31 Hari

31 Hari
Day 9


__ADS_3

...Aku tahu dia sedang tidak baik baik saja...


...Tapi aku tetap memilih menjadi suami yang jahat...


...**********...


Karena hari ini adalah tanggal merah dan libur nasional, Agus menyempatkan dirinya untuk tidur di rumah sebentar saja. Proses investigasi yang rumit membuat ia harus tinggal di kantor polisi.


Sekitar pukul 07.00 pagi dengan sangat heboh ibu Surti masuk ke dalam kamar Agus. Dia lalu menggoyang goyangkan bahu anaknya berulang kali. Terlihat jika ibu Surti ingin membangunkan Agus secara paksa.


"Bangun Gus.. itu... itu.. di luar ada tamu!" ucap ibu Surti dengan penuh kehebohan.


"Aduh bu, Agus kan baru tidur dari jam 4 subuh, bentar lagi napa!" rengek Agus dengan muka malas dan sedikit kesal.


"Dasar anak gak tau diri! itu masa ada cewek cakep banget mau ketemu kamu Gus. Ampun dah ibu kaget banget!" omel ibu Surti semakin rusuh.


Mendadak mata Agus sedikit terbuka, dia mulai berusaha untuk sadar dari rasa kantuknya yang luar biasa.


"Waduh cewek cakep? tumben bu, emang siapa?" tanya Agus dengan wajah setengah terkejut.


"Itu makanya ibu gak nyangka, pria burik kaya kamu boro boro bisa bawa cewek ke rumah. Namanya Tania, iya iya... Tania," jelas ibu Surti dengan yakin.


Lantas mendengar sebuah nama Tania di mulut ibunya, Agus segera bergegas keluar dari kasur. Dia cepat cepat mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.


"Bu, suruh dia masuk! pokoknya bilang aja kalau Agus lagi solat Duha! ingat bu solat Duha!" ujar Agus dengan wajah berseri seri.


Sementara itu ibu Surti masih dalam mode bingung. Dia tidak menyangka jika respon anaknya kali ini tidak biasa.


*******


Di ruang tamu yang sederhana, hanya beralaskan karpet bulu tipis dan sofa reyot, mereka berdua kini sedang duduk saling menatap satu sama lain.


Perasaan Agus seperti ledakan kembang api tahun baru, dia merasakan sensasi kemenangan. Dia begitu senang bukan main ketika Tania datang mengunjungi rumahnya. Ini adalah awal yang bagus, Agus tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini.


Di tengah meja Tania sengaja menyuguhkan beberapa menu sarapan pagi dari salah satu restoran cepat saji. Wanita itu berencana ingin melakukan sarapan bersama dengan teman lamanya di sekolah.


"Maaf ya Agus, aku mendadak datang ke rumah kamu," ucap Tania dengan senyuman manisnya.


"Gak papa ko, aku malah senang banget. Ya ampun aku jadi malu jadinya. Tania gak pergi liburan? ini kan tanggal merah," tanya Agus dengan wajah penuh kegugupan.

__ADS_1


"Semenjak kita bertemu kemarin malam, aku terus kepikiran kamu. Aku baru tinggal di Bekasi, belum punya banyak kenalan. Jadi senang banget bisa ketemu teman lama, rasanya Tania jadi gak sendirian lagi," jelas Tania sambil sibuk membuka bungkus kertas makanan satu persatu


Ya ampun begitu terkejutnya perasaan Agus, bahkan hatinya meleleh begitu cepat. Tania dari dulu memang tidak berubah, selain cantik dan terkenal di sekolah dia memang baik hati.


"Ayo kita makan," ajak Tania sambil menyodorkan Egg & cheese muffin, hash brown dan hot coffee.


Agus tambah malu malu tak kala dia melihat menu sarapan yang tidak biasa di lidahnya. Karena sehari hari dia sering sarapan dengan nasi uduk dan gorengan. Namun untuk wanita yang ia sangat suka, Agus harus melahap habis semua makanan itu.


Agus menunduk malu dan mulai mengambil Egg & cheese muffin. Dia mulai mengunyah makanan itu pelan pelan, tanpa Tania tahu jika sebenarnya perut Agus mulai mual. Dia tidak terbiasa makan keju di pagi hari.


Ditengah acara sarapan mereka, tiba tiba dari arah pintu depan terdengar suara wanita berteriak dengan kencang. Agus tentu tahu suara wanita itu, dia adalah tetangga yang loyal dan cerewet.


"Ibu Surtiiiii....ibu... ibu..." teriak Nana dari luar secara membabi buta. Agus pun buru buru membuka pintu, dia mendapati ada Nana dan Farel sedang berdiri sambil membawa sebuah rantang susun.


"Eh Agus tumben ada di rumah, ibunya ada?" tanya Nana penuh semangat.


"Ada ko, ibu di dapur," balas Agus dengan ramah.


Nana segera menyerobot Agus dari depan, dia langsung berjalan belok kiri menuju dapur. Tanpa sempat melihat ada seorang tamu di depannya. Sementara itu Farel hanya bisa pasrah, dia berjalan lurus dan masuk begitu saja.


Farel kemudian menyadari jika ada wanita asing sedang duduk di atas sofa. Wanita itu pun tersenyum saat mereka saling menatap. Hanya saja Farel mengabaikan wanita itu, dia tidak menarik perhatian sama sekali.


"Iya Rel, dia teman lama ku di sekolah SMA. Yuk kita duduk aja bareng bareng, mumpung hari ini libur kan?" tanya Agus dengan antusias.


