"MENGEJAR CITA DAN CINTA"

"MENGEJAR CITA DAN CINTA"
Episode 27 "di cap dodol!"


__ADS_3

Suara poliponik di sertai getar ponsel  memberi tanda jika telah ada seseorang yang menghubunginya. Kebetulan ponsel jadulnya masih berada di dalam saku bajunya kali ini. Biasanya Tio meletakannya asal saja tanpa khawatir akan hilang. Maklum namanya hape butut mana ada yang doyan! Begitu pikirnya.


"Kak kok whats appnya gak di pasang sih? Aku mau kirim gambar! Temenku minta tas custom, designnya ada di aku!" Aihh si Rani, tetumbenan nada bicaranya jutek begini.


Tio: iya hape kakakkan jadul, mana ada whats appnya?"


Rani: "kakak gimana sih? Kan aku sudah kasih hape bekas aku dulu! Kenapa gak di pakai sih? Whats app itu penting lo kak! Kakak bisa kirim voice note, kirim gambar, kirim link, kirim video dan banyak lagi, kakak tuh jangan norak terus dong!"


Wuihh! Apa yang barusan Rani coba jelaskan sesungguhnya Tio belum faham sama sekali. Tio memang mengakui jika dirinya kampungan dan masih norak.


Beruntunglah yang juteknya Rani. Jadi rasanya tetap maniss! Hahahaaa!.


Tio sulit berkelit. Si nona Rani terus mencecarnya tanpa ampun. Ada apa dengannya. Habis sakit kok malah gacor?


"Kakak belum paham caranya, terlalu canggih buat kakak dek!"

__ADS_1


"Haduhh,, ya ampuun,, ini orang kok dodolnya kebangetan sih! Lalu mau sampai kapan begitu terusss??? Di kasih hape bagus  malah pakai yang buluk!" Dalam hatinya Rani mengutuk gemas.


Rani menutup telpon dengan kesal, apa dia juga harus mengajarinya mempelajari fungsi-fungsi fitur hape? Jangan ampe tu hape gue tarik balik!


  Sesungguhnya Rani tidak benar-benar ingin berkata demikian. Hanya saja kepolosan Tio terlampau jauhh, kesannya malah terlihat seperti bodoh di mata Rani.


  Rani berlari menuruni anak tangga, menuju ke dalam toko. Udah gak sabar lagi rasanya ingin memberitahukan Tio bahwa memakai ponsel android tidak sesulit yang Tio bayangkan. Tinggal isi batrey, nyalakan, dan pelajari pelan-pelan! Toh jika pun salah hape itu tidak akan memukuli dirinya.


"Mana hapenya kak?"


  Rian merasa kaget, tiba-tiba Rani sudah di dekatnya. Gak bilang pula mau ke situ.


  "Ayo kita ambil!" Tanpa membantah lagi Tio pun pergi meninggalkan gudang di ikuti Rani. Beberapa teman Tio nampaknya mulai menampakan rasa semangat bergibah. Ketika Rani berjalan di belakang Tio. Rani cuek saja tetap mengikuti langkah kaki tio.


Tio memberikan kembali hape android yang dulu di beri Rani. Rani mencoba menyalakannya namun tak kunjung menyala. Rupanya Tio tidak pernah mengisi batreynya dari semenjak hape itu berpindah tuan. Semakin gereget saja Rani di buatnya. Rani sibuk mencari colokan hape, di sekitar meja, namun dirinya tidak menemukan satupun. Tio tiba-tiba menyerahkannya begitu saja chargeran hapenya. Rupanya Rio menyimpannya di atas lubang angin kusen rumah. Beserta barang-barang kecil lainnya. Rani mencharger hapenya sebentar, sampai ketika tombol on off di tekan hape pun menyala.

__ADS_1


"Sini dulu" rani melambaikan tangan, dengan tangan satunya yang masih memegang hape. Tio menghampiri dan mulai memperhatikan apa yang Rani coba terangkan, jelaskan atau apalah itu. Di sini ceritanya Rani mau mengajari Tio bagaimana cara mengoperasikan hape android itu. Meskipun purus sekolah, Tio kan pernah SMP. Jadi tidak seharusnya dia sedodol itu.


"Tuuhhh gampang kaaann??"


Sepertinya jika di lihat dari anggukannya, Tio culup mengerti dengan apa yang Rani coba jelaskan.


  Gak perlu waktu yang lama akhirnya. Rani meminta Tio agar menukarkan kartunya dan memasukan sim card ke hape barunya. Setelah itu, Rani meminta hape jadul Tio untuk di bawanya. Meski keberatan tapi akhirnya Tiopun melepaskan hape bututnya ke tangan Rani. Rani pergi membawa hape jadul milik Tio dengan segera. Sebelum Tio berubah pikiran untuk memilikinya lagi.


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2