"MENGEJAR CITA DAN CINTA"

"MENGEJAR CITA DAN CINTA"
"KEMERIAHAN DI PESTA PERNIKAHAN"


__ADS_3

Hari istimewa itu telah tiba.


Tio bersyukur semua teman dan keluarga nya bisa hadir di sini.


Pernikahan ini bukan cuma pesta pernikahan semata. Tapi seperti reuni keluarga dan sahabatnya.


Semua orang-orang yang datang, Tio hampir mengenalnya, kecuali tamu-tamu rekan bisnis mertuanya yaitu pak Dani.


Acara begitu meriah, mereka semua tampak bahagia, Tio lebih merasa bahagia lagi ketika melihat para tamunya tampak menikmati jamuan dan hiburan yang ada.


Teman-teman dari kantor Tio pun serempak hadir. Riuhnya suasana di dalam tenda. Hingga untuk berphoto bersama pun, mempelai terpaksa harus turun dari pelaminan karna tidak muat, dan khawatir akan panggung pelaminan akan roboh karna beratnya orang satu kantor.


Rani tampak cantik dan anggun dengan kostumnya. Gaun pengantinnya bukan sembarangan di pilih. Maklum anak pak Dani hanya dua, harta bertebaran di mana-mana.


Di moment penting seperti ini, keroyalan pak Dani di tumpahkan. Setelah berphoto bersama mereka pun berbaur dengan tamu undangan lainnya. Meninggalkan pasangan pengantin berdua di pelaminan.


Seorang wanita cantik datang dengan tampilan anggunnya. Tio mengenal sosok itu yang tidak lain adalah Lina.


Melihatnya dengan dandanan yang tidak biasa membuat Tio merasa pangling. Namun pangling bukan berarti suka.


Tio hanya merasa hari ini Lina menjadi gadis yang berbeda. Berbeda dengan yang biasa di temuinya di kantor, yang biasa mengurung diri di pantry.


Kerjanya membawa baki, atau kain pel lantai.


Kali ini dia nampak elegan dengan gaunnya.


Rani bisa menebaknya,, jika Lina adalah gadis yang menyukai Tio, yang Tio tolak namun masih tetap berusaha mengejarnya, yang pesan whatsapp terakhirnya Rani hapus dari hape Tio, agar Tio tidak membacanya.


"Cantik! jika mereka berjodohpun akan serasi." gumam Rani.


Rani menyembunyikan perasaan jealousnya. Dan tetap menyambut hangat kedatangan Lina sebagai tamu kehormatan suaminya, di mana Rani juga harus menghargainya pula.


Bahkan Rani tak segan-segan mengajaknya photo bersama, serta menawarkan makanan dan minuman yang sudah tersedia.


Satu hal yang membuat Rani kesal adalah ketika Lina meminta suaminya untuk berphoto berdua.


Rasa cemburunya begitu besar, namun tak mungkin dalam keadaan seramai ini dirinya meluapkan emosi begitu saja.


Rani tetap membesarkan hatinya untuk bersabar.

__ADS_1


"Hanya photo, sebuah gambar, hanya ilusi, bukan kenyataan! kenyataannya dia bersamaku!" hiburnya sendiri.


Untuk apa cemburu lagi, toh suaminya juga tidak menyukai gadis itu.


"Jadi... Relax aja! santai Rani santaiii!" gumamnya.


jam tiga sore ketika itu di adakan ritual melempar buket bunga. Tio dan Rani mengikuti arahan sang host.


Mereka berdua membelakangi para tamu undangan yang sudah berkumpul demi mengikuti ritual ini.


Sebetulnya ritual ini budaya dari barat,, namun di sini hanya di pakai untuk senang-senang saja seperti layaknya bermain games.


Host menghitung dari satu sampai tiga, kemudian di balik dari angka tiga hingga ke satu.


Tio berharap Lina yang akan mendapatkan buketnya. Karna konon menurut kepercayaan adat, siapa yang mendapatkan buket bunga yang di lempar pengantin, maka selanjutnya dialah yang akan mendapat jodoh. Mungkin ini cuma mitos, tapi jika itu benar terbukti, setidaknya, Lina akan mendapat lelaki sebagai pengganti Tio secepatnya.


