"MENGEJAR CITA DAN CINTA"

"MENGEJAR CITA DAN CINTA"
Episode 1 "Nekat Ke Kota"


__ADS_3

 Pagi yang cerah, cukup mendukung Tio untuk melanjutkan perjalanannya menuju kota.


Kalaulah bukan karna himpitan ekonomi keluarga atau andainya dia anak dari orang yang berada, mungkin sepagi itu dia masih lelap dalam tidurnya, menikmati mimpi indahnya, sampai tidur benar-benar tak di inginkannya lagi. Plus sarapan pagi yang telah tersedia di meja dengan segala kenikmatan sajian di atasnya. Namun nasib berkata lain, Dia tak seberuntung itu,  ada tiga orang adik yang harus di tanggung biaya hidupnya. Tepatnya sekarang Tio lah yang harus menjadi tulang punggung mereka, setelah ke empat adiknya di tinggal pergi oleh ayahnya. Ibunya bercerai kemudian sempat menikah lagi dengan pria tetangga desanya, dan memiliki putra kembar bernama zaka dan zaki dari suami barunya. Tio sendiri mempunyai satu adik perempuan bernama anita, adik seayah seibu.


 Namun malang bagi si ibu, suami keduanya, atau ayah tiri Tio pergi mengikuti jejak ayahnya, suami ibunya yang pertama pergi meninggalkan mereka di saat usianya masih balita. Dan kini tragedi itu kembali terulang. Untunglah dia sudah bisa mandiri di usianya yang sekarang yang mulai beranjak ke usia tujuh belas tahun.


Sebagai anak tertua, Tio merasa prihatin dan merasa ikut bertanggung jawab, menggantikan ayah mereka sebagai kepala rumah tangga. Oh iya, Tio ini bukan anak berpendidikan tinggi, Tio remaja putus sekolah, hanya bertahan sampai kelas dua SMP. Itupun harus penuh drama air mata bertahan dua tahun di kelas SMP, karna ibunya sudah tidak sanggup membiayai lagi. Jangankan buat sekolah, buat makan mereka sehari-hari saja sudah sulit. Itupun kadang masih sering di bantu saudara dan tetangga yang masih peduli dan kasihan dengan keluarganya. Belum lagi dengan pinjaman sana sini yang membuatnya kerap merasa kasihan pada ibunya yang harus menanggung semua penderitaan seorang diri. Maklumlah hidup di desa. Mencari uang kecilpun terasa sangat susah untuknya.

__ADS_1


Kadang kerja keras yang harus dia lakukan tidak sebanding dengan hasilnya. Jadi penghasilan dari kerja serabutan di desa, sangat jauh daripada mencukupi kebutuhan adik-adik, ibunya dan untuk dirinya sendiri.


Satu-satunya harapan adalah mengadu nasib ke kota. Dengan harapan akan sukses di masa depan serta bisa membahagiakan ibu dan adik-adiknya.


 Dalam pandangan Tio, banyak orang uang sukses dan lebih mapan hidupnya ketika orang-orang dari kampungnya hijrah ke kota. Ya minimal mereka tidak terlalu susah-susah amat menutup biaya hidup orang tuanya di kampung, bisa pakai baju bagus, jalan-jalan ke tempat yang hits seperti pemuda-pemuda pada umumnya. Ya... Seperti itulah kira-kira isi pikiran Tio menerka-nerka kehidupan mereka setelah mapan di kota. Syukur-syukur berhasil di kota denga berwira usaha mandiri. Namun itu hanya sebagian kecilnya saja. Untuk orang- orang sekelas dirinya yang tiada bermodal, jangankan berwira usaha, untuk bekerja sebagai buruh pabrikpun Tio sendiri meragukannya. Karna latar belakang pendidikannya sangat minim, ilmu dan wawasannya belum begitu luas. Modalnya di saat ini hanya lah tekad, keberanian yang tinggi, melawan rasa takut dan ketidak percaya diriannya sendiri.


Mohon suportnya ya supaya saya bisa melanjutkan cerita ini sampai tuntas.

__ADS_1


Ini tulisan pertama saya untuk on line. Mohon doanya semoga lancar.


Dan ini kisah klasik, tapi memang mungkin benar-benar masih terjadi di era modern. Terutama nun jauh di sana, saudara-saudari kita, yang hidup di daerah, yang masih serba kekurangan, masih polos, masih dengan kesederhanaan, masih belum mengenal pembangunan, bahkan mungkin belum mengenal listrik. Belum tau apa itu alat praktis seperti yang sekarang rata-rata orang-orang kota miliki dan nikmati.


Salam kenal dari saya. Semoga sehat selalu dan di berkahi rejeki yang melimpah ya teman...


Mohon maaf jika cerita belum berlanjut, atau agak delay, kemungkinan saya masih masak di dapur hahaa! Jadi buat yang like, di tunggu aja part- part selanjutnya ya say. Terimakasih sudah membacanya.

__ADS_1


Sampai ketemu di part selanjutnya. Luv! luv!


__ADS_2