31 Hari

31 Hari
2 kronologi


__ADS_3

...Jika itu adalah kalian, mana yang akan kalian percaya. Nana atau Tania?...


...***********...


Selesai berdebat dengan Alex melalui sambungan telepon. Tak disangka ternyata Tania datang ke rumah Agus. Tentu saja pria itu mempersilahkan Tania untuk masuk ke dalam rumah.


Tania terkejut melihat kondisi Agus yang sudah berantakan. Pria itu terlihat sangat kurus, mata cekung dan rambut acak-acakan. Agus dan Tania kini duduk di ruang tamu.


Setelah melewati banyak pemaksaan, akhirnya Agus bersedia untuk makan. Tania bahkan secara langsung menyiapkan makanan dan menyuapi pria malang itu seperti anak kecil.


Agus semakin sedih dibuatnya, dia malah ambruk dalam pelukan Tania. Dia kembali menangis bahkan meraung-raung dengan kencang. Tania ikut sedih merasakan penderitaan teman satu SMA-nya itu.


Setelah keadaan lebih tenang, Agus meminta maaf karena telah banyak menyusahkan Tania selama ini. Tania sama sekali tidak merasa keberatan, karena baginya Agus adalah teman yang sangat berharga.


Agus kemudian memberanikan diri untuk lebih terbuka dengan Tania. Dia bahkan menceritakan bagaimana sangat mencurigai Nana sebagai pelaku utama. Namun rekan tim lainnya malah balik membela Nana karena mempunyai alibi yang kuat.


Tania yang berprofesi sebagai pengacara tentu mudah paham dengan alur investigasi. Kecurigaan Agus kepada Nana memang patut untuk ditindak lanjuti, bahkan dia terang-terangan akan membantu Agus menyelesaikan kasus serumit ini.


"Farel membicarakan hal aneh tentang mu tadi."


"Apa itu?"


"Dia berkata kalau Tania adalah teman dari masa lalu Nana. Tentu aku tidak percaya, bahkan hal itu tidak ada hubungan dengan kasus ini sama sekali. Mereka memang jago membual," jelas Agus.


"Itu benar, aku memang pernah berteman dengan Nana saat kecil," balas Tania tanpa ragu.


"APA!!" Agus kaget setengah mati, dia masih belum percaya.


"Saat itu dia adalah anak dari majikan ibuku, kami bahkan tinggal bersama di rumah besarnya itu. Kami semua melayani anak manja dan cengeng itu dengan penuh kesabaran."


"Kenapa kamu merahasiakan hubungan kalian berdua selama ini?" tanya Agus semakin ngotot.


"Aku hanya tidak ingin merusak hubungan kalian sebagai tetangga yang harmonis."


"Tapi kenapa? ada apa dengan kalian sebenarnya?" Agus terus saja mendesak Tania untuk menceritakan yang sesungguhnya.


Tania akhirnya menceritakan semua masa lalunya sebelum masuk panti asuhan. Setelah ditinggal m@ti oleh sang ayah, ibunya memutuskan untuk bekerja sebagai pelayan di rumah orang kaya.


Saat itu dia masih sangat kecil, berusia sekitar 10 tahun. Dia menceritakan jika rumah itu awalnya hanya dikunjungi keluarga Handono saat liburan saja. Namun empat tahun kemudian, karena nyonya besar mengalami kelumpuhan total akibat penyakit stroke, dia dipindahkan bersama putrinya untuk tinggal di rumah besar.


Karena ibunya dianggap paling lama bekerja disana, maka tuan Ivan mengangkatnya menjadi kepala pelayan. Selain bertanggung jawab atas semua urusan nyonya besar, dia juga harus mengatur kesepuluh pelayan lainnya.

__ADS_1


Termasuk Tania, dia ikut andil dalam pekerjaan orang kaya itu. Dia ditugaskan untuk menjaga putri satu-satunya mereka, Nana. Dia harus melayani semua keinginan dan k3gilaan anak usia 11 tahun.


Melayani anak majikan seperti Nana sangat tidak mudah. Dia tipikal anak perempuan yang selalu bersikap agresif, arogan dan senang berbuat kasar. Jika kemauannya sekali saja tidak dituruti, maka dia tak segan me3nyiksa semua pelayan di rumah besar.


