
...Saat itu aku merasa sangat percaya diri...
...padahal.......
...***********...
Setelah menghadiri rapat dengan pemegang saham di pagi hari, Farel langsung menutup dirinya di ruang kerja. Dia tidak bercengkrama dengan pegawai seperti biasa. Bahkan dia mulai cuek dengan sekretarisnya sendiri, Dominic.
Farel langsung fokus berhadapan dengan layar laptop. Dia ingin segera menuntaskan rasa penasaran tentang si kupu kupu di dalam tulisan diary Nana. Dia hanya bisa mengandalkan sumber informasi dari dunia maya. Selebihnya dia hanya seorang suami yang tidak tahu apa apa alias bodoh.
Namun setelah menghabiskan waktu selama satu jam berseluncur di jejaring internet, kata kunci kupu kupu tidak membawanya sebuah harapan. Kupu kupu hanyalah seekor hewan manis, selebihnya hanya tempat wisata yang bertemakan kupu kupu.
Dia semakin hilang kesabaran, wanita memang sulit dimengerti. Apalagi ini Nana, wanita asing yang hanya ia kenal selama satu tahun kebelakang. Tiba tiba pintu terbuka, di sana ada Dominic berjalan masuk sambil membawa ice coffee hitam dingin kesukaan mereka berdua.
Dominic lalu duduk dengan sangat manis, menyapa bosnya dan memberikan satu gelas kopi untuk Farel. Pria itu tersenyum tipis dan segera meraih kopi itu.
"Rapat tadi tumben pak Farel banyak diam, gak kaya biasanya," ucap Dominic mengawali percakapan.
"Gapapa ko, semua baik baik saja," balas Farel sambil terus memandang layar laptop, sedangkan kopi itu masih belum dia sentuh.
Sesaat Dominic merasa teralihkan oleh laptop tersebut, dia merasa akhir akhir ini Farel lebih sering diam dan menyendiri. Biasanya dia selalu welcome dan menyenangkan saat di kantor, dia sungguh di hormati oleh semua orang.
Wanita itu masih bertahan di atas kursi, dia berharap jika Farel mau mengalihkan pandangan bos sedikit saja. Tapi semakin kesini dia malah diam seribu bahasa.
Farel mulai melirik Dominic, dia lalu sedikit menghentikan kesibukannya. Dominic mulai senang karena kini dia sudah kembali menjadi pusat perhatian. Dominic adalah tipe wanita yang narsistik dan ingin menjadi prioritas.
"Mmmmm boleh aku tanya sesuatu?" tanya Farel dengan wajah sedikit kaku.
"Oh tentu saja pak, dengan senang hati," balas Dominic dengan genit.
"Kenapa wanita rata rata suka dengan kupu kupu?" tanya Farel dengan wajah serius.
Tentu pertanyaan Farel di luar dugaan, kali ini dia menanyakan seekor hewan dan kaitannya dengan wanita. Dominic begitu terkejut, ini benar benar diluar kebiasaan Farel.
"Mmmmmm karena kupu kupu melambangkan keindahan. Wanita tentu suka keindahan," jawab Dominic dengan wajah penuh keyakinan.
__ADS_1
"Are you sure?" tanya Farel kembali.
Dominic mengangguk, mengisyaratkan jika jawabanya adalah benar. Tapi tidak dengan Farel, dia malah semakin bingung karena Nana tidak suka hal hal yang bersifat feminim.
Nana tidak akan mencari makna sebuah keindahan hanya dari seekor kupu kupu. Nana pasti menyimpan makna lain yang sangat sulit untuk dia pecahkan.
"Emangnya wanita siapa sih pak? ko kayanya penting banget," tanya Dominic semakin kepo.
"Ada yang memintaku untuk melihat kupu kupu, cuman aku masih bingung seperti apa," jawab Farel dengan jujur.
"Wanita dekat?" tanya Dominic sedikit cemberut, padahal dia berharap jika wanita itu adalah dirinya.
"Ya," jawab Farel dengan cepat.
"Apakah sahabat wanita itu yang meminta? Maria?"
"Bukan, istriku Nana," jawab Farel tanpa beban.
Tiba tiba tubuh Dominic membeku, dia mulai melayangkan senyuman sinis. Rasa kesal dan marah mulai menggerogoti hatinya yang kelam. Dia sungguh tidak terima jika selama ini Farel tengah sibuk memikirkan istrinya.
