31 Hari

31 Hari
Catatan Penulis Ghoib 2


__ADS_3

Alhamdulillah... selesai sudah novel ini dengan perasaan penuh syukur. Saya persembahkan novel ke-dua untuk anak perempuan saya, Mahreen Shalimar Juhana. Semoga kamu bisa membacanya nak, walau mungkin tidak sesuai selera.


Novel ini non kontrak, artinya tidak ada ikatan apapun dengan pihak Noveltoon ya teman-teman. Tapi ingat hak cipta tidak boleh dilanggar dan dilanggar keras untuk melakukan plagiarisme novel 31 hari. ( Pede sekali ya wkwkwk)


Note : Hukum adalah kebebasan, jadi bagi siapa yang merasa karyanya telah di-jiplak atau di-plagiat pihak tertentu. Bisa layangkan gugatan ke pihak berwajib ya. Kumpulkan bukti-bukti dan buat laporan ke pihak polisi. Karena ada UUD Hak Cipta yang harus dipedomani.


Terimakasih kepada pembaca yang sudah setia sampai bab terakhir. Maaf jika membaca novel ini dirasa tidak memuaskan dan berujung pada kekecewaan. Semua tak lepas dari saya yang masih belajar dan merintis, bagaimana menjadi seorang penulis + pengarang novel misteri dan kriminal.


Tentu banyak terdapat kesalahan ataupun kekeliruan dalam alur novel ini. Saya harap teman-teman bisa memberikan masukan, kritik dan saran. Mungkin bisa meluruskan apa yang terlihat belok dan keluar jalur. Saya sangat menantinya dan terbuka lebar untuk semua.

__ADS_1


Mungkin saya akan bacot lagi, biar bisa sampai 500 kata hehe.. novel ini murni hanya untuk hiburan. Jadi tidak ada maksud tertentu ataupun pengalaman pribadi saya dalam tulisan ini. Bagi yang merasa terhibur, saya senang. Kalau tidak merasa terhibur, saya terima.


Perbedaan Nana dan Tania dalam novel ini hanya masalah penerimaan situasi. Tania memilih untuk memaafkan kakaknya sendiri, walau dia telah berbuat jahat pada ayah dan ibunya di masa lalu. Dengan cara yang salah, Tania sebenarnya hanya ingin melindungi keluarga bagaimanapun juga.


Sedangkan Nana, dia tidak bisa memaafkan atau sekedar berdamai dengan masa lalu. Dia bahkan cenderung menyimpan dendam luar biasa selama belasan tahun kepada ayahnya dan Tania. Perasaan kebencian itu yang memicu semua kejahatan diluar nalar.


Itulah sebabnya Agus, Farel dan Mawar memilih untuk berdamai dengan musibah ini. Mereka sadar, jika terus menyimpan dendam hanya akan membuat mereka menderita tiada akhir. Gak kebayangkan, suami pelaku bisa berteman lagi dengan ibu korban. Bahkan mereka memutuskan untuk menjaga anak dari kaki tangan pelaku.


Untuk karya ke-tiga, sejujurnya saya belum ada rencana apapun. Kalau masalah mau nulis apa, sudah ada sih bayangannya. Cuman yah, belum siap berkutat lagi dengan Noveltoon. Pinginnya istirahat yang banyak, fokus olah raga, hidup sehat dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan anak.

__ADS_1


Gambaran saja untuk rencana novel ke-tiga ( Insha Alloh)....


Fokus pada isu wanita dan kejahatan, karena kita tahu kalau dua hal itu sangat rentan dan sering terjadi di lingkungan kita. Entah itu bentuk cyber bullying, p3lecehan s*ksual secara online maupun offline, p3merkosaan, pemerasan, KDRT, diskriminasi gender maupun pelanggaran hak-hak wanita yang sering terabaikan.


Tak hanya itu, wanita tentu bisa menjadi salah satu pelaku kejahatan. Bisa jadi pelaku kekerasan pada anak, KDRT pada suami atau melakukan penipuan besar. Entah menjadi pelaku dan korban, keduanya masih dianggap kurang bias di mata kita.


Itu hanya garis besar, kalau ditanya alur dan tokoh ya jangan. Belum ada sama sekali 😁 semoga ya tujuannya benar-benar tercapai.


Sudah ah, bacot mulu. Bye..... see you guys.

__ADS_1


Wait, tidak ada lanjutan untuk novel ini. Saya paling tidak bisa membuat sekuel sampai beberapa novel. Wih... ngeri sih kalau memang otaknya nyampe.


__ADS_2