Tidak ada yang berani membantah anak titisan dajal itu. Bahkan dia senang m3neror para buruh tani teh yang bekerja untuk pabriknya. Seperti m3mbunuh hewan ternak, sampai m3mbakar gudang penyimpanan teh.


Semua takut pada anak kecil itu, dia merasa jika sang ayah yang selalu menjadi benteng pertahanan terbesarnya. Sampai pada usianya mencapai 12 tahun, dia melakukan hal paling terburuk sebagai manusia.


Dia sengaja m3racuni semua pelayan dengan memberikannya ikan buntal. Dia anak yang cerdas sebenarnya, seorang anak yang tergila-gila dengan buku. Dia tahu jika ikan buntal adalah jenis ikan b3racun jika tidak dimasak dengan benar.


"Lalu, kenapa kamu bisa selamat?"


"Untung saja aku pulang terlambat dari pabrik teh, saat sampai rumah aku melihat jika semua orang telah m@ti berjatuhan di atas lantai. Semua mulut mengeluarkan busa, termasuk ibuku sendiri ada disana."


Tania menjelaskan lebih lanjut, saat kejadian keracunan masal tersebut berlangsung. Tuan Ivan berhasil menemukannya. Dia dengan penuh ketakutan mengancam Tania untuk tutup mulut. Menyuruhnya untuk pergi sejauh mungkin dari rumah besar.


Sejak saat itulah, Tania berhasil menyelamatkan diri di sebuah panti asuhan. Dia bahkan tumbuh besar disana dengan sangat baik. Walaupun ibunya telah t3rbunuh, dia sangat takut untuk menceritakan kejadian menyeramkan tersebut.


"Lalu kenapa kamu berani menceritakan semua ini padaku?"


"Karena sekarang kita sedang menghadapi monster yang sama. Dia yang telah m3lenyapkan dua nyawa seorang ibu," balas Tania serius.


Sementara itu, Farel sedang duduk di samping ranjang Nana. Dia sengaja menemani Nana beristirahat sampai akhirnya tertidur pulas. Semenjak kematian Ibu Surti, Nana menjadi murung dan tidak mau bicara banyak.


Farel tentu memahami isi hati Nana, dia selama ini paling dekat dengan mendiang Ibu Surti. Sekarang dia terlihat sangat kesepian, karena setiap hari dia tak pernah lepas dari ibu tua itu.


Apalagi saat mereka akan bercerai, kepada siapa lagi Nana akan berkeluh kesah? Harus kemana lagi Nana bisa mencari sosok lembut seperti Ibu Surti?


...Haruskah, mereka berpisah?...


Farel sedih, bingung dan kalut. Dia merasa tertekan dengan kejadian naas yang telah menimpa tetangganya. Dia tidak menyangka, jika t3ror p3mbunuhan berantai kini malah semakin dekat.


Dia memutuskan untuk keluar dari kamar dan menutup pintu itu rapat. Dia ingin menenangkan diri dengan secangkir teh hijau hangat. Sambil merenung, dia terus memikirkan percakapan dengan istrinya tadi siang.


Siang tadi, dia meminta Nana untuk berterus terang. Farel berjanji akan melindungi istrinya sampai kapanpun, bahkan saat perceraian itu benar terjadi. Farel tentu ingin berusaha membersihkan nama baik Nana, yang telah tercoreng karena tuduhan polisi selama ini.


Farel memberanikan diri untuk bertanya, apakah benar Tania yang berprofesi sebagai pengacara itu adalah anak dari kepala pelayan di masa lalu?


Tak disangka-sangka, Nana akhirnya mau membuka semua rahasia yang terjadi saat usianya 12 tahun. Sebuah rahasia gelap yang selama ini terkunci rapat dan terkubur sangat dalam.


Nana mengakui, jika Tania yang sekarang mereka temui adalah Tania di masa lalu. Awalnya dia tidak tahu siapa dia, sampai pertemuan di pesta saat itu membuka segalanya.

__ADS_1


Nana menjelaskan jika hubungan ayah dan ibunya tidak pernah harmonis. Mereka tak pernah benar-benar saling mencintai, mereka bertahan hanya karena alasan klasik, harta.


