanya kembali kepiring.
"Nanya apa? kayaknya penting?"
"Kematian Ethan murni kecelakaan, atau..... disengaja?
*****
__ADS_1