"Oh," balas Farel datar, dia lalu duduk di sofa samping Tania.


Tania hanya bisa menunduk malu melihat Farel berada dekat di sampingnya. Dia pun terlihat segan untuk memulai percakapan dengan pria dingin seperti Farel. Agus kembali nimbrung dan bergabung dengan mereka, dia lalu menawarkan makanan untuk Farel.


"Aku datang kesini karena di paksa Nana, dia menyuruhku untuk mengantarkan makanan ke rumah mu. Sungguh wanita yang merepotkan!" protes Farel kepada Agus yang sudah bisa memaklumi sifat acuhnya.


"Aguuusss.... aku masak nasi uduk loh, ayo kita makan bareng bareng!" teriak Nana dari pintu dapur, sontak suara cempreng itu mengagetkan semua orang.


Nana lalu membawa banyak makanan di nampan, dia berjalan seperti keong karena nekat membawa dalam jumlah besar. Bukanya membantu istrinya, Farel malah semakin kesal dan terus mencibir istrinya yang selalu di anggap bodoh.


Setelah makanan itu sampai sofa, barulah Nana sadar jika ada wanita lain di samping dua pria itu. Wanita cantik seperti model itu kini menatap Nana dengan mata berbinar. Mereka lalu berdiam diri dan membeku, seakan waktu mencoba untuk menghentikan denting jam.


"Oh, pacar Agus ya?" tanya Nana dengan gugup namun berusaha untuk terlihat santai.


"Bukan ko, kami teman lama SMA," jawab Tania dengan tawa kecil yang indah.

__ADS_1


"Udah cepet sini duduk! ko malah berdiri sambil bengong sih, kaya orang bego saja," komentar Farel dengan julid, dia lalu menarik tangan Nana yang masih berdiri mematung.


Nana akhirnya duduk di samping Farel, dia kemudian meletakan berbagai macam lauk pauk yang terlihat sangat lezat. Namun bukanya membela makanan sang istri, Farel justru melahap menu lain di atas meja.


"Ini baru namanya sarapan," celetuk Farel sambil mengunyah potongan demi potongan sausage wrap yang sangat gurih itu.


"Wah kayanya mba jago masak nih! aku coba ya," ucap Tania langsung menyicipi nasi uduk di depannya.


Nana masih banyak bengong, bahkan dia tidak berkomentar apapun. Seluruh tubuhnya terasa mati rasa dan kebas. Dia tidak memperhatikan Farel sama sekali, Nana cukup bertingkah tidak biasa kali ini.


"Oh iya para tetanggaku yang budiman, terimakasih yah sudah mau sarapan bareng dengan kami. Kebetulan banget kita bisa berkumpul disini," ucap Agus dengan semangat, dia lalu meraih piring dan segera memasukan nasi uduk ke atas piring itu.


"Nama mba siapa? kita belum kenalan kan?" tanya Farel mendadak kepo, padahal tadi dia bersikap acuh dan kasar pada teman wanita Agus.


"Aku Tania, TA- NI- A," balas Tania dengan pelafalan yang sengaja ia perjelas, kemudian dia menjulurkan tangan ke depan Farel dan Nana.


Kedua mata Nana kemudian bergerak, dia kini melirik Tania dengan mata melotot. Nana kini memperhatikan wanita itu tersenyum. Sekali lagi dia terus memperhatikan Tania dengan tajam dan garang.


Tak sengaja Nana menjatuhkan piring di dekatnya, dia langsung berdiri dan pergi begitu saja dari rumah Agus. Kali ini Farel menyadari jika istrinya sedang tidak baik baik saja. Farel bisa melihat dengan jelas bagaimana wajah Nana begitu gemetar, seakan telah bertemu dengan roh halus jahat.


"Nana kenapa?" tanya Agus bingung ketika melihat Nana pergi begitu saja, padahal dia sebelumnya paling bersemangat diantara mereka semua.


"Sudahlah biarin, gak usah terlalu di pikirkan Gus. Dia memang aneh dari dulu," sahut Farel pura pura cuek, dia tidak ingin terlihat sedang memperdulikan istrinya sendiri.


Melihat Nana yang bersikap terburu buru seperti itu hanya bisa membuat Tania tersenyum. Dia kembali menyantap makanan di piringnya dengan tenang.


"Ternyata manusia tidak bisa berubah sepenuhnya," ucap Tania dengan suara pelan, dia sedang berbicara pada dirinya sendiri.


********


Senin, 9 April 2020


Dear Diary.....


Tadi pagi aku mencoba untuk menyenangkan tetanggaku yang super baik. Ibu Surti adalah teman ngobrol yang asik, selain pintar gosip dia adalah seorang ibu yang sangat perhatian dengan anaknya, Agus.


Bahkan tadi pagi aku bertemu dengan teman wanita Agus yang cantik. Aku cukup minder jika berada di sampingnya, bahkan perutku tidak nyaman harus terus menatap wanita itu.


Walaupun rumah kita tidak kedatangan kupu kupu, setidaknya akan ada keindahan kupu kupu lain yang akan menjadi tamu baru kita. Sungguh ini bakal menarik dan menyenangkan, bukan begitu Farel?

__ADS_1


Sudahlah Farel, kau tak usah lagi mencari kupu kupu itu lagi dengan susah payah. Aku tak menyangka jika dia akan datang dengan sendirinya. Benar benar hewan yang berani dan menakjubkan.


__ADS_2