
...Kali ini dia menginginkan kupu-kupu...
...************...
Siska adalah wanita panggilan untuk para pria hidung belang. Dia sudah menekuni pekerjaan haram ini sejak 3 tahun lalu. Siska adalah P S K tipe C, dimana para pelanggannya adalah pria kelas menengah biasa.
Namun kali ini dia mendapatkan pelanggan tidak biasa. Pelanggan misterius itu berjanji akan memberikan tarif tiga kali lipat lebih besar. Tentu ini sangat menggiurkan, baginya ini adalah kesempatan luar biasa.
Siska sudah sampai di salah satu hotel cukup bagus di sekitaran kota Bekasi. Dia langsung saja naik lift dan menekan lantai satu. Setelah itu dia berjalan keluar sambil mencari pintu kamar hotel dari no. 01 sampai no.09.
"Ini dia kamarnya, pintu no.09," ucapnya mulai antusias. Sebelum masuk bahkan Siska kembali meraih lipstik dan memakainya di atas bibir secara lebih tebal.
Dia berniat ingin lebih memuaskan mata sang pelanggan, berharap jika dia bisa memberikan banyak fee yang lebih besar. Setelah merasa cukup percaya diri, dia melihat jika pintu itu di ganjal sebuah buku kecil.
Ini cukup aneh, karena biasanya pelanggan akan membuka pintu secara otomatis dari dalam. Namun jelas terlihat jika pelanggan ingin mempersilahkan Siska masuk sendiri dari luar.
Siska tidak peduli dengan semua itu, dia langsung saja menerobos masuk kamar. Kedua matanya mulai memandang seisi ruangan, namun tidak ada siapa siapa.
"Permisi, tuan.... Siska sudah datang loh," ucapnya sambil terus melirik semua sudut ruangan.
Namun tetap saja, ruang kamar hotel itu kosong. Tidak ada sosok pria yang selama ini dia harapkan. Namun mata Siska menangkap sesuatu di atas tempat tidur. Dia menghampiri tempat tidur dan mendapati jika ada sebuket bunga mawar merah di atasnya.
Siska mengambil buket bunga mawar merah itu dan melihat ada sebuah kertas kecil di selipkan. Dia membuka kertas itu dan membaca deretan tulisan tangan rapih.
...Aku sedang ada urusan sebentar.....
...Mandilah terlebih dahulu, aku akan segera kembali...
Bukanya merasa aneh atau curiga, Siska malah semakin senang. Karena dia tidak pernah di perlakukan romantis seperti ini. Dia pun menghirup bunga mawar merah itu begitu dalam, seluruh perasaanya berbunga bunga.
"Kali ini gue beneran lagi dapat hoki, romantis banget sih," gumam Siska dengan mata yang berbinar.
"Ok, gue bakalan mandi dan tampil sexy!" celoteh Siska dengan begitu semangat.
Setelah membaca surat perintah dari pelanggan, dia segera menyimpan tas dan berjalan menuju kamar mandi. Terkejut sekali dia melihat suasana kamar mandi yang begitu memikat.
Pelanggan kembali memberikan dia kejutan lain, kamar mandi dipenuhi oleh lilin lilin kecil aromatik. Bunga bunga merah bertebaran hampir di seluruh lantai dan bathtub. Suasana lampu sengaja dibuat redup dan terlihat menenangkan.
__ADS_1
Hati Siska semakin meleleh, sungguh ini diluar dugaanya. Sebagai P S K, kali ini dia diperlakukan bak seorang wanita yang berharga. Dia tidak seperti sedang menjajakan sebuah kenikmatan s*xual, dia seorang ratu kali ini.
Tanpa banyak pikir panjang lagi, dia segera membuka seluruh pakaian. Tubuh tel*njangnya langsung masuk ke dalam bath tub yang sudah di isi gelembung busa.
Dia membaringkan tubuhnya dengan penuh kenikmatan. Tangan kanan meraih segelas wine di samping dan kedua matanya tertutup dengan rapat.
"Ini baru namanya surga dunia," ucap Siska dengan pelan.
Sementara Siska sedang menikmati suasana menenangkan di dalam kamar mandi, dari arah gorden jendela kamar hotel, keluarlah seorang yang memakai jas hujan hitam dan sepatu boots karet merah.
Orang itu ternyata selama ini sedang bersembunyi di belakang gorden besar. Dia berjalan perlahan sambil menggerakkan sepatu boots dengan hentakan tidak biasa.
Dia memegang sebuah palu godam dan menyeret palu itu di bawah lantai. Sehingga menimbulkan sebuah suara gesekan besi. Namun Siska tidak menyadari suara itu, dia terlalu fokus berendam di dalam bath tub.
Perlahan orang berkudung hitam itu sudah masuk ke dalam kamar mandi. Dia kini sedang berdiri tepat di depan Siska yang masih merapatkan mata.
Perlahan Siska mulai membuka kedua matanya, sontak dia sangat terkejut tak kala melihat ada orang asing membawa palu godam di depanya.
