
Mengawali hari dengan senyuman. Ini bukan iklan pasta gigi lho. Tapi ini yang benar-benar Tio lakukan, senyum itu berupa rasa syukurnya kepada sang pemberi rejeki.
Di sini tugas Tio mengangkut barang pesanan pelanggan toko dan turut mengantarkan pula ke tempat tujuan. Kadang-kadang ketika toko sedang ramai pengunjung badannya merasa lelah sekali, tetapi ketika pengunjung sepi, tidak ada kegiatan lain selain nongkrong di gudang, kongkow kongkow saja. Sambil menunggu perintah bossnya memilah-milah barang pesanan.
Sebenarnya lama kelamaan ada juga rasa jenuh, ingin pindah kerja. Tapi... apalah dirinya ini, tidak mempunyai keahlian apa-apa, pun tidak berijazah tinggi pula. Jadi... Sementara hanya pekerjaan inilah yang bisa di lakukannya untuk saat ini. Walaupun masih pas-pasan. Ya ini masih lebih baik dari ketika Tio masih di desa. Di sini makanan lebih melimpah tiap harinya. Boss nya cukup baik hati, sering memberi bonus untuk sekedar jajan di luar, tanpa potong gaji. Sedangkan di desa, kerjaan tidak selalu ada. Itupun hanya ada di moment- moment tertentu saja. Ketika masa tanam dan panen saja. Selain musim itu, hanya ada sesekali kerjaan yang di dapatnya.
Beruntunglah dulu Tio suka pelihara ayam dan bebek. Untuk lauk makan masih bisa sekali-sekali dengan menggoreng telur saja. Sedangkan untuk sayur mayur, banyak tumbuh di kebun. Di desa biji-bijian yang di lempar ke kebun biasanya akan tumbuh subur sendiri tanpa di siram. Semisal pepaya atau semangka dan biji-bijian lainnya berikut berbagai macam umbi tumbuh menghampar, di pematang sawah, dan ketika padi sudah mulai di panen biasanya banyak yang mengganti tanaman dengan menanam cabai, atau kacang-kacangan. Apalagi buah pisang, sekali tanam tunasnya gak berhenti bertambah. Setiap memetik pisang, beberapa tunas lain juga sudah mulai menyusul tumbuh besar dan beriringan mulai berbunga dan berbuah. Si pisang ini termasuk tanaman yang anti gagal. Ya buah-buahan atau hasil tani mungkin melimpah, tapi untuk uang rasanya masih sulit sekali. Perekonomian di desanya kurang begitu bagus
Enam bulan berlalu, anak-anak sudah bersekolah semua. Ya sedikit demi sedikit Tio sudah bisa mengirim uang ke kampung untuk mereka. Beruntunglah keluarga di desa selalu sehat sepeninggalnya kerja di kota B. Jadi tidak ada hal yang membuatnya menjadi beban pikiran. Pelan-pelan mulai kini Tiopun sudah memiliki hape. Yah jangan anda para pembaca pikir Tio memiliki android ya hehehee...
Hape yang tio miliki hanya hape bekas saja dengan model lama dan jadul pula. Tio memakainya untuk alat komunikasi agar bisa terhubung dengan ibu dan adik-adiknya di sana. Untuk sekali-sekali melepas kangen dengan sedikit mendengarkan suara adik-adiknya yang jauh di sana. Bertukar kabar, sedikit membagi cerita tentang kegiatan masing-masing. Kadang-kadang bercerita lucu, hingga menuai tawa dari keduanya.
__ADS_1
Kira kira seperti itulah isi percakapan mereka di telpon.
Setiap mengirim barang, kadang ada orang baik hati yang memberi uang tips pada Tio dan kawan-kawan seperjuangan. Semua di kumpulkan dan di bagi rata pada saat pulang kerja. Kadang kala jika sudah tidak tersedia kopi mereka tidak membagikan uang itu, melainkan di pakai belanja untuk keperluan dapur yaitu si kopi tadi, teh, gula dan mie instant. Kurang lebih seputar itu. Ya itu akan lebih berguna dan bermanfaat buat mereka daripada buat jajan di luar. Sedangkan untuk gaji kadang bisa utuh. Jadi bisa untuk mengirim ke kampung masing-masing. Apalagi selain dirinya, teman-teman Tio sudah pada berumur, dan sudah memiliki keluarga sendiri bahkan sudah mempunyai beberapa orang anak. Mungkin di sini, Tiolah yang termuda.
"Hai readers ku,,
Tolong bantu suport ya, mohon krisannya ya bebz! Atas tulisanku ini.
Mohon maaf apabila masih banyak kekurangan dalam menyusun kalimatnya.
o iya tetap jaga kesehatan ya all...
__ADS_1
__ADS_1