Tapi kalau itu bu Nana? gak usah pusing pusing deh pak. Istri bapak itu kuno, mana paham sama hal yang mewah dan gemerlap" jelas Dominic dengan perasaan puas telah mengejek istri presdir sendiri.
"So, jadi aku harus bagaimana?" tanya Farel semakin bingung.
Dominic mulai diam sambil terus berpikir keras agar mendapatkan jawaban yang pas. Tiba tiba terlintas saja di pikirannya tentang sesuatu hal yang sedang viral akhir akhir ini.
"Kayanya aku tahu deh pak," ucap Dominic mulai percaya diri.
"Wah? apa itu?" tanya Farel mulai semangat.
"Istri bapak kan cuman diam di rumah doang, kebanyakan nih emak emak pengangguran suka nonton sinetron atau gak drama korea," jelas wanita itu dengan mata melotot.
"Iya sih, kayanya Nana suka dua duanya, lah emang apa kaitannya?"
"Bagus, ini feeling Dominic gak akan meleset. Coba deh bapak cari drama Korea yang lagi viral itu. Nama dramanya adalah Nevertheless," sahut Dominic.
__ADS_1
"What? ko bisa?" tanya Farel semakin terheran heran.
"Na bi boreo Gallae?" tanya Dominic tiba tiba dengan wajah serius setengah tidak serius.
********
Sore harinya Farel sengaja pulang lebih cepat. Dia kini sedang mengunci dirinya sendiri di dalam kamar mandi. Dia berdiri dengan wajah tegang menatap cermin di depan.
Dia mulai menaruh layar HP di dekat wastafel, kemudian layar itu sedang memperlihatkan sebuah video pendek dari YouTube. Kedua mata Farel terus melotot dan fokus melihat dua aktor sedang bermain peran begitu intens.
"Ah sial.. sial.. ko bisa kissing sih? dasar Nana mesum!" gerutu Farel dengan kesal, dia tidak habis pikir jika memang Nana menginginkan sosok pria kupu kupu playboy seperti aktor itu.
"Gak.. gak.. ini hal bodoh dan tolol. Masa iya Nana bisa berpikir tidak rasional. Ini cuman potongan adegan drama tidak masuk akal.
Mau lihat kupu kupu? Hah!! dasar pria tidak tahu diri, bilang saja kalau kalian mau mantap mantap!" protes Farel seperti orang gila.
Dia kepanasan dengan saran Dominic. Sedari tadi dia terus melihat banyak potongan adegan yang romantis namun membuat Farel ingin muntah. Dia memang playboy sejak dahulu, dia penakluk banyak wanita di luar sana. Tapi itu dulu, sekarang dia bahkan tidak sanggup menyentuh istirnya sendiri.
Betapa mendidih hati Farel jika kenyataanya Nana menginginkan sentuhan lain. Farel terus berdebat dengan hatinya sendiri, apakah Nana memang pada akhirnya jatuh cinta dan menginginkan kepuasan s e x?
Argggghhhhhh!!!! Farel bingung setengah mati. Atau inikah jalan Nana untuk membalaskan dendam karena Farel telah meminta cerai?
Farel kemudian keluar dari kamar mandi, dia berjalan mengintip istrinya sedang menonton TV di ruang santai. Disaat itu hatinya mulai terbuka, memang benar jika Nana sedang asyik menonton serial drama Korea.
Dia melihat jika Nana sangat fokus melihat adegan banyak orang bermata sipit. Walaupun dia tidak tahu judul series apa yang sedang ia nikmati. Farel kembali berjalan ke kamar mandi. Dia menutup pintu itu dan kembali berdiri di depan cermin.
"Ok, kamu bisa Rel. Kissing without love? udah biasa ko. Anggap saja ini sedang casting film. Kamu cuman akting Rel, ingat itu!!!" ucap Farel pada dirinya sendiri.
Dia kemudian melihat potongan video YouTube itu lagi. Dia sangat memperhatikan dengan jeli betapa tajam tatapan sang aktor pria, betapa mencekamnya kata kata yang menusuk hati seorang wanita.
Setelah itu dia mulai berlatih dengan rencana aktingnya. Dia sedang membayangkan jika dia adalah pria playboy itu sekarang. Kini dia berdiri menghadap tembok putih, menatap dengan tajam lurus seakan Nana ada di depan matanya.
"Apa kamu ingin melihat kupu kupu Nana?" tanya Farel berpura pura seperti aktor drama Korea, dia mencoba menjadi cool dan misterius.
__ADS_1
Bersambung part 2 😁