"MENGEJAR CITA DAN CINTA"

"MENGEJAR CITA DAN CINTA"
Episode 23 "Mengunjungi Car Free Day dengan si nona manis"


__ADS_3

Libur lagi, telpon berdering di saat tio masih belum menyelesaikan kantuknya.


Dengan mata yang masih terpejam Tio berusaha menemukan ponselnya di pojok kolong meja. Kenapa di pojok kolong meja? Karena mereka tidur di lantai hanya beralaskan kasur lantai. Mereka juga tidur di manapun mereka mau. Tidak ada tempat khusus untuk mereka tidur, di mana dia merasakan kantuk, di situlah dia akan tertidur. Ruang itu blas saja tanpa sekat, kecuali untuk dapur dan kamar mandi.


"Hallo jang! Jang, ibu cuma mau bilang, kambing kamu sudah melahirkan! Anaknya ada dua!" Nampak terdengar jelas kebahagiaan yang tengah ibu rasakan saat ini dari nada bicaranya di hape.


"Oh ya bu! Syukur alhamdulillah bu, kambing kita jadi bertambah!, Gimana zaka zaki bu? Apa mereka sehat?"


"Sehat jang! Alhamdulillah mereka senang menjaga kambingnya! Mereka juga cukup rajin membantu ibu menggembala!"


"Ya syukur alhamdulillah bu kalau rajin! Moga-moga kambing kita tumbuh sehat dan bertambah banyak ya! Nanti kalau Tio pulang Tio bikinkan kandang yang lebih besar! Biar kalau nanti kambingnya sudah bertambah, kita gak usah bongkar-bongkar lagi kandang!"


"Bagus kalau begitu, kamu hati-hati ya kerjanya! Ibu doakan agar kamu selalu sehat dan selamat! Banyak rejeki ya jang!"


"Aamiin buu..."


"Udah dulu ya! Ibu cuma mau ngabarin itu saja!"


"Ya bu! Makasih banyak! Tio seneng dengarnya, di jaga baik-baik ya bu kambingnya! Lebaran idul adha tahun depan sudah bisa buat qurban!"


Tak berapa lama percakapan pun berakhir. Tio merasa tambah bersemangat, setidaknya ada sedikit aset yang bisa di andalkan untuk di rumah.


Pagi ini semangatnya semakin bertambah, setelah menerima telpon dari ibu di desa.


Bagi orang mampu berita seperti itu bukan sesuatu yang istimewa, namun bagi orang sekelas wawan itu adalah pencapaian yang luar biasa, sampai-sampai ibunya pun sempat-sempatnya mengabari dirinya yang jauh dari rumah hanya untuk mengabarkan kalau kambingnya sudah beranak! Kambing beranak saja ibu sudah senang mendengarnya! Apalagi kalau suatu saat Tio membawa pulang calon anggota keluarga yang baru alias calon menantu untuk ibu?.


Tio bergidik geli memikirkannya, sepagi ini khayalannya sudah jauh. Mandi saja belum, sudah berani memikirkan calon istri!. Mimpi!

__ADS_1


Tio bergegas menuju kamar mandi. Segera membasuh badannya dengan air segar. Sementara sebagian temannya masih ada yang pulas tertidur. Pagi ini belum ada kegiatan yang di rencanakan. Yang jelas Tio ingin mencari udara segar dan sedikit menikmati sarapan di luar.


Pekerjaan di toko sedang ramai, uang tips yang di dapatpun lumayan banyak, bisalah buat sedikit menikmati jajananan kaki limaan di luar sana.


Tio berencana akan pergi berjalan kaki saja menuju ke pasar pagi. Sepertinya bukan pasar pagi sih, tapi di tempat yang akan dia datangi adalah tempat berkumpulnya orang-orang yang berolahraga ketika di hari minggu. Namun orang-orang kota menyebutnya dengan istilah CAR FREE DAY!


biasanya di sana ramai, selain olahraga, di sana juga banyak orang berjualan. Malah di sana lebih nyaman daripada pasar pagi. Jalanan bersih, parkiran rapi, orangnya juga lebih ganteng-ganteng dan cantik-cantik hehee... Siapa tahu aja nanti dapet kenalan baru yang seumuran. Pikir Tio.


Sedikit parfum di semprotkannya ke arah ketiak dan tengkuknya, walaupun pada dasarnya Tio tidak terlalu suka memakai wewangian seperti ini. Tapi menurut pendapatnya, orang akan lebih suka melihat penampilan orang lain yang lebih rapi dan wangi!.


Setelah rapi menyisir rambutnya yang mulai panjang, Tiopun mulai melangkahkan kakinya dengan santai dan penuh percaya diri.


Langkahnya terhenti ketika sampai di ujung jalan Tio mendengar namanya di panggil seseorang.


 "Kak Tio!" Tio menoleh spontan. Terlihat si nona cantik menghampiri dengan membawa motor putihnya.


 Kesempatan langka! Mana mungkin Tio menolaknya. Fix! Tio setuju menerima tawaran itu. Niat semula pergi dengan jalan kaki pagi terpaksa batal. Kali ini Tio melanjutkan rencananya pergi ke Car Free Day dengan menggunakan sepeda motor milik Rani.


Mereka berboncengan melesat kencang menyusuri jalanan pagi. Hari minggu jalanan cukup lenggang. Karna aktifitas perkantoran dan sekolah di liburkan.


Aroma parfum menyengat menyentuh hidung! Rani sedikit pusing di buatnya, sepanjang perjalanan aroma itu cukup mengganggunya. Tanpa Tio sadari.


Terlalu percaya diri saja Tio ini, asal-asalan memakai minyak wangi, tanpa tahu selera anak muda jaman sekarang.


"Haduh dasar orang desa, apa desanya berasal dari negri antah berantah sampai senorak ini? Ganteng-ganteng kok norak,, Temannya saja orang desa sangat tahu fashion! Kok kak Tio ini beda ya, lama di kota tapi selera tidak berubah juga"


Sedikit nething melintas di otak Rani. Lagi-lagi kenapa harus pedulikan penampilan Tio. Tak berapa lama sampai juga di lokasi Car Free Day. Sesuai janji Rani, Tio boleh membawa motornya pulang duluan. Sementara Rani akan bertemu dan berkumpul dengan Teman-temannya di sini. Tujuannya hanya untuk refreshing saja, sama seperti orang-orang kebanyakan, selain untuk sekedar menikmati makan pagi bersama-sama.

__ADS_1


Setelah mengisi perut Tio berinisiatif untuk mencukur rambutnya yang mulai gondrong!


Beruntung sekali dirinya di pagi itu. Bisa memakai motor gadis yang sangat di idolakannya saat ini. Sehingga dia bisa sedikit mempersingkat waktu melakukan semua hal. Enak juga ya pakai sepeda motor. Semua bisa di lakukan dengan lebih cepat. Suatu saat dia harus memilikinya juga.


  Sedikit impian tumbuh sepintas begitu saja. Tio melanjutkan idenya untuk mencukur rambutnya di sekitar area Car Free Day.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2