Sampai pada titik ibunya jatuh sakit karena stroke. Ayahnya tega membuang ibu dan dirinya ke rumah pengasingan di Majalengka. Selama ibunya sakit, hanya kedua belas pelayan itu yang selalu setia melayani mereka berdua.


Dia pun akhirnya berteman dengan seorang anak perempuan, tiga tahun lebih tua darinya. Karena dia sangat kesepian tinggal di pedesaan, dia selalu menempel pada Tania, si anak kepala pelayan.


Karena dulu dia masih anak kecil polos, yang tidak tahu apapun. Dia sering kali dimanfaatkan oleh Tania yang punya akal lebih cerdas. Seperti menyuruhnya untuk m3mukul para pelayan yang lain atau mengajarkannya bagaimana cara m3mbunuh hewan ternak.


Saat itu dia hanya berpikir jika Tania melakukan hal yang keren. Dia menganggap jika dia dan Tania sedang bersenang-senang. Dia ingat betul, Tania pernah mengajaknya untuk m3mbakar gudang teh dengan guyuran bensin.


Dia mengatakan pada Nana, jika semua k3gilaan yang mereka lakukan semata-mata hanya untuk bermain-main. Tapi sayangnya, semua orang hanya menyalahkan Nana sebagai pelaku utama.


Tentu Tania terus mengancam Nana untuk tutup mulut. Jika dia berani buka mulut dan membocorkan rahasia, Tania tak segan untuk m3mbunuh semua pelayan di rumah besar.


Suatu hari dia tak sengaja mengadu pada ayah Ivan. Dia merengek untuk kembali pulang ke Jakarta, beralasan karena dia takut dengan Tania. Nana kecil dengan polos menceritakan semua perilaku Tania yang sesungguhnya.


Bukanya membela anaknya sendiri, ayah Ivan malah menyalahkan Nana yang sebenarnya anak bermasalah dan pembawa sial. Dia bahkan mengurung Nana dan ibunya lebih kejam.


Mengetahui hal tersebut, Tania marah dan murka. Tanpa sebab pasti, dia melakukan hal yang sangat diluar logika manusia. Menurut kesaksian Nana, dia melihat jika Tania kecil dengan sengaja memberikan sup ikan buntal kepada semua pelayan, termasuk kepala pelayan sendiri.


"Lalu, kenapa Tania masih hidup? Bukankah kedua belas kuburan salah satunya ada m@yat Tania?" tanya Farel saat itu.


"Ternyata selama ini dia bekerja sama dengan ayahku. Ayah melihat ada peluang besar dari k3matian kesebelas pelayan tersebut, dia membuat skenario jahat dan sengaja menyebarkan gosip bahwa akulah yang m3racuni para pelayan."


"Jadi itu sebabnya kamu dikirim ke RS Jiwa, agar kamu terlihat seperti mengidap gangguan jiwa?"


"Iya betul, aku dipaksa untuk bersikap g!la dan agresif. Jika aku tidak menuruti semua keinginannya, maka ayahku tak segan untuk menghentikan pengobatan ibu."


"Lalu Tania, kenapa dia bisa berkahir di panti asuhan?" tanya Farel semakin penasaran.


"Ayahku yang membawanya ke panti asuhan. Asalkan Tania terus menjaga rahasia, dia menjanjikan banyak hal indah kepada anak pelayan itu.


Salah satunya, dia berhasil diadopsi oleh rekan bisnisnya yang kaya raya. Dia dibesarkan dengan baik dan penuh kekayaan. Dia telah terlahir kembali menjadi Tania yang dermawan dan berjiwa sosial tinggi."


Farel terkejut bukan main. Ternyata selama ini dugaan dia benar, jika ayah Ivan memang sengaja menjebak Nana agar bisa mendapat harta warisan istrinya.


Tak hanya itu, dia berani memanfaatkan dan membuat perjanjian dengan anak kecil berusia 15 tahun. Dia bahkan sengaja telah memelihara Tania, yang berubah semakin k3jam tak terkendali hanya karena harta.


"Apa kamu yakin jika pelaku p3mbunuhan berantai adalah Tania?"


"Entahlah, tapi kita harus melawan wanita jahat itu. Kita harus menghentikan k3canduannya dalam m3nghilangkan banyak nyawa manusia," balas Nana serius.

__ADS_1


__ADS_2