
Jessica berjalan semakin mendekat, sebelah tangannya menuntun seorang anak kecil.
"Dan ini adalah anaknya, darah dagingnya yang tidak pernah ia akui." Jessica mengelus puncak kepala si kecil yang ada di sampingnya itu.
Melihat wajah anak kecil tersebut, Tuan Hernandez mulai mempercayai ucapan dari mulut Megan.
Bagaimana tidak, pahatan wajah itu sangat menyerupai wajah putranya - Azward.
Tapi dia tidak habis pikir, kenapa putranya itu tidak mau mengakui bahwa itu anaknya, padahal siapapun yang melihat akan percaya bahwa si kecil itu anak dari Azward.
"Kenapa perempuan ini bisa ada di sini?" batin Azward merasa cemas.
Dia berjalan mendekati tempat duduk Megan yang mana di sana sudah ada Jessica dan anaknya.
Niatnya tentu saja ingin mengusir perempuan yang sudah menjadi mantan dan sudah ia campakkan itu.
"Anda jangan memfitnah. Sekarang silahkan Anda keluar dari sini, tidak ada yang mengundang anda datang kesini. Jangan mengacaukan hari bahagia saya." Usir Azward.
Dia kemudian melangkah mendekati Jessica berniat ingin menyeret perempuan itu keluar.
"AZWARD!" Bentak Tuan Hernandez.
Bhuk
Satu pukulan mendarat di pipi Azward, dan seketika darah segar pun mengalir di bibirnya akibat kerasnya pukulan itu.
Acara sakral berubah menjadi kericuhan. Mereka yang ada disana berteriak karena terkejut melihat adegan pemukulan itu.
"Kenapa kamu jadi manusia biadab seperti ini, hah? apa pernah kami mengajarkan kamu berperilaku hina seperti itu? kelakuan mu sudah seperti binatang, bahkan lebih."
__ADS_1
"Papa tenang dulu. Kenapa papa begitu saja mau mempercayai omong kosong ini?" Azward tetap mencoba membela dirinya.
Bhuk
Satu pukulan kembali bersarang di pipi Azward. Tuan Hernandez benar-benar marah mengetahui kelakuan anaknya.
Dia tidak pernah membayangkan anaknya akan menjadi pria bajingan, padahal dirinya begitu sangat menyayanginya dan menghormati perempuan.
"Putra Anda memang benar Tuan Hernandez, Anda seharusnya tidak begitu saja mempercayai omongan orang lain."
Tuan Hernandez yang hendak memukul putranya lagi, seketika berhenti.
"Apa maksud Anda Tuan Megan? jadi ... semua ini fitnah?" tanya nya merasa heran dengan apa yang terjadi sebenarnya.
"Iya ... anda benar Tuan Hernandez."
Sementara Azward begitu senang mendengar ucapan Megan. "Bagus. Tidak akan ada yang bisa menghentikan pernikahan ku ini.
Bella dan Jessica pun begitu terkejut mendengarnya, terlebih dengan Jessica.
"Apa-apaan Megan ini. Kenapa dia malah bicara seperti itu?" Jessica tidak mengerti mengapa Megan malah bicara seperti itu.
"Anda benar, Tuan Hernandez. Semua ini akan menjadi fitnah jika tidak ada buktinya. Jadi ... saya akan memperlihatkan bukti nya pada Anda."
Senyuman di bibirnya Azward lenyap seketika mendengar kembali ucapan Megan.
Seseorang satang dengan membawa Laptop, di bukanya, dan di putarnya semua vidio dan bukti yang ada, dia adalah Jerrimy - salah satu kepercayaan Megan.
Jerrimy adalah orang yang dihubungi Megan saat dia dalam perjalanan pulang, Megan menyuruh Jerrimy mempersiapkan semuanya.
__ADS_1
Dia tentu tidak begitu kewalahan mencari bukti keburukan Azward, karena bukti itu sudah ada sejak lama, sejak ia di perintahkan Megan mencari tau siapa sebenarnya Azward itu.
Dia juga mengetahui keburukan lain dari Azward, selain suka main perempuan, dia juga seorang penipu dan suka memberi suap jika ingin mendapatkan sebuah proyek.
Dan Jerrimy juga lah yang telah menemui Jessica untuk meminta bantuannya.
Beberapa orang menyaksikan vidio itu, termasuk orang tua Azward dan juga orang tua angkat Bella, serta Tamara yang day menyusul.
Di sana terlihat Azward yang masuk hotel pada malam hari dan keluar pagi harinya, kejadian itu terjadi cukup sering dan dengan wanita yang berbeda.
Belum lagi Azward yang sering pergi ke tempat hiburan malam.
"Astaghfirullah," ucap terkejut Tamara. Dia begitu menyesal telah menjodohkan putri dengan pria brengsek itu, dan beruntung nya dia pernikahan ini tidak terjadi.
"Pernikahan ini di batalkan," tambah nya lagi.
Bella tentu saja sangat senang mendengar nya, begitu juga Megan dan kedua orangtuanya yang sebenarnya tidak rela Bella menikah dengan orang yang tidak ia cintai.
Megan memandang wajah ceria adik angkatnya, terlihat senyum lega dan bahagia disana, dia merentangkan tangan, Bella pun memeluknya.
Beberapa saat terasa pelukan itu begitu hangat dan erat, tapi semakin lama semakin tidak terasa pelukan erat itu.
"Kak Megan." Bella memanggil lembut nama sang kakak karena pelukannya terlepas.
Tidak ada jawaban, Bella pun melepas pelukannya. Ternyata Megan sudah tidak sadarkan diri.
"Kak Megan."
*****
__ADS_1