31 Hari

31 Hari
Organisasi Perlindungan


__ADS_3

...Aku mencoba berbohong hanya untuk menyembunyikan ketakutan...


...**********...


Agus sedang menikmati secangkir kopi autentik dari Toraja, sebuah suguhan untuk teman khusus dari pemilik kantor Hukum, Tania. Dia sengaja mampir ke tempat dimana Tania bekerja.


Kantor hukum ini terbilang sederhana, bukan sebuah lembaga yang terlihat mentereng dengan gundukan klien papan atas. Tania sedang keluar dari zona nyaman sebagai pengacara kerah putih.


Agus sedikit terheran dengan keputusan Tania yang terbilang berani. Dia keluar dari firma hukum bergengsi dan mendirikan sebuah firma hukum sendiri dengan klien dibawah rata-rata.


Bahkan menurut pengakuan Tania, dia masih sering berdebat dengan orang tua angkatnya tentang keputusan ini. Menarik diri dari lingkungan serba mewah, yang telah membesarkan namanya hingga sekarang sangat tidak mudah.


Kini dia lebih sering mengurus kasus kelas teri dan membantu rakyat miskin untuk mendapatkan bantuan hukum secara gratis. Mengingat dia pernah tinggal di panti asuhan dan hidup melarat, menurutnya ini sebagai bentuk balas budi.


Agus semakin terpesona dengan kebaikan hati Tania, tidak hanya cantik namun sangat dermawan. Cinta pertama Agus saat duduk di bangku SMA tidak pernah pudar sedikit pun.


Tania kembali bercerita bahwa dia telah membangun sebuah organisasi yang menuai pro dan kontra dari masyarakat. Organisasi itu dia sebut Metamorfosis, layaknya sebuah ulat menjijikan yang berjuang keluar dari cangkang busuk dan menjadi sebuah kupu-kupu yang indah.


Organisasi itu bergerak untuk melindungi, mengayomi dan memperdayakan mantan narapidana yang ingin hidup lebih baik. Baginya itu adalah organisasi yang sangat dibenci oleh siapapun. Apalagi oleh keluarga korban yang merasakan penderitaan dari mereka yang telah berbuat jahat.


"Aku yakin mereka adalah kupu-kupu yang pernah menjalani hidup sebagai ulat yang menjijikan, tapi sayangnya tidak semua bisa begitu," ucap Tania sambil melihat galeri foto organisasi itu.


"Pasti hidupmu sangat berat menjalani semua ini, berurusan dengan kriminalitas kelas bawah seperti berjalan di lorong penuh buaya," balas Agus.


Tania hanya bisa tersenyum, memang hidup ini begitu melelahkan dan selalu jauh dari ekspetasi. Namun dia merasa hidupnya lebih bermakna jika dapat membantu mereka semua.


Membicarakan metamorfosis kupu-kupu, Agus teringat dengan kalung kupu-kupu milik Nana yang harus dia selidiki. Selama ini dia sangat kesusahan menemukan toko yang menjual kalung tersebut.


Dia memperlihatkan sebuah foto yang menggambarkan kalung dengan desain kupu-kupu unik. Agus ingin meminta pendapat bagaimana dia bisa menemukan orang yang menjual kalung tersebut.


"Sepertinya aku tahu dimana kalung itu dibuat," jawab Tania dengan senyum merekah.


"Benarkah?"


Tania kemudian mengeluarkan HP dan membuka sosial media Instagram. Menurutnya dia pernah melihat salah satu perancang terkenal dari Italia memposting kalung kupu-kupu seperti itu.


Nama perancang itu adalah Marcus, dia mempunyai banyak butik perhiasan di Italia dan beberapa negara Eropa lainnya. Kalung buatannya selalu dipesan secara langsung oleh orang-orang kaya di seluruh dunia.


Agus melihat postingan Marcus dan menilik gambar kalung kupu-kupu di wall Instagramnya. Ternyata kalung itu sangat mirip dengan milik Nana. Dilihat dari tanggal dan waktu dia memposting karyanya, itu tepat dua hari setelah pembunuhan P S K.


