(Bukan) Cinta Terlarang

(Bukan) Cinta Terlarang
06.Dia Telah Meninggal


__ADS_3

"Pulangnya jam berapa? nanti kakak jemput!" ucap Megan ketika mobil yang dia kendarai harus berhenti di persimpan karena lampu merah menyala.


"Mungkin jam dua belas kak."


"Lebih baik kamu pindah aja lagi kuliahnya! karna disini kakak ngak bisa lindungi kamu." Ucap Megan, mobilpun sudah bergerak maju karna lampu hijau telah mempersilahkan mereka melaju.


"Nanggung kak, cuma tinggal satu tahun lagi"


"Kalau begitu, kamu pakai pengawal saja!"


"Takut, nanti pengawalnya yang kurang ajar gimana? kan banyak yang kayak gitu, seperti di novel-novel atau di film-film" Tolak Bella.


"Hmm,, ya sudah, pengawal perempuan aja!"


"Memang ada kak?" tanya Bella merasa ragu.


"Ada, nanti kakak minta tolong sama teman buat nyariin, yang benar-benar jago dan berbakat"


"Kalau perempuan, Bella mau kak" sahut Bella antusias.


"Baiklah, kakak akan usahakan secepatnya, karna kakak cuma tiga hari disini"


"Kog sebentar?" protes Bella cemberut, karna dia merasa sangat senang bila kakaknya ada disampingnya.


"Kakak musti kerja Bell, ini aja pertemuan sama rekan kerja terpaksa dibatalkan, kakak benar-benar kangen kamu, jadi kakak usahain datang kesini, buat nemuin kamu" ucap Megan seraya mengusap lembut kepala sang adik.


"Lagian kamu kog ngak pulang-pulang sih, betah amat disini, apa kamu punya kekasih disini?" dia yang bertanya, dia pula yang panas sendiri.


"Iih, mana ada, kalau ada nanti kakak marah lagi, lagian Bella ngak pulang juga gara-gara kakak"


"Laah, kok gara-gara kakak sih?"


"Iya, ngapain cuek-cuek ngak jelas? ya mending Bella disini"


"Hmm, ma'af!" hanya kata itu yang terucap dari Megan, mobil telah tiba di parkiran kampus, dan mereka pun keluar.


"Kak, Bella takut, nanti pasti ketemu Ethan," ucap Bella sebelum mereka benar-benar keluar mobil.


"Sudah jangan takut, dia ngak kuliah disini lagi."


"Bener kak? apa dia pindah kampus?" tanya Bella penasaran.

__ADS_1


"Iya, udah pindah" jawab Megan santai. "**P**indah kealam baka" batinnya.


"Kakak ngapain ikutan keluar, mau masuk kelas juga?" tanya Bella saat dia keluar dan ternyata Megan juga ikut keluar mobil.


"Mau mastiin kamu aman."


"Owh, ya sudah kak, Bella masuk ya, daah" diapun melambaikan tangan.


"Megan?" seseorang menyapa Megan dengan bersemangat membuat langkah Bella terhenti, melihat siapa di negri ini yang begitu antusias melihat kehadiran kakaknya.


"Kamu Megan kan?" ucap si perempuan memastikan, Meganpun mengangguk.


"Ya ampuunn, aku kangen banget sama kamu!" ucapnya seraya mencium pipi kanan dan kiri pipi Megan membuat Bella merasa jengah melihatnya dan mencebik kesal.


"Hmm" Megan mengelak tapi terlambat, diapun melirik adiknya yang memasang wajah cemberut, dia merasa ada yang aneh dari ekspresi adiknya.


"Kamu masih ingat aku?"


"Hmm, Clara ya?" ucap Megan pura-pura ragu.


"Syukurlah kamu masih ingat aku, aku tuh kangen banget lo sama kamu..."


"Kakak kenal?" tanya Bella memotong ucapan Clara.


"Bella, kamu kenal Megan?" tanya Clara heran.


"Iya miss" ucapnya sambil mengangguk.


"Dia adikku" sahut Megan


"Apa? kog bisa?"


"Pertanyaan bodoh macam apa itu Clara? bukankah kamu sudah S2? tapi kenapa pertanyaan kamu seperti orang yang tak berilmu?" tanya Megan sinis


"Hmm, ma_maksud aku, kenapa dulu kamu ngak pernah bilang punya adik? dan Bella juga ngak bilang kalau punya kakak" ucap Clara sedikit terbata karna tatapan Megan.


"Memangnya kamu siapa hingga Bella harus menceritakan keluarganya padamu?


"A,aku."


"Sudahlah kak! kog kakak jadi sensi gitu sih?" Bella menengahi, sepertinya mereka akan tetap berdebat kalau tidak dilarang. "Miss Clara ini dosen Bella dikampus, udah ah, Bella mau masuk dulu, kalau mau lanjut debatnya silahkan! bye!" Dia pun berbalik hendak pergi.

__ADS_1


"Ya sudah, kakak langsung balik aja"


"Terserah kakak aja!" diapun melangkah pergi


"Eh Megan, tunggu, kamu apa ngak kangen sama aku? aku kangen lo sama kamu," rayu Clara.


Bella yang belum jauh dari mereka mndengar ucapan Clara, diapun memutar bola mata jengah. "huh, dasar nenek lampir, ngak tau malu mengejar-ngejar laki-laki, mana mau kakakku sama kamu!" Gumamnya, dia tidak suka dengan Clara, karna dia selalu bermasalah dengan dosennya satu itu.


"Jangankan rindu, ingat kamu saja tidak" ucap Megan berlalu meninggalkan Clara begitu saja tanpa mempedulikan ocehannya lagi, masuk ke mobil dan segera menyalakannya dan bergegas pergi dari kampus sang adik, meninggalkan Clara yang terbengong di abaikan.


Tiba di dalam kelas, Bella langsung ditarik oleh sahabatnya,chloe, dan menyuruhnya duduk.


"Ada apa sih?"


"Kamu udah tau berita terbaru pagi ini?" tanya chloe dengan wajah serius.


"Berita apan sih? kalau ngomong yang jelas donk?"


Cloepun dengan cepat mengambil handphone nya dari dalam tas dan segera mengotak atik benda tersebut, selang beberapa detik diapun menyerahkannya pada sahabatnya itu.


"Ini coba lihat!"


"Apa? ini berita seriusan?" tanya Bella tak percaya.


Di berita tersebut dituliskan, bahwa telah terjadi kecelakaan tunggal, dan menyebabkan mobil masuk jurang sedalam lebih kurang dua puluh meter. Na'asnya, mobil meledak setelah sampai di dasar jurang, dan menyebabkan pengendara terkena ledakan dan tidak sempat menyelamatkan diri, alhasil sipengemudi meninggal ditempat dan sekujur tubuhnya hangus terbakar.


Terduga sipengemudi menyetir dalam keadaan mabuk, terbukti dengan ditemukannya pecahan botol minuman beralkohol di dalam mobil tersebut, tidak ditemukan identitas pengemudi karna semua telah hangus terbakar. Akan tetapi, melalui penyelidikan, mobil berplat nomor polisi ****** tersebut dikemudikan oleh seorang maha siswa bernama Ethan Jonhson.


Bella ternganga setelah membaca berita tersebut, merasa senang dan miris dengan nasib temannya itu, tapi bagaimana pun juga, dia adalah laki-laki yang telah berusaha melecehkan Bella.


"Astagaa," hanya itu yang keluar dari mulut Bella. Dia pun menyerahkan handphone chloe kembali.


"Bukankah sore kemarin kita habis mengerjakan tugas kelompok?" tanya Cloe merasa sedih, dia tidak tahu kalau temannya itu adalah laki-laki bejad.


"Iya, mungkin kecelakaannya habis mengantarkan aku pulang" jawab Bella tanpa menceritakan apa yang di alaminya kemarin. "Ternyata dia sudah meninggal,pantas kak Megan begitu yakin si Ethan ngak akan ganggu aku lagi, ternyata dia sudah mengetahui nya, eh tapi, apa kakak ada hubungannya dengan kematian Ethan? Bella bermonolog dengan dirinya sendiri.


"Kamu kog ngak sedih sih teman kita meninggal? tragis lagi."


"Ya sedih Cloe, tapi mau bagaimana lagi, haruskah aku menangis meraung-raung?" jawab Bella. "Buat apa aku menangisi kematian pria brengsek seperti dia, baguslah dia mati, dan bagusnya lagi semua laki-laki yang seperti Ethan itu di binasakan saja, agar berkurang kejahatan dimuka bumi ini" Batin Bella.


Cloe pun memeluk Bella dari samping dengan perasaan bersedih dan menyandarkan kepalanya dipundak sahabatnya itu, beberapa detik kemudian, dosenpun masuk, membuat para mahasiswa bersiap untuk memulai pelajaran pertama mereka hari ini.

__ADS_1


"Hadeuhh" Bella menghembuskan nafasnya kesal setelah melihat sang dosen yang sudah duduk dibangku kebesaran nya, dosen yang ditemuinya dibawah tadi.


*****


__ADS_2