Tubuhnya bergetar sangat hebat, Siska sangat ketakutan. Namun sayangnya tubuhnya membeku seketika, bahkan dia tidak bisa menggerakkan jarinya sedikit pun.
"Siapa kamu??!!" tanya Siska dengan mulut yang bergetar.
Buuuuuukk!!!!
Seketika kepala Siska pun terpental ke samping kanan, dia m*ti mengenaskan hanya dalam satu pu kulan keras. Dinding kamar mandi mulai terciprat oleh banyak d*rah, air dalam bath tub tergenang oleh kucuran d*rah dan merubah menjadi merah pekat.
********
Sekitar jam 09.00 malam, Farel sudah selesai mandi dan bersiap untuk membaca tulisan diary Nana. Ini adalah hari ketujuh, dimana tinggal 3 minggu lagi sisa waktu ia bersama Nana.
Farel semakin terbiasa dengan segala diksi aneh tulisan Nana, kali ini dia berharap jika Nana akan mencurahkan isi hatinya dengan normal dan biasa saja.
Jangan sampai ada deretan keanehan lain. Dia ingin membaca diary Nana dengan penuh kedamaian.
Sabtu, 7 April 2022
Dear Diary.....
Sejenak pergi berlibur ke Majalengka cukup menyenangkan. Kini aku kembali pulang ke rumah kecil yang begitu aku rindukan, namun sayang sebentar lagi kami akan bercerai. Mungkin saja rumah ini akan segera kosong.
__ADS_1
Aku sengaja banyak menanam bunga bunga indah di pekarangan belakang rumah. Berharap ada satu kupu kupu yang hinggap di salah satu kelopak bunga. Tapi kita hidup di sebuah kota gersang, bahkan kupu kupu pun tak sudi bertamu ke rumah kami.
Andai saja aku bisa melihat kupu kupu terbang di sekitar rumah kami. Mungkin perceraian yang akan kami sepakati terasa lebih berwarna. Bisakah aku menangkap kupu kupu itu Farel?
Farel diam dan terus diam, kenapa isi tulisan Nana penuh dengan permintaan. Awalnya dia disibukan oleh si kumis, kemudian pergi menemani healing ke kuburan dan sekarang dia seakan menyuruhnya untuk menangkap seekor kupu kupu.
Dia hanya bisa garuk-garuk kepalanya dengan bingung. Namun dia tidak ingin membuat Nana sedih, dia bertekad untuk membuat Nana senang sebelum perpisahan mereka.
Tapi malam ini dia sangat lelah, dia ingin melupakan sejenak kupu kupu itu. Dia hanya ingin segera tidur nyenyak. Segera dia berjalan keluar dan berjalan menghampiri kamar Nana.
Pintu kamar Nana tidak tertutup, dia bisa langsung melihat jika Nana sedang menatap cermin rias di depannya. Nana sedang belajar memakai make up, dia sibuk dengan segala peralatan make up di atas meja.
"Buat apa belajar dandan? Biasanya juga suka natural," ucap Farel terheran.
Nana membalikan badan tak kala dia mendengar suara Farel dari ujung pintu. Betapa terkejutnya ketika dia melihat wajah Nana begitu belepotan dan menor.
Farel mulai tertawa terbahak bahak, dia tidak tahan harus melihat wajah istrinya seperti badut Ancol. Nana memang tidak ahli dalam merias diri, dia perlu banyak belajar.
"Ya ampun Na... wajah kamu tambah jelek amat sih! Apalagi tuh bibir kamu merah gitu, kaya cabe cabean tahu!" ejek Farel dengan perasaan puas.
"Masa sih? perasaan Nana sudah mirip kaya wanita tadi," ucap Nana dengan cemberut sambil menghapus riasan di sekitar wajah dengan tisu basah.
"Wanita yang mana sih?"tanya Farel bingung.
"Itu loh yang kamu selamatkan dari pria gila tadi. Waktu kita di mini market," balas Nana masih sibuk dengan tisu basah di tangan.
"Oh.. wanita si pembeli kond*m itu yah... Loh ko Nana harus mirip sih sama dia," celoteh Farel semakin bawel.
"Baru kali ini aku takjub sama kamu Rel, pantesan kamu tolong dia, toh dia cantik. Jago banget pake make up," balas Nana dengan santai.
"Gak ada kaitannya kali antara cantik dan harus menolong orang, emang aku pria seperti apa sih Na!" ucap Farel mulai gusar.
"Jelas kamu pria normal, semua pria pasti suka dengan wanita cantik. Apa karena aku jelek yah Rel sampai kamu selalu cuek dan acuh di depan semua orang," jawab Nana dengan wajah sedikit sendu.
Deg!
Hati Farel tersentak dengan sangat keras, dia baru saja mendapatkan sebuah pukulan besar untuk menampar kewarasannya. Farel tidak berkutik sedikit pun, perkataan Nana baru saja membuat dia menjadi batu.
Nana, benarkah dia mencoba untuk menjadi cantik hanya karena seorang pria seperti Farel?
__ADS_1