Agus terus berkonsentrasi mengingat kejadian saat lalu. Dia merasa sangat yakin jika dua hari setelah pembunuhan Siska, belum ada media masa yang memberitakan tentang tato kupu-kupu milik korban.


Berita itu mulai viral setelah hari ke empat dan kelima setelah pembunuhan. Namun dia belum terlalu yakin dengan semua asumsi, Agus harus mengkonfirmasi dengan perancang Marcus.

__ADS_1


Agus akhirnya meminta bantuan Tania untuk meminta kontak Marcus di Italia. Dia ingin berbicara secara langsung melalui Skype dan menanyai banyak hal tentang kalung kupu-kupu itu.


Tentu Tania sangat bisa melakukannya, dia adalah anak dari orang kaya juga. Sangat mudah menghubungi perancang Marcus secara langsung.


******


Sehabis melakukan Skype dengan Marcus, Agus malah diam dan banyak bengong. Dia masih belum bisa mencerna semua penjelasan Marcus. Bukan dia tidak pandai dalam bahasa Inggris, dia merasa terkejut mendengar penuturan perancang itu.


Menurut pengakuan Marcus, kalung itu dipesan oleh salah satu klien dari Indonesia. Kalung itu di pesan oleh Farel dengan sebuah desain khusus berbentuk kupu-kupu. Seingatnya, desain itu diambil dari lukisan yang istrinya buat sendiri.


Kalung itu sangat mahal karena sengaja dibuat dalam satu hari satu malam. Kalung itu selesai dibuat pada tanggal 9 April dan dikirim langsung ke Indonesia saat itu juga. Ditanya tentang desain kupu-kupu, Marcus mengatakan dia tidak tahu apa-apa.


Tentu ini mengandung sebuah kecurigaan yang sangat besar. Darimana Nana bisa tahu tentang gambar kupu-kupu yang hanya dimiliki korban terakhir. Apalagi dia sampai melukis sendiri kupu-kupu itu dengan sama persis.


Tok.. Tok..


Pintu kamarnya di ketuk oleh sang ibu, ternyata Ibu Surti sudah berdiri di depan pintu. Dia tersenyum manis melihat anaknya tiba-tiba pulang ke rumah.


"Ibu mau nganterin ayam rica rica ke tetangga sebelah, nanti jangan lupa kunci pintu dari dalam ya," ucap Ibu Surti.


"Ibu mau ngasih makanan ke siapa malam-malam kaya gini?" tanya Agus curiga.


"Siapa lagi kalau bukan Nana sama Farel. Sudah yah ibu mau kesana dulu sekalian mau ngegosip sama Nana."


Tiba- tiba Agus beranjak dari kursi, dia berjalan menghampiri ibunya dengan wajah penuh gelisah. Dia segera mengambil alih rantang ditangan ibu Surti.


"Gak ah, sama ibu saja. Lagian ibu kangen banget ngobrol sama Nana."


"Gak boleh bu!" teriak Agus.


"Lah ko gitu sih."


"Pokoknya ibu gak boleh lagi ngobrol sama tetangga kita. Apalagi masuk ke rumah mereka, jangan sampai!!"


"Ko jadi ngelarang gitu sih nak, emang apa alasannya? Toh mereka semua baik banget sama ibu, apalagi Nana itu wanita dari kalangan baik-baik, terpelajar, kaya raya tapi selalu rendah hati," bela Ibu Surti ngotot.


"Karena dia terlalu sempurna, justru itu yang harus kita waspadai. Mulai sekarang ibu gak usah dekat mereka lagi, jauhi sebisa mungkin. Kalau bisa kita pindah rumah saja!!"


Agus lalu pergi dengan wajah penuh kemarahan dan kekesalan. Dia menenteng rantang itu sambil menutup pintu rumah dari luar. Kali ini dia harus mengunci ibunya sendiri, jangan sampai Ibu Surti masuk ke rumah tetangga.


Dia kemudian berjalan menghampiri rumah rumah Nana dan Farel. Dia tidak ingin masuk seperti biasa, kini dia hanya menunggu di depan gerbang saja.


Setelah menekan bel, akhirnya pasangan suami istri itu datang secara bersama. Nana bahkan menyambut dirinya dengan antusias dan penuh kesopanan. Tapi Agus tidak menanggapinya sama sekali.

