"MENGEJAR CITA DAN CINTA"

"MENGEJAR CITA DAN CINTA"
Episode 30


__ADS_3

 Pak Dani sengaja mendirikan tenda di depan rumahnya, untuk persiapan buka puasa bersama para karyawannya.


Tenda itu sengaja di dirikan untuk satu bulan full, selain untuk tujuan ibadah, juga menjaga agar asupan makanan dan gizi para karyawannya tercukupi supaya kesehatan mereka tetap stabil di waktu puasa. Sampai-sampai ada tukang masak khusus yang di pekerjakan oleh pak Dani special di bulan ini selain bi Minah.


Tenda di dirikan sebelum ramadhan hari pertama.


Sulit menggambarkan berapa besar kebahagiaan ketika ramadhan tiba, bulan special ini penuh kebaikan.


Banyak orang memperbaiki hubungan ketika Ramadhan datang, mendekatkan orang yang


Jauh, berbagi sedekah dengan balasan yang berlipat. Ladang pahala ketika seseorang berbuat amal soleh lebih besar di banding bulan-bulan yang lain.


Selain itu, akan banyak makanan musiman yang biasanya hanya di dapat ketika hadirnya bulan ramadhan.


Berbagai olahan istimewa rumahan menjadi santapan hari-hari.


Ikatan kekeluargaan semakin erat, karna seringnya berkumpul di saat jam sahur atau di waktu berbuka. Ayah, ibu dan anak bertemu intens di meja makan ataupun ketika lesehan di lantai pada waktu-waktu itu. Suasana yang hangat dan ideal sepanjang bulan.


 Pak Dani hadirkan kultum (kuliah tujuh menit) sebelum berbuka, berisi sedikit nasihat dan doa bersama sebelum berbuka puasa.


Kultum di lakukan bergantian oleh karyawan pak Dani yang sudah cukup berilmu dan berpengetahuan luas tentang agama. Sedangkan untuk tarawih, pak Dani memberi kebebasan. Rata-rata mereka melakukan solat tarawih di mesjid atau mushola di sekitar tempat tinggal.


 Meskipun suasana Ramadhan kegiatan toko Kharisma milik pak Dani tetap buka melayani para konsumen yang membutuhkan. Selain sembako, kebutuhan bahan material juga tetap meningkat menjelang hari raya,  karna ketika menyambut hari raya, banyak orang yang sengaja merapikan rumah-rumah mereka untuk di perbaiki. Meskipun ada juga yang hanya mengecat ulang rumah dan pagarnya.


Kesibukan di saat menjalankan ibadah puasa menjadi ujian iman seseorang. Untuk seseorang yang sudah biasa berpuasa, tentu ini bukanlah hal yang memberatkan. Karna lapar dan lelah sudah menjadi bagian dari hari-harinya.

__ADS_1


 Rani memilih menikmati makanan buka puasa pertamanya di dapur. Dia terlalu segan untuk bergabung bersama para pekerja ayahnya.


Bukan karna sombong, hanya Rani merasa segan karna sembilan puluh persen yang hadir adalah laki-laki dewasa. Karena untuk perempuan, mereka mengemasnya untuk di bawa pulang. Karna memang untuk tenaga kerja wanita, ayahnya sengaja tidak memilih dari luar daerah. Melainkan para tetangga di sekitar tempat tinggalnya. Dan mereka sudah berkeluarga. Jadi mereka datang hanya untuk mengambil makanan untuk berbuka yang sudah di siapkan bi Minah.


 Dulu pernah pak Dani memiliki karyawan yang profilnya hanya di kenal dari surat lamaran kerja. Namun pak Dani harus merasa kecewa karna orang itu ternyata tidak amanah dalam melakukan pekerjaannya. Banyak di temukan kecurangan-kecurangan dari hasil penyelidikannya. Tentu saja pak Dani memecatnya.


Pak Dani tidak membutuhkan orang yang berpendidikan tinggi saja. Tapi juga butuh orang yang amanah untuk mengelola tokonya, meskipun hanya sebagai pekerja.


Memang tidak ada yang sempurna, akan tetapi ada batas-batas wajar ketika mereka melakukan kesalahan, di mana jika  seseorang melakukan kesalahan yang sudah melampaui batas dan tidak mau berubah, di sini pak Dani harus mampu bisa bersikap tegas. Apalagi pak Dani sering keluar kota dan menyerahkan semua yang ada di toko kepada tangan kepercayaannya.


Jika orang yang dia percaya mengkhianati, bagaimana dengan nasib karyawan-karyawannya kelak jika perusahaan mengalami kerugian dan jatuh bangkrut?.


Tentu bukan hanya dirinya yang mengalami kerugian, namun karyawan yang tidak tahu menahu akan kena dampaknya terkena PHK gara-gara kelakuan orang-orang yang tidak memegang kata amanah!


Yaa siapa juga sihh orangnya yang mau menggaji orang hanya untuk duduk-duduk saja. Berat tangan di sini bukan tempatnya!.


 Pak Dani memang seorang boss. Namun pak Dani tidak suka berdiam diri seperti boss kebanyakan. Dia turut berkecimpung di dalam kegiatan para pekerja. Bahkan pernah ada orang yang sempat meragukan kalau dia adalah pemilik dari usahanya tersebut. Karena kebiasaannya yang terlalu merakyat, tidak suka berpangku tangan ketika melihat kondisi pekerja sedang repot, pak Dani selalu turut membantu semampunya.


Pak Dani sendiri tidak pernah menggubris kalimat yang tidak harus di tanggapinya. Orang tidak perlu tahu tentang semua asetnya. Di anggap kuli mungkin itu lebih baik.


 


 


 

__ADS_1


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2