
"Tidak akan ada pernikahan. Lebih tepatnya, kau dan Bella takkan pernah menikah, hari ini atau pun esok!" Megan berucap tegas meski tenaganya sudah tidak kuat lagi.
"Apa maksud Anda? Siapa Anda sebenarnya? kenapa Anda mengacaukan hari pernikahan Saya?" tanya Azward kesal sekaligus penasaran.
"Saya Megan, Megantara Stewart-kakaknya Bella. Meski aku bukan kakak kandungnya, tapi aku sangat menyayangi adikku ini." Jelas Megan kemudian beralih memandang Bella.
Bella tersenyum dan sangat terharu mendengar ucapan kakaknya. Dia beruntung mempunyai Megan yang begitu sangat menyayanginya.
"Jadi ... saya tidak akan membiarkan adik saya nantinya menderita setelah menikah dengan pria brengsek seperti mu."
Ucapan Megan benar-benar membuat beberapa orang terkejut mendengarnya, tapi sebagian lagi tidak, karena ada diantara mereka yang telah mengetahui bagaimana sifat dan kelakuan Azward.
"Tuan Megan, Anda jangan sembarangan bicara. Siapa yang Anda bilang brengsek?"
Orang tua Azward yang tidak mengetahui bagaimana kelakuan anaknya di belakangnya, tentu saja tidak rela jika anaknya di bilang brengsek.
"Maaf Tuan Sebastian. Anda mungkin tidak mengetahui bagaimana kelakuan anak kebanggaan Anda di luaran sana, atau mungkin saja Anda pura-pura tidak tau, entahlah. Tapi yang pasti, saya sangat mengetahui bagaimana kelakuan Putra Anda ini." Terang Megan menatap Tuan Sebastian yang berdiri dari duduknya.
"Dan satu hal lagi -Tuan Sebastian, Anda sesungguhnya sudah mempunyai cucu dari putra Anda ini. Tapi karena Putra Anda adalah laki-laki brengsek, maka dia tidak mau mengakui anaknya itu." Jelas Megan lagi.
Tentu saja semua sangat terkejut mendengar penjelasan Megan, terlebih orang tuanya, yang selama ini menggap anaknya adalah pria baik-baik.
"Tidak mungkin, Tuan Megan. Anak saya tidak mungkin seperti itu. Jika Anda tidak menyetujui Bella menikah dengan Azward, setidaknya Anda jangan mengatakan kebohongan seperti ini."
Meskipun begitu terkejut, tapi Yuan pp Sebastian mencoba untuk tidak mempercayainya. Dan dia berharap bahwa yang dia dengar itu adalah kebohongan semata.
__ADS_1
"Semua yang di ucapkan Tuan Megan adalah kebenaran."
Seseorang wanita datang dengan seorang anak laki-laki nya. Semua yang hadir seketika menoleh ke arahnya.
"Mbak Jessica."Bella terkejut mengetahui siapa yang datang.
Ingatannya kembali ke beberapa waktu lalu, di mana seseorang telah datang kepadanya dan memperingatinya, tapi dia tidak mau mendengar hingga tetap melanjutkan pernikahan itu.
Dan Bella tentu saja bukan tidak mau mendengar, hanya saja dia tidak punya bukti tentang keburukan calon suaminya itu, hingga dia tidak dapat menolak pernikahan itu.
Megan sedikit tersenyum melihat kehadiran sang mantan, bukan tersenyum karena bahagia bisa bertemu mantannya, tapi dia senang karena Jessica mau hadir di pernikahan itu.
Jessica hadir bukan karena undangan dari Bella ataupun Azward, bukan juga ingin menghancurkan pernikahan ayah dari anaknya, tapi dia hadir atas permohonan seseorang.
Waktu itu, ketika pulang dari bekerja, seseorang yang datang memakai mobil mencegatnya di jalan. Jessica yang merasa tidak mengenali pria itu, tentu saja menghindar.
Si pria keluar dari mobil dan mengejar Jessica dengan berlari dan meninggalkan mobilnya, karena jalan yang mereka lalui tidak bisa di lalui mobil.
"Mbak Jessica!"
Teriakan si pria mampu menghentikan langkah kaki Jessica karena dia mendengar namanya di sebut, itu berarti si pria mengenali dirinya.
Dia menoleh kebelakang, dan dihadapannya telah berdiri seorang pria tampan dengan setelan yang sangat rapi.
"Apa kita saling mengenal?" tanya Jessica karena dia merasa tidak mengenali pria tampan itu.
__ADS_1
"Maaf, kita tidak saling mengenal Mbak," ucap si pria
"Maaf .. kalau begitu saya permisi."
Jawaban si pria membuat Jessica ingin berbalik meninggalkan nya. Karena Jessica merasa tidak ada kepentingan dengan pria itu.
"Tunggu Mbak! kita memang tidak saling mengenal, tapi Anda dan Tuan saya saling kenal."
Langkah Jessica terhenti. "Tuan?"
"Iya ... Tuan Megan."
"Maaf ... saya tidak ada kepentingan lagi dengan Tuan mu."
Jessica yang tidak ingin berurusan lagi dengan Megan, berniat ingin melangkah kan kakinya kembali meninggalkan si pria.
"Tuan Megan ingin meminta bantuan kepada Mbak."
Seketika Jessica kembali berhenti melangkah.
"Maaf ... omong kosong apa ini? manalah mungkin seorang Megan meminta bantuan pada perempuan seperti saya ini."
"Saya tidak berbohong Mbak. Tuan Megan ingin meminta bantuan Mbak agar datang di hari pernikahan adik angkatnya."
Jessica terdiam sejenak, memikirkan langkah apa yang akan ia ambil. Sesungguhnya dia juga merasa kasihan dengan nasib yang akan dialami adik dari mantannya itu.
__ADS_1
Tapi dia juga tidak mau lagi berurusan dengan mantannya, baik dengan Megan, apalagi dengan Azward - si brengsek yang sangat ia benci.
*****