__ADS_1


Agus melihat Nana masih memakai kalung kupu-kupu itu. Dia mencoba menilik lebih dalam lagi apakah ada kesalahan dari desain itu, tapi ternyata semuanya sangat persis dan sama. Tidak ada celah yang membuatnya berbeda.


Dia memberikan rantang itu kepada Nana, Agus beralasan jika Ibu Surti terlalu kelelahan dan tidak bisa diganggu siapapun. Secara tidak langsung, Agus memberi kode agar Nana tidak usah datang lagi ke rumah dia.


Nana tersenyum dan mengangguk paham, dia kembali ke dapur untuk menghangatkan ayam rica rica di microwave. Namun Agus menahan Farel, dia ingin mengajak pria itu untuk sama sama mencari udara segar.


********


Agus dan Farel akhirnya memilih bangku kecil pinggir warung kelontong Ibu Tini. Mereka berdua sedang merokok ditemani minuman dingin. Kebetulan sekali udara Bekasi malam ini tidak terlalu panas, bahkan cenderung akan hujan.


Sejujurnya ini bukan pertama kalinya mereka keluar mencari angin segar. Jadi Farel merasa tidak keberatan diajak keluar oleh tetangganya sendiri. Bahkan Farel mulai menyukai Agus sebagai teman ngobrol di komplek ini.


"Aku dengar kalian akan bercerai?" tanya Agus membuka percakapan.


"Iya," jawab Farel.


Agus menatap Farel lebih jauh, pria itu sedang dilanda kesedihan dan beban yang tidak bisa dibagikan kepada siapapun. Kali ini Agus merasa kasihan padanya, kehidupan yang sempurna ternyata tidak bisa dimiliki oleh siapapun.


"Tapi sepertinya kamu tidak bisa melepas Nana begitu saja, buktinya kamu malah memberikan sebuah kalung kupu-kupu untuk istrimu sendiri."


"Dari mana kamu tahu jika kalung itu adalah pemberianku?"


"Ibuku," jawab Agus berbohong.


"Tidak ada yang spesial dari kalung itu, jadi jangan salah paham."


Agus terdiam sejenak, dia terus memperhatikan wajah Farel. Sejujurnya dia cukup takut untuk menanyakan banyak hal tentang perceraian. Hanya saja dia sangat membutuhkan informasi dari Farel secara langsung.


"Kalau boleh tahu dimana kamu membeli kalung itu? Mungkin aku bisa membelikannya untuk Tania, kamu tahu sendirikan kalau aku suka sama dia," ucap Agus berusaha untuk tetap senyum santai.


Farel bukan orang bodoh, dia tahu jika Agus tengah mengincar banyak informasi tentang kalung itu. Dia sadar pada akhirnya Agus akan mencurigai Nana.


"Aku membelinya di salah satu mall Jakarta, cari saja sendiri, kalung itu banyak sekali dijual dimana-mana," balas Farel dengan tatapan lurus.


"Benarkah? aku kira itu barang mahal."


"Kalung itu tidak berharga sama sekali. Sangat cocok dijadikan sebagai kado perpisahan," ucap Farel jutek sambil melempar kaleng bir ke dalam tong sampah.


Dia lalu pergi begitu saja meninggalkan Agus, dia ingin segera menjauhkan diri dari polisi itu. Tiba-tiba saja dia marah dan kesal, karena terus mengusik kehidupan istrinya.


Melihat respon dan ekspresi Farel yang jauh diluar dugaan, membuat Agus semakin frustasi. Bagaimana bisa seorang pria yang akan bercerai, malah melindungi istrinya seperti itu.


Agus tahu jika Farel sedang berbohong, tapi kenapa harus berbohong di depan seorang polisi. Itu adalah sebuah tindakan yang sangat berani.

__ADS_1


...Apa Farel sedang dikendalikan oleh Nana?...


Agus menjadi khawatir dengan nasib Farel. Dia merasa jika Farel sedang dibawah bayangan manipulatif sang istri. Seharunya dia bisa bekerja sama dengan polisi, tapi dia berubah menjadi pria bodoh dan pengecut.


__ADS_2