
Paginya...
Marvin memandangi wajah cantik Nadine yang masih tertidur di dekapannya, mereka belum memakai satu helai kain apapun, tubuh mereka hanya ditutupi selimut tebal.
Tanpa terasa dia tersenyum memandangi wajah wanita itu, kemudian tangannya menyentuh wajah Nadine dengan lembut. Padahal Nadine masih tertidur, tapi wanita itu masih saja terlihat sangat cantik dan mempesona.
Perlahan Marvin mencondongkan wajahnya untuk mencium bibir Nadine, namun dia mengurungkan niatnya.
Jangan sampai kamu jatuh cinta sama dia, Marvin. Ingat dia adalah anak dari Rama Leonardo. Bahkan kamu seharusnya bisa bersikap kejam padanya.
Marvin terus saja memperingatkan hatinya. Bagi dia Nadine hanya pemuas naf-su saja, tak peduli mereka sedarah, karena niatnya ingin menghancurkannya. Jika dia bosan, barulah dia harus membunuh wanita itu, mengirimkan mayatnya ke Rama Leonardo.
Marvin teringat dengan ponsel Nadine yang dia simpan di Markas, lebih baik dia mengecek ponsel itu, dia ingin tau seberapa dekat Nadine dengan istrinya Markus.
"Sebenarnya ada hubungan apa antara dia dengan istrinya Markus?"
Mumpung Markus masih hidup, dia ingin memeriksa tentang Aline. Apa Aline terlibat dengan kejahatan Markus makanya dia pura-pura menyamar menjadi Miss A untuk mendekati Nadine, atau ada maksud lain yang tidak terduga.
...****************...
__ADS_1
Tangan Nadine meraba-raba ke samping, kemudian dia membuka matanya ternyata Marvin sudah tidak ada disana. Marvin sudah pergi ke Markas Athena satu jam yang lalu.
Dia menghela nafas, badannya terasa hampir mau remuk, pria itu tak ada bosannya menggempur dirinya dari malam hingga pagi. Walaupun tak bisa dipungkiri dia pun ikut menikmatinya.
"Ah, aku tidak bisa seperti ini." Bagaimana bisa dia bercinta terus bersama Marvin tanpa ikatan apapun.
Kenalan bukan, pacar bukan, melainkan dia hanyalan sebagai seorang korban penculikan. Yang sampai sekarang dia tidak tau alasan apa Marvin menculiknya.
Nadine menelan saliva membayangkan bagaimana pertempuran panas semalam, pertempuran semalam rasanya sangat berbeda, seandainya dia dan Marvin bertemu dengan cara yang baik-baik, mungkin dia bisa saja jatuh cinta pada pria tampan itu.
Namun dia harus membentengi hatinya agar tidak jatuh cinta pada Marvin. Dia sudah memiliki tunangan dan juga dia tau Adam Alvarez adalah pria yang jahat dan berbahaya.
"Mulai hari ini aku harus hati-hati, jangan sampai dia meniduri aku lagi." Nadine membulatkan tekadnya.
"Mengapa cara dia menatapku sama seperti cara kak Marvin menatapku?"
Nadine menggelengkan kepalanya, mungkin saja itu hanya menurut pemikirannya saja. Mungkin karena rasa bersalah dia pada Marvin, membuat dia selalu mengingat saat Marvin menatap penuh kebencian padanya, 18 tahun yang lalu.
Nadine memakai pakaian yang sudah disediakan oleh Marvin, kemudian dia keluar dari kamar Marvin.
__ADS_1
Nadine terkejut saat melihat Dami yang baru masuk ke dalam Mansionnya. Begitu juga Dami, dia terkejut mengapa Nadine pagi-pagi sekali keluar dari kamar Marvin.
"Mengapa kamu keluar dari kamar Tuan Adam?" tanya Dami, dia melihat ada tanda merah di leher Nadine. Membuat dia berpikir yang tidak-tidak, apakah semalam Nadine dan Marvin tidur bersama?
Nadine menyadari apa yang diperhatikan oleh Dami, dia pura-pura menggaruk lehernya, "Ah gatal sekali, tidur di gudang itu membuat aku kegatalan karena banyak sekali nyamuk."
"Nyamuk?" Apa iya bekas gigitan nyamuk seperti itu.
Kemudian Nadine mencari akal untuk membohongi Dami, "Aku disuruh beres-beres kamar Adam."
"Baru kali ini Tuan Adam mengizinkan orang lain masuk ke dalam kamarnya." Dami semakin mencurigai ada hubungan apa Nadine dan Marvin, apa dia kecolongan? Sementara Om Theo menyuruhnya untuk memperhatikan mereka.
"Mungkin karena akhir-akhir ini dia sibuk sekali, tidak sempat membereskan kamarnya. Makanya Adam menyuruh aku membereskan kamar dia." Nadine tidak pandai berbohong, namun dia tidak ingin ada satu orang pun tau kalau dia sudah tidur dengan Marvin.
Sikap Nadine membuat Dami curiga, apa dia harus melaporkan kecurigaannya pada Om Theo? Tapi bagaimana kalau ternyata perkataan Nadine itu benar adanya? Sebagai seorang pengawal dia hanya bisa patuh pada bosnya, dia memang lebih dulu menjadi pengawal Om Theo sebelum ditugaskan menjadi pengawal Marvin di Indonesia.
...****************...
Mohon bantu laporkan, novel saya baru juga tamat sudah diplagiat. di apk F**zo!
__ADS_1