Bunga di lemparkannya kencang-kencang. Dan semua orang berusaha untuk mendapatkannya.


Ketika mereka membalikan badan, nampak dari ujung sana seorang pemuda menghampiri mereka dengan buket di tangannya. Kedua mempelai memberikan gift istimewa untuk pemuda itu.


Orang itu adalah Teman Rio kakaknya Rani. Pemuda itu bersorak kegirangan. Dan dia bernama bambang.


Bambang mengambil mikrophone dari salah satu tangan para host.


"Di sini saya akan memilih salah satu gadis dan memberikan buketnya, spesial buat yang masih jomblo tentunya, ingat! yang jomblo yaa teman-teman! untuk saya jadikan pacar! jika berjodoh kita lanjutkan sampai ke pelaminan! gimana teman-teman??"


Tio dan Rani tertawa terbahak-bahak. Mereka sungguh merasa terhibur dengan lawakan bambang.


Yaa... Mereka menganggap bambang hanya sedang bermain-main saja, layaknya bermain games. Namun sesungguhnya bambang sedang bicara serius.


"Mumpung ada di pesta istimewa bro! gadisnya cantik-cantik! ayo sayang,, tunjukan keanggunanmu!"


Lagu nuansa romantis di mainkan operator. Bambang dengan gayanya yang sok-sok cool menghampiri para gadis itu dengan buket di tangan.


Semua orang bertepuk tangan serempak nada, menyatakan dukungan kepada bambang untuk mencari calon jodohnya.


Bambang berhenti di dekat prasmanan. Ada gadis cantik di sana yang sedang menikmati sirup segar. Dengan semangat dia memegang tangan gadis itu dan membawanya berjalan menuju pelaminan.


Dan ternyata dia... Lina!.

__ADS_1


Semua orang berteriak lebih kencang dari sebelumnya. Rani yang tidak tahu menahu mencoba mengikuti permainan. Walau dengan perasaan yang sedikit risih.


Bambang membawanya ke atas pelaminan.


Tio malah merasa paling bahagia melihat Lina menjadi wanita yang di pilih bambang. Tiopun mendukungnya.


"Udah a gaskeun!" teriak Tio lantang.


Sementara Lina belum paham akan semua ini meski dirinya mencoba mengerti.


Lina pikir ini hanya games, jadi oke-oke saja jika dirinya menjadi bagian dari permainan ini.


Demi Tio!.


Bambang memberikan buket bunga itu kepada Lina, dan Lina menerimanya.


Bambang menyambungnya dengan gombalan-gombalan andalannya di depan para tamu, yang di tujukan untuk Lina.


Lina masih dengan sikapnya yang biasa-biasa saja.


Tidak ada ekspresi bahagia karna dia di spesialkan di pesta itu.


padahal Bambang habis-habisan menyanjungnya.


Lina menerima buket bunga itu tanpa mengerti apa tujuan di balik semua yang terjadi ini.


Tio mengambil gambar keduanya dengan ponsel pribadinya. mengabadikan moment itu dengan bentuk gambar dan sebuah video pendek.


mungkin satu saat jika mereka benar-benar berjodoh, kenangan ini akan sangat bermanfaat. jadi lebih baik di simpan dulu dalam memory card, sampai kabar baik itu benar-benar datang!.


Sangat terasa lelahnya meskipun banyak banget kebahagiaan yang di dapatnya di hari itu.


Rani dan Tio kembali duduk di pelaminan.


mereka bercengkrama mesra. kali ini semua perasaan saling di tumpahkan nya.


untuk pasangan yang sudah halal tidak ada alasan menahan-nahan, untuk saling mencurahkan rasa kasih sayangnya. Mereka sekali-sekali nampak saling peluk, Rani bermanja-manja di pundak suaminya. dan Tio sudah tak segan lagi untuk menggenggam erat tangan halus Rani. Meskipun sebelumnya mereka tidak pernah bersikap seperti ini.


Ratu dan Raja sehari, mereka tampak serasi. Tio yang tampan, dan Rani yang cantik!

__ADS_1


membuat mata para jomblo di pesta ini terlihat begitu iri melihat kemesraan mereka. mungkinkah Lina menjadi salah satunya?


hmmm... semoga tidak!